"Caca gadis cantik pemilik toko bakery yang sangat mencintai seorang abdi negara namun berkali kali di buat kecewa dan memberi harapan dan menghilang selamanya.."
tidak itu saja kehidupan Caca selalu di kecewakan pria yang juga gagal menikah dengannya.
Caca terjatuh dan lagi-lagi di sakiti...
tapi siapa sangka takdirnya sangat lah beruntung.
Caca di temukan dengan orang orang yang salah dengan berbagai kekecewaan lalu di pertemukan dengan cinta yang sesungguhnya..
namun kesabaran seseorang dan keikhlasannya membuat Caca bertemu dengan seorang pria tampan, terhormat, dan memiliki perusahaan
yang besar".
Pria itu bukan orang asing baginya tetapi temannya di masa dulu..
takdir seseorang tidak pernah salah dan tertukar sama halnya dengan jodoh.
yuk dikepoin cerita hidupnya Caca...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon lili oktarina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
episode 13
😭Terkadang aku memang harus menelan sendiri semua cerita sedihku, semua kepahitan dan hal-hal malang yang menimpa hidupku. Kamu tidak punya pilihan lain.
Selain berusaha menyelesaikan apa-apa yang kusut dalam perjalanan yang ku tempuh, menikmati dan mengurai sendiri masalah yang aku hadapi.
Tentunya dengan rasa ikhlas. Tidak semua yang terjadi adalah penderitaan namun disetiap kesedihan akan tergantikan bahagia dengan berjalannya waktu, terima kasih kamu hadir di waktu yang tepat dan merubah hari- hariku.🤗
^caca^
Ulasan singkat yang ia tuangkan ke dalam buku diary kecilnya.
**
Kurasa aku merindukan laki-laki tampan itu, perasaan yang sangat aneh. Aku seperti baru pertama kali mengenalnya setelah beberapa tahun lalu, kenapa dia belum juga menghubungiku ya?
Selang beberapa lama kemudian, ponsel Caca bergetar menandakan ada nada sebuah pesan whatshap yang masuk.
Dasar wanita aneh, kau pikir kau siapa sudah membuatku merasa merindukanmu?
Caca tersenyum dengan kelakuan yang dibuatnya, ia sudah menduga laki-laki itu pasti akan menghubunginya. Walau akhirnya ia seperti orang yang merasa kehilangan. Pertemuan singkat yang sangat mengesankan dengan serangkai bunga mawar dan tentu dengan cincin berlian yang disematkan Ardi di jari manis Caca.
Entah sejak kapan ia mulai menyukai pemuda itu, ia merasa tidak tahu dari mana dan kapan muncul rasa itu.
"Apakah kamu merasakan hal yang aku rasakan" Caca memantulkan wajahnya di cermin seolah bertanya kepada seseorang.
Ahh aku lupa membaca pesan di ponselku.
Assalamualaikum,
maaf tadi tidak pamit.
Aku buru-buru ke kantor, maaf ya ☺️☺️🙏🙏
Pesan singkat yang ternyata dari Ardi.
Waalaikum salam, iya Ten ten.
tadi ibu sudah memberi tahuku.
selamat istirahat ya.🤗
"Balasnya..."
Pesan singkat itu pun tak di balas sedikit pun oleh Ardi.
Huuhhh dasar, dari dulu sampai sekarang masih saja seperti itu, bicara hanya yang penting saja dan seperlunya saja. Apa tidak ada pembicaraan lain. Apa ia tidak ingin menanyakan isi hatiku. Bukankah ia akan menikah denganku! pernikahan yang sangat aneh.
Caca melupakan toko bakery miliknya. Namun semuanya telah ia serahkan kepada Nadin untuk sementara waktu, agar ia tak terlalu lelah memikirkannya. Semua kesibukan akan menganggu konsentrasi untuk mengurus pernikahan yang sangat mendadak.
Pukul 20.00
Saat itu Caca beranjak keluar dari kamarnya. Ia duduk di kursi kayu halaman rumah mereka.
Aku sangat membutuhkan dan merindukan sosok seorang ayah. Aku merasa sedih di hari menjelang pernikahanku ini. Disaat yang paling aku butuhkan beliau tidak ada bersamaku.
Caca duduk sembari memandang bulan dan bintang dilangit, ia memandang ke atas langit menghilangkan semua beban yang pernah menghampirinya. Beban yang ia rasakan selama ini sangat lah berat. Ia berjuang bersam ibunya untuk kehidupan mereka, hingga akhirnya ia meneruskan usaha toko kue kecil peninggalan terakhir ayahnya. Ia tak pernah mengeluh soal soal itu. Namun cinta lah yang selalu membuatnya mengeluh hingga menanggis histeris. Tanpa ia sadari ibunya telah duduk bersebelahan dengannya.
"Ca apa yang kamu lihat..." tanyanya dengan mengikuti arah gerak bola mata anaknya itu yang duduk tertekun menekuk kedua lututnya.
"Rembulan Bu. Rembulan sangat hebat ya Bu, ia terus bersinar dengan sangat walaupun beribu bintang mengelilinginya. Caca ingin seperti rembulan. Caca sedih Bu, seandainya ayah masih ada, mungkin saat ini ayah lah orang yang paling bahagia dengan pernikahanku" jawabnya dalam terisak tangis dengan memeluk wanita yang duduk disebelahnya.
"Iya kamu adalah rembulannya ibu. Jangan bersedih, ayah pasti bahagia disana melihat putri kecilnya telah tumbuh dewasa dan sebentar lagi akan menikah, sudah tidak usah menanggis. Ayah sudah tenang disana" ia mengusap bulir bening yang keluar dari pelupuk mata anaknya itu.
"Iya Bu."
"Ayo masuk ke dalam rumah, ini kan sudah larut malam. Emang kamu mau sendirian disini" mengangkat kedua bahunya.
"Aahh ibu,, iya Caca masuk kok Bu. Siapa sih yang mau di tempat ini sendirian. Ayo!"
Mereka berdua masuk ke dalam rumah, seketika itu suara perut Caca berbunyi, ia ia merasa sangat lapar, karena Caca memang belum makan sedari tadi. Kebahagiaannya itu mampu membuat kenyang sementara waktu.
"Aduh aku sampai lupa, masa baru ingat lapar siihh mana udah jam segini, mau makan apa coba. Mana semua makanan udah habis. Tidak ada makanan yang tersisa. Ya sudah dehh aku masak mie instan saja, kan lebih praktis..heee" ia menyeduh mie instan yang ada di dalam kulkas.
Setelah selesai menyeduh mie instan ia langsung menyantapnya dengan lahap. Sebungkus mie instan saja sudah cukup mengisi perut gadis yang lagi kasmaran itu. Setelah selesai menyantap sesuatu di hadapannya, Caca langsung menuju ke kamarnya untuk tidur.
Caca mendengar sesuatu dan menyadari bahwa ponselnya berdering dengan sangat keras. Caca berlari menuju asal suara dan mencari letak ponsel tersebut. Setelah gawai itu di genggamannya, ia sangat terkejut ketika melihat layar ponselnya. Ten Ten Calon Imamku tertera di layar ponsel.
Caca pun dengan sergap langsung menjawabnya tanpa rasa ragu sedikit pun.
"Hallo assalamualaikum..." salamnya pada Ardi.
"Wa'alaikum salam" jawab Ardi. "Maaf menganggumu di malam-malam begini, aku hanya mau bilang kamu tidak usah memikirkan pernikahan kita semuanya serahkan kepadaku, aku yang akan mengurus semuannya. Kamu istirahat yang cukup dan jangan terbebani dan satu lagi jaga diri jangan bekerja dulu cukup dirumah saja okey. Good night...mimpi indah.
"Oke..." jawaban singkat versi Caca.
Apakah segampang itu seseorang akan menikah. Baiklah tuan. Aku akan menurutimu kali ini.
"Assalamualaikum.." ucap Ardi mengakhiri panggilannya setelah mendengar jawaban yang super singkat itu.
Satu kata untuk menjawab semua perkataanku yang sangat panjang itu. Keterlaluan sekali.
"Wa'alaikum salam" jawab Caca lagi.
Huu hanya hal penting saja yang dia bicarakan, apa dia tidak ingin tahu keadaan ku, apa yang aku lakukan atau apakah aku sudah makan atau belum. Aaahhh apa apaan kamu ca, mikirnya sampai segitu. Lagian jawabanku sangat singkat padanya. Sudah ahh mendingan berdoa dan tidur.
Selamat malam dunia baruku.
Aku akan memulai hidup yang baru, aku akan melupakan semuanya. Terima kasih masa lalu dan selamat tinggal.
Caca mulai memejamkan mata indahnya hingga terlelap dalam zona aman dan nyaman hingga membawanya kedalam mimpi yang sangat indah.
Herda membuka sedikit pintu kamar Caca, ia masuk kedalam kamar dan membelai rambut panjang milik anaknya itu. Air matanya pun mulai berjatuhan. Dihari yang bahagia ini, ia juga merasa sangat sedih. Putri kecilnya itu akan pergi ke rumah suaminya dan meninggalkan dirinya sendirian. Ia menarik selimut yang berada di bawah kaki Caca hingga ke atas dada putrinya. Tak lupa ia memberikan ciuman di kening anak semata wayangnya itu. Setelah itu ia pergi kekamar nya dengan membawa rasa sedihnya.
salam dari IKYD
semangat!
mmpir balik yah,
slm dr " Rendra dan Dalia "
Karyaku juga udah up nih kak! Jangan lupa mampir ya! 🤗💖