Novel ini sedang dalam editing typo ya guys.
icha adalah seorang pekerja yang gigih, dia melalui banyak hari yang sulit dalam hidup nya yang membuat dia tidak mau lagi dekat dengan lelaki. di lain sisi orang tua icha sangat lah kawatir dan meminta icha untuk segera menikah.
perjodohan pun terjadi antara icha dan adit. laki laki yang tidak pernah ia kenal. adit yang seorang dokter dengan kesibukan nya enggan mencari pasangan hidup hingga membuat orang tua nya juga kawatir.
tidak saling menatap saat pernikahan dan adit meninggalkan icha untuk tugas keluar jawa selama 3 bulan lamanya setelah prosesi akad nikah. apakah yang akan terjadi pada pernikahan mereka?? penasaran bukan bagaimana kisah pernikahan antara icha dan adit yang tidak saling mengenal hingga mereka akan bertemu kembali setelah 3 bulan. simak terus yaah gessss.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Linand, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 13
Icha merapikan barang barang nya yang akan ia angkut. Hari ini ia ijin tidak masuk kerja, karena adit memaksanya untuk pindah kerumah hari ini.
"Pindah rumah suami cha?" Kata mbak rani
"Iya mbak. Maaf ya kalau selama ini aku sering nyusahin mbak rani" kata icha lalu memeluk mbak rani.
"Kamu sudah aku anggap seperti adek ku sendiri, hati hati ya kamu. Mbak berangkat kerja dulu maaf tidak bisa membantu" kata mbak rani lalu berlalu pergi
Sekitar jam 10 adit datang menjemput icha. Icha mengajak adit ke kamarnya untuk mengambil barang barang icha.
"Udah ini saja barang barang mu?" Tanya adit. Karena melihat barang icha yang tidak terlalu banyak.
"Iya. Dikit kan? Yauda cepatan angkat" perintah icha sambil membawa kardus kecil. Dan tas selempang nya. Adit mengernyitkan dahinya dan mengangkat tas tas tenteng dan ransel icha yang besar. Lalu menatanya di mobil. Mereka masuk lagi ke kamar icha dan mengambil barang barang yang lain. Icha mengambil boneka beruang nya yang berukuran besar sedangkan adit membawa koper icha.
"Mas sekalian dong ransel icha di bawa. Biar cepet" perintah icha
"Kamu nih dari tadi yang dibawa yang enteng enteng. Boneka lah, kardus kecil. Aku dari tadi angkat besar besar. Tuh angkat juga kardus mu" tunjuk adit ke arah kardus besar sambil ngomel ngomel.
"Aku kan cewek ya harus bawa yang ringan. Mas adit laki laki pasti kuat lah" icha memang sengaja karena ia masih belum ingin tinggal dengan suaminya. Saat di dalam mobil mereka saling diam. Tidak ada yang mengajak bicara. Icha sibuk dengan handphone nya. Adit konsentrasi menyetir dengan wajah yang menyeramkan. Sesampainya dirumah adit, mereka membawa barang barang icha di ruang tengah.
" udah kan. Sekarang beresin barang barang mu sendiri" kata adit, ia meninggalkan icha sendiri. Adit masuk kedalam kamarnya.
Icha mulai merapikan kamarnya. Memasukan baju bajunya kedalam lemari. Setelah beres semua, ia mengambil kotak persegi berukuran 20cm lalu mengelus kotak itu. Icha membuka kotak itu dan tersenyum tipis. Di dalam kotak itu terdapat foto foto icha dan laki laki yang pernah ia cintai, bukannn... icha masih belum bisa melupakan nya, antara benci, kecewa dan masih terasa rasa sayang. Ia mulai meneteskan air matanya. Lalu ia membuka kotak cincin yang tertera nama "doni sanjaya" icha semakin menangis sejadi jadinya ketika mengingat saat itu. Ia menarik nafas panjang berusaha mengendalikan dirinya lalu meletakkan kotak itu dalam lemari.
Icha mencuci muka nya dan keluar kamar.
"Masak apa ya" gumamnya. Lalu ia membuka isi kulkas dan mengeluarkan sayuran.
"Ditumis kah?bumbunya apa ya?" Icha menggaruk kepalanya.
"Ehemm" adit muncul mengambil minuman dingin di kulkas
"Kamu mau masak? Masak apa" Tanya adit
"Iya. tidak tau" jawab icha tanpa menoleh kearah adit.
"Sini biar aku saja yang masak" adit mengeluarkan telur dan ayam dari kulkas.
"Duduk saja, aku tidak suka diganggu ketika masak" kata adit dingin, icha duduk di meja makan sambil melihat adit yang dengan lihai nya memotong sayuran dan menyiapkan bahan lainya.
"Wow keren juga" gumam icha dalam hati
Bau masakan sangat harum membuat perut icha bertambah lapar. Setelah selesai,adit meletakkan capjay dimeja makan dan icha menyiapkan piring dan segelas air untuk adit.
"Hemmm enak mas, mas adit jago masak ya" kata icha senang
"Biasa aja" jawab adit singkat. "Huh nyebelin,dingin banget kayak es ini orang" icha berbicara dalam hati sambil berekspresi marah dan kaki nya tidak sengaja menendang kaki adit.
"Aduuuh, mau kungfu kamu?" kata adit kesakitan
"Maaf maaf. Nggak sengaja" icha sangat malu tapi dalam hatinya biarin saja karena adit sangat menyebalkan. Ia tersenyum kecil.
***
"Mas adit mau kemana?" Tanya icha yang melihat suaminya sudah rapi
"Aku kerja dulu ya. Shift malam, jangan lupa kunci pintu" adit mengenakan jaket nya.
"Mas adit pulang besok pagi?" Icha beranjak dari duduknya dan mengikuti adit yang keluar rumah.
"Iya kalau tidak lembur. Aku berangkat ya. Kalau ada apa apa telp aku" adit menatap istrinya.
"Hati hati ya mas" icha mencium tangan adit reflek, adit terkejut, jantung nya berdebar. Begitu pun icha setelah menyadari perbuatanya . Mereka saling salah tingkah.
"Assalamu'alaikum" adit mengucapkan salam lalu pergi dengan motornya, icha mengunci gerbang lalu segera masuk sambil menutup wajahnya, ia malu dan tidak menyadari perbuatanya tadi.
Sesampainya di rumah sakit. Adit melakukan operan dengan shift sebelumnya. Kali ini ada seorang perawat baru yang belum ia kenal. Dalam operan tersebut wanita itu memperkenalkan diri, dia bernama renata, berusia 24 tahun seumuran dengan istrinya. Renata memiliki postur tubuh yang ideal dengan kulit bewarna putih dan hidungnya pesek namun cantik. setelah operan shift semua segera bekerja kembali karena banyak pasien menunggu.
"Sebentar coba saya periksa tenggorokan nya ya dek" adit sedang memeriksa pasien anak anak usia 10 tahun dengan keluhan batuk pilek dan sakit tenggorokan dibantu oleh perawat renata.
"Ini amandelnya besar buk, salah satu penyebab adek sakit waktu menelan" adit kembali ke meja nya. Pasien dibantu perawat renata turun dari tempat tidur.kemudian ibu dan anak tersebut duduk didepan adit dan menjelaskan kepada ibu tersebut beserta saran saran untuk pasien. Kemudian adit menuliskan resep.
Sekitar pukul 12 malam igd sudah sepi, hanya ada 2 pasien obgyn yang menunggu dipindahkan.
"Dok, gorengan dok" kata salsa menawarkam gorengan kepada adit.
"Sudah kenyang,kalian makan aja" jawab adit tersenyum sambil memainkan handphone nya
"Mesti ini dokter adit tidak pernah mau ngemil malam" sahut rendra
"Kenyang aku ren, beneran. Kalo kopi mau deh" adit ceria
"Aku buatin ya dok" renata berinisiatif
"Aku juga ren" sahut rendra. Renata pun mengangguk. Tidak lama kemudian renata kembali dengan 2 gelas kopi.
"Wah ini. Makasih ya ren" kata adit
"Hmm kopi buatan mu enak" puji adit. Renata pun tersipu malu.
"Hayo dokter adit. Rena sudah punya suami" tegur salsa
"Loh iya ren?"tanya adit memandang renata
"Tapi aku kan cuma memuji kopi renata sa, kamu ini iri saja" sanggah adit.
"Palingan salsa tu pengen dipuji dokter adit lo" sahut rendra menggoda salsa
"Enak aja kamu. Aku bukan tipe wanita yang mendekati suami orang" mereka tertawa bersama. "Apa? Suami orang, berarti dokter adit sudah menikah?" Gumam renata dalam hati. Ia seperti kecewa memdengar adit sudah punya istri. Renata sangat tertarik dengan dokter adit walau saat ini ia mempunyai suami dan 1 anak. Namun ia masih berkeinginan untuk mendekati dokter adit dalam hatinya.