Haloo... ini novel pertamaku..
yg di judul sebelumnya aku tamatin karna ada kesalahan. So, aku pindah ke judul ini aja..
Enjoy reading...
- - - -
Bagaimana rasanya kalau calon suami tercinta tertangkap basah sedang berkhianat??
belum sembuh luka hati, tiba-tiba...
"menikahlah dengan mas Bara, dek!"
Kata-kata itu yang sekarang membuat Nadia dilema. Menikah dengan kakak ipar sendiri??? Are you serious!??
Pengkhianatan, Kekecewaan, lalu pernikahan dadakan...
Sanggupkah Nadia melalui semua itu?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Riaw, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 13
BAB 13
Sore harinya, setelah mendapat telfon dari mamanya bahwa Lea masuk rumah sakit. Nadia langsung bergegas pergi kesana dengan tergesa-gesa. Ia sangat khawatir dengan keadaan keponakannya, lama tidak bertemu dan sekarang malah mendapat kabar Lea dirawat..
Ceklek. Suara pintu ruang rawat Lea terbuka, membuat semua penghuni kamar menolah ke arah pintu.
“permisi… astaga Lea sayang.. kamu kenapa nak?” seketika Nadia merasa lemas melihat keadaan keponakannya yang terlihat masih lemah.
“Lea hanya dehidrasi, tapi sudah ditangani oleh dokter” ucap Bara menjelaskan tanpa mengalihkan pandangannya dari laptopnya. Sedangkan Bu Lika hanya diam dan bertanya-tanya siapa gadis cantik d depannya itu.
“Hanya…??” Nadia langsung menoleh pada kakak iparnya itu dengan perasaan kesal karna seakan menganggap keadaan Lea biasa saja.
“Kak, Lea belum genap 2 bulan dan dia sampai terkena dehidrasi. Bahkan sekarang dia harus merasakan tajamnya jarum infus ditangannya. Dan kakak bilang hanya. Sebenernya kakak bisa nggak sih again Lea, kalau kakak memang gabisa jagain Lea karna kesibukanmu itu kakak bisa kasih Lea ke aku..” Nadia meninggikan nada suaranya karna merasa kesal pada kakak iparnya itu.
“Aku akan rawat dia dengan baik. dia nggak akan sampai masuk rumah sakit” lirih Nadia sedih melihat keasaan princess kecilnya.
“Hei, pelankan nada biacaramu. Aku tidak mau Lea terbangun karna terganggu dengan suaramu itu. Dan lagi, aku daddynya Lea, dan aku bisa merawat putriku sendiri. Aku tidak butuh bantuanmu untuk merawat putriku.”
Oekk..oekk..oekk…
Lea terbangun dari tidurnya dan kemudian menangis yang membuat ketiga orang dewasa itu beralih menatapnya.
“sst sst, sayang…sayang…” Bu Lika denggan sigap langsung mengangkat baby Lea untuk menenangkannya.
“sini Bu, biar aku menggendongnya” pinta bara sambil merentangkan kedua tangannya karna baby Lea tidak mau berhenti menangis.
Oekk..oekk..oekk..
“hei, girl. Sudah jangan menangis. Daddy disini sayang…” bara mencoba menenangkan purinya dengan satu tangan mengusap kepala putrinya sedangkan satunya lagi menyanggah Lea dalam gedongannya. Namun tetap saja bayi perempuan itu tidak mau berhenti menangis.
“sini kak, berikan Lea padaku.” Nadia mengambil Lea dari gendongan sang daddy. Dan tidak lama kemudian, tangisannya pun mereda. Bayi itu menggeliat dalam gendongan ontynya seakan mencari posisi nyaman dalam dekapan itu.
“Bu, apa Lea sudah minum susunya?” tanya Nadia pada Bu Lika yang sedari tadi memperhatikannya sambil tersenyum.
“sudah, tapi yaa gitu cuman mau minum sedikit non.”
“panggil saja Nadia, aku onty dari baby cantik ini. Adik dari mommynya Lea.” Ucap Naia memperkenalkan diri karna melihat babysitter yang bingung akan siapa dirinya.
“tolong berikan susu Lea padaku, bu”. Bu Lika pun menyerahkan botol dot yang berisi susu untuk Lea pada Nadia.
“hai sayang, ayo minum susu dulu yaa. Biar cepat sembuh, sayang..” Nadia mengarahkan dot susu pada mulut Lea dan dengan semangat bayi kecil itu meminum susu dari botol dotnya.
“waaahh, akhirnya Lea mau minum susunya. Sepertinya dia hanya mau semangat minum susu sama ontynya ini. Bahkan tadi saja Nyonya Mel juga kesulitan untuk membuat Lea minum susunya.” Ucap Bu Lika dengan berbinar.
Bara yang sedari tadi mengamati hal itu pun merasa lega karna putrinya sudah mau minum susu dengan lahap. Dan entah kenapa sekali lagi perasaannya menghangat melihat kedekatan putrinya dengan adik iparnya itu.
“apa memang aku harus menikahi Nadia agar Lea mendapat perhatian seorang ibu?” batin Bara
“ah tidak tidak, aku tidak akan menikahi Nadia. Dia adalah adik dari istriku. Toh dia bisa merawat Lea tanpa aku harus menikahinya kan.” Batin Bara kembali bersuara.
Akhirnya nadia menghabiskan waktunya untuk merawat Lea di rumah sakit. Dia merawat Lea sampai malam hari, bahkan dia berencana akan menginap disana karna tak tega meninggalkan Lea yang sedang sakit.
“kak, apa aku boleh menginap disini untuk merawat Lea? Aku tak tenang kalau meninggalkannya” pinta Nadia pada kakak iparnya itu.
“tidak perlu. Aku yang akan menjaganya disini.” Tolak Bara tanpa melihat kearah Nadia. Dia sedang sibuk untuk mengelus kepala putrinya.
“aku tidak peduli, aku akan tetap disini untuk menunggui Lea” ucap Nadia yang kemudian keluar ruangan untuk menelfon mamanya.
*Nadia POV
aku merasa sangat sedih ketika melihat keadaan my little princess yang terbaring lemah, dan sungguh aku tak tega meninggalkannya. Dan akhirnya aku memutuskan untuk ikut menginap di rumah sakit. Aku sudah meminta izin pada si singa itu, tapi dia tidak mengizinkan. Tapi bukan Nadia namanya kalau langsung menurut, aku berkata akan tetap menginap disini, dan langsung pergi keluar ketika kak Bara hendak mencegahku lagi.
Aku menelfon mama untuk memberi tahu sekaligus minta tolong buat dianterin baju ganti..
---
“Halo, mama..”
“ya, sayang” jawab Mama Mel diseberang telfon
“Nadia minta tolong pak Joko untuk mengantarkan pakain ganti untukku kesini. Karna aku akan menginap untuk menjaga Lea”
“Kau akan menginap di rumah sakit?” tanya mama Mel
“iya ma, aku tak tega meninggalkan Lea. Aku akan kepikiran terus, jadi kuputuskan untuk menginap disini saja.”
“baiklah sayang, akan mama siapkan”
“terimakasih ma. Love you”
“love you more sayang.”
---
Terimakasih