"Aku bukan dalang dari kematian orang tuamu"
Diasuh oleh kedua orang tua orang lain sejak kecil karena kematian orang tuanya, namun anak dari orang tua asuhnya mencintainya sehingga mereka menjadi sepasang kekasih, hubungannya mereka sempurna karena mendapatkan restu dari orang tuanya.
Namun, hal buruk menimpa keluarganya, tiba-tiba seseorang datang ke rumahnya dan membunuh kedua orang tuanya, dan mengatakan kalau ini adalah Siska, salah satu anak angkatnya.
Hal ini membuat Devan (anak kandungnya +kekasih Siska sendiri) menjadi membencinya, sudah berulang kali Siska katakan bulan dia pelakunya namun Devan tak pernah percaya.
Penuh misteri, apakah kebenarannya akan terungkap, siapakah pembunuh yang sebenarnya?
Akankah Devan terlambat?
Mampukah Siska tetap bertahan di sisi Devan?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon naaaaaaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Biarkan saja
Biarkan saja
"Biarkan saja wanita ini disini bi!"
"aku takut Devan akan mengamuk ketika ia bangun nanti,sebab dia sendiri yang menyuruhku untuk memesan wanita bayaran agar menemaninya di rumah" Reyhan menjelaskan pada bibi.
"tapi tuan......"
"sudahlah bi, saya merasa sangat lelah sebaiknya saya pulang" Reyhan beranjak pergi meninggalkan rumah Devan .
"jadi,aku akan tidur disini titik"
"sudahlah pergi saja sana, sungguh menjengkelkan jika kalian melarang ku untuk tinggal disini" wanita itu menggertak pada bibi dan Anton.
Anton yang mendengar penjelasan dari Reyhan bahwa itu adalah atas perintah tuannya maka dirinya sendiri tentu tidak bisa menolaknya.
dengan bahasa isyarat Anton menyuruh bibi segera keluar kamar Devan.
Bibi yang menanggapi itu lalu keluar dari kamar Devan.
"maafkan kami nona" kata Anton dan langsung keluar menyusul bibi.
"cih...... meresahkan saja mereka"
"Hay......baby kamu terlalu banyak minum ya?"
"apa tenagamu sudah habis baby?"
"aku akan menemanimu tidur disini" wanita itu berkata sambil membuka satu persatu kancing kemeja yang Devan kenakan.
"aku takut kau marah saat aku melakukan lebih"
"tapi setidaknya biarkan aku tidur nyenyak dengan dada bidangmu ini baby....."
"huh ......rasanya sangat gerah saat berada di samping mu"
wanita itu membuka bajunya dan hanya menyisakan tanktop mini yang terlihat begitu sexy.
...lalu dia tertidur pulas dengan memeluk Devan....
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...sementara itu di luar....................
"Bagaimana ini Anton ?"
"Bagaimana jika nona Siska mengetahuinya?"
"Keadaannya baru saja membaik tapi kenapa tuan muda harus membawa wanita murahan itu kesini?"
"aku tidak bisa membayangkan betapa hancurnya hati nona Siska jika dia mengetahuinya" bibi benar-benar merasa khawatir tentang semua hal yang hari ini terjadi dan hal yang mungkin lebih buruk lagi.
"aku mengerti perasaan mu"
"tapi, kita tidak bisa melawan tuan muda"
"kita tidak harus mengusir wanita itu,benar kata tuan Reyhan tuan muda bisa marah nanti"
"tapi kita usahakan nona Siska tidak mengetahui hal ini"
"besok masaklah pagi-pagi lalu segera antarkan
makanan ke kamar nona"
"berusahalah agar nona tidak keluar kamarnya agar dia tidak mengetahui apa yang kini sedang terjadi di luar" Anton mencoba menenangkan bibi yang sebenarnya dirinya pun sangat gelisah tapi apa boleh buat.
ia hanya bisa berusaha mencegah Siska agar tidak tau apa yang terjadi.
bibi yang mendengarkan penjelasan dari pak Anton hanya menganggukkan kepalanya.
dia tau ini tidak mudah, tapi ini adalah satu-satunya jalan yang kini bisa ia lalui .
hati bibi seperti ingin hancur saat melihat Devan membawa wanita lain, dirinya tidak bisa membayangkan jika Siska mengetahuinya.
setelah berbincang-bincang mereka kembali melanjutkan kerja mereka masing-masing.
"bi antarkan dulu makanan ke kamar nona Siska"
"ingat berikan obatnya"
"baiklah pak" lalu bibi segera pergi ke kamar Siska.
"tok. ...tok........tok........"
bibi mengetuk pintu kamar Siska.
"masuklah pintunya tidak dikunci"
setelah mendengar itu, bibi langsung masuk
"non......makan dulu" kata bibi sambil menyodorkan makanan.
"bi.....apa Devan sudah pulang?"
"aku ingin bertemu dengannya bi.... sebentar saja"
mendengar itu bibi sangat terkejut dia tidak bisa membiarkan Siska menemui Devan
apalagi dalam keadaan Devan sekarang ini.
"nona.......tuan sudah pulang"
"tapi, kelihatannya tuan muda sangat kelelahan"
"sebaiknya kita tidak menemuinya sekarang"
bibi membuat Siska agar tidak bertemu dengan Devan.
"baiklah....aku mengerti" jujur saja Siska merasa sangat kecewa.
setelah selesai makan dan minum obat Siska langsung tidur sementara bibi pergi keluar.