Assalamu'alaikum para readers yang budiman😊😊. Ini adalah Novel pertamaku yang terinspirasi dari kisah pribadi Author ditambah dengan sedikit bumbu bumbu asmara yang menambah keseruan kisah novel ini.
Sedikit perkenalan tentang pemeran utama cewek namanya LUNAYA ALMAHYRA NINGRUM usia 18 tahun terlahir sebagai putri kedua pasangan Trismianik Sari Ningrum & Sumartono Kusumo dan anak sulungnya bernama Awata Riyanto Kusumo.... karena perselisihan hebat dan hadirnya orang ketiga membuat pasangan ini bercerai sehingga sang istri meninggalkan rumah dalam keadaan sakit hati dan terpaksa menitipkan Luna kecil yang baru berusia 1tahun kepada ibundanya hingga tak pernah terdengar kabar beritanya...Luna terpisah dengan Kakak kandungnya yang saat itu berusia 4tahun karena diasuh ayahnya yang telah menikah lagi dengan wanita lain yang bernama Lika Anayah yang konon masih ada hubungan famili dengan ayah Luna.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Vicaldo, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Luna jalan jalan bersama Kakak tersayang
Pagi itu setelah rutinitas membantu ibu tirinya didapur. Luna bersih bersih layaknya Upik Abu dalam cerita dongeng,, namun itu tak membuat Luna sedih baginya melakukan pekerjaan rumah adalah hal sepele.
Jam menunjukkan pukul 09.00 waktu setempat.Selesai menyelesaikan semua tugasnya Luna bergegas untuk segera mandi.
" Mau kemana kak kok kayak yang buru buru amat ?" tanya Sita dan Puput penasaran dengan kakak tirinya itu.
" Hehehe Kakak mau jalan jalan tuh sama siboss" tunjuk Luna dengan memonyongkan bibirnya pada Sita dan Puput.
Kedua adiknya ini berbeda dengan Aida yang selalu membuatnya kesal.Dan selalu mencari gara gara agar dirinya disiksa mak tirinya.Mereka terlihat manis dan baik seperti saudara pada umumnya.
Luna berlari kekamar mandi lima belas menit kemudian ia keluar dan memasuki kamarnya.Untuk ganti baju.
Atta yang sudah terlihat tampak rapi sedang duduk diteras depan rumahnya sambil memainkan handphon kesayangannya menunggu Luna.
Luna mengenakan celana jeans navy dipadukan kaos oblong putih yang dimasukan kedalam celana dan hem kotak kotak merah maroon yang dibiarkan kancingnya terbuka.
Rambutnya dimasukkan ketopi belakang.Tak lupa tas ransel kecil kesayangannya.
"Ayo kak..." ucap Luna menghampiri kakaknya yang masih memainkan ponselnya.
Atta menatap Luna " Itssss... keren loe, mau kemana neng?" Goda Atta sambil mengedipkan sebelah matanya.
" Ihh kakak apa an sih. Jadi gak nih kalau gak jadi aku tidur ajah" kata Luna sambil sewot dam memonyongkan bibirnya.
" Iya iya... yuk"
Keduanya mengenakan helm lalu Luna menaiki motor Ninja Merah kesayangan kakaknya itu dan memeluk erat kakaknya. Sesaat mereka telah jauh melesat meninggalkan rumah.
Mereka berkeliling menyusuri kota layaknya sepasang kekasih. Banyak mata menatap mereka. Ya bagi orang awam mereka pasti akan mengira kalau mereka berdua adalah sepasang anak muda yang sedang pacaran.
" Woooiiii..... " teriak Luna dengan kencang. Bukan hanya sekali Luna berteriak ia merasa sejenak bebas dari semua himpitan dan tekanan yang ia rasakan selama ini.
Waktu sholat Dzuhur tiba. Kakak beradik itu memarkirkan motornya didepan area parkir Masjid Raya yang terletak di pusat Kota.
Keduanya segera memasuki Masjid untuk mengikuti sholat berjama'ah. Keluarga Sumarto adalah keluarga yang taat beribadah sejak kecil ia menanamkan pada anak anaknya untuk rajin beribadah. Dan itulah yang membuat kedua anak ini tak pernah meninggalkan sholat meski sesulit apapun.
" Kak laper nih... makan yuk" ajak Luna pada Atta yg tengah mengenakan sepatu.
" Baiklah kita cari restoran dekat sini. Setelah itu kita pulang. Kakak masih harus menyiapkan persiapan buat besok".
" Siap boss" Luna memberi hormat pada kakaknya .
" Dasar..." gerutu Atta menuju motornya
.Luna bergegas menghampiri kakaknya.
Sepuluh menit berlalu dan tibalah mereka disebuah reastoran ternama dimana itu adalah tempat Vafourite anak muda.
Mereka turun dan melepaskan helm.
Luna mencegah kakaknya dengan memegang lengan Atta.
" Kak kita cari rumah makan lain ajah yuk. Disini mahal kak." bisik Luna pada Atta.
Atta tak menggubris rengekan Luna. Dia menyeret adiknya ke Restoran itu. Keduanya pun memesan makanan.
" Pesan apa kamu degh?" tanya Atta pada Luna sambil melihat daftar menu.
" Aku terserah kakak ajah deh" jawab Luna yang masih bingung dan takut akan kemahalan.
Sembari menunggu pesanan datang. Atta mengeluarkan dompetnya dan mengeluarkan sebuah ATM pemberian ayahnya semalam.
Luna ternganga kaget.
" Kakak mencuri ATM ayah... "kata Luna dengan nada sedikit keras sambil melotot kearah Atta.
" Huzttt... ngaco kamu mana mungkin kakak mencuri. Ini ayah yang memberikan tadi malam." Jawab Atta kembali memasukkan ATM itu kedalam dompetnya.
Pesanan datang. Mereka memesan Gurami bakar kesukaan Atta dan Luna.
" Tumben ayah baik sama kakak " celoteh Luna tak percaya dengan apa yang iya lihat barusan.
" Udah jangan bawel makan yuk entar keburu dingin" Sahut Atta sembari menyantap Gurami bakar kesukaannya.
Selesai makan keduanya pun segera pergi. Kembali kerumah karena hari sudah Sore dan Atta masih harus menyiapkan keperluannya untuk besok.
******
Sekalian rekomen buat yang kesusahan nyari novel yang seru dan bagus, mending coba baca yang judulnya (Siapa) Aku Tanpamu wajib searchnya pakek tanda kurung dan satu novel lagi judulnya Caraku Menemukanmu
Baca juga karya novel aku yang judulnya counting of love.
Tinggalkan komentar,like dan votenya juga ya...
rezanya cembulu😂