Alisya adalah seorang gadis berhati lembut yang disukai oleh banyak orang. Dia adalah pemeran utama dalam sebuah novel yang mengisahkan tentang cinta yang berawal dari dare atau tepatnya tantangan.
Sedangkan Risa adalah gadis tertutup dan hidup dengan menyendiri. Bukan, bukan berarti dia bodoh dan miskin, tapi dia adalah seorang hackers terkenal diperkalangan Ahli IT..
Maka kenapa dia bisa masuk kedalam tubuh gadis bernama Alisya itu?
Kenzie lardfiez :"kau membuat aku tergila-gila kepadamu"ucapnya dengan seringai yang menjengkelkan
Yak!. itu bukan dialoqnya!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Syche, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ciuman
Lengan baju dilipat. Kenzie menatap dirinya dikaca tanpa kedip. Dia berpikir memang pantas dirinya disebut sebagai dewa. Sangat tampan, tapi sayangnya ketampanan ini berasal dari sosok bajingan yang dia sangat benci.
Mata tajam itu menggelap, rahangnya mengeras. Kaca itu sudah lama retak sebab dia benci setiap melihat wajah ini. Kenzie memalingkan wajahnya. Dia tidak mau lagi menambah retakan pada kaca itu, para pelayan pasti akan bergosip tentang keadaan mentalnya lagi sampai ayah brengsek itu akan tertawa terbahak-bahak paling keras didepannya.
Dia telah siap dengan kemeja putih yang lengannya dilipat lalu ditambah sebuah jaket hitam kulit membalut kemeja itu. Lengannya yang kekar dan dengan urat menonjol tampak mempesona dengan sekali pandang.
Hari ini Kenzie akan bersenang-senang dengan para sahabatnya. Dia harus melepas beban dipundaknya walau sedikit. Adiknya telah dipindahkan ke apartemen miliknya. Sedangkan oreno..
Pria itu pastinya Aman..
Kalau tidak. Mana mungkin adiknya akan membiarkannya hidup. Kenzie terkekeh lalu berjalan perlahan.
Langkahnya tidak gentar saat mendengar suara ******* dibalik pintu kerja yang dimiliki ayah brengsek itu. Dia sudah terlalu terbiasa. Dia akui bajingan itu sangat pintar dan licik. Tapi pria itu menyukai yang kotor. Dasar bodoh.
Saat sampai diarena balapan mobil. Kenzie disambut sorakan dari teman-temannya termasuk para wanita yang berbaju minim.
Tapi tanpa sengaja matanya tertarik melihat sosok gadis yang tampak mirip dengan sosok yang menghantui pikirannya akhir-akhir ini. Gadis itu tampak santai dengan celana jeans ketat dan baju terusan putih. Walau badannya tertutupi dengan sempurna. Tapi lekuk tubuhnya yang ideal terlihat jelas.
Netra Kenzie menghitam. Dia menoleh untuk memberi isyarat agar Arze mendekat. Pria yang memiliki wajah yang cantik itu menatap Kenzie meminta penjelasan.
Kenzie mengunakan dagunya untuk menunjuk gadis ditengah arena itu. Arze ikut menatap gadis itu, setelah lama mengamati. Arze membuka suaranya “Alisya?”
“kau benar. Kenapa dia disini?, Jangan bilang wanita itu termasuk penghibur balap”ucap Kenzie dengan suara bass-nya. matanya menatap arze dengan santai merenggangkan lehernya.
Arze tergelak “mana ada gadis yang memakai baju tertutup seperti itu menjadi objek taruhan?. Aku yakin Alisya punya alasan untuk datang ketempat ini. Kenzie, kau tidak ingat?”
Kenzie menarik salah satu alisnya “Apa?”
“dua hari yang lalu dia telah membeli mobil keluaran terbaru–”
Kenzie mengerti. Dia berdiri dari sandarannya dimobil. Sambil mengunyah permen karet, Kenzie berjalan menuju Alisya berada.
Arze hanya bisa berdoa agar Kenzie sukses.
Saat itu terdengar suara pria-pria yang berada di sekeliling Alisya tertawa-tawa. Sedangkan raut wajah alisya tidak berubah sama sekali. Kenzie memerhatikan matanya yang menatapnya. Sepertinya dia tau keberadaannya.
Gadis ini memang sangat keren.
Namun dilihat dengan teliti. Wajah Alisya tampak tidak baik-baik saja. Dia sedang menahan sesuatu didalam dirinya. Gadis itu melepas kunciran rambutnya membuat pria-pria yang berada didekatnya bertanya.
Alisya seperti tersengat saat sebuah tangan memegang pundaknya. Dia melirik tajam pria itu. Pria itu menyengir dengan kedua tangan diangkat seperti maling yang ketahuan polisi. Pria itu berkata “santai. Aku hanya ingin menyisir rambutmu itu. Dia tampak cantik”dengan senyum nakal.
Itu disambut dengan cibiran dari sekitar yang mengatakan pria itu modus. Alisya mengurucutkan bibirnya dengan tidak senang. Sudahlah dia memang harus pasrah bahwa penyakitnya terbawa sampai kedunia ini.
Percuma jika dia Masi ingin berlama lama mencoba untuk memastikan penyakit itu dengan berada didekat para pria ini. Sudah terbukti jika ruam-ruam berdatangan disekitar lehernya. Alisya meninggalkan pria-pria itu dengan santai tanpa memperdulikan raut wajah mereka yang tidak rela Alisya pergi.
Alisya memang telah bermain-main dengan mobil barunya. Dia selalu menang. Para pria harus mengakui kekalahan mereka. Tapi terbesit kekaguman terhadap Alisya. Maka terjadilah kerumunan pria yang menghampiri Alisya.
Alisya melewati Kenzie. Tapi jangan sebut Kenzie jika pria itu tidak memaksa. Kenzie menarik Alisya ketempat gelap yang minim cahaya. Alisya hanya santai.
Dia sudah yakin jika phobia itu tidak terpengaruh oleh Kenzie. Alisya menatap punggung Kenzie dengan rumit. Saat telah sampai, pria itu menghantam Alisya ketembok.
Alisya berkedip malas “apa yang kau inginkan?”
Wajah Kenzie sangat mempesona. Seolah cahaya tak kasat mata menyinari sebagian wajahnya. Alisya sedikit iri. Diamnya Kenzie hanya membuat Alisya juga diam.
Mereka adalah makhluk dengan kepribadian yang sama. Sosok yang pendiam tapi memiliki luka yang disembunyikan, sosok acuh kepada sekitar tapi perkataan sekitar tetap terpengaruh diotak sampai orang itu menerima pembalasannya. Wajah yang dipuja-puja. Senyum yang dingin dan aura yang menyeramkan. Mereka tampak serasi.
Tapi Cinta tidak akan sempurna tanpa ada kekurangan. Biasanya kekuranganlah yang ditutupi oleh kesempurnaan. Mereka berdua sempurna, terlepas dari masalah yang ditutup-tutupi.
Alisya tau mata Kenzie mengarah pada ruam yang berada dilehernya. Dia tersenyum kecut“Kau tau penyakit ini?”
Kenzie perlahan menurunkan tangannya. Jari jarinya membuka rambut Ungu Alisya yang menutupi ruam kecil itu. Sepertinya Kenzie merasa pernah melihatnya. Seketika rautnya menjadi gelap.
Dia buru-buru memindahkan tangannya tapi ditangkap oleh Alisya. Kenzie menatap heran Alisya. Alisya membuka suaranya “aku ingin menanyakan ini. Kenapa penyakit ini tidak berpengaruh denganmu?”
Ada sedikit nafas yang tertahan dari Alisya. Gadis itu sedang mengendalikan nafasnya yang akan berhenti jika tidak keluar dari kerumunan itu. Kenzie spontan bertanya “A..pa maksudmu?. Aku?”
“ya. Kau”
Bagaimana bisa. Itu suatu hal yang aneh. Tapi Alisya sudah yakin sebab nafasnya perlahan stabil saat memegang tangan Kenzie. Ada ekspresi wajah yang bahagia seketika diwajah Alisya.
“menanglah untuk tantangan dari temanmu. Aku bersedia menjadi kekasihmu. Kekasih yang baik,ah.. maksudku aku akan mengekorimu mulai sekarang”Alisya terkekeh karena merasa geli dengan ucapannya sendiri.
Dia melanjutkan “kita sama-sama untung bukan Kenzie lardfiez?”
Siapa yang tidak senang dengan sebuah sosok yang menjadi sebuah objek tidak berpengaruh pada penyakit nya sekarang. Alisya mengulas senyum terbaiknya. Merasa puas
Kenzie speachels, dia seperti sedang merenungi apa saja yang baru keluar dari mulut Alisya. Tentang penyakitnya. Alisya yang tidak terpengaruh olehnya. Dan kerja sama yang menguntungkan..
Tanpa sadar sudut bibir Kenzie tertarik. Dia menggalungkan lengannya dipinggang Alisya. Suara bass-nya terdengar sampai dilinga gadis itu “ya. Kesapakatan yang bagus. ALISYA NGGREDIELA”
Alisya tampak santai. Dia terkekeh sambil sedikit tidak berdaya. Ini terlalu tiba-tiba. Dia yang biasanya tidak peduli apapun itu kini terpengaruh oleh seorang Kenzie. Alisya mendorong dada Kenzie. Pria itu tidak melepaskan lengannya dipinggangnya. “kau tau?.. jika saja aku tidak dalam suasana baik. Kau mungkin sudah ku lempar”datar Alisya.
Kenzie tergelak. Wajahnya lurus sedikit tertarik. Dia semakin mendekatkan wajahnya kealisya. Alisya dengan sigap menutup wajah Kenzie dan mendorong wajah itu menjauh. Ada Ekspresi jijik yang dibuat-buat oleh Alisya “jaga batasanmu Kenzie”
“tidak ada batasan untuk sepasang kekasih sayang..”kenzie mengakhiri suaranya dengan pelan. Namun tanpa terduga pria itu langsung mencium bibir Alisya.
Itu sangat kasar. Alisya tidak bisa menang melawan Kenzie. Pria itu lebih seperti monster yang baru mendapatkan mangsanya. Dia tidak membalas. Dan Kenzie mengerti
Seperti sebuah film yang memiliki skenario saat male lead mengangkat famale lead sambil berciuman. Kaki Famale lead memeluk pinggang male lead agar tidak jatuh. Famale lead menggalungkan lengannya dileher male lead dengan kepala sedikit menunduk untuk membantu penciuman yang baik.
Ya seperti itulah Alisya kini. Tapi mereka tidak menyadari bahwa mereka ditatap oleh teman-teman Kenzie.
Oke. Berita terpanas akan datang...
Yuhuuuuu
terimakasih telah membaca^^
nyosor aja Lo Ken!↑ヾ(・ω・*)ノ