Zahra awalnya hanya mengagumi sosok lelaki tampan yang selalu bersikap dingin, namun sering sekali ia merasa kesal kepadanya karena sikapnya itu. Siapa sangka kekesalan itu akhirnya berubah jadi cinta.
Sama halnya dengan Zaidan yang juga tertarik dengan Zahra tetapi tidak berani untuk mengatakan karena status mereka, dan menganggap itu adalah sesuatu yang mustahil untuk di gapai.
Bagaimana perjalanan Cinta Zahra dan Zaidan ?
Penasaran gimana ceritanya ?
Langsung baca aja ya !!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dian Kartika, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Toko Buku
**Malam nya sekitar jam 20.00**
"Bunda, Ayah.. Zahra pinjam mobil ya, mau ke toko buku sebentar." Ucap Zahra, dan ia langsung mengambil kunci mobil yang ada di atas meja..
"Iya nak, hati hati loh kamu nyetir sendiri malam malam begini" Sahut ayah Zahra..
"Iya betul kata ayah kamu, apa nggak pergi sama abang saja ?" Ucap Bunda Zahra..
"Nggak apa apa bun, ayah. Toko buku nya nggak terlalu jauh kok. Lagian nggak mau ngerepotin abang mulu" Jawab Zahra..
"Ya sudah, Ayah titip martabak ya, ayah tiba tiba kepengen makan martabak" Ucap Ayah Zahra, dan mengeluarkan uang untuk diberikan pada Zahra.
"Oke yah, siap ! Ya udah Zahra jalan dulu bun, ayah. Assamualaikum !" Ucap Zahra..
"Waalaikum salam nak !" Jawab Ayah bunda bersamaan.
Zahra keluar dengan memakai Hoodie berwarna Mocca dan celana jeans hitam dan dengan rambut nya sepinggang yang di gerai membuat Zahra terlihat sangat Cantik. Hanya butuh 30 menit jarak dari rumah Zahra ke Toko buku tersebut. Setibanya ia langsung memarkirkan mobil dan turun, kemudian Zahra langsung masuk ke Toko buku tersebut. Sudah jelas sekali yang ingin ia beli adalah Buku Novel, Sebab uang yang selama ini disisihkan sudah cukup terkumpul untuk membeli 2 Novel sekaligus..
"Eh mana ya, Rak buku Novel nya pindah kah ? Kok nggak ada disini ya ? Ucap Zahra yang kebingunan melihat rak buku Novel nya sudah tidak ada di tempat yang biasanya. Setelah berputar baru akhirnya ketemu.
"Nah disini kamu rupanya ! Kenapa kamu pindah sih" Ucapnya..
Zahra sedang mencari Novel yang ia inginkan, namun belum ketemu yang pas, Dari atas hingga ia harus menunduk kebawah sambil berjalan pelan oelan kesamping. Saat Zahra mencoba mengambil Novel yang sesuai keinginannya, tak terduga dari arah berlawanan ia bertabrakan dengan seseorang, hingga buku yang sudah ada ditangan nya tersebut terpental jatuh ke lantai. Orang tersebut langsung mengambil Novel yang terjatuh tadi.
"CINTA YANG TAK TERGAPAI (Judul Novel ) Juga ? Hm !" Ucap seorang lelaki lalu memberikan Novel tersebut kepada Zahra..
"Hm Zahra, ternyata kamu sangat cantik ketika bernampilan seperti ini" Lanjut Batin Zaidan..
"Hah, pa.pak Zaidan ? Maaf saya tidak melihat bapak juga disini !" Ucap Zahra gugup, dan jantung berdebar hebat yang tak sengaja melihat Zaidan juga berada di toko buku tersebut.
"Kebetulan tadi saya juga membeli Novel, Novel yang sama seperti yang kamu pegang, saya sudah membayar nya. Tapi karena ponsel saya ketinggalan di rak buku ini jadi makanya saya kembali lagi !" Ucap Zaidan yang mengulurkan tangan mengambil ponsel nya di rak buku tersebut.
"Oh bapak juga suka baca Novel juga " Tanya Zahra dengan gerogi..
"Iya, lumayan suka juga. Oh iya Zahra, bisa tidak jalau sedang di luar seperti ini jangan memanggil saya bapak, saya tidak setua itu haru di panggil bapak" Jawab Zaidan dengan wajah datar miliknya itu..
Seketika wajah Zahra langsung merona saat mendengar perkataan Zaidan barusan dan membuat jantung nya semakin berdebar.
"La..lalu saya harus panggil apa, jika bapak keberatan saya panggil bapak untu anda saat di luar seperti ini" Ucap Zahra semakin gugup, tiba tiba berada disituasi seperti ini..
"Terserah, tapi kalau bisa kamu panggil abang saja, saya tidak jauh tua dari kamu" Ucap nya masih dengar wajah datar..
"Astaga.. Apa apaan ini, tiba tiba dosen minta dipanggilkan abang saat di luar kampus ? iya walaupun dia masih muda. Tung..tunggu, apa dia sedang menggodaku ? Apa yang sedang aku pikirkan, Dasae bodoh !" Batin Zahra.
"Tapi apa tidak apa apa ? Ya baiklah kalu begitu saya akan mencobanya " Balaz Zahra..
"Hm apa ini hanya kebetulan saja ? Tiba tiba bertemu dengan nya disini. sama sama suka Novel dan sama sama membeli Novel yang sama !" Batin Zaidan, wajahnya pun tiba tiba jadi memerah saat memikirkan Zahra..
"Ya udah pak.. Eh bang saya mau kembali duluan" Ucap Zahra dengan malu malu..
" Ya silahkan" Balas Zaidan dan mengikutinya berjalan dibelakang..
Setelah Zahra selesai membayar bukunya, Zahra langsung menuju ke mobilnya. Dan pamit kepada Zaidan. Zaidan pun masuk ke mobil nya dan dengan segera meninggalkan toko buku tersebut.
Di perjalanan tiba tiba Zahra teringat akan ayah mya yang tadi menitipkan martabak. Lalu ia berhenti di tempat orang yang menjual martabak. Zahra sama sekali tak menyadari bahwa Zaidan ternyata mengikuti dari belakang. Zaidan sedikit khawatir melihat Zahra menyetir sendirian di malam hari, sehingga Zaidan terpaksa mengikutinya..
"Hm, kenapa dia berhenti lagi disini ? Oh beli martabak kah ?" Ucap Zaidan yang tiba tiba juga berhenti berjarak 5 meter dari mobil Zahra.
Setelah selesai membeli martabak, Zahra langsung kembali masuk ke mobil dan pergi. Beberapa menit kemudian Zahra tiba dirumahnya..
"Oh disini rumah Zahra ternyata. Bahkan rumah kami pun tak berjauhan. Taou sebelumnya aku tak pernah melihat nya disini walaupun aku tinggal di desa sebelah. Apakah ini bertanda ?" Ucap Zaidan tersipu malu sendiri. Melihat Zahra sudah masuk ke dalam rumah, Zaidan pun segera kembali kerumahnya juga.
"Assalamualaikum ayah, bunda. Zahra udah pulang. Dan ini martabak pesananan ayah tadi" Ucap Zahra dan menaruh martabak tersebut tepat di depan ayahnya yang sedang menonton Tv bersam bunda dan juga bang Rizal.
"Makasih ya nak" Balas ayah..
"Wah, Zahra baik sekali bawain makanan" Sela Rizal abang Zahra.
"Weee.. ini titipan ayah tau" Ucap Zahra. " Zahra ke kamar dulu ya bun, ayah" Lanjut nya sembari mengambil sepotong martabak dan memakannya.
"Iya nak" Jawab ayah dan bunda bersamaan.
Setelah mencuci tangan dan berganti pakaian, Zahra langsung rebahan diatas tempat tidur sambil memegang Novel yang baru saja ia beli tadi..
"Hwaaaa.. Teriak Zahra pelan. "Ternyata Zaidan juga suka baca Novel. Dan kami beli Novel yang sama. ini sungguh sangat kebetulan." Ucap Zahra kegirangan karena tadi ia bertemu dengan Zaidan di toko buku.
Zahra terus tersenyum dan memikirkan pertemuan mereka yang tak sengaja tadi. Zahra sangat merasa senang sekali bisa tiba tiba bertemu dengan Zaidan di luar seperti tadi. Ditambah lagi saat Zaidan menggodanya dengan menyuruh Zahra memanggilnya dengan sebutan abang ketika berada di luar kampus jika bertemu.
Tak habis pikir oleh Zahra, mereka sering sekali bertemu secara kebetulan di luar seperti ini. Seperti seorang penguntit saja yang lalu kemudian tak sengaja betemu tiba tiba, Pikirnya..
"Ternyata saat dia berpenampilan normal seperri tadi terlihat jauh lebih keren yah. Astaga terus membayangkan seperti ini membuat aku gila saja" Ucap Zahra..
"Ah nggak apa apalah, setidak nya malam ini dapat bermimpi indah, dan melanjuti pertemuan tadi dalam mimpi hehe, Zaidan hadir lah kedalam mimpiku malam ini, Hehee" Ucap Zahra sambil memeluk bantal guling disebelahnya..