NovelToon NovelToon
JODOH

JODOH

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Perjodohan / Nikahmuda / Tunangan Sejak Bayi / Tamat
Popularitas:1.3M
Nilai: 5
Nama Author: Myatra

Jodoh itu misteri, siapa yang akan menjadi jodoh kita kelak, tak seorang pun mengetahuinya.

Sejak masih belia, Rian dan Dina dijodohkan oleh kedua orang tua mereka yang berkawan baik.

Mereka tidak kuasa menolak perjodohan, hingga pernikahan pun terjadi dan membuat orang yang mereka cintai patah hati.

Maretha, mantan pacar Ryan, yang terpaksa harus menikah dengan calon suami kakaknya.

Serta Fardhan, yang setengah hati menerima pernikahan dengan wanita pilihan orang tuanya, berharap bisa segera move-on dari Dina.


Apakah Ryan jodoh sejati untuk Dina? Bagaimana dengan para mantan, Maretha dan Fardhan?

Akankah rumah tangga mereka bertahan atau berpisah menjadi keputusan akhir mereka?

Bagaimana dengan para mantan yang patah hati?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Myatra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pertengkaran Pertama

Ryan menarik nafas, lalu menghembuskannya perlahan. Tangannya yang tadi dikepal kuat, jari-jarinya mulai terurai. Dia hanya melihat, belum mengetahui apa yang terjadi. Setelah tenang dia menghampiri istrinya perlahan sambil mencuri dengar percakapan antara istri dan mantan pacarnya.

Ryan menghentikan langkahnya dengan jarak yang tidak terlalu jauh dari keberadaan Dina dan Fardhan.

"Plis, A.. jangan temui aku lagi. Aku wanita yang sudah bersuami."

"Apa kamu bahagia?"

"Tentu saja aku sangat bahagia, suamiku... laki-laki yang sangat baik." jawab Dina penuh penekanan.

"Syukurlah jika suamimu memperlakukanmu dengan sangat baik."

Setelah mengatakan itu, Fardhan berlalu meninggalkan Dina yang menunduk terpaku di tempatnya. Ryan tahu, Dina menunduk untuk menyembunyikan kesedihannya, menyembunyikan air matanya.

Dina tersentak kaget saat seseorang menarik tubuhnya, ke dalam pelukannya. Dina akan berteriak, namun suara yang dia kenal mengurungkannya.

"Kalau mau menangis, menangislah!"

Tinggi Dina yang hanya sebatas pundak Ryan, membuat Dina bisa leluasa bersandar di dada bidang suaminya. Tapi entah kenapa, kesedihan yang semula meraja di hati Dina, seolah hilang seketika. Air mata yang tadi sudah hampir tumpahpun, sirna entah kemana. Dina merasa nyaman berada dalam pelukan suaminya.

"Aku udah baikan, ka." Setelah berpelukan beberapa saat, Dina melepaskan diri dari dekapan suaminya.

Baik Ryan maupun Dina sebenarnya nyaman dengan posisi tersebut dan merasa kehilangan saat saling melepaskan diri. Tapi keberadaan mereka di tempat umum, tentu tak elok untuk dilihat.

"Pulang sekarang?"

"Sebentar lagi ya, aku lagi rekap barang yang baru dateng."

"Okey..."

Tanpa melepaskan tautan tangan, mereka berjalan menuju area pertokoan.

¤¤FH¤¤

Ryan duduk kursi kebesaran Dina yang berada di pojok, agar tidak mengganggu Dina dan karyawan-karyawannya yang sedang menghitung barang-barang yang baru datang. Dina menyuguhkan segelas kopi instan untuk suaminya.

Ryan memperhatikan, Dina yang cekatan dalam bekerja. Meskipun kedudukan, Dina sebagai owner tapi seolah tidak ada sekat antara atasan dan bawahan, meski begitu karyawan Dina tetap sopan dan respek kepada Dina.

Ryan melihat ke arah luar toko, Fardhan mantar pacar Dina lewat di depannya. Keduanya saling melempar pandang. Tiba-tiba, Ryan teringat pembicaraan yang tadi sempat dia dengar. Ada rasa yang membuncah kala mendengar, Dina memujinya. Mungkin, Dina memang belum mencintainya, tapi Ryan bersyukur, Dina menghormatinya sebagai suami.

Ryan bangkit dari duduknya, dia melihat deretan sandal dan sepatu yang di susun rapi di rak. satu rak sandal khusus wanita, rak berikutnya sepatu wanita dan rak ketiga sandal dan sepatu pria. Ada juga berbagai model tas wanita di dalam etalase kaca yang tertutup. Dan beberapa jaket kulit di tempatkan di dinding belakang.

Pekerjaan Dina sudah hampir selesai, dua orang karyawan Dina sudah mulai memasukan barang-barang yang di pajang di luar toko. Setelah selesai semua karyawan Dina langsung pulang, meninggalkan Dina dan Ryan.

"Kenapa senyum-senyum, ka?" pertanyaan Dina membuat Ryan sedikit tersentak, karena tidak tahu sejak kapan Dina berdiri di sampingnya.

"Ah, nggak apa-apa. Lihat barang-barang di sini, tetap ya fashion wanita mendominasi."

"Ada yang kakak butuhin di toko ini?"

"Nggak ada."

"Kakak suka jaket ini?" tanya Dina sambil menunjuk jaket kulit yang Ryan pegang. Spontan Ryan melepaskan jaket yang tak sadar dia pegang sejak tadi.

"Nggak ko. Tadi cuma lihat-lihat aja."

"Kalau yang itu bahannya biasa aja, yang ini bahannya lebih bagus, lebih halus, modelnya pun kalem." Dina menunjukan sebuah jaket yang memang terlihat lebih lux dibanding yang lainnya.

Ryan memegang jaket tersebut dan menganggukan kepala menyetujui penilaian istrinya. Dina sedikit berjinjit untuk mengambil jaket tersebut, melihat itu, Ryan membantu mengambilkannya.

"Cobain, kak! ukurannya pas nggak?"

Ryan ragu untuk menerimanya, "Nggak usah, simpen lagi aja."

"Cobain, ka!" Dina tetap keukeuh mengulurkan jaket kulit tersebut ke arah Ryan.

Ryan menyerah, menerima lalu mencoba jaket tersebut.

"Pas, ka." ujar Dina dengan mata berbinar sambil menepuk-nepuk pundak dan bagian dada Ryan.

"Jangan dilepas, pakai aja!" sambung Dina saat melihat Ryan hendak melepas jaketnya.

"Kakak kan suka naik motor, jaket kulit bagus untuk melindungi tubuh dari angin."

"Nggak usah, Din. Buat di jual aja, siapa tahu besok ada yang beli."

"Terima dong, ka. Ini hadiah aku untuk kak Ryan."

"Tapi ini pasti harganya mahal, Din."

"Hadiah itu jangan dilihat dari nominalnya, tapi keikhlasannya." Dina berkata dengan tersenyum manis.

"Itu kalau harganya murah, ini kan mahal, Dina..." Ryan melihat senyum Dina yang memperlihatkan lesung pipi sebelahnya, tanpa sadar Ryan mencubit pipi Dina saking gemasnya.

Setelah berdebat ringan, akhirnya Dina yang menang dan Ryan tetap memakai jaket kulit tersebut.

"Wanita memang selalu benar..."

Dina tertawa mendengar perkataan suaminya.

"Makasi, ya. Hadiah ini berharga dan berarti sekali buat aku." Ryan mengelus kepala Dina yang tertutup kerudung berwarna biru langit.

Perlakuan Ryan tersebut membuat Dina mematung dan ada rasa aneh dihatinya seperti menggelitik.

"Jaket kulit itu lebih awet dan tahan ĺama, semoga pernikahan kita juga seperti itu," ucap Dina dengan tatapan memaku mata Ryan.

"Aamiin..." jawab Ryan penuh keyakinan.

"Yuk pulang, sebentar lagi maghrib. Karyawan kamu juga semuanya udah pulang.

Dina menganggukan kepala, mengambil tasnya lalu keluar dari toko, Ryan membantu Dina menarik sliding door lalu menguncinya. Saat berjalan menuju parkiran, Ryan menarik telapak tangan Dina untuk dia genggam.

Tanpa keduanya sadari, sepasang mata menyaksikan kemesraan Ryan kepada Dina dengan tatapan luka.

¤¤FH¤¤

"Din, boleh nanya sesuatu?"

Ryan duduk di samping Dina yang sedang menonton televisi.

"Eh.. bo.. boleh, ka..."

Meskipun hubungan keduanya sudah semakin dekat, tapi Dina belum siap menunaikan kewajiban malamnya sebagai seorang istri. Karena itu, Dina menghindar kembali dengan alasan menonton sinetron kesukaannya.

"Tadi.. di depan mushola kalau boleh tahu, kenapa?"

Ryan memang sudah mencuri dengar, tapi dia ingin menguji kejujuran istrinya.

Dina terdiam sejenak, sedikit ragu apakah harus mengatakan sebenarnya atau menyimpannya saja.

"Hhmmm... tadi a Fardhan nyegat aku pas habis shalat ashar. Dia ngajak ngobrol, namun aku nggak nanggepin."

"Bukan sengaja ketemuan?"

Dina menatap Ryan tak suka, pertanyaan Ryan seolah menuduh Dina berselingkuh.

"Kakak nuduh aku selingkuh dengan a Fardhan?" nada suara Dina sedikit meninggi.

"Eh, bukan gitu maksud aku..."

"Semenjak kalimat ijab kakak ucapkan, aku langsung memblokir dan menghapus nomor a Fardhan. Aku bukan kakak yang masih asik chatingan dan teleponan walaupun sudah menikah.

Meski rasa cinta belum hadir di hati aku, tapi tak pernah sedikitpun, aku berpikir untuk berbuat curang dalam pernikahan ini." Dina memotong perkataan Ryan.

Setelah mengatakan itu, Dina langsung bangkit, meninggalkan Ryan, masuk ke kamar dan menguncinya dari dalam. Ada sesak dan amarah di dadanya.

Tanpa, Dina memeriksa ponsel Ryan, melihat ekspresi Ryan jika menerima pesan dan menjauh jika menerima telepon, Dina tahu jika chat dan telepon itu dari pacarnya Ryan.

Ryan kaget mendengar penuturan Dina, ditambah Dina yang meninggalkannya. Dia menyusul Dina, namun kalah cepat. Saat Ryan hendak membuka pintu kamarnya, Dina sudah menguncinya dari dalam.

"Aaaah, kenapa jadi begini. Bukan ini yang aku inginkan." Ryan mengusap kasar wajahnya.

**BERSAMBUNG

Aduuuh, manten baru udah berantem aja.

Selesai baca, jangan lupa dukungannya, like, vote dan komen juga biar semakin semangat update.

Selamat membaca**.

1
Ajwan Syah
Luar biasa
Adiba Shakila Atmarini
nah gtu.jdi suami hrus tegas.jngn lmbek hnya krna mlihat air mta buaya..
Adiba Shakila Atmarini
aamiin yra..
Sarah Yuniani
hindari yang haram ...segerakan yang halal
Sarah Yuniani
Ryan Dina lah pemeran utama .. sulit suiiit
Sarah Yuniani
nah sayang ajalah , daripada luph , Aneh 😅
Sarah Yuniani
luph kok aneh gitu ya
Faris Fahmi
kalo mahdaf syafi'i bersentuhan suami istri itu batal wudhu'
dan adzan maupun iqomah hanya dilakukan laki2
Tamirah
ceritanya menarik kita tunggu apa alur cerita nya kenceng aja atau berliku liku
Sarah Yuniani
asik ya , santai bawaannya .. nggak yang mewah mewah an ...
Sarah Yuniani
cinta itu buta
Sarah Yuniani
meskipun sudah sah .. kalo bersentuhan tetap wudhu lagi ..
Mamah Kekey
Alhamdulillah akhirnya... di terima
Mamah Kekey
semoga ta aruf nya terlaksana.... gemes nih yg baca Thor....
Mamah Kekey
semoga di ijabah doa nya lewat jalur langit teh..
Mamah Kekey
gitu dong..cinta gak bertepuk sebelah tangan ✋😂🤭
Mamah Kekey
grecep vaza aku suka lelaki harus jentelmen 😂
Mamah Kekey
fardan mau melakukan segala cara untuk kesembuhan putrinya...wah bahaya nih..
Mamah Kekey
ending yang bagus... ceritanya mengalir Tampa ada tipo satset...
Mamah Kekey
orang tuanya gak berjodoh ..mungkin anak,,mereka yg berjodoh...😂
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!