NovelToon NovelToon
Puskesmas Di Tengah Hutan [ END ]

Puskesmas Di Tengah Hutan [ END ]

Status: tamat
Genre:Misteri / Horor / Supernatural / Tamat
Popularitas:159.3k
Nilai: 5
Nama Author: siyuk sie

Novel keempat berjudul TELUH SAMBER NYOWO.

Sejak awal, Fani sudah menduga bahwa ia akan ditugaskan di desa setelah lulus dari pendidikan kebidanan.
Namun, ia tak pernah menyangka bahwa desa tempat ia ditugaskan sangat terpencil dan berada di tengah hutan.
Pergolakan batin, kerap ia rasakan.
Terlebih, gangguan ghaib tak henti-hentinya meneror setiap hari.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon siyuk sie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Jangan Kapok Ya!

"Berdasarkan perhitungan, mbak Tutik akan melahirkan dalam waktu dekat. Perkiraannya dalam minggu ini atau maksimal mundur di minggu berikutnya. Kalau sampai tanggal sembilan belas masih belum lahir juga maka, harus segera dibawa ke rumah sakit ya!"

"Posisi bayi saya bagaimana bu bidan?"

"Ini yang susah, kalau di kota sih ada fasilitas usg untuk melihat posisi bayi tapi disini, masih belum ada fasilitas tersebut."

"Lalu bagaimana bu?"

"Begini saja, mbak Tutik banyak-banyak sujud ya! lakukan gerakan-gerakan seperti yang saya tunjukkan ini agar posisi bayi sesuai untuk memudahkan proses melahirkan!" pinta Fani sembari memberikan contoh beberapa gerakan.

"Baik bu bidan."

"Tapi kalau saya rasakan ini...., kepala bayi sudah masuk panggul kok, harusnya tidak ada masalah."

"Tutik merasa lega kalau bu bidan bilang begitu."

"Kalau ada keluhan apa pun, jangan ragu untuk mendatangi saya ya! di puskesmas boleh atau langsung ke rumah dinas yang saya tinggali juga boleh."

"Baik bu bidan."

"Oh ya, ini vitamin yang harus mbak Tutik konsumsi!"

Tatik menerimanya dengan senang hati.

"Terima kasih banyak ya bu bidan!"

"Tidak perlu berterima kasih, ini memang tugas saya."

Tutik menganggukkan kepalanya. Fani juga merasa sangat senang. Dalam waktu dekat, dia akan benar-benar membantu proses kelahiran. Ia merasa bahwa semua yang telah ia alami di desa ini memberikan pengalaman terbaik pada akhirnya.

...🌸🌸🌸...

Malam harinya, Fani dan Rifki mengadakan acara barbeque sederhana di halaman rumah. Mereka turut mengundang dokter Agung, Adi, Fahmi, pak Eko beserta istrinya juga. Lilis sudah pasti termasuk di dalamnya. Mulai dari ikan, ayam hingga daging, mereka bumbui sebelum mulai dibakar. Aroma manis nan sedap menyeruak, menyapa indra penciuman yang lekas menarik respon indra pengecap yang tanpa sadar meneteskan liur dibalik sudut bibir mereka.

Suasana gegap gempita saat suami Tutik datang dengan tergesa-gesa. Ia bahkan melempar begitu saja sepeda ontelnya seraya langsung berlari menghampiri Fani.

"Bu bidan tolong bu bidan!"

"Tenang mas! ada apa?"

"Istri saya mau melahirkan."

"Mbak Tutik?"

"Iya bu bidan. Sudah mulas-mulas dari tadi, barusan juga mengeluarkan darah dan lendir."

"Iya-iya, sebentar saya ambil peralatan dulu!"

"Iya bu bidan."

"Dokter Agung, bolehkah saya mengantarkan Fani?" tanya Rifki.

"Tentu saja boleh, pakai sepeda ontel di puskesmas ya?"

"Iya dok, saya ambil dulu sepedanya!"

"Iya."

...🌸🌸🌸...

Rifki mengayuh sepeda ontel secepat yang ia bisa agar lekas sampai di rumah Tutik. Sesampainya di sana, Fani langsung masuk ke kamar dimana Tutik berada dan mulai memeriksa keadaannya. Ternyata, sudah pembukaan empat sekarang. Sepertinya, besok pagi, Tutik akan melahirkan namun jika melihat intensitas kontraksinya, bisa jadi malam ini dia melahirkan.

Benar saja, proses pembukaan berlangsung dengan cepat. Sekitar pukul setengah dua belas malam, pembukaan sudah lengkap. Fani memandu Tutik untuk mengatur napas, cara mengejan dan menentukan waktu untuk mulai mengejan. Tak berapa lama, suara tangis bayi pun terdengar. Semua orang merasa senang. Seorang bayi perempuan berhasil dilahirkan dengan selamat. Usai dibersihkan, Fani menyerahkan bayi mungil tersebut kepada suami Tutik dan dia kembali merawat luka Fani serta membersihkan darah yang berceceran.

"Mbak Tutik hebat, selamat ya mbak! bayi perempuannya cantik sekali."

"Terima kasih banyak bu bidan!" ucap Tutik lirih.

"Akan saya bawa bayi mbak Tutik kemari ya!"

"Iya."

Fani pun melangkah keluar kamar untuk mengambil kembali bayi mungil tadi untuk diletakkan di dada ibunya. Sontak, mbak Tutik menangis bahagia. Buah cinta pertamanya lahir dengan selamat.

Bukan hanya keluarga Tutik yang merasa bahagia. Fani pun merasakan hal serupa. Dia berhasil membantu proses kelahiran untuk pertama kalinya. Ini bukan latihan tapi benar-benar kelahiran yang nyata. Fani memberikan beberapa butir obat untuk mempercepat proses pemulihan pasca melahirkan lalu menjelaskan apa saja dan bagaimana cara merawat bayi yang baru lahir.

Setelah itu, suami Tutik mendekat seraya mengucapkan terima kasih sekaligus menyerahkan beberapa lembar uang kepada Fani, Fani menerimanya.

"Jangan kapok ya bu bidan kalau kami meminta bantuan lagi untuk datang kesini!" ucap suami Tutik.

"Tentu saja tidak. Sudah menjadi tugas saya," jawab Fani.

"Sekali lagi, kami ucapkan terima kasih!"

"Iya sama-sama. Besok, saya akan ke sini lagi, memeriksa keadaan mbak Tutik dan adek bayi!"

"Iya bu bidan."

"Sekarang, kami pamit pulang dulu ya!"

"Iya bu bidan terima kasih. Mas Rifki terima kasih ya!"

"Iya mas sama-sama."

...🌸🌸🌸...

Sepanjang perjalanan pulang, tak henti-hentinya Fani mengucap syukur. Dia benar-benar merasa senang karena hari ini berjalan dengan lancar.

"Selamat ya sayang!" ucap Rifki.

Fani tersenyum sembari mempererat pelukannya di pinggang Rifki.

...🌸🌸🌸...

Di rumah, semua orang telah bubar. Tinggal Lilis seorang yang menunggu Fani pulang. Lilis juga menyisakan beberapa potong daging panggang untuk Fani dan Rifki.

"Makan dulu yang!" ajak Fani.

"Iya."

Usai makan, barulah Rifki kembali ke rumah pak Eko untuk beristirahat. Fani pun tak membuang waktu lagi. Fani lekas merebahkan diri di ranjang dan kemudian tidur dengan pulas.

...🌸🌸🌸...

Keesokan harinya, dokter Agung menanyakan perihal proses kelahiran yang Fani bantu semalam. Dengan antusias, Fani menceritakannya namun, semua orang malah menatap aneh ke arahnya membuat Fani menjadi kebingungn.

"Kenapa kalian? apa ada yang salah dengan ceritaku?"

"Sebentar Fan! kemarin, aku juga lihat suaminya Tutik datang menjemputmu tapi yang mengganjal pikiranku adalah rumah mereka."

"Ada apa dengan rumah mereka dok?"

"Apa kamu yakin kalau rumah Tutik itu rumah bercat kuning pudar yang halamannya ditumbuhi beberapa pohon talas?"

"Iya saya yakin, dokter Agung bisa tanya Rifki juga kalau tidak percaya!"

"Fan..."

"Iya."

Dokter Agung mengedarkan pandangannya ke semua orang yang ada di puskesmas.

"Ada apa sih sebenarnya?" tanya Fani penasaran.

"Mungkin kamu belum tahu tapi rumah itu.. sudah lama kosong."

"Hah? gak mungkin."

"Bukan sekedar kosong tapi juga memiliki kisah yang menyedihkan."

"Kisah apa?"

"Dulu, yang menempati rumah itu adalah pasangan suami istri yang masih muda tapi seingatku nama istrinya bukan Tutik."

"Lalu..?"

"Sempat terjadi kecelakaan di sana. Kebakaran lebih tepatnya, diduga penyebabnya adalah api lilin yang membakar gorden lalu melahap habis kamar tempat pasangan suami istri itu tidur. Para warga berhasil mengeluarkan mereka namun nyawa keduanya tidak bisa diselamatkan. Mereka meninggal diperjalanan menuju rumah sakit. Sejak saat itu, rumah dibiarkan kosong oleh kedua belah keluarga. Aku tidak tahu, siapa yang menemuimu dan siapa sebenarnya yang kamu bantu proses kelahirannya semalam."

Fani terduduk lemas tanpa mengucapkan sepatah kata pun.

...🍂 Bersambung... 🍂...

1
Mega Arum
mampir.. suka baca crta horor, sengaja cari yg sdh tamat...semoga ceritanya bagus
Diankeren
mksd'y ibu Dinda : tu tuh kjdian udh lma. pas lu dtg desa tu udh jdi desa hntu. 👻👻👻👻
skrg yg dksih liat tu reka ulang'y Fan.....
Diankeren
wabah si Kona tu psti 🤣
Diankeren
lah kan bner kan... desa hntu 🤦🏻‍♀️ ksian Fani mnsia sndri² dsitu 🤦🏻‍♀️🥴
serem'y
hii
Diankeren
hayo loh Fani..... tau kan bjimane emak² klo udh purik? 🤦🏻‍♀️ purik'y aja serrem aplgi marah'y 🤣 aplgi ni emak² gaib loh...!
hhaahhaayy de
Diankeren
naszib mu fan.... d dmen in Wowo 🤣
Diankeren
emang wowo mah gnjen bin gatel
Diankeren
🤦🏻‍♀️
Diankeren
mauuuuu 😋
ngiler nih....
suruh dtg ksono mah ogah.... hii
Diankeren
s'tau w y tor, Bidan jmn dlu g pke msin USG juga tau dia tu byi lempeng apa sungsang 😁yg klilit tali puser aja tau 🤦🏻‍♀️🤣 pdhal cuma dpncet² , teken² , usap²
Diankeren: 😁 samma... eike juga. dlu.... skrg mah pengacara 🤣
total 4 replies
Diankeren
desa hantu y tor?
g ada asal muasal'y y knpe trjdi pnmpkan trus
cus ahh... lnjoot
Diankeren
🤣🤣🤦🏻‍♀️ msih bgus g joprak
kebuut fan.... ayo w bntu doa
Diankeren
iya tu si qorin 🤭
Diankeren
lah tu si Lilis bjimane tu wooii... !!! 🤣
Diankeren
iye bner fan. w si ngalamin bru ngliat 1 org yg mirip w 😁
Diankeren
et Bu be ah bisa aja klo ngliat yg licin, bwaan'y mo kpleset trus y Bu 🙊
Diankeren
kolok... anak bntot psti 🤦🏻‍♀️ sama kyk anak w 🤭 lki ge kolok bner 🥴
Diankeren
sayur kunci 🤔 sayur apa tu tooor? 🙈
Diankeren: masa...... 🙈
nmbah Lgi pngthuan 👍🏻
total 4 replies
Diankeren
dsr setan.... untung w tdr'y lesehan 👅 g bisa lu nakutin w mah 🤣
Diankeren
tuh, kmaren bda 1 hruf doank
skrg antiq
suka² otor bae ah 👻👻
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!