NovelToon NovelToon
Exs Mr.Playboy

Exs Mr.Playboy

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintamanis / Patahhati / Perjodohan / Nikahmuda / Duda / Tamat
Popularitas:8.1M
Nilai: 5
Nama Author: Vey Vii

Di sarankan membaca "SANG PENGANTIN BAYARAN" lebih dulu, karena semua tokoh berkaitan erat dalam novel tersebut.

Alexavier Bancroft, menjadi duda di usianya yang masih muda. Istrinya, Melanie Rendra, meninggal satu hari setelah melahirkan bayi perempuan cantik secara prematur yang di beri nama, Sunny Chalondra Bancrof.

Berbagai tekanan dari keluarga mertuanya membuat Alex berusaha move on dari masa lalunya, namun sulit bagi dia untuk kembali membuka hati pada wanita manapun yang ia temui.

Keluarga Rendra, menjodohkan Alex dengan keponakan mereka bernama Felicia, namun hati Alex berkata lain, ia tertarik pada wanita yang menjadi pengasuh putrinya, Nora Arabella.

Akankah Alex bisa bertahan dengan hatinya untuk memilih Nora, atau memilih untuk mundur dan menerima perjodohan itu dengan rela?

---
WARNING 21+

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Vey Vii, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Zoo (part II)

Empat anak-anak yang baru pertama kali datang melihat langsung hewan-hewan liar secara langsung, mereka tampak sangat antusias hingga membuat Hayley, Aaron dan Alex kebingungan menjawab berbagai pertanyaan yang mereka lontarkan.

"Sini dulu, Uncle bawa es krim nih, lupa," ujar Alex sambil menggiring anak-anak itu duduk di kursi taman dekat kandang jerapah.

"Udah cair, Uncle." Nick bersuara.

"Uncle lupa, sih," sela Danish.

"Maaf, ya."

"Tapi masih enak kok," ucap Danial.

Danish dan Danial terlahir identik, keduanya memiliki warna rambut, mata, dan semua ciri fisik yang sama, hampir sulit membedakan keduanya jika tidak sering bertemu langsung.

Hanya saja, Danial memiliki tanda lahir di dadanya, sebuah tanda kemerahan timbul yang awalnya Hayley kira suatu penyakit, namun dokter bilang itu adalah tanda lahir normal yang dalam dunia kedokteran sering di sebut Strawberry Hemangioma.

Hemangioma adalah pertumbuhan pembuluh darah kecil yang tampak kemerahan dan menonjol pada permukaan kulit, penampakannya mirip seperti buah strawberry. Tanda lahir itu bisa ada di area mana saja, biasanya tumbuh pesat selama 6 bulan pertama kelahiran.

Awalnya, Hayley tampak terkejut dan khawatir jika itu akan membahayakan Danial, namun dokter meyakinkan bahwa tanda lahir itu tidak sakit dan tidak memiliki efek buruk pada yang memiliki. Lambat laun, tanda lahir itu akan semakin mengecil dan tidak semerah saat masih bayi.

Setelah anak-anak selesai menghabiskan es krim, mereka semua melanjutkan berkeliling untuk melihat-lihat hewan air. Sebuah aquarium raksasa terlpmpang di depan mata, memperlihatkan berbagai jenis ikan yang berenang santai di dalamnya.

Sunny tampak sangat senang dan terus mempertanyakan nama ikan yang ia lihat pada Alex.

"Daddy nggak tau yang ini namanya apa, Sayang. Daddy lupa," ujar Alex saat Sunny bertanya tentang nama ikan berwarna biru dengan garis-garis kemerahan.

Meski tampak kecewa, Sunny melanjutkan untuk melihat-lihat sambil bergandengan tangan dengan Nick.

"Lupa apa emang nggak tau?" goda Hayley, Alex hanya melirik kesal.

"Mana Aaron?" tanya Alex.

"Sama Danish, Danial."

"Kembar kelihatan lebih dekat sama Aaron daripada Nick, ya."

"Nggak juga. Nick pun sama, Alex. Hanya saja, Nick merasa adik-adiknya lebih butuh papanya, jadi Nick mengalah sewaktu Danish dan Danial berebut minta gendong minta peluk. Nick biasanya lebih suka bersama papanya kalau adik-adiknya sibuk sendiri," jelas Hayley.

"Oh ...." Alex mengangguk paham.

"Bagaimana rencanamu mencari pengasuh?" tanya Hayley, mereka berjalan pelan di belakang anak-anaknya yang sibuk menunjuk satu persatu ikan yang mereka lihat.

"Lah itu yang mau aku tanyakan. Apa kamu punya rekomendasi?"

"Aku nggak yakin. Banyak berita-berita di televisi ada anak yang diam-diam di siksa sama pengasuhnya pas orang tuanya nggak di rumah. Ngeri," ucap Hayley. "Meski nggak semua pengasuh itu nggak bertanggung jawab, tapi buat anak nggak bisa coba-coba, Alex."

"Itu yang aku takutkan. Aku harus bisa dapat pengasuh secepatnya, minggu depan, Sunny sudah pindah ke rumah."

"Kok mendadak?" tanya Hayley terkejut.

"Kamu tau, lah. Dia segalanya bagiku, aku nggak bisa jauh sama dia, dan Sunny juga baru sakit, aku janji kalau pesta ulangtahunnya nanti diadakan di rumah," jelas Alex.

Sejenak, Hayley berpikir. Dia sendiri tidak bisa mempercayai siapapun untuk menjadi pengasuh Sunny. Semua pekerja di rumahnya adalah pekerja lama, jika meminta salah satu dari mereka untuk bekerja pada Alex, belum tentu kemampuan mereka merawat anak seahli dalam merawat rumah.

"Bagaimana, Hay?" tanya Alex, membuyarkan lamunan Hayley.

"Kamu apa nggak punya teman, kenalan, atau yang menurutmu bisa di percaya, gitu?" tanya Hayley. "Lebih bagus kalau cari pengasuh yang sudah kita kenal, paling nggak sedikit banyak kita tau karakter orang tersebut."

"Semenjak Sunny lahir, aku membatasi diri dari orang luar, Hay. Kamu tau."

"Hmm, Mungkin ada teman lama?" tanya Hayley lagi.

"Nanti aku pikirkan lagi," ujar Alex.

"Bagaimana kalau gadis tadi, siapa tadi namanya?"

"Nora," jawab Alex singkat.

"Dia kelihatannya baik, sopan, bisa di percaya. Kamu bisa coba pekerjakan dia beberapa bulan sebagai uji coba," ujar Hayley memberi saran. "Bukankah sebelumnya juga kalian saling kenal?"

"Hmm, dia memang baik. Sama sekali nggak merepotkan meskipun dulu aku salah sampai membuatnya masuk rumah sakit." Alex berpikir.

"Bagus. Bisa jadi kandidat. Kalau kamu ragu, pasang CCTV di semua area rumahmu untuk mengawasinya, jangan lengah."

Alex menghela nafas panjang, benar memang apa yang Hayley katakan. Kenapa dia tidak terpikirkan hal itu. Sejak pertama kali mengenal Nora, Alex merasa dia gadis lugu dan baik, bahkan Nora pernah mencarinya hanya untuk berterimakasih, dan meskipun Alex salah, Nora tidak meminta macam-macam untuk bertanggung jawab atas insiden itu.

"Daddy, haus." Sunny menggoyang-goyangkan lengan Alex yang melamun.

"Hah? apa, Sayang?" tanya Alex.

"Haus," ulang Sunny.

"Ini, Mama Ilh bawa minum air," ucap Hayley sambil menyodorkan sebotol air mineral. "Ayo, duduk sini."

Hayley duduk dan membiarkan Sunny di pangkuannya.

"Ah, anak cantik. Haus sekali, ya?" tanya Hayley. "Mana kakak Nick?"

"Kakak sama kembar tadi lihat lumba-lumba sama papa Aaron," jawab Sunny.

"Kenapa nggak ikut?"

"Sunny maunya sama Daddy."

"Oke, kita lihat lumba-lumba," ucap Alex bersemangat, ia langsung menurunkan Sunny dari pangkuan Hayley dan menggandeng gadis kecil itu menuju area pertunjukan lumba-lumba.

🖤🖤🖤

Setelah menghabiskan waktu sampai seharian, mereka akhirnya memutuskan untuk mengakhiri sesi liburannya di jam 4 sore, tapi sebelum itu, Aaron mengajak semuanya untuk mampir membeli camilan.

Alex dan Aaron memilih duduk di dekat kasir sambil mengawasi 3 anak laki-laki yang masih ingin mencari makanan kesukaan mereka.

Hayley membeli banyak sekali makanan ringan untuk ketiga buah hatinya, ia juga memilih satu plastik besar khusus untuk Sunny.

"Wah, banyak sekali, Ma," ucap Sunny senang.

"Ini sebagai permintaan maaf mama Ily, karena sewaktu Sunny sakit, mama nggak bisa jenguk," ucap Hayley. Sebenarnya bukan karena hal itu, melainkan karena Hayley tidak mengetahui bahwa Sunny sakit, ia sempat marah karena Alex tidak memberi kabar, namun Alex beralasan bahwa itu akan membuat Aaron repot.

"Wah, terimakasih banyak, Ma." Sunny memeluk Hayley dan mencium pipi kanan wanita tiga anak itu

"Ulangtahun nanti, Sunny mau hadiah apa dari mama Ily?" tanya Hayley, ia membuka bungkus coklat dan menyuapkannya pada Sunny selagi anak-anaknya sendiri sibuk memilih jajan.

"Kata daddy, hadiah terbaik adalah doa," jawab Sunny polos.

"Mama Ily selalu berdoa buat Sunny, tiap hari."

"Wah, Sunny juga setiap hari berdoa buat mommy."

"Bagus, anak pintar," puji Hayley.

Sunny begitu senang duduk bersama Hayley dan selalu mendapatkan perlakuan khusus dari wanita itu, Sunny memang tidak pernah merasa di beda-bedakan meskipun ia bukan benar-benar anak Hayley, namun masih ada satu hal yang kurang di hatinya.

"Mama Ily," ucap Sunny.

"Ya, Cantik?" Hayley menoleh menatap Sunny, sebelumnya matanya sibuk mengawasi Danish dan Danial yang saling berkejaran.

"Apa benar surga itu di bawah telapak kaki ibu?" tanya Sunny, wajahnya nampak serius.

"Hmm, benar. Kenapa tanya begitu?" tanya Hayley.

"Apa artinya Sunny nggak punya surga? kan Sunny nggak punya ibu."

Sepersekian detik, lidah Hayley kelu. Ada perasaan yang tidak mampu ia jelaskan, ia tidak mampu berkata-kata. Menyakitkan sekali mendengar anak sekecil Sunny berpikir sejauh itu.

🖤🖤🖤

1
ZrLee Darman
🤣🤣🤣🤣🤣
ZrLee Darman
oh ya Allah Nora sebegitu polos nya kamu...ngakakkk 🤣🤣🤣🤣
ZrLee Darman
berasap ga' tuh 🤣
ZrLee Darman
ingat ily brownis jgn gosong ya
Mutia
Aku bingung disini nama ibu Felicia Nerisa atau Anindita, apa aku yg salah
Irma Dwi
kog foto aq dipajang di situ sih Thor
Irma Dwi
😭
Irma Dwi
visual nya kog cakep2 sih
Irma Dwi
🥰
Irma Dwi
part pertama sudah mengandung bawang
Lismardiana
Biasa
🌺Ulie
keren.. konfliknya tidak terlalu berat, sukses buat outhor dan jangan lupa katya2 barunya.. apresi banget tanpa batas ya buat penulis dan tetap semangat
Sri Wahyuni
Luar biasa
Fitria Astutik
👍
Gita mujiati
Luar biasa
Gita mujiati
Lumayan
安呢
Luar biasa
Juleha. Siti
jodohny alex si nora y thor
Puspita Sari
ternyata emaknya Aroon si Samantha anak yg dipungut juga tapi di ceritanya Aron hayley sombongnya ga ketulungan wkwkwjj
Puspita Sari
abis haid lsg gempur gmn ga lsg jadi kan dlm masa subur itu udh gtu digempurnya ber ronde ronde/Facepalm/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!