mata yang indah dan memancarkan daya tarik...
aku pun akan tertarik dengan cara mu memandang ku.
bukan perihal kau itu di agung kan, bukan pula karena kau di sanjung.
aku jatuh hati tepat pada pandangan pertama di antara pertemuan 2 mata yang indah.
mungkim, menurut mu pernikahan kita di lakukan karena perjodohan,
kau salah,
karena memang sudah takdirnya Tuhan kita mengikat aku dan kau dalam satu ikatan halal bernama kan pernikahan.
M. Faris Azam
** **
aku tahu,
mungkin memang begini lah takdir memberiku jalan terbaik. di balik senyum yang penuh dengan nada nyaring menyenangkan gendang telinga orang lain, ada tangis dan pilu tertahan dalam batin.
tertahan karena memang begitu lah aku melakukan nya.
aku pergi,
jangan cari aku lagi.
karena kebahagiaan mu bukan ada pada diriku lagi....
Amirah Jilan Fakhira
** **
Hai iiii,
ini cerita yang akan saya buat. tema nya mungkin sedikit sama dengan orang lain diluar...perjodohan.
namun, semoga dengan membaca novel ini ada banyak kisah dan pelajaran yang bisa di Terima readers semua,,,
so there,.... stay tune❤
salam hangat
Ismi hana rizky
@ismirizky9898
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hana 9898, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
don't tell
11.
Amira bingung dengan azam yang terduduk di lantai,
“siapa kau?” Tanya azam sedikit kasar
“saya….” Belum selesai menjawab, sensor motoric kakek azam berbunyi, membuat 2 orang tadi tiba tiba tidak focus dengan hal pribadi mereka, hanya focus pada kakek yang mulai menggerakkan tangan nya
Amira tidak membuang waktu, kemudian memanggil pihak dokter atau perawat untuk memeriksa kakek nya azam
“apakah kakek sadar?” Tanya amira pada dokter lelaki yang tadi ada di dekat nya
“akan saya periksa dulu, silahkan nona dan azam keluar sebentar. Nanti saya panggil lagi, kalau pasien sudah stabil” ucap si dokter sambil memeriksa kakek azam,
Azam dan amira keluar dari sana,,,
Amira yang menggunakan mukena sontak malu karena berbusana seperti itu,ingin melepas mukena, tetapi rasanya janggal ada azam disana
“hei, tadi siapa namamu?” Tanya azam tiba tiba, seperti menginterogasi
“hemmm, sepertinya anda mengenal saya dengan pasti” jawab amira menutup mulut nya dengan mukena, tanpa mengedarkan pandangan kea rah azam
“tidak usah banyak basa basi, tahukah anda letak sopan santun ketika berbicara dengan orang lain? Tatap saya lalu jawab pertanyaan nya” jelas azam berdiri dengan sok, memasukkan tangan nya kedalam kantong secara otomatis, dan memutar bahu nya sedikit
“huft…saya amira…” jelas amira singkat, tidak peduli dengan permintaan azam yang harus menatap nya ketika berbicara
“dimana mana, bos itu emang galak ya? Aku galak nggak ya ke karyawan?” batin amira berpikir
“amira? Desainer ruangan ku?” Tanya azam menatap amira lebih dekat,
Amira yang merasa sedikit geli dengan perbuatan azam, menjauh beberapa langkah
“maaf pak azam, saya di luar pekerjaan jadi tidak harus formal dengan anda.” Jelas amira terus menutup muka nya, takut kalau muka nya itu terlihat oleh azam, bisa bahaya…
“ehmmm, ya. Jadi, bagaimana kamu bisa membawa kakek saya kesini?” Tanya azam sesuai permintaan amira,,,kamu
“tadi kakek anda, terjatuh dari kursi roda ketika saya melewati jalanan. Tidak tahu pasti nya karena apa, tapi ketika saya berusaha membantu kakek anda duduk di kursi roda, dia sudah hamper hilang kesadaran, tidak ada orang jadinya saya bawa kesini saja” jelas amira menunduk
“tidak perlu menunduk, saya tidak memakan orang” jelas azam, amira hanya menunduk dan menganguk
“terima kasih. Kakek tidak suka di awasi, tidak suka tinggal di rumah mewah. Tinggal hanya dengan saya dan seorang pembantu. Mungkin bibi sudah pergi dari sana, sehingga tidak bisa melihat kakek” jelas azam
“maksud anda adalah, kakek anda tipe orang yang kurang suka bersosial? Emmm, bercengkerama dengan banyak orang?” Tanya amira menaikkan wajah nya
“seperti itu lah. Mungkin kalau dia tahu, seorang wanita menyelamatkan nya, dia mungkin sedikit syok. Dia seperti fobia dnegan perempuan, tidak suka, benci dan sejenisnya” tambah azam
“ehmmm, seperti fobia wanita, dan fobia keramaian?” Tanya amira lebih jelas
“tepat sekali. Dia tidak suka banyak orang di sekeliling nya, jadinya sulit bagi saya untuk mengawasi.” Tambah azam,
Dokter yang tadi memeriksa kakek azam keluar, kemudian menjelaskan keadaan dari kakek nya azam. Lelaki tua itu sudah lebih dari baik saat ini
“zam, lebih baik jangan beritahu pak zikra kalau perempuan ini menyelamat kan nya” gumam si dokter
“aku tahu paman, tidak perlu memberitahu” jawab azam
“butuh berapa lama untuk kakek istirahat disini?” Tanya azam
“mungkin 1 minggu” jelas si dokter
“hemmm, paman rawat kakek… azam punya banyak sekali pekerjaan.” Jelas azam membuat dokter itu hanya mengangguk
“ngomong ngomong, perempuan itu mengenalmu, pun kau juga… apakah kalian?” Tanya dokter itu bertanya kea rah sebuah hubungan lelaki dan wanita
“tidak, kami hanya sebatas hubungan pemberi dan penerima tender. Tidak lebih, bahkan hubungan itu sudah selesai” jelas azam
“ah… begitu. Tapi ada sesuatu yang baru kali ini paman lihat dari kamu zam…” ucap dokter itu
“kau tidak kasar dengan perempuan itu…” jelas dokter itu kecil, sedang amira baru saja keluar dari kamar mandi, memakai jilbab dan berusaha menutup wajah nya, agar tidak di ketahui orang orang,,,
“penampilan nya berbeda” batin si dokter, membuat sebuah pernyataan baru dalam batin nya
“akan kah azam dengan wanita ini?” senyum nya membuat azam sedikit menautkan alis
“tidak ada yang lucu” jawab si dokter kemudian izin pamit
“apakah kakek anda sudah siuman?” Tanya amira mendekati
“belum. Mungkin besok pagi… mau pulang?” Tanya azam menatap amira dengan sebuah tas kecil tergantung di bahu nya
“ya… saya harus menyelesaikan banyak tugas. Saya menunggu kedatangan anda untuk mengganti kan saya tadi, jadi mungkin saat ini saya sudah bisa kembali” jawab amira tersenyum,,, tampak dari mata nya yang menyipit
“oh,,, kalau begitu mari saya antarkan” jelas azam
“tidak usah pak azam, saya membawa mobil sendiri. Tidak perlu repot repot” tolak amira
“yasudah, saya antar sampai depan rumah sakit saja, tanda ucapan terima kasih saya” ucap azam
Amira hendak menolak, namun karena tatapan azam yang seolah olah
“saya tidak menerima penolakan!” membuat amira hanya bisa pasrah
“terima kasih sebelum nya” jawab amira kemudian berjalan mendahului azam
Azam mengikuti gerak amira dari belakang. Baju berwarna navie list coklat susu menambah kesan artistic dari pakaian amira,,,
Azam suka perpaduan warna nya,
Dan mungkin saja akan suka dengan amira
**
**
**
Salam hangat
Ismi hana rizky
tetap semangat berkarya buat author..
semoga amira sembuh dan semua berakhir bahagia 💖💖💖