NovelToon NovelToon
Pendekar Naga Sakti

Pendekar Naga Sakti

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Action / Petualangan / Kultivasi / Pendekar / Fantasi Timur / Ahli Bela Diri Kuno / Dan budidaya abadi
Popularitas:1.1M
Nilai: 4.8
Nama Author: Idwan Virca

Dunia persilatan dan kehidupan rakyat biasa selalu berhubungan, golongan putih dan golongan hitam, golongan putih dan golongan hitam selalu berlawanan.
Golongan hitam selalu menindas rakyat yang lemah.
Golongan putih selalu beusaha membela orang orang yang lemah.
Cerita ini berawal di sebuah Kerajaan yang mengalami pemberontakan.
Anggala yang harus menyelamatkan diri ketika terjadi kekacauan di Kerajaannya itu, akibat pukulan seorang tokoh golongan hitam, ia jatuh ke dalam jurang, beruntung ia di selamatkan seekor rajawali raksasa milik seorang Pertapa.
Inilah awal perjalanan seorang Anggala si Pendekar Naga Sakti.
Anggala di perintahkan kakek gurunya mencari dua orang paman gurunya yang menghilang dan tersesat menjadi golongan hitam.
Dapatkah Anggala bertemu kedua pendekar itu?
Dapatkah Pendekar Naga Sakti merebut kitab Naga Hitam?
Ikuti kisah petualangan Anggala dalam menolong orang yang kesusahan dan membutuhkan bantuannya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Idwan Virca, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kilas balik masa lalu part 2

Iblis Merah Muka Rata begitu murka begitu melihat Merak Merah tewas menggenaskan terkena pukulannya sendiri yang berbalik arah

"Bangsat! Kau harus membayar dengam nyawamu!" teriak Iblis Merah Muka Rata, maka seketika ia lansung menyerang tanpa memperdulikan musuhnya yang terluka.

"Hup!"

Jlek!

Diik! Dik!

Desss.....!

Iblis Merah Muka Rata mengamuk, ia terus menyerang Ki Randu tanpa memberi kesempatan.

Ki Randu yang sudah terluka dalam hanya bisa mengelak dan menangkis serangan iblis Muka Rata, dengan tubuh yang sudah tak sekuat dulu, Pendekar Pedang Batu Bintang itu mulai kewalahan.

Tidak lebih dari lima jurus iblis Merah Muka Rata berhasil mengenai Ki Randu.

Wuk!

Wuk!

Desss...!

"Aakh.!"

Tubuh tua Ki Randu terlempar ke belakang, darah mengalir di sudut bibir tuanya. Ki Randu jatuh di samping Diah Kencana Wati yang duduk bersemedi.

Melihat Ki Randu jatuh Diah kencana lansung menolong sang guru, gadis itu lantas maju ke depan walau luka dalamnya belum begitu sembuh.

Diah Kencana Wati melintangkan pedang pusaka batu bintang di depan dadanya. Gadis berpakaian kuning itu pun bersiap-siap kembali bertarung, walau keadaannya tidak menguntungkan.

"Ha ha ha ha...! Kau juga ingin ke neraka, Bidadari Kuning?!" ujar Iblis Merah Muka Rata, ia menyerang Diah kencana dengan tangan kosong.

Diah Kencana Wati l memakai jurus pedang bintang bersinar, dengan jurus itu Diah Kencana Wati berhasil mendesak Iblis Muka Merah yang bertarung dengan tangan kosong.

Merasa terdesak Iblis Merah Muka Rata melompat mundur, ia merapal ajian 'Setan Merah Pencabut Nyawa'. tingkat lima.

Iblis Muka Rata tidak ingin membunuh Diah kencana karena ada niat mesum dalam otaknya.

Diah Kencana Wati melihat musuh merapal jurus yang sama dengan Merak Merah tadi, ia segera menyarungkan pedang pusaka batu bintang ke sarung yang ada di punggungnya.

Diah Kencana Wati pun bersiap dengan jurus 'Bintang Berpijar'. tingkat delapan, karna ia sudah mengalami luka dalam, Diah Kencana Wati tidak sanggup merapal jurus itu di tingkat sembilan. Diah kencana bersiap dengan segenap tenaga yang tersisa, kedua tangannya mengeluarkan cahaya putih berpijar seperti tangan tangan Ki Randu tadi.

"Hiyaaa.......!"

Wuar....!

Desss.......! Dess.........!

Dhuaaarrr............!

Ledakan dahsyat terjadi ketika dua pukulan beradu di udara, gelombang panas api menghempas ke segala penjuru. Tanah dan debu berhamburan ke udara. Diah kencana terlempar tiga tombak ke belakang.

Diah Kencana Wati berusaha bangun, namun tubuhnya tidak mampu lagi. Diah Kencana Wati terbaring di tanah dengan darah mengalir di sela-sela bibirnya.

Iblis Merah Muka Rata yang hanya terjajar tiga langkah lansung melompat menuju tempat Diah kencana. Pimpinan Kelompok Iblis Merah berniat merebut pedang yang ada di punggung Diah kencana. Begitu Iblis Merah Muka Rata bergerak maju dan hendak mengambil pedang itu.

Wusss!

Duaak.!

Sebuah bayangn datang menahan tangan Iblis Merah Muka Rata dan lansung menghajar dengan sebuah pukulan tangan kosong.

Iblis Merah Muka Rata terpental ke belakang tiga tombak dari posisi Diah kencana Wati, gadis itu perlahan membuka kedua matanya.

Diah Ayu Kencana merasa beruntung ada yang menolong, Diah Ayu Kencana perlahan melihat siapa yang menolongnya, walau berat Diah Kencana Wati berusaha melihat ke arah bayangan putih itu.

Diah kencana melihat orang yang menolongnya seorang pemuda, tidak lama Diah Kencana Wati pun jatuh pingsan tidak sadarkan diri.

Tampak Pendekar Pedang Naga Sakti, Lesmana berdiri di depan Diah kencana yang tidak sadarkan diri.

Iblis Merah Muka Ratayang terluka terkena pukulann 'Tapak Naga'.milik Lesmana, tampak memegangi dada.

Iblis Merah Muka Rata lansung menghunus pedang besar di pinggangnya. Iblis Merah Muka Rata memainkan pedang besar itu dengan begitu cepat sehingga terdengar suara mengaung memecah udara.

Wung! Wung..! Wuuk...!

Oedang besar itu membelah udara, iblis merah memainkan jurus 'Pedang Iblis Penghancur Gunung'.

Lama kelamaan suara pedang itu semakin memekakkan telinga, Iblis Merah Muka Rata memutar-mutar pedang besar di atas kepalanya. Sehingga menimbulkan pusaran angin seperti angin puyuh.

Lesmana yang melihat musuh mengeluarkan jurus andalan, pemuda itu pun tidak mau kalah.

Sret! Sring!

Pedang mustika naga sakti di hunus dari warangkanya. Lesmana membuka dengan jurus 'Pedang Sembilan Naga'. tingkat empat lansung.

Lesmana memainkan jurus 'Pedang Sembilan Naga, di tangan kanannya sedang tangan kirinya bersiap dengan jurus 'Tapak Naga'. tingkat lima, naga menjangkau langit.

Iblis Merah Muka Rata merangsek ke depan dengan pedang besarnya, Lesmana berkelebat menyongsong dengan pedang naga sakti di tangannya.

Ting! Ting...! Trang!

Dua senjata beradu di udara, bunga api memercik saat dua senjata beradu.

Tangan Iblis Merah Muka Rata bergetar begitu pedangnya beradu dengan pedang naga sakti.

Iblis Muka Rata terjajar mundur tangannya terasa kesemutan, begitu ia melihat mata pedangnya. Betapa terkejutnya Iblis Merah Muka Rata melihat mata pedangnya habis terbenam seperti pedang kayu melawan pedang besi.

Lesmana yang melihat situasi di pihaknya kurang baik, Pendekar Naga Sakti itu lansung merangsek dengan tangan kirinya melepaskan jurus 'Tapak Naga'.

Iblis Merah Muka Rata tidak menyangka Lesmana secepat itu menyerang, sehingga ia tidak sempat lagi menghindar.

Iblis Merah Muka Rata hanya menangkis serangan itu dengan tangan kirinya.

Wut! Desss.!

Duak!

Pukulan 'Tpak Naga di tangan kiri Lesmana menghantam dada Iblis Merah Muka Rata hanya di halangi lengan tangan kirinya.

Iblis Merah Muka Rata terpental sejauh lima tombak dan akhirnya jatuh menimpa sebatang pohon sebesar batang pinang. Pohon itu putus dua terkena tubuh Iblis Muka Rata.

Iblis Merah Muka Rata tidak mampu bangun lagi, ia lansung jatuh pingsan.

Melihat Iblis Merah Muka Rata jatuh, para anggota Perkumpulan Iblis Merah yang lagi bertarung dengan empat bersaudara murid perguruan bambu kuning.

Mereka lansung melarikan diri sambil membawa Iblis Merah Muka Rata yang lagi pingsan.

Begitu musuhnya lari, barulah Lesmana menuju Aki Randu yang lagi menolong Diah kencana yang terluka.

"Ayo, kita bawa dia ke dalam rumah, Ki," pinta lesmana, ia membopong tubuh Diah Kencana Wati ke dalam pondok dan membaringkannya pada sebuah dipan.

Tampak para murid perguruan bambu kuning menolong Ki Randu yang terluka dan membawa kakek tua itu ke dalam pondok.

Wus.! Wuss..!

Bayangan kuning datang, ia adalah satria bambu kuning Ki Gading Mageli.

"Lesmana, cepat sekali larimu sehingga aku tertinggal jauh," ucap Ki Gading Mageli.

"Jurus "Langkah Malaikat'. mu memang tidak tertandingi," puji Ki Gading Mageli, Lesmana hanya tersenyum mendengar pujian Ki Gading Mageli tersebut.

"Anak muda, tolong obati muridku," pinta Ki Randu, di sela-sela bibirnya masih keluar darah, Ki Randu terbatuk-batuk.

"Baik, Kek. Saya akan menyalurka tenaga dalam padanya," jawab Lesmana. Pendekar Naga Sakti pun lansung duduk di belakang Diah Kencana Wati, lalu ia pun naik ke atas dipan.

Lesmana duduk bersila sambil menempelkan tangannya pada punggung Diah Kencana, Lesmana mengalirkan tenaga dalamnya ke tubuh Diah kencana wati untuk mengobati luka dalam Diah Ayu Kencana.

.

.

Bersambung....

Terima kasih banyak sudah membaca novel ini. Novel ini masih dalam tahap revisi. akan ada perbaikan tulisan maupun kata-kata nya. Mohon bantuan teman-teman semua. kritik dan sarannya. Tanks.

1
Wisnu Wardhana
Luar biasa
Andi Tole
tidak semua ilmu yg dipelajari sesuai dengan badan kita
Hariadi Siregar
makin seru
Hariadi Siregar
makin seru ceritanya
Hariadi Siregar
biasa saja
Hariadi Siregar
mantap
Hariadi Siregar
Luar biasa
Andre Oetomo
keren thor
Gatot Hary
Alur ceritanya mudah di ikuti, saya kurang begitu tahu ttg sejarah di pulau Sumatra, setahu saya keyakinan jaman kerajaan masih Hindu, rasanya kok kurang pas menceritakan jaman kerajaan tetapi menggunakan keyakinan jaman sekarang. Semangat kang author, semoga sehat selalu shg bisa terus berkarya & semakin banyak penggemarnya.
Idwan Syahdani: Pulau Andalas lebih dulu di masuki penyebar agama Islam di banding pulau Jawa... Kerajaan Islam tertua di Indonesia adalah samudra pasai dan kerajaan Mataram... Kedua kerajaan ini jauh lebih dulu dari pada kerajaan Demak di pulau Jawa...
total 1 replies
Franciscus Eko Prasetyo Handojo
gak lanjut baca ya thor maaf mc nya terlalu lemah harusnya sdh mati itu thor mc kok mengandalkan keajaiban diselamatkan orang thor thor
Franciscus Eko Prasetyo Handojo
yang betullah buat cerita thor paling malas kalau mc nya lemah
Iron Mustapa
😂
anggita: moga author sehat selalu. diberi kelancaran dlam setiap usahanya.
total 2 replies
Mas Broww
Luar biasa
Mas Broww
Lumayan
Hydra
Ceritanya sama ,cuma ganti nama pemeran dan tempat ajah..🤣🤣🤣
Budi Purdan
aneh..golongan hitam kok GK dibunuh,padahal golongan hitam GK segan untuk membunuh,tiap pertempuran GK membunuh ya terbunuh
Putra Al - Bantani
salam dari "pendekar dari gunung toba"
hrizal jamil
sangat menarik
Mohamad Wakhidun
update nya lama banget thor
Idwan Syahdani: maaf, hp author yang di pakai nulis pendekar naga sakti lagi rusak... esok kalau udah di service author lanjut kok.,.🙏🙏🙏
total 1 replies
anggita
Datuk wajangkara.. jurus elang besi.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!