Thania, seorang mahasiswi semester akhir harus bekerja keras untuk membiayai kuliahnya yang hampir selesai karena keluarga tengah dilanda Krisis ekonomi.
Thania terpaksa bekerja di sebuah tempat hiburan demi mendapat uang banyak untuk biaya kuliah nya sendiri.
Akankah perjalanan Thania mulus tanpa hambatan? atau malah akan membuat Thania menyesal seumur hidup?
Ikuti kelanjutan nya yahh
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Uni Ramadhani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kenapa Kamu Memilihku?
Thania membawa Bara ke kamar mereka setelah mama Bara menyuruh Thania untuk mengobati luka diwajah Bara. Sementara papa bara pergi mengejar Aryo, Keluarga Thania juga mama Bara duduk di ruang tengah
"Pak,,, Bu,,, sungguh ini diluar dugaan kami" ucap mama Bara
"Iya Bu,,, kita ndak tau apa yang sudah terjadi diantara Nia dan Aryo sebelum nya. Namun takdir berkata lain malah mempertemukan Nia dan Bara. Hingga akhirnya jadi begini" ucap ibu Thania
"Bagaimana kalau sementara waktu Bara dan Nia ikut kami ke desa sampai kondisi kembali stabil. Setidaknya sampai pikiran mereka tenang kembali" ucap ayah Thania
"Mungkin itu ide yang bagus pak,,, sepertinya tidak mudah bagi Aryo untuk menerima kenyataan semua ini. Nanti kita bicarakan lagi soal ini setelah papa Bara kembali kerumah ini" ucap mama Bara
"Iya Bu,,, karena sejatinya kita Ndak tau dengan rahasia jodoh" ucap ibu Thania.
"Iya"
Sementara itu di kamar Bara
Thania membawa baskom berisi air dan kompresan , setelah itu Thania mengambil kotak obat yang ada di kamar Bara. Bara yang hanya duduk ditepian tempat tidurnya mengawasi pergerakan Thania yang belum juga duduk mengambil ini dan itu. Lalu tak lama Thania duduk di depan Bara sembari mengobati luka di wajah suaminya
"Aaa,,, pelan-pelan bisa gak sih?!" ucap Bara meringis kesakitan
"Ini udah pelan-pelan mas! tahan sedikit ngapa!" ucap Thania melirik tajam kearah Bara
Jarak keduanya sangat dekat, bahkan Bara bisa melihat dengan jelas setiap lekukan wajah Thania yang ada dihadapannya. Tenggorokan Bara terasa kering saat melihat Thania sekilas membasahi bibirnya sendiri. Jantung keduanya berdetak tak karuan, sulit dijelaskan namun itulah yang saat ini tengah mereka rasakan
"Ehm,,, sejauh apa hubunganmu dan Aryo?!" ucap Bara tiba-tiba demi membuyarkan lamunannya sendiri
Thania menghentikan tangannya saat tengah mengoleskan salep di pipi Bara yang lebam. Lalu Thania menatap Bara sesaat setelah itu kembali mengoleskan salep
"Seperti orang pacaran pada umumnya,,," jawab Thania datar
"Seperti apa gaya berpacaran kalian berdua?!" tanya Bara penuh selidik
"Memang nya kenapa mas tanya begitu?!" tanya Thania
"Aku ingin tau semuanya! kau istriku dan dia adikku, jadi aku ingin tau!" jawab Bara dengan nada dingin
"Tanya apa interogasi mas?! nadanya gitu banget!" sindir Thania
"Jawab saja Nia!" ucap Bara merasa kesal karena rasa penasarannya terhadap hubungan Thania dan Aryo dimasa dulu belum terjawab
"Gak gimana-gimana sih,,, yang sering yah jalan, nonton, kumpul sama temen-temen Aryo, berantem, yah gitu-gitu aja!" jawab Thania
"Lebih dari itu?!" Tanya Bara lagi
"Apa?!" tanya Thania bingung
"Masak kamu gak tau?! biasanya gaya pacaran anak jaman sekarang kan sering kebablasan!" Sindir Bara dengan ekspresi sulit terbaca
Thania terdiam dan berfikir sejenak, dia mencoba untuk mencerna pertanyaan dari Bara
"Oh,,, kami,,,, sebatas berpegangan tangan dan paling jauh,,,dia pernah mencium pipiku mas!" jawab Thania dengan takut-takut
"Itupun,,, beberapa hari lalu saat dia berusaha melecehkan ku!" ucap Thania
"Jadi,,,, kalian belum pernah ,,,,,"Tanya bara dan Thania menggeleng perlahan
Ntah apa sebabnya, hati bara menghangat, senyumnya hampir mengembang ketika mendengar pengakuan Thania saat itu.
"Jadi aku adalah pria pertama yang menyentuhnya?" batin Bara
"Kenapa kamu memilih ku? bukannya kalian sudah lama pacaran?!" tanya Bara menekan rasa ntah rasa apa yang hampir saja akan meledak saat itu
"Aku,,, aku juga tidak tau" jawab Thania yang kemudian menatap Bara
Deg!
"Gak tau?" tanya Bara lagi
"Iya,,, aku gak tau kenapa mas" jawab Thania
Keduanya sejenak terdiam dan saling menyelami sorot mata masing-masing. Thania juga masih bingung kepada dirinya sendiri, kenapa dia memilih Bara padahal Thania sudah sering bersama Aryo. Yang diyakini Thania saat itu adalah Bara pria yang bertanggung jawab, hanya itu.
Thania tersadar dari lamunannya saat merasakan kehangatan menerobos masuk kedalam dirinya, menjalar ke seluruh denyut nadinya, namun Kesadaran kembali melemah saat bara menyalurkan getaran rasa yang lembut semakin dalam, mata keduanya kini sudah terpejam dan keduanya merasakan betapa manisnya rasa itu yang mungkin setelah ini akan menjadi candu untuk keduanya. Kesadaran Thania Kembali sempurna saat Bara memberikan gigitan kecil kemudian melepaskan nya
"Ke,,,Napa mas bara melakukan nya?!" tanya Thania
"Melakukan apa?!" tanya balik Bara berpura-pura tidak mengerti
"Ta,,di,,,, mas sudah,,,," ucap Thania dengan wajah memerah dan juga sedikit bingung, kejadian tadi seperti nyata tapi juga seperti mimpi
"Sudah apa?! atau kau,,, memang ingin aku cium mu??" ucap Bara malah menakut-nakuti Thania dengan semakin mendekat kan dirinya pada Thania
"Gak! aku gak mau!" Jawab Thania menutup mulutnya dengan kedua tangannya
Bara tersenyum miring lalu menarik dirinya menjauh dari Thania.
"Mas mau kemana?!" tanya Thania saat melihat Bara beranjak dari tempat tidur mereka
"Kamar mandi, kenapa? mau ikut?!" tanya Bara saat menoleh kearah Thania dengan seringai jahatnya
"Dih Ogah!" Jawab Thania membuang wajahnya
Bara tidak bicara lagi dan kembali berjalan masuk kedalam kamar mandi. Sementara Thania masih duduk di tempatnya sembari memegangi bibirnya yang masih terasa hangat, bahkan rasanya masih sangat melekat pada dirinya
"Benar kan tadi mas Bara melakukan nya?! tapi,,, kenapa rasanya berbeda dari malam itu?! dia sama sekali tidak kasar,,," ucap Thania yang masih memegangi bibirnya dan terlihat senyum-senyum sendiri. Bahkan jantungnya semakin berdebar lebih cepat dari sebelumnya. Ada rasa yang berbeda dirasakan Thania saat bersama Bara. Tidak ada rasa takut, tidak ada rasa was-was sama sekali, meski mereka belum memiliki perasaan cinta. Tapi Rasanya saat ini lebih dahsyat dibandingkan yang Thania rasakan saat menjalin hubungan bersama Aryo dulu, jelas Aryo adalah sosok lelaki overprotektif, sangat pencemburu, pemaksa dan selalu berburuk sangka pada Thania. Hal itu lah yang sering membuat Thania dan Aryo bertengkar dan putus nyambung dalam hubungan asmara mereka.
"Kenapa senyum-senyum gitu?!" Ucap bara saat keluar dari dalam kamar mandi dan membuyarkan lamunan Thania
"iihh siapa juga yang senyum-senyum!!" Jawab Thania sinis lalu beranjak membawa baskom. Thania berlalu pergi tanpa menghiraukan Bara yang masih menatapnya. Sementara Bara hanya mengeleng-geleng kepala melihat tingkah Thania
"Dasar aneh!" sarkas Bara
"Gunung es!" sahut Thania yang kemudian menghilang dari kamar Bara
.
.
.
.
Bersambung,,,,,,
...Setelah baca, jangan lupa like yah ( 👍) komentar (📝) dibawah, terus simpan di rak buku kalian(❤️) biar uni makin semangat nulisnya!! Kalian senang, uni juga senang😍......
...❤️ Terima kasih sudah mampir,...
...Semoga Suka❤️...
gila nggak sih 😂