Elsa Maharani perempuan cantik bertubuh berisi berusia 17 tahun,Elsa tinggal di pinggiran kota dengan orang tua dan adik lelaki dan perempuan nya..
Elsa sering kali di bully oleh teman sebaya nya karena kehidupan keluarga nya yang serba kekurangan bahkan Elsa tak melanjutkan bangku SMU karena memikirkan nasib dua adik nya,Ayah nya yang bekerja sebagai pemulung tidak mampu mencukupi kebutuhan hidup mereka...
Elsa yang sudah bertekad akan mengubah kehidupan keluarga nya memilih untuk menjadi istri kontak tanpa sepengetahuan orang tua nya...
bagaimana kehidupan selanjutnya dari Elsa apakah dia bisa menikah dengan lelaki kaya atau malah sebaliknya?
ikuti terus Kisan nya di Noveltoon 🙏🙏
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Alvaro zian, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
curiga
" Mas... kenapa baru pulang?" tanya Marisa manja
" banyak sekali pekerjaan sayang" sahut Damar sambil menghela nafas panjang
" mas,, perempuan kampung itu belum pulang" adu Marisa sambil memeluk Damar dan menuntun nya ke kamar
" mungkin pak Harjo membawa nya jalan-jalan sayang,biar saja...kamu tau sendiri kan dia dari kampung tidak pernah jalan-jalan di kota,jangan memperpanjang masalah" sahut Damar
" assalamualaikum...." ucap Elsa masuk kedalam rumah, Marisa menoleh kearah Elsa yang menenteng paper bag banyak padahal Marisa sendiri tau kalau dia tidak memberikan uang banyak apalagi seperti nya Elsa dari mall
" kenapa dia bisa banyak belanja mas?" tanya Marisa menatap Damar curiga
" mana aku tau sayang, seharian aku di kantor"jawab Damar cuek lalu berjalan masuk kedalam kamar duluan
" dari mana kamu?" tanya Marisa ketus
" maaf bu,saya..sa-ya"
" habis belanja langsung jalan-jalan sebentar nya" jawab Pak Harjo
" kemana? kenapa bisa banyak begini belanjaan nya ?" tanya Marisa lagi
" itu nya,uang yang nyonya berikan tempo hari saya berikan pada Elsa separuh nya karena dia benar-benar tidak punya pakaian bagus nya" sahut Pak Harjo cepat,dia takut kalau Elsa terkena masalah bagaimana pun dia yang membawa Elsa dan Elsa masih keponakan nya
Marisa menatap Elsa tajam " awas kalau macam-macam" ucap Marisa ketus lalu pergi menyusul Damar ke dalam kamar
" hufs....." ucap Elsa menarik nafas panjang
" bagaimana tidak macam-macam,saya istri sah mas Damar meskipun sirih dan hampir tiap hari mas Damar meniduri saya" batin Elsa
" sa,,jangan lagi main belakang,pakde takut" cicit pak Harjo
" tenang saja pakde selagi pakde di pihak Elsa tidak akan ketahuan" jawab Elsa sambil terkekeh kecil melihat ketakutan paman nya itu
" kamu semakin pintar ngejawab sekarang"
Elsa berjalan tersenyum sambil membawa paper bag nya kedalam kamar...
Marisa yang melihat Damar keluar dari kamar mandi dengan tubuh hanya di tutupi handuk sepinggang membuat hasrat nya terpancing untuk minta di puaskan
" mas..." panggil Marisa manja
Damar seolah-olah tak mendengar panggilan Marisa dia terus berjalan kearah kamar ganti
" mas..." pekik Marisa kesal
" apa??" sahut Damar keluar dari kamar ganti sudah mengenakan kaos dan celana pendek
" kamu tidak rindu apa pada ku mas?" tanya Marisa
" semalam kan sudah sayang,aku lelah sekali seharian bekerja" alasan Damar padahal jika bersama Elsa dia mau-mau saja
" tapi aku masih merindukan mu mas" rengek Marisa mendekat pada Damar dan mengusap dada Lelaki tampan ini
" maaf sayang aku masih ada pekerjaan yang harus di cek,aku keruang kerja dulu" pamit Damar berjalan keluar kamar nya tanpa menghiraukan Marisa yang tengah kesal
" kenapa sikap Mas Damar seolah tak menginginkan ku,dia banyak berubah apa dia-"Marisa tak melanjutkan ucapannya
" tidak..tidak ..aku harus berpikir positif,mas Damar hanya mencintai ku, perempuan kampung itu bukan selera nya"lanjut Marisa menepis pikiran buruk nya
Damar memang keruangan kerja karena dia harus mengerjakan pekerjaan nya yang tadi dia tinggal karena menemui Elsa
Damar mengecek beberapa email laporan dari sekretaris nya,jam sudah menunjukkan pukul 10 malam tapi Damar belum juga selesai bekerja, Marisa keluar dari kamar dan melihat suaminya di ruang kerja benar saja Damar sedang serius bekerja jika begitu Damar akan sulit di ganggu
Marisa masuk kembali ke dalam kamar karena sudah mengantuk...
Elsa terbangun dari tidurnya karena merasa haus,dia menuju dapur untuk mengambil minuman dan saat berjalan melintasi ruang kerja Damar, pintu nya masih terbuka,Elsa mengintip sedikit dan melihat lelaki tampan itu mengenakan kacamata dan sedang serius di depan layar komputer nya membuat Elsa terpesona
" benar-benar tampan" batin Elsa menatap suami siri nya ini
" kalau begini aku benar-benar akan jatuh cinta pada nya" lanjut Elsa membatin
Elsa berinsiatif membuat kan Damar minuman hangat,karena hari sudah larut malam..
Elsa membuat kan teh hijau hangat untuk Damar dan membuka pintu ruangan kerja Damar
" ma-af mengganggu tuan, sa-ya tadi melihat tu-an yang masih bekerja jadi saya buatkan teh panas" ucap Elsa gugup saat Damar menatap nya tajam
Damar membuka kaca mata nya lalu memanggil Elsa dengan isyarat tangan,Elsa menutup pintu nya dan berjalan mendekat pada Damar,di letakkan nya minuman tersebut di meja kerja suami nya ini,Damar menarik elsa kedalam pangkuan nya, jangan di tanya lagi perasaan Elsa saat ini,dada nya bergemuruh hebat jantung nya berpacu dengan cepat hal itu dapat di rasakan oleh Damar..
Damar memeluk tubuh Elsa yang ada di atas pangkuan nya membuat Elsa tertunduk malu
" Tuan...ini di rumah nanti ibu masuk" ucap Elsa pelan,dia benar-benar takut jika Marisa memergoki nya
Damar menutup mulut Elsa dengan telunjuk tangan nya lalu mengecup punggung perempuan ini lembut membuat bulu kuduk Elsa berdiri,Elsa mengaku kalah dia sudah jatuh dalam pesona Suami siri nya ini...
malam ini meja Kerja Damar menjadi saksi penyatuan mereka,Damar membungkam mulut Elsa dengan bibir nya agar tak mengeluarkan *******...
Damar benar-benar candu akan tubuh Elsa saat ini...
entahlh novel dah lama tp asyik aja bacnya.
paling suka sama judul yg ini kisah nya elsa.
akhirnya... mantap ceritanya👍🏻