Rianna, yang sudah memasuki semester akhir sekolah. Yang tidak percaya akan sebuah cinta. dapatkah dia jatuh cinta, dan mempercayai akan sebuah cinta..
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ranti Afriani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
eps 12
' Ungkapkan lah rasa cinta yang selama ini kau pendam, jangan takut aku bersamamu.. '
Mori kembali lagi ke tempat mereka tadi siang, tapi Rianna tidak ada. Dia mencari di sekeliling pun tidak ada.
" Hahh.. kelinci bodoh kemana dia pergi. " Gumam. Mori sambil terus berlari .
" Akhirnya aku menemukan mu.. " ucap Mori lega, sambil menarik napas.
Rianna yang terlihat sedang menangis, Rianna yang terduduk di pasir sambil memeluk kedua kakinya..
Gadis itu terus menangis tanpa henti..
" Kamu mencari ku.. pasti kamu mau mengejek lagi dan bilang aku bodoh kan. " Ucap Rianna matanya nya bengkak, suaranya parau.
Tiba-tiba saja Mori memeluk Rianna.
" Kelinci bodoh, kemana saja kamu, jangan buatku khawatir. Kamu gak perlu takut aku ada di sini... Ayo kita pulang.. "
Rianna yang membatu, pelukan Mori begitu hangat dan lembut.
Setelah Rianna tenang, merekapun kembali ke villa. Sedangkan Dina dan yang lain terus mencari Rianna akhirnya mereka berpapasan di jalan.
" Rianna kemana saja kamu aku khawatir.. " ucap Dina sambil memeluk ku..
" Maaf.. " kita kembali ke villa bersama, aku masih bingung, takut.
Sesampainya di villa aku langsung mengurung diri di kamar.
Aku mengingat-ingat kembali apa yang terjadi sungguh memalukan, Aku tau, dia tadi cuma menenangkan aku tapi di peluk cowok bagaimana mungkin aku gak mikirin itu..
Bagaimana aku harus menjelaskan kepada Dina, dan nanti kalau bertemu dengan Mori aku harus apa?!.
Di sisi lain Dina kebingungan dengan sikap Mori maupun Rianna, begitu aneh.
" Duhhh... Ada apa si dengan mereka padahal aku khawatir tapi gak ada yang beri tahu aku ada apa.? Ucap Dina kesal.
" Udah-udah yank kamu jangan marah-marah malu sama yang lain kita tunggu situasi nya tenang dulu. Baru kita tanya. " Ujar Bayu menenangkan Dina sambil menyuruh Dina buat balik ke kamar.
Suasana malam ini begitu hening, tidak ada tawa atau kegembiraan. Rencana mereka gagal buat bersenang-senang sebelum ujian.
Akhirnya semua memutuskan buat pulang ke rumah.
Sesampai di taman dekat rumah Rianna, gadis itu tampak murung tidak ada keceriaan dia selesai pamit langsung pergi.
" Mor.. di apain si anak orang?. " Ucap Dina kesal..
" Apasih.. " ucap mori ketus sambil melihat keluar jendela..
" Udah-udah jangan ribut. kalian selesaiin masalah ini dengan kepala dingin. Walaupun kakak gak tau masalah nya seharusnya kalian bisa selesaiin masalahnya. " Ucap Rudi.
Sesampainya di rumah Mori langsung berbaring di kasur mengingat kembali kejadian semalam.
" Apa yang ku pikirkan si. Kenapa aku bisa menyukai kelinci bodoh itu, awalnya cuma niat isengin dia lama-lama aku malah suka padanya, ya seharusnya aku gak terlalu berharap dapat belasan, apa lagi soal perasaan bodoh. "
Di sisi lain Rianna yang mengurung diri di kamar, jantungnya terus berdebar saat mengingat ucapan Mori. Sampai membuat pipi gadis itu memerah jantungnya berdebar-debar.
" Ahh.. apa yang harus aku lakukan, nanti kalau ketemu di sekolah bagaimana. Aku harus jawab apa.? " Gumam Rianna yang terus guling-guling di kasur.
*****
' cinta apakah membuat kita berbunga-bunga, apakah akan terus bahagia, atau ada kesedihan di dalamnya.?! '
ato lanjut seasen 2 nya gt?
aukaes trs tuk karya2nya thor 💕💕💕💕
sukses...semangat