NovelToon NovelToon
Precious Cry

Precious Cry

Status: tamat
Genre:Romantis / Contest / Patahhati / Poligami / Tamat
Popularitas:256.1k
Nilai: 5
Nama Author: fatmass

Judul sebelumnya 'Sahabatku, Duri Pernikahanku'

Apa wanita ditakdirkan untuk menangis? Apa wanita tidak memiliki kebahagiaan?

Wanita ingin merasa bahagia. Baik istri pertama atau kedua.

Hal apakah yang harus ditangisi oleh wanita? Hal apa yang istimewa?

inilah kisah
Air mata berharga.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon fatmass, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

part 12

"Apa yang kalian lakukan!!" Teriak Lidya menutup matanya.

Dhani dan Santi pun gelagapan dan segera memunguti pakaian mereka. Lidya hanya menggelengkan kepalanya melihat kelakuan adiknya dan Santi.

"Kakak kenapa balik lagi?" Tanya Dhani yang sudah selesai dengan urusan memakai bajunya.

"Kakak itu mau ngambil dompet di kamar! Tapi kalian membuat mata ku ternoda!" Pekik Lidya.

Santi pun hanya tersenyum menunduk. Sedangkan Dhani hanya menggarukkan kepalanya yang tidak gatal.

"Apa kalian mau Bella tau? ha?" Geram Lidya menggelengkan kepalanya.

"Aku tidak mau!" Sahut Dhani dengan tegas.

"Lalu kenapa kalian melakukannya disini. Astaga kalian benar benar" Ujar Lidya memijat keningnya.

Santi pun hanya terkekeh kecil dan akhirnya kembali ke kamarnya.

Dan sekarang hanya tersisa Dhani dan Lidya.

"Kamu harus ceraikan Bella setelah Bella melahirkan!" Celetuk Lidya tiba tiba.

Dhani yang mendengarkan melototkan matanya.

Dirinya masih mencintai Bella dan mendengar perceraian? tentu Dhani tidak mau.

"Aku itu mencintai Bella!" Kesal Dhani.

"Apa kau akan meninggalkan Santi begitu setelah yang kalian lakukan?"Geram Santi yang melihat kekerasan kepala adiknya itu.

"Aku hanya menganggap Santi pelampiasan nafsuku kak!" Ujar Dhani tanpa berdosa.

"Kakak kan tau aku memiliki--"

"Kau bener bener jahat Dhan," Celetuk Lidya yang meninggalkan Dhani.

...••••••••••••...

Bella pun mengerjapkan matanya setelah bangun dari tidurnya. Menatap sekeliling dan terlihatlah Dhani yang tengah menatap dirinya. Bella pun juga menatap Dhani dengan senyumannya.

"Sudah bangun sayang?" Tanya Dhani yang langsung mencium kening Bella.

"Sudah mas!" Seru Bella dengan suara khas bangun tidurnya.

"Ayo makan siang!" Pinta Dhani dan membantu Bella untuk menuju ke ruang makan.

Bella pun hanya menurut dengan semua permintaan Dhani.

Entah mengapa dirinya sangat senang dengan Dhani yang memperhatikannya dan calon anaknya.

Di meja makan sudah terdapat Santi dan berbagai macam makanan.

Namun tatapan Bella menatap Santi dan Dhani bergantian.

"Kenapa kalian siang gini keramas?" Selidik Bella saat melihat rambut Dhani dan juga Santi sama sama basah.

Dhani dan Santi pun hanya menanggapi dengan senyuman.

Bella yang melihatnya semakin dibuat heran.

"Enggak papa sayang! Tadi memang aku sama Santi sempat kotor saat membuatkan makanan untukmu." Jelas Dhani.

Bella pun hanya menanggapi dengan kata oh. Namun disaat ia akan duduk tiba tiba sesuatu yang aneh menyeruak di hidungnya.

"Bau apa ini dan ini cairan apa?" Tanya Bella saat melihat sesuatu yang lengket di tempat kursinya.

Dhani sempat melototkan matanya begitu juga dengan Santi namun setelah itu mereka kembali bersifat biasa.

"Mana sih sayang?" Tanya Dhani.

"Itu loh Mas!" Kesal Bella menunjuk ke tempat duduknya.

"Kayaknya ini--"

"San, kamu tolong bersihkan ya!" Pinta Dhani tiba tiba memotong perkataan Bella dan mulai duduk di kursi makannya.

'Aku ini mikir apa sih. Mungkin ini efek kehamilan!' Ujar Bella di dalam hatinya.

Mereka pun melanjutkan makan siangnya tanpa kendala dan memulai aktivitas mereka seperti biasa. Dhani yang meliburkan diri, memilih mengerjakan pekerjaannya di rumah.

Sedangkan Santi dan Bella bercengkerama satu sama lain di ruang keluarga. Sesekali dirinya bermain hal konyol dengan Santi.

Mereka bertiga menjalani kehidupan seolah olah tidak ada masalah yang menimpanya. Dhani dan Santi menutupi semua kedok mereka dengan sangat mulus tanpa kecurigaan sedikit pun.

Sifat Bella yang polos dan baik hati membuat Dhani dan Santi semakin mudah memperdaya Bella.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

😘😘😘

1
🍒나는 천사🍒
jadi jalang kok bangga🙄
🍒나는 천사🍒
kok jdi aq yg darting yak🤭
Reisa Adi Widya
rubah ktm ular
Theresia Gwatt
apa yg lo tanam itu yg lo tuai .
Theresia Gwatt
dlm hidup gk perlu2 amat punya sahabat,krn itu adalah bumerang bagimu yg memuja persahabatan sebab sahabat itu msh manusia yg penuh iri hati ,suatu hari nanti sahabat mu itu akan jd musuh dlm selimut percaya lah.
Theresia Gwatt
bunuh aja pelacur itu beres dor tembak kepala nya.
Purnama Sari
lanjot lah
viraxcy
dhani bego banget sih membuang berlian cuma karena sampah plastik doang,nyesel lu...
viraxcy
gilaa mengsedih sekali kamu bella,yang suami nya bego yang ipar nya jahat,si sahabat nya muna...haiss
viraxcy
benar ya,diawal semanis madu kalo udah lama pahit,hambar,jadi satu...
viraxcy
gila nyesek oi dikhianatin sahabat sendiri...
sun flower
ohhh oohhh ternyata ini kisah mama bela,shanti,papa dhani dan daddy mahardika....
Gechabella
mirip ama yg sevelh
Nur Ain
Rasakan lidya
Nur Ain
Jantan x guna nih
LAVENDER🙄🙄
semGat walaupun indosiR
Halimah Chaniago Auteugh
niatnya mau baca marathon jga ksah maknya ricko, eh liat part gantung ga jdii lahh
nnti klo udh nymbung lgii
coba ke avan dlu brgkali udh bnyak up nya
Halimah Chaniago Auteugh
klo aku nemu bgtuu,, udh tak tnggal pergi ajj,, dan bawa anak pergi tanpa spengetahuan merekaa
Yunia Afida
bukan muhrim manin yosor aja
Yunia Afida
mahardika sudah jatuh cintani
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!