NovelToon NovelToon
Cinderella Ken

Cinderella Ken

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Komedi / Action / Tamat
Popularitas:1.6M
Nilai: 4.9
Nama Author: Nonelondo

Putri seorang gadis berusia 17 tahun. Harus rela menerima kenyataan dijodohkan dengan seorang tentara berpangkat Lettu dari kesatuan Angkatan Udara skuadron pesawat tempur. Seperti gadis kebanyakan seusainya. Alias lagi masa puber-pubernya, dan zaman sekarang lagi demam-demamnya K-POP. Tentu dia mengidam-idamkan memiliki pacar seperti Oppa-Oppa Korea. Meski calon tunangannya ganteng dan berpangkat. Tapi masa, dia nikah sama om-om?

Ken yang saat ini menginjak usai 33 tahun. Tak menyangka akan mendapatkan malapetaka ini. Sejak ditinggal kekasihnya 5 tahun silam. Dia belum siap menjalin hubungan lagi. Tapi sekarang dia bisa apa? Tambah bikin suntuk lagi, kenapa lah calonnya cabe-cabean?!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nonelondo, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 13 Ke Mall 3

“Duduk yang benar!" omel Ken.

Karena ada beberapa mata nakal yang melabuhkan pandangannya ke arah situ. Gadis itu duduk mengangkang jadi pahanya kemana-mana.

“Ih, Om ini! Dari tadi ngomel-ngomel mulu! Ini, Putri duduk udah benar kok!"

“Apanya yang benar? Gitu benar?”

“Ugh!”

Lekas Putri menyikap jacket itu, dan mengapitnya ke paha.

“Nah, benar! Begitu duduknya.”

“Ternyata Om selain kanebo kering, cerewet ya.”

“Kamu yang cerewet. Sini, mana tanganmu.”

Putri menyerahkan, dan Ken mengobati tangan Putri yang sakit itu.

“Tangan Putri merah-merah tuh...," adu Putri lagi.

“Nanti juga sembuh."

“Om ini, udah buat salah. Bukan minta maaf, malah dari tadi bilang begitu. Cepetan, minta maaf.”

"...." Ken pura-pura tidak dengar.

“Iiihhh...! Om!”

"....." Ken tetap diam.

Karena kali ini kemauannya gak dituruti. Putri jadi mendengus kesal. Namun dalam persekian detik, dia sudah menemukan cara.

“Ya udah, tiupin tangan Putri aja deh!"

Terbeliak. “Apa?’

“Tiupin..." Putri meminta manja, dengan memain-mainkan badannya.

Mampus dah! 

Lekas Ken berdiri menyudahkan apa yang dikerjakannya. Tapi memang sudah selesai. Namun pada saat dia mau mengajak pulang, dilihatnya mata yang merengek itu memerah. Takut gadis itu nangis seperti kemarin. Terpaksa dia jadi duduk lagi, dan menuruti kemauan gadis itu. Lalu rada-rada kaku dia memajukan tubuhnya. Setelah dekat, dihembuskannya kecil.

“Fiuh!”

“Tiup yang benar."

Astaga... Anak ini malah menjiplak tadi omongannya. Maka dengan muka masam, Ken meniup panjang.

“Fiuuhhh...”

“Nah! Gitu dong Om,” senang Putri.

Dia yang senang, kita yang malu. Ken curi-curi mata memperhatikan sekeliling. Maklum, kelakuannya tadi mengundang perhatian orang. Malah ada yang menertawai. Lalu setelah merasa suasana kondusif, dia berdiri lagi.

“Ya sudah. Karena kita udah makan. Ayo, kita pulang."

"Ntar aja, Om... Putri masih mau main..." Putri menyusul berdiri, namun sambil menarik tangan.

“Hadeuh... Mau kemana lagi...”

Selang sesaat mereka tiba di eskalator. Mereka mau naik ke lantai atas. Namun sebelumnya Putri sempat bertanya ke security dimana arena bermain. Jelas, dengar itu tadi wajah Ken langsung sepet. Apa lagi, kalau bukan anak itu mau seru-seruan di sana. Lalu setiba mereka di sana...

“Om, bagi duit dong," pinta Putri.

Ken membuka dompet mengeluarkan uang. Lekas Putri pergi ke kasir membeli koin. Selanjutnya dia pergi main sendiri tanpa mengajak orang yang memberinya itu.

Bisa dibilang kelakuan gadis itu sudah kayak pepatah. Habis manis sepah dibuang. Tapi kalau ini, dapat koin abang ditinggal.

Ken mengamati Putri yang bermain ding dong, lalu pindah mukul-mukul buaya, kemudian beralih lagi ke dance revolution jingkrak-jingkrak sendiri kayak orang gila di sana.

Ken memijat-mijat pelipis kepalanya. Harusnya tadi di apotek dia beli obat sakit kepala. Dia benar-benar sudah kayak momong bocah!

Meja hockey terlihat kosong. Tempat bermain itu untuk berdua, dan akibat itu Putri baru sadar kalau di sini permainan bukan hanya untuk sendiri. Lalu dia menoleh ke Ken, dan melambai-lambaikan tangannya. Ken buru-buru buang muka pura-pura tidak lihat.

“Om!” panggil Putri.

Jadi menghampiri karena dicuekin. Tapi yang dihampirinya tetap saja begitu.

"Om!" panggilnya lagi.

"....." Ken tetap tak bergeming.

Karena tetap tidak mau lihat. Putri jadi meraih tangan Ken, dan menghempaskannya.

“Om...!”

“Mm." Ken menyahut, tapi tanpa mau menoleh.

"Ih, Om...!" Putri jadi melakukannya lagi.

"Apa?" Ken akhirnya mau menoleh.

“Temanin Putri main, yuk? Itu ada permainan untuk berdua. Ayuk!"

Sehabis menunjuk, Putri lekas menarik tangan dan menggiring ke sana. Membuat orang yang digiring itu jadi tersentak.

"Eh!"

Cetak! Cetak!

Bola hockey atau istilahnya hockey puck bergeser ke kiri dan ke kanan. Putri sudah banyak menghasilkan score. Ken minim poin. Maklum, wong dia gak mau main. Jadi ya, begitu ogah-ogahan.

“Ah, Om payah!”

“Yang benar dong mainnya.”

“Apa, Om gak bisa main ya?"

Putri terus mengeluh. Ken menjauhkan gagang pemukul di tangannya, dan memalingkan badannya.

“Udah ah!”

Mengejar. “Iiihhh... Om! Gitu aja ngambek!”

“Siapa yang ngambek? Orang Om gak mau main. Kamu aja yang main sendiri. Om tunggu di pintu."

“Jangan! Nggak bisa. Itu kan, permainan berdua. Lagian di sini kan, banyak permainan untuk berdua,. Nanti Putri main sama siapa?"

“Itu urusanmu.” Ken kembali berjalan.

Putri cepat-cepat mencegah lagi. Tapi kali ini langsung menggiring Ken ke tempat main lain.

“Kalau Om gak bisa main yang itu, kita main yang lain aja, yuk!”

Yuk, yuk, apanya yang yuk? Memang dia ada bilang nggak bisa main yang itu? Aduh... pusing lihat anak ini. Ken geleng-geleng kepala.

Street basketball harusnya bisa dimainkan sendiri, tapi Putri memutuskan untuk main berdua. Karena dia lagi teringat Boy, dan membayangkan sedang bermain dengan cowok idamannya di sini. Malangnya, Ken...

Lagi, lagi, Ken bersikap malas-malasan. Putri jadi kembali mendengus kesal. Karena pria di sampingnya melempar bola asal-asalan ke keranjang. 

Ugh! Om ini merusak suasana hati Putri aja! Masa, yang ini juga gak bisa? Coba kalau Boy, sudah top score nih!

“Om, bisa mainnya nggak sih?!" omelnya.

"Sudah dibilang, Om nggak mau main."

“Om ini, nggak bisa nyenengin hati Putri deh!”

Bisa-bisanya anak itu mood'-nya langsung berubah. Karena sesudah berkata begitu, matanya sekilas melihat ada yang menarik perhatiannya di belakang Ken.

"Ih, ada boneka!” lanjutnya riang.

Tidak jauh dari tempat mereka berdiri ada arena tembak-tembakan. Yang di bawah papan target, terpajang boneka-boneka kecil lucu-lucu. Dari Hello Kitty, Mickey Mouse, Donald Bebek, Doraemon, dan Winnie The Pooh.

Lekas di giringnya Ken ke tempat itu. Ken memutar bola matanya bete karena di tarik paksa terus. Lalu Putri mengamati Ken. Yang diamati menyipitkan mata sebab diperhatikan lagi. Tapi kali ini dia gak tahu diperhatikan karena apa?

“Putri tahu, Om tentara. Tapi emang Om bisa nembak?”

Kalau dia nggak bisa nembak, lantas dia ini apa? Tentara gadungan? Ken mendelik rupanya karena ini. Namun akibat itu dia jadi tersinggung lagi. Karena ini yang ke 4 dia dihina. Dari dibilang tua, nggak laku, dan seakan-akan dia menginginkan Putri jadi pacarnya, lalu sekarang ini. Ken jadi emosi, lekas menyingsingkan lengan bajunya.

Baiklah, Putri... Lihat baik-baik ya.

Ken meminta senapan dan peluru ke petugas jaga di sana. Usai didapatnya, dia menoleh ke Putri.

“Kamu mau yang mana?!” ujarnya geram.

“Itu, Om!"

Ken mengeker, dan lekas membidik. DOR! Tembakan tepat mengenai sasaran. Dipermainan itu yang dapat mengenai tengah papan target dapat boneka. Petugas itu langsung melongo. Setahun bisa dihitung pakai tangan yang bisa nembak tepat di tengah. Ken menoleh lagi ke Putri.

“Mau mana lagi?”

“Itu, Om!"

DOR!

“Mana lagi?”

“Itu, itu, itu, Om!” Putri jadi antusias menunjuk sisa-sisanya.

DOR! DOR! DOR!

Malang sudah papan itu berlubang semua. Sepertinya hari ini kesialan bagi arena bermain tersebut. Petugas itu kembali menganga. Baru kali ini seumur hidupnya selama bekerja di sini. Ada yang memborong semua boneka. Lekas orang itu tepuk tangan, dan diikuti oleh orang-orang di belakang Ken dan Putri. Mereka berdua jadi serentak menoleh. Ternyata aksi Ken jadi memancing pengunjung di sana. Kemudian petugas itu mengambil semua boneka, dan membungkusnya. Lalu menyerahkan ke Ken. Namun sambil bertanya, apa masih mau main lagi?

“Kamu mau lagi nggak?” Ken bertanya ke Putri.

“Iya! Iya! Iya!"

Di pasang lagi boneka-boneka, di ganti lagi papan-papan baru. Kemudian Ken bersiap-siap membidik. Tapi belum sempat dia mengeluarkan peluru, tangannya sudah dicekal oleh Putri diajak pergi dari sana.

Gara-gara gadis itu mendengar. Cewek-cewek yang pada menonton di sana pada berbisik-bisik genit...

“Ih, tuh cowok ganteng banget sih!"

“Lumer deh hati adek, Bang...”

“Ya ampun... Udah ganteng, gagah, jago nembak lagi. Mm..."

Saat Putri menarik Ken pun, dia sempat-sempatnya melototin orang yang pada berbisik tadi.

Ugh! Apa lihat-lihat?!

Selanjutnya saat mereka berjalan. Karena yang mereka lewati adalah bioskop. Putri jadi kembali menarik tangan. Namun kali ini Ken cepat mencegah.

“Nggak! Nggak! Sudah jam berapa ini, nanti kita pulang tengah malam."

Karena sudah pasti mereka nanti akan dapat ticket midnight. Dihitung dari mereka keluar rumah, dan banyak melakukan kegiatan di mall saja, sudah menghabiskan banyak waktu.

“Aaa... Om ini nggak asik deh! Putri kan, mau nonton.”

“Nggak! Nggak! Lagi pula baju kamu begitu, nanti kamu kedinginan di dalam.”

“Putri tahan dingin kok. Lagian, kalau Putri kedinginan. Putri tinggal pakai jacket Om aja."

"Tapi pahamu jadi kedinginan, dan kemana-mana."

"Aaa... Om ini, benar-benar nggak asik deh! Ayo dong, kita nonton."

“Nggak! Nggak! Ya udah, kalau kamu mau nonton. Kamu saja yang nonton. Om pulang.” Ken berjalan.

“Ya udah, Om pulang aja deh sana. Sampai ketemu di rumah ya...”

Sontak Ken terkesima karena kali ini ancamannya gak ampuh. Namun karena menimbang dari pada nanti berabe anak itu pulang sendiri. Mau gak mau dia jadi kembali mengikuti kemauan si Tuan Putri lagi.

Popcorn, chiki, minuman bersoda, telah menemani tempat duduk mereka berdua di dalam bioskop. Mereka dapat bangku di tengah. Film diputar, genre romantic action. Adegan romantis pertama, nggak masalah. Begitu pula ke dua. Namun pas yang ke tiga, Putri membelokkan mata, lalu salah tingkah di bangku. Biasanya, kalau dia nonton adegan ciuman, baik itu Korea atau barat. Dia suka menutup mata. Tapi ini, kenapa dia begini?

Lalu dia mengamati pria di sebelahnya yang cuek saja menonton begituan. Kemudian di angkatnya tangan pria itu, dan diletakkan ke pundaknya. Ken jadi menoleh.

“Om, malu...”

Putri melabuhkan kepalanya ke dada Ken, dan mengusek-usek di sana. Dia numpang mengumpat di situ. Seketika Ken membeku. Sudah 5 tahun dia tidak dekat dengan wanita. Putri sukses membikin Ken jadi keringat dingin, dan ngilu-ngilu dibuatnya.

1
Endang Werdiningsih
nyeselin dr kata nyesel berkaitan dgn penyesalan kalo ngeselin itu sesuatu yg menjengkelkan,,,
maaf othor sekedar koreksi menurut saya🙏
Nonelondo (ig : nonelondo): nyeselin itu bukan ke arah penyeyasalan kk. walau katanya dari sana tapi ini lebih mengartikan menyebalkan atau nyebelin. tapi gpp, terima kasih masukannya. Yuk, mampir juga kk ke novel baruku "My Man"
total 1 replies
Endang Werdiningsih
dulu pernah baca novel ini,,lamaaa bgt..
sampai sekarang kalo baca pasti lupa kasih like karwna keasyikan baca
Endang Werdiningsih
ditinggal kekasih meninggal sikap'a berubah termasuk kpd org tua jg sodara,,kok ga pantas bgt ya,,di mata ken seorang kekasih lebih berharga drpd orang tua jg sodara...
lanna sari siregar
Luar biasa
Nonelondo (ig : nonelondo): Hai, makasih ya atas bintangnya.🙏 Yuk, ramaikan novelku yang baru rilis. Judulnya "My Man". Klik profilku ya...
total 1 replies
Kasma Ramadhan
kapan d ganti nama panggilan a gak seru x msh manggilnya om
Nonelondo (ig : nonelondo): hai, novelku "My Man" uda terbit dibaca...
total 1 replies
ainunlita28122019
bisa di gantikan yang cowo nya ganti sama yang lebih ganteng lagi gctue kaya arya saloka
Nonelondo (ig : nonelondo): hai, novelku "My Man" uda terbit dibaca...
total 1 replies
" Ira_W "
okhhh ternyata biang keroknya adalah trio Wek Wek....😆
Nonelondo (ig : nonelondo): hai, novelku "My Man" uda terbit dibaca...
total 1 replies
RosE
udah baca kedua kali, tetep ngakak waktu bab yg ini 😂😂😂
Nonelondo (ig : nonelondo): hai, novelku "My Man" uda terbit dibaca...
total 1 replies
Wirda Pitri Selian
semoga cepat sembuh ibunya Thor ,
Wirda Pitri Selian
saya suka Thor cerita yg berbaur tentang militer
Nonelondo (ig : nonelondo): hai, novelku "My Man" uda terbit dibaca...
total 1 replies
Wirda Pitri Selian
Ya Allah Thor
tengah malam tahan2 Tawa 🤣🤣🤣🤣
Nonelondo (ig : nonelondo): hai, novelku "My Man" uda terbit dibaca...
total 1 replies
Wirda Pitri Selian
hahahaha
tengah malam ketawak2 sendiri Thor..
semangat trus ya
"𝙈𝙤𝙘𝙝𝙞"
wissss keren ini mah si mimi
Nonelondo (ig : nonelondo): hai, novelku "My Man" uda terbit dibaca...
total 1 replies
ᶜᵃˡˡ ᴹᵉ ᴶⁱⁿᵍᵍᵃ😜
awang jadi sama mimi ja ya..🤭
𝔔𝔲𝔢𝔢𝔫 𝔅𝔲𝔨𝔞𝔫 𝔯𝔞𝔱𝔲
mampooos kou ken😂😂
Nonelondo (ig : nonelondo): hai, novelku "My Man" uda terbit dibaca...
total 1 replies
"𝙈𝙤𝙘𝙝𝙞"
kuburan winda
𝕻𝖊𝖗𝖆𝖍𝖚 𝖐𝖊𝖗𝖙𝖆𝖘 ⛵
dieh om modus ini😂😂
𝕻𝖊𝖗𝖆𝖍𝖚 𝖐𝖊𝖗𝖙𝖆𝖘 ⛵
hahhahaha somplak si putri😂😂
Nonelondo (ig : nonelondo): hai, novelku "My Man" uda terbit dibaca...
total 1 replies
𝕻𝖊𝖗𝖆𝖍𝖚 𝖐𝖊𝖗𝖙𝖆𝖘 ⛵
pepet terus put,,jangan kasih celah buat org k 3...
𝕻𝖊𝖗𝖆𝖍𝖚 𝖐𝖊𝖗𝖙𝖆𝖘 ⛵
ortunya gabut banget😂😂
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!