NovelToon NovelToon
Hot Sugar Daddy

Hot Sugar Daddy

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Tamat
Popularitas:2.4M
Nilai: 5
Nama Author: Arwen CTB

Jona: Jika ada seribu lagi kesempatan untuk jatuh cinta, aku akan tetap memilih Jordy. Aku tidak jatuh cinta pada seorang yang salah, meski mungkin pada waktu yang salah. Andai aku sepuluh tahun lebih tua.

Livi: Dari begitu banyak wanita cerdas, cantik dan dewasa mengapa Ayah memilih Jona? Sahabatku, yang tak mungkin menggantikan Ibu?

Jordy:
Pada kekurangan dan kelemahannya aku benar-benar jatuh hati. Ah, Jona!

Terdiri dari bab 1-42 (End).
Bab selanjutnya extended season.
Cerita ini mengandung konten dewasa pastikan cukup umur sebelum membacanya. 21+


Terima kasih untuk semua bentuk dukungan Sobat Gorgeous. Salam supportive penuh berkah. 😘😘

27 Juni, I'm done! Sebagai creator cerita saya menyatakan selesai. Selanjutnya, cerita ini saya serahkan kepada Dear Readers Tersayang anak2 tiriku. Jadi, jika kalian punya usul, ide, atau koreksi meliputi typo atau miss-information, jangan sungkan untuk kasih saran masukan. Karena mulai sekarang, cerita ini milik: KITA BERSAMA!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Arwen CTB, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Surprise!

Ini adalah pekan ke-dua Jordy tak melihat wajah cantik Jona secara langsung. Kerinduan sudah tumbuh subur di hatinya bagai benalu yang menggerogoti keceriaan. Cinta memang rumit dan tak masuk akal, tidak peduli seberapa tua usiamu atau seberapa cerdas dirimu , kalau sudah kena satu virus memabukkan ini, maka bisa jadi kamu akan sedikit kehilangan akal atau kewarasan. Persis seperti yang terjadi pada Jordy saat ini.

Sementara itu, di tempat lain, Jona pun tak kalah menderitanya. Gadis berwajah oval itu sangat merindukan sosok kuat dan penyayang yang benar-benar bisa membuatnya tenang. Seseorang yang bisa membuatnya merasa terlindungi sekaligus berada dalam bahaya. Bahkan, siikap tegas Jordy, dipandang Jona sebagai hal yang sangat keren, jantan, dan perlu ada.

Sudah terlalu lama bagi keduanya memupuk perasaan saling merindukan. Maka dari itu, diam-diam Jona mendatangi Jordy di tempat kerjanya. Berbekal keberanian bolos sekolah, dia pergi ke Jakarta Selatan. Menggunakan jaket parka untuk menutupi baju seragam. Jona bisa saja berganti pakaian, akan tetapi ide bolos itu tiba-tiba saja datang setelah beberapa pesannya tidak dibalas oleh Jordy.

Di kantor, Silvy selalu menyiapkan keperluan Jordy. Mulai dari makanan, minuman, sampai hal-hal kecil seperti tissue kering di atas meja. Silvy juga selalu menyapa Jordy dengan ramah, agar mendapat perhatian. Sementara itu Iwan yang sepertinya sudah mengetahui akan tujuan sahabatnya itu sesekali hanya tertawa melihat tingkah Jordy yang kelihatan canggung, dan salah tingkah.

Menjelang jam 11 siang, Iwan pamit akan ke bawah untuk merokok sekaligus mencari makan siang.

"Lu sih enak ada yang merhatiin," sindirnya pada Jordy.

"Apaan sih?"

"Yah, pura-pura gatau. Udah ah, mau ngeroko dulu. Mulut udah asem nih."

"Asem tu makan gula, bukan ngeroko!"

"Haha, kadang-kadang lu bener juga, Bro."

Iwan berlalu meninggalkan Jordy. Sementara Silvy masih sibuk bicara di telepon. Ketika sampai di lantai bawah, Iwan melihat sesosok gadis cantik yang tak asing. Gadis itu terlihat sedang mencoba menelepon dengan handphone-nya.

Iwan mendekat, kemudian laki-laki itu merasa yakin akan siapa yang dilihatnya.

"Jona? Kamu Jona, kan?"

"Iya, Kak. Kakak masih ingat."

"Oh, iya." Iwan merasa kikuk.

"Em, Kak Jordy ada nggak, Kak?"

"Jordy ... Jordy, emh, iya tentu saja ada."

"Kalau boleh minta tolong, tolong sampaikan aku datang, Kak. Ada hal penting banget."

"Oh, ya. Yaudah kamu tunggu dulu ya. Ayok silakan duduk."

Lelaki itu kembali naik ke lantai atas dengan perasaan terkejut dan tanda tanya yang menggelayut di kepalanya. Jadi, ini alasan Livi tidak setuju akan hubungan ayahnya dengan Jona? Itu terjadi karena dia baru saja melihat seragam yang ada di balik jaket Jona.

Menyadari kedatangan Iwan, Jordy pun bertanya, "Kok, balik lagi? Ada yang ketinggalan?"

"Iya nih," jawabnya cepat sambil mengambil kertas notes menulisi dan memberikannya pada Jordy.

'Ada Jona di bawah.'

Iwan mengisyaratkan pada Jordy agar tetap tenang dengan menempelkan jari telunjuk di bibir. Tak ingin Silvy tahu. Iwan tak ingin melihat Silvy bersedih. Apalagi jika dia tahu bahwa Jordy sudah punya kekasih.

Tetapi, dia juga yakin bahwa pada akhirnya Jordy akan memilih Silvy. Selain karena hubungan yang tidak disetujui Livi, juga karena tak wajar rasanya laki-laki seperti Jordy menjalin cinta dengan anak SMA. Lagipula, laki-laki mana yang tidak akan jatuh cinta pada wanita berbakat yang sekaligus secantik Silvy?

Mengetahui pujaan hatinya datang, Jordy tak menghiraukan apapun lagi. Dia langsung turun ke lantai dasar mencari sesosok wanita belia yang menawan hatinya. Ketika mereka berjumpa, Jona terlihat sedih sekaligus marah.

"Hai," sapa Jordy.

"Kenapa nggak balas chat-ku?"

"Handphone-ku di rumah."

"Oh."

"Iya, aku juga kangen. Kangeeeeeeen banget malah."

"Dih, kegeeran banget sih."

"Iya deh, iya. Ngomong-ngomong kamu yang datang loh ya, pake bolos sekolah pula."

"Eh itu, ya, itukan gara-gara kamu."

"Iya, aku salah. Aku yang selalu bikin rindu. Iya deh, ngaku."

"Tuh kan...."

"Haha. Ayok jalan-jalan."

Mereka berdua pun berjalan beriringan, keduanya tampak bahagia sekali dan tak menyadari bahwa ada seseorang yang sedari tadi memperhatikan. Iwan ingin tahu sejauh apa hubungan temannya itu dengan anak SMA bernama Jona.

Pertama-tama yang harus dilakukan oleh Jona adalah mencari pakaian ganti. Tidak perlu risau karena ada seseorang yang siap menemani. Mereka menuju salah satu store di sebuah mall lalu mencari pakain ganti untuk Jona. Setelah itu Jordy mengajak pacarnya makan di Sushi Tei.

Ini kali pertama bagi Jona makan makanan Jepang. Tapi dia tidak begitu merasa aneh, bahkan menurut pendapat yang diutarakan pada Jordy makanannya enak.

Tanpa terasa, waktu sudah bergulir selama satu jam duapuluh menit. Jordy seharusnya kembali ke kantor. Tetapi sebelum itu, ada yang perlu dia tegaskan kepada Jona. Hal penting yang tak bisa lagi ditahan oleh Jordy seorang diri. Jordy memutuskan untuk membicarakannya sambil berkendara.

"Kamu bisa pulang sendiri nanti?"

"Bisa. Kamu sibuk, ya?"

"Maaf ya, Sayang."

"Nggak pa-pa. Aku seneng bisa ketemu lagi."

"Kita ngobrol sambil jalan aja yuk."

"Oke."

Keluar dari parkiran bawah tanah, Jordy menyusuri jalan menuju gardu parkir di area mall lalu mengemudi di jalanan. Dia butuh untuk tidak diganggu ketika akan menyampaikan sesuatu pada Jona. Sementara gadis di sampingnya terus bertanya-tanya. Apakah yang akan dibicarakan oleh kekasihnya? Perasaannya mendadak tidak enak.

Bahkan, ada pikiran bahwa Jordy akan memutuskan hubungan mereka. Barangkali selama sepekan ke belakang perasaan cinta itu sudah luntur dan hilang tak berbekas. Bisa jadi perhatiannya saat ini berubah menjadi semacam kasih sayang kepada seorang adik mungkin, atau bahkan seorang anak. Bila benar begitu, Jona tidak tahu akan bagaimana.

"Aku harus memberimu pengertian," ucap Jordy membuka obrolan.

"Iya." Berdebar, tegang, takut, bercampur di dalam diri Jona, bagaikan seorang penjahat yang akan diadili.

"Jangan bolos sekolah lagi. Mengerti?"

"Iya, tentu."

"Huh! Jona... saat ini ada satu hal yang sangat penting yang harus kamu lakukan. Harus kamu utamakan di atas segalanya. Itu adalah sekolahmu. Jangan sampai gagal dan masa depanmu kacau gara-gara aku. Karena jika itu terjadi, maka aku tidak akan pernah memaafkan diri sendiri. Paham?"

"Paham. Aku minta maaf."

"Selain itu, jaga hubungan baik dengan orang tuamu, Mbah. Beliau adalah orang yang telah sangat berjasa. Jangan kecewakan Mbah."

"Iya."

"Satu lagi."

"Apa?" Jona menoleh sambil melesatkan tatapan polos yang sebenarnya ditujukan untuk menuntut.

"Bisa tidak kamu jangan terlalu cantik? Ya Tuhan, aku nyaris memimpikanmu setiap malam, Jona."

"Apa? Kupikir tadi apa!"

"Hahaha!" Wajah Jona terasa memanas, dia kesal telah dikerjai oleh Jordy. Lagipula, apakah dirinya juga tidak nyaris gila gara-gara pesona Jordy....

"Saat ini, kita dalam keadaan yang sulit. Apa kamu masih akan bertahan dengan hubungan ini?" Seketika saja, nada bicara Jordy menjadi sendu.

"Aku nggak ngerti maksudmu."

"Baiklah aku akan jelaskan satu per satu." Jona mengangguk, hatinya seketika merasa terlubangi oleh pertanyaan sang kekasih. Apa-apaan tanya semacam itu?

"Istriku adalah mendiang ibunya Livi."

"Ya, aku tahu itu."

"Hubungan kita mungkin akan ditentang seluruh dunia, oke, berlebihan. Ditentang oleh semua orang yang kita sayang."

"Aku terima itu."

"Bersamaku artinya siap menderita."

"Aku terima."

"Suatu saat mungkin aku akan kehilangan segalanya. Apakah kamu masih mau bertahan?"

"Aku terima. Pada dasarnya aku tak punya apapun dan takkan kehilangan apapun juga.Tapi sejak bersamamu, aku merasa sangat bahagia."

"Dan bisa saja merasa sangat sedih juga," timpal Jordy.

"Ya, tentu saja. Selama kamu masih bersamaku, itu tidak akan jadi masalah."

"Jona...." Jordy meraih tangan Jona lalu mengecupnya. Dia menepikan mobil di bahu jalan.

"Jika matahari tak bersinar untuk kita esok hari, aku pastikan bahwa tangan ini akan selalu melindungimu. Aku janji, Jona."

"Dan tangan ini, takkan ada yang menyentuhnya selain dirimu."

Kedua bola mata Jona melahirkan air mata yang sulit dihentikan. Tubuhnya diraih oleh Jordy dalam pelukan. Jordy menghadapkan wajah ke langit-langit, membayangkan badai yang akan mereka hadapi. Dia sadar, mereka harus terus saling menguatkan.

Terima kasih atas semua dukungan dari teman-teman semua berupa view, comments and votes-nya. Menurut kalian apakah Jona akan berjodoh dengan Jordy pada akhirnya? Apakah beda usia memang sumber masalah? 

1
meimei
lanjut
Dede
di sn sm2 skit apakah slh cinta mereka. 😞😞
Arwen CTB: 😭😭😭😭😭😭kasian mereka
total 1 replies
Dede
lanjut thor
Dede
lanjut thor 💪💪💪
Dede
ya sdh thor buat livi s7 sj hbngan ayah nya sm jona.
Dede
🙏🙏🙏 ya thor kurang pas visual jordi nya. kan jordi nya sdh dewasa yg mempunyai anak SMA. ngak bangeeeet thor visual nya sx lg 🙏🙏
Dede
sdh la jona cari laki2 yg tdk trlalu jauh umur nya sm km. km kan msh kecil masak sk sm om2
Dede
lanjut thor
jona ibu yg hebat best Mom. bisa berperan hands. keren
Arwen CTB: berperan ganda ya, Kak ... patut dicontoh seperti authornya...uhuk!😂
total 1 replies
ibu mertua reseh banget deh, 😫 jangan terlalu ikut campur urusan RT anak dan menantu 😠 udah ga nyumbang apa2 banyak komen. ga ada ART. ga ada Baby Sitter. ga ada supir. semua serba sendiri. mulut mertuanta asbun🥵
orang tua Jordy TIDAK BIJAK. jangan terlalu ikut campur urusan anaknya yg tidak muda lagi. pria yg sudah diatas 31 tahun TIDAK MEMBUTUHKAN IJIN ORG TUA UTK MENIKAH.
Jordy sudah dewasa. mandiri. tidak bergantung secara materi dg org tuanya. biarkan ia bahagia sesuai keinginannya😄
tiap anak punya kepandaian berbeda. mungkin yg satu pandai di bidang exacta dan yg lain dibidang sosial. putri kami selalu kalah dibidang matematik. tp unggul dibidang sosial. puji Tuhan baru LULUS dg predikat CUMLAUDE dari Universitas Indonesia. MAGISTER KAENOTARIATAN
Awi Ciwy
akh klu jordy evi gk sesuai cover .suggar daddy .y jordy jona bru ccok cover
Arwen CTB: entahlah Kaka...😂😂🍄
total 1 replies
Tiara Aliyah
cerita membingungkan males mau lanjut baca nta
Arwen CTB: baguslah kalau gitu
total 1 replies
Uni Kamek
g
Arwen CTB: yuhuuw
total 1 replies
re
Ia masih mencoba mengerti
Arwen CTB: nah iy
total 1 replies
Emy Zaf
apa jgn livua bukan anak kandung nya jordy /disembunyikan oleh emly
Arwen CTB: bisa jadi itu, Kak...
total 1 replies
Hanni Tomasoa
judul novel harus di ganti...
klw bisa cinta yg tak menentu atau takdir cinta
Arwen CTB: follow IG Mimin yuk Kak ❤️
total 1 replies
Dewi Muthoharoh
seneng
Arwen CTB: thanks Kak, jangan lupa follow IG Mimin ya @arwenctb
total 1 replies
Rina Mama'e Abel
👍👍
Arwen CTB: thank you Kak
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!