" Aku pikir dengan dengan hangat ku, aku mampu mencairkan hatimu yang beku... Hingga aku tak sadar ketika dingin mu menyapa nyaris membuat hati ku mati rasa "
Kiana Ainara tak pernah tahu kapan ia mulai jatuh cinta kepada seorang polisi yang merupakan Kakak sepupu nya sendiri.
Tapi Karena sikapnya yang periang dan selalu berisik berbanding terbalik dengan Raynand yang lebih pendiam dan tegas, hingga Kiana kesulitan mengikis jarak di antara mereka.
Mampukah Kiana membuat Raynand jatuh hati padanya ?
( Sequel dari I Hate You Mr.Police & Our Feelings )
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wulan Jadhoo, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Gencar
Malam mulai larut, saat pengunjung berangsur-angsur meninggalkan keramaian didalam cafe. Dan setelah sepi baru lah Raynan Kiana Raisha dan Dika pulang. Sementara dua teman Raynand sudah balik setengah jam yang lalu.
" Jadi aku balik sendiri nih? kalian nggak mau aku antar ?" kata Dika. Raisha dan Kiana memang menyuruh Dika untuk pulang sendiri, sebab ia akan pulang bersama Rayanand yang memang lebih searah di banding harus bersama Dika.
" Iya Dik, soalnya kalau kamu antar kita dulu kelamaan di jalan, mesti putar balik lagi, kasian loh kamu nya " kata Raisha
" Yah, aku kesepian deh, di jalan sendirian, ntar aku di culik gimana?" dengan gaya nya yang manja gemulai Dika berucap sehingga membuat kedua sahabatnya memutar bola matanya malas.
" Yaudah,, kalau kamu takut kamu sama Kiana aja nih " Raynand memberi saran, sehingga gadis yang merasa di sebut namanya jadi cemberut.
" Ish, kenapa jadi aku sih Bang yang di sodorin, kenapa nggak Rara aja tuh,, kan aku mau pulangnya sama Bang Inand " nggak kalah manja nya, suara Kiana memprotes usul Raynand
" Yaudah, sama aku aja kalau gitu " Raisha berucap cepat dan langsung mendapat pelototan dari sang Abang, berbeda dengan Kiana yang serasa mendapat angin segar. Dalam hatinya berkata girang.
" Eh,, kamu pulang nya sama Abang aja " balas Rayanand
" Ish,, kasian Dika tau Bang, ntar kalau dia ada yang culik gimana ?" Kiana menimpali
"Yaudah kamu pulang gih sama dia " kata Raynand, Kiana memanyunkan bibirnya. Entah kenapa Abang dingin itu ingin sekali jika ia pulang bersama Dika. Padahal dia sudah membayangkan bagaimana bisa berdua dengan Raynand jika Raisha memilih untuk pulang bersama Dika.
" Yaudah sih Bang, kenapa nggak Raisha aja sih yang pulang bersama Dika,, Abang sama Kiana sama aja kan ?" keributan terjadi hanya karena siapa yang akan pulang bersama siapa
"Nggak boleh Dek, rumah teman kamu itu nggak searah dengan rumah kita,, kelamaan kalau harus nunggu " kata Raynand
" Tapi Dika takut pulang sendiri Bang " ucap Raisha. Karena saking lama memperdebatkan tentang Dika si pria gemulai yang takut pulang sendiri, akhirnya Raynand memutuskan untuk mengantar pulang Dika lebih dulu, tentu saja dengan menggunakan mobil masing-masing. Dika bersama Raisha di mobilnya, dan Raynand bersama Kiana di mobil milik Raynand.
Terpaksa ide konyol ini harus Raynand utarakan, sebab ia tak ingin terlalu berlama-lama memperdebatkan hal-hal yang tak penting.
Ketika di perjalanan, Kiana tak henti-hentinya mengoceh tentang hal apa saja. Bahkan ia sangat gencar mempertanyakan apa saja yang di kerjakan Raynand selama beberapa bulan ada disini. Dan tentu saja respon Raynand tak jauh -jauh dari kata Oh, Iya dan Hem.
Dan meski sudah mendapat respon seperti itu Kiana tak juga putus asa, ia tetap melancar kan aksinya untuk membuat Raynand nyaman berdua dengannya.
" Bang, suara Raisha bagus yah, dia sering jadi juara loh kalau ada perseni antar kelas waktu sekolah dulu " sebenarnya tak usah Kiana beri tahu pun Raynand sudah tahu, sebab ia sangat hapal perkembangan adik-adiknya. Namun apalah daya gadis berisik di samping nya itu tak ingin juga berhenti bersuara.
" Hem " respon nya
" Abang Inand pasti bisa nyanyi juga kan ? Kan Mamah Hani sama Papah Raja suaranya bagus, pasti nular dong ke anak-anak nya " ujar Kiana lagi
" Lumayan " balasnya singkat
" Bisa nggak Abang nanti buat aku ? " pinta Kiana dengan wajah berbinar
Raynand menautkan kedua alisnya " Hm'?" sungguh dia tak habis pikir kenapa ada gadis model seperti ini.
" Aku cuma mau denger suara Abang kok, dikit aja, boleh yah ?" sambung Kiana
Hufttt,, burung Beo ini, entah kapan bisa berhenti mengoceh .
Melihat tak ada jawaban dari Raynand Kiana berbalik melihat si Abang " Abang !" panggil terasa melengking di telinga Raynand
Raynand terkejut " Eh iya "
" Ish, di tanya kok ngelamun sih,, gimana mau nggak nyanyi buat aku ?" ujar Kiana lagi
" Mmmm nggak bisa " balasnya
Kiana cemberut kemudian bertanya " Kenapa?"
Raynand berpikir, kira-kira alasan apa yang cocok untuk menolak permintaan gadis konyol itu. " Yah,, karena ini sudah lewat tengah malam, nggak baik nyanyi malam-malam " jawabnya kemudian
" Hah? emang ada yang begitu ? " tanya Kiana bingung
" Ada "
" Berarti kalau siang boleh, yaudah nyanyi nya besok aja " kata Kiana tak putus asa
Raynand kembali berpikir keras untuk memberi alasan pada gadis itu " Besok kerja, dan aku sibuk, jadi nggak ada waktu " ujarnya
" Tapi kan - " Belum sempat melanjutkan kata-kata nya rupanya Dika sudah sampai di kediaman nya.
" Alhamdulillah, akhirnya " kata Raynand lega entah apa yang membuat pemuda itu lega. Dari arah sana Raisha berlari ke arah mobil sang Abang. Dan mereka semua melanjutkan perjalanan pulang setelah Dika mengucapkan banyak terimakasih.
Saat menuju perjalanan pulang ke rumah, mendadak suasan menjadi hening, tidak ada suara sedikitpun. Raynand melirik Raisha yang duduk di belakang dengan menggunakan kaca spion, rupanya gadis kesayangan nya itu telah tertidur pulas.
Dan ketika Raynand berbalik kesamping, rupanya ia juga menemukan gadis berisik di sampingnya itu ikut tertidur pulas. Pantas saja suasana di dalam mobil mendadak sepi.
" Pantas saja suasana mendadak horor, rupanya burung hantu ini juga sedang tidur " gumamnya. Sekali lagi Raynand melirik gadis berisik itu di sampingnya. Seulas senyum tipis tersematkan di wajah tampannya.
Beberapa menit kemudian, akhirnya mobil mereka tiba di pekarangan kompleks elit. Raynand terlebih dulu mengantar kan Kiana ke rumahnya. Namun saat sampai di depan rumah Kiana, rupanya gadis itu belum bangun juga. Melihat itu Raynand jadi bingung, bagaimana cara membangunkannya. Melihat Kiana yang terlihat lelap bahkan wajahnya begitu teduh di pandang mata, membuat Raynand tak tega, entah mengapa.
Akhirnya Raynand berinisiatif untuk membangunkan adiknya sendiri.
Raisha terbangun saat mendapat sedikit guncangan di lututnya. Raisha ini tipikal wanita yang kalau tidur tak banyak gerak, dan jika di Sentuh sedikit akan bangun, jadi tak susah jika ingin membangunkan nya.
" Udah sampai Bang ?" tanya Raisha, suaranya parau karena masih menahan kantuk
" Belum Dek, ini rumah Kiana, tapi Abang bingung bangunin teman kamu gimana , kamu bangunin gih " ucap nya
Hadaw, Raisha juga bingung harus membangunkan Kiana seperti apa l. Sebab, Kiana adalah kebalikan dari Raisha. Kiana tipikal orang yang kalau tidur banyak gerak, bahkan ia bisa menempati semua sisi di tempat tidur tanpa sadar, dan jika di bangun kan maka butuh terompet tahun baru. Itu juga untung kalau Kiana bangun.
" Ki,, bangun udah sampai nih " Raisha menggoyangkan lengan Kiana, namun tak ada respon. Dan itu di lakukan secara berulang-ulang.
" Ki, ayo dong bangun, entar Papi Andri marah nih " Kata Raisha lagi, kali ini ia mengguncangkan tubuh Kiana lebih keras, Namun sekali lagi tak ada respon dari Kiana.
Raynand bernafas panjang, selain berisik dan banyak tingkah ternyata gadis ini punya banyak kebiasaan buruk. pikirnya.
" Ini dia tidur apa latihan meninggal sih " Raynand jadi kesal
" Ish, Abang omongannya " Raisha mengomel
Raynand berdecak " terus kita gimana ini ?" katanya
" Yah, kita bawa kerumah aja lah Bang, lagian jam segini Mami Tia pasti udah tidur, enggak enak kalau di bangunin " saran Raisha
" Ntar kalau nih anak di cariin sama Mami Papi nya gimana ?"
" Nggak akan Bang,, mereka tahu kalau Kiana perginya sama aku, jadi udah pasti kalau telat pulang yah Kiana nginap sama aku " jelas Raisha
" Jadi di bawa pulang nih ? " Raisha mengangguk mantap
Raynand kembali melakukan mobilnya. Akhirnya ia memutuskan membawa gadis berisik itu pulang kerumahnya.
" Hadeh, biasanya yang di bawa pulang itu ole ole, bukan yang beginian " kata Raynand sambil menunjuk Kiana yang masih tertidur dengan pulas nya
" Anggap aja kita lagi bawa ole ole buat Mamah Bang " balas Raisha
" Ole ole apaan?" tanya Rayanand
" Ole ole calon mantu hihihi " Raisha cekikikan sendiri
Raynand memberi tatapan tajam ke adiknya lewat kaca spion " Hus,, jangan asal yah.. ucapan itu adalah do'a " katanya
" Aamiin ... "
" Raisha "
" Hehehehe "
_
Slow update yah
Mohon dukung Author dengan cara Like komen and vote 😊😊😊😊
Eh, aku liat pembacaku itu ratusan deh, tapi yang like kok nggak sampai 50🙄 itu sisanya yang banyak pada kemana?????
Eh besok Senin, tolong like dan vote nya yang kencang yah....
💪💪💪💪 Semngat Thor up ny
Selamat untuk kiana atas kehamilanya bahagia dengarnya, dan selamat untuk raynand yang sebentar lagi jadi papa muda dua anak 😊😊
yg Semngat ya Thor up ny. 💪💪💪🤭,jngan gantung2 Thor, jiwa ku meronta2 menantiny 🤭🤭🤭🤭😂🥰