NovelToon NovelToon
Cahaya Malaikat Dan Polisi Tampan

Cahaya Malaikat Dan Polisi Tampan

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Cintamanis / Perjodohan
Popularitas:620.8k
Nilai: 4.6
Nama Author: tanuwawa

Sebuah Pertemuan begitu singkat dengan seorang Putri kecil dan Seorang Pria
Membuat kehidupannya berubah drastis...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon tanuwawa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kamu Pulang Nak

Selesai Mengurus perampokan Rendi dan yang lainnya langsung pulang. Rendi pulang ke rumah bunda, rasa rindu ingin bertemu Amira dan juga Bundanya. Rendi menggunakan motor melajukan motornya ke rumah bunda, sampai lah Rendi di rumah bunda lalu memencet bel, keluar lah mang Asep.

"Oh Den Rendi, sudah pulang ayo masuk den !" membuka kan pagar

"Iya mang, memarkirkan motornya lalu turun dari motor.

" Bunda Ada di rumah mang ? " tanya Rendi.

" Ada den Didalam lagi sama neng Amira, ucap mang Asep.

" Ya sudah saya masuk dulu ya mang, menepuk bahu mang Asep

"Assalamualaikum Bunda," Rendi mencari keberadaan bunda.

" Eh den Rendi, udah lama nggak lihat den Rendi, bundanya den Rendi ada lagi main sama neng Amira, Ucap mi Abi

" Eh bi Ami iya Bi, baru aja ini 1 bulan yang lalu Rendi kesini ! Masa udah lama aja, biasanya Rendi nggak pernah kesini lagi bi, setelah 5 tahun ucap Rendi sambil tersenyum.

" Iya, iya den, bibi rasa sudah lama, oh ya Mau dibuatin minum apa den ? tanya bi Ami menawari.

" Apa aja bi yang penting dingin, saya mau temuin bunda dulu" Ucap Rendi pergi setelah menerima anggukan dari BI Ami.

Rendi melihat bunda sedang kesusahan menenangkan Amira sambil mencoba menelepon seseorang.

" Assalamualaikum Bunda, Rendi pulang ! ucap Rendi lalu salim dan juga mencium kening bunda.

" Rendi ? bunda mungkin terkejut mengapa rendi ada disini tak mengabarinya dulu,biasanya rensi selalu mengabari jika akan mengunjungi nya.

Rendi pun langsung memeluk bunda dan bunda membalas pelukanku, Rendielihat Amira yang sedang menangis langsung menggendongnya.

" Amira kenapa kau menangis?, sambil menghapus air matanya, uh ponakan om cep cep cep jangan nangis lagi yah, Amira mengeratkan pelukannya pada Rendi.

"amila ingin ketemu aunty, huahahaa tangisnya pecah lagi"

"Aunty ? ucap Rendi heran sambil melirik bunda. Bunda pun langsung menjawab dengan anggukan

" Iya bunda sudah cerita padamu bukan? ,dia dekat sekali dengan Amira "sambil duduk di sofa Rendi yang mengendong Amira pun mengikuti bunda duduk Disana.

"Oh, Yah bunda, jadi aunty yang itu ? memang nya di belum menemui mu lagi? tanya Rendi menatap Amira tapi Oma yang menjawab.

" Iya, mungkin dia sibuk bekerja, dari tadi bunda telepon tapi tak ada jawaban , kemarin dia bilang akan datang saat jam makan siang. tapi sampai sekarang belum datang bunda jadi khawatir tak biasanya dia seperti ini Temannya juga tak bisa bunda hubungi dua-duanya".

" Oh ya, Kamu Libur na ?biasanya tidak bukan"?, ( iya ini hari Senin biasanya Rendi sibuk di lapangan )

" Hm, tidak sebenarnya bunda ! Aku sudah 1 Minggu berada disini ! ", menundukkan kepalanya lalu melihat bunda berdecak.

" Cek kamu disini 1 Minggu dan tak menemui bunda dan Amira ! Jawab bunda sebal melihat anaknya yang baru mengunjungi nya hanya 1 kali dan itu pun sehari sudah langsung pulang lagi. Amira sudah tertidur di pangkuan Rendi karena kelelahan menangis.

" Tunggu sebentar bunda " membawa Amira ke box bayi berukuran besar. Rendi mencium kening Amira lalu menutup kelembu agar tak ada nyamuk masuk.

Rendi duduk didekat bunda, " bunda aku dipindah Tugaskan disini bersama Doni dan Saiful. Saat kami tiba langsung disuguhkan kasus penangkapan bandar Narkoba. kasus nya baru beres sekarang jadi aku bisa menemui bunda"

" Oh jadi kau akan tinggal disini bersama bunda dan Amira ?" tanya bunda dengan girang

" Tentu saja bunda " kataku

Saat Rendi akan menceritakan kejadian perampokan tadi pada bunda dan juga mendengar suara yang sama persis bunda kirim kan waktu itu, tiba tiba telepon masuk di hp bunda,lalu bunda mengangkat nya.

"Halo walaikumsalam" jawab bunda

" baiklah bunda akan ikut bersamamu, kamu tunggu di rumah Oma akan menjemputmu dan kita pergi bersama " ucap Oma ditelepon.

Tatapan Rendi mengatakan siapa ? mengapa dipanggil oma ? dan mau pergi kemana bunda ? Bunda tahu ekspresi putranya langsung mengatakan.

" Bunda harus pergi menengok teman bunda di rumah sakit kamu bisa jaga Amira kan" ? hanya sebentar saja" ucap bunda

" Iya bunda aku bisa mengurus Amira bunda pergi saja " menyuruh bunda pergi karena Rendi bisa mengurus Amira.

" Baiklah bunda pergi " Rendi pun mencium tangan bunda nya lalu bunda pergi.

Rendi duduk di sofa sambil bersandar mengingat kejadian tadi saat Alia pingsan.

Pingsannya Kamu Buat Aku Cemas

"Darah ? darah Siapa ini ?" tanya Rendi sambil melihat sekeliling tiba tiba Rendi melihat darah menetes dari baju perempuan itu, ( mungkin dia terluka saat menghalangi penjahat itu, atau mungkin dia terkena pisau ini saat Perampok itu ke arah kita dan dia mulai menghalangi Rendi dengan tubuhnya dan tadi juga saat dia lepas lagi langsung dikejar rekan kami keadaan menjadi kacau balau dan Rendi dan Yang lainnya juga sama tak melihat bahwa Alia terluka, apalagi dia tak menunjuk kan kesakitan sama sekali. tiba-tiba kulihat wajahnya pucat dan berkeringat, brug dia pingsan Rendi langsung menangkap nya lalu menggendongnya diikuti Dina dan rekan Rendi keluar.

" Ambulance, tolong-tolong ,bawa dia. beberapa perawat langsung mengambil bangkar lalu Rendi memindahkannya. Rendi memandang wajah Alia saat akan di masukan kedalam ambulan, saat akan ikut Masuk seseorang menghentikan Rendi.

"Bang, kita harus pergi sekarang biar dia diurus Tia sama Doni saja " Ucap Saiful

"Baiklah ayo kita pergi, Tolong ya Tia !

Dan jaga temanmu ! ke Teh Dina berbicara.

" Siap Dan " ucap Tia, Dina hanya mengangguk.

Rendi begitu cemas melihat Alia pingsan perempuan asing yang baru dia temui di situasi seperti ini, tapi seperti telah mengenalnya akhir-akhir ini, Walau cemas Rendi bisa mengendalikan ekspresi wajah nya dengan datar dan cool.

" Baiklah pergilah " menyuruh perawat laki-laki itu pergi dan disusul masuk Tia dan Dina lalu Saiful dan Rendi menutup pintu ambulance dengan dikawal Doni didepannya.

Menatap kepergian Alia yang berada di Ambulance.

"Ayo bang, kita tinggal serahkan ke kantor", ucap Saiful melihat tatapan Rendi dari tadi.

" Ayo, berjalan ke arah timnya ,Rendi mengucapkan terimakasih Atas keberhasilan bersama dengan kerja keras mereka dalam penangkapan Perampokan besar ini.

Setelah selesai Rendi menelepon Doni bertanya tentang perempuan itu, dan menyuruh Doni untuk membayar rumah sakitnya. Nanti uangnya akan dibayar oleh Rendi.

Kepulangan Rendi

Terlihat Rendi sedang bermain dengan Amira setelah dibujuk bahwa dia akan bertemu dengan aunty jika tidak rewel lagi.

" sekarang bermain dengan om dulu nanti aunty akan datang " Ucap Rendi, Rendi belum tahu nama aunty yang disebut Amira jadi Rendi bilang saja sebutan nya seperti sebutan Amira padanya. Aunty ucap Rendi

Amira pun menurut dan sekarang sedang main bola dihalaman. Amira begitu pintar walau usianya 2 tahun 3 bulan " Anak yang mengemaskan " katanya dengan senyum mengembang dari Rendi

"assalamualaikum", bunda pulang sambil masuk bunda mendekati Rendi dan Amira.

" Aduh cucu Oma udah nggak rewel lagi ? ", sambil membelai kepalanya disusul Rendi mencium tangan bunda.

" Gimana Bunda temannya baik baik saja " , tanya Rendi

" Alhamdulillah dia hanya perlu istirahat, bunda salut padanya dengan mata berbinar ". lalu bunda tiba-tiba berhenti mengatakannya melihat aku menatap aneh.

" syukurlah kalau begitu Bunda " Rendi tidak mau tahu urusan bunda dengan teman nya.

" Amira sayang, sambil mengendong nya lalu membawa nya duduk. Besok kita akan menengok Aunty, aunty nya sakit jadi dia tak bisa kesini ! menerangkan pada Amira mengapa aunty nya tidak kunjung datang.

" jadi aunty cakit, ku pikiy aunty pegi" dengan wajah sedihnya

" nggak sayang, aunty nya sakit " ucap Bunda

" aku ingin ke cana " sambil memeluk kaki Rendi, lalu Rendi mengendong nya lalu menatap bunda.

" sayang aunty nya sedang istirahat sekarang, jadi bisa nya besok, dokternya bilang anak kecil boleh nya besok kesana nya biar nanti bisa main sama aunty lagi boleh kan besok aja ? Sekarang bermain sama om Rendi dulu ya, sudah lama tak bertemu om mu kan ? memberi pengertian

" ia Oma " ucap Amira,

"anak ini pintar dan cepat mengerti " ucap Oma dalam hati sambil mengelus kepala Amira.

"jadi Amira sama Oma besok akan pergi ke aunty kau senang ?" menatap Amira disusul anggukan si kecil.

" Ia aku cenang " dengan mata berbinar

" Jadi kau sekarang bisa tidur bersama ku ?, tuan putri kau sudah mengantuk kan ? melihatnya beberapa kali Amira menguap " Ajak Rendi

Oma hanya melihat interaksi mereka dan tersenyum

" ia om ayo tidul " memeluk Rendi

" Bunda aku akan meniduri Amira, Bunda istirahat saja pasti bunda lelah bukan. Titah Rendi

" Baiklah bunda istirahat dulu, kau juga istirahat lah setelah Amira tidur kau juga terlihat kelelahan" ucap Bunda.

" Baiklah bunda " mereka pun pergi ke kamar masing-masing.

Setelah Amira tidur, Rendi pergi ke balkon sambil melihat ke langit

" Mba, putri mu begitu mengemaskan dia semakin tumbuh besar dan sangat pintar saat diberi pengertian"

" Semoga kau dan suamimu bahagia melihatnya Disana "

Lalu Rendi merebahkan diri di kasur besarnya menanti esok pagi.

**Keluarga adalah sesuatu yang kita miliki

Yang begitu sangat penting keberadaannya dan begitu berharga**

Tempat dimana kita kembali dan berkeluh kesah

Tempat Cinta dan Kasih Sayang Berada.

~ T. A. G ~

1
Aris Hartutik
semangat Thor nulisnya ..... ditunggu up nya
Yus Ys
asik...suka dng tokoh alia, tapi kenapa tdk sampai selesai ceritanya, biar bacanya semakin asik....semangat kk👍👍👍🥰🥰🥰🤩🤩🤩
Lia Rompas
lanjut dong thorrrr
Lia Rompas
lanjut
Athy Chayank
Lanjut thor...
Jumadin Adin
amira itu anak siapa ya
Kanza Nia
lanjut
Suriza Za
cepat update ,tak sabar nk tahu seterusnya........
Lisahin Karlina
lanjuy
Ansifa: permisi kak izin promote.
Mampir yu ke karya baru ku.

* Cinta Sang Danton

Terimakasih🤗
total 1 replies
Kuntyo Wantari Dewi
lanjoott thorr
Ansifa: permisi kak izin promote.
Mampir yu ke karya baru ku.

* Cinta Sang Danton

Terimakasih🤗
total 1 replies
Kuntyo Wantari Dewi
cocuit sekali.... mau Alia... jgn tolak lamaran babang Rendi
Siti Kholisoh
lanjut
Ansifa: permisi kak izin promote.
Mampir yu ke karya baru ku.

* Cinta Sang Danton

Terimakasih🤗
total 1 replies
Tini Agustini
kapan lanjutnya thor udah lama nich pengen baca klanjutan kisah nya yg bikin seru.
cepet ya lanjutnya
Ansifa: permisi kak izin promote.
Mampir yu ke karya baru ku.

* Cinta Sang Danton

Terimakasih🤗
total 1 replies
Sri Astuti Caem
lanjutt thooor...
Ansifa: permisi kak izin promote.
Mampir yu ke karya baru ku.

* Cinta Sang Danton

Terimakasih🤗
total 1 replies
Nenni Yanti
msns lanjutan ceritany
Nenni Yanti
next thor
Mdy
ayo, dilanjut dong thor
Ansifa: permisi kak izin promote.
Mampir yu ke karya baru ku.

* Cinta Sang Danton

Terimakasih🤗
total 1 replies
Elizabeth Zulfa
sbnrnya lmyan bgus critanya tp bingung bacanya...la tanda baca untuk mngawali & mngakhiri percakapan g sesuai/ kadang nyampur sama kata narasi.. jdi pmbacanya msti pinter mngira2 ini msih ikut dlm klimat prckapan/ dah g msuk..

🙏🙏ya...saran aja tlg dirapiin lagi tulisannya... aq jg tau klo nulis novel, cerpen dll itu susah tp kn sayang bnget karyamu klo dah bagus2 tp kurang peminatnya cuma krna tulisannya kurang rapi...semangaaaatt terus buat brkarya..
Sri Hartaty
lanjut
Nartyana Gunawan
ceritanya panjang dan bertele tele
Ansifa: permisi kak izin promote.
Mampir yu ke karya baru ku.

* Cinta Sang Danton

Terimakasih🤗
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!