Bastiano arkana pemuda humoris yang memiliki IQ yang sangat tinggi.
Dengan IQ yang tinggi dengan mudahnya memanipulasi dirinya yang sebetulnya adalah seorang psyco yang sangat mengerikan dan menjadi inti dari mafia TIGER WHITE yang hanya diketuai oleh sahabatnya sendiri.
Tanpa sengaja bertemu dengan seorang gadis yang cuek dan ketus dan anehnya bastian menyukainya dari pandangan pertama
Bagaimana kisah cinta mereka? akankah bastian diterima oleh sang gadis dan perjalanan cinta mereka semulus jalan tol?
Baca DOKTER CANTIK ISTRI KETUA MAFIA biar nyambung ! karena ini aku ambil cerita dari episode ke 111 kisah itu. . .
Happy reading
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon nona manies, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
part 12
Bastian berjalan ke dalam mansion Tiger White dengan wajah datarnya, beberapa anak buah yang berpapasan dengan bastian membungkuk dan menyapa bastian, tapi tidak ada satupun yang dijawab.
"tuan bastian kenapa ya? tumben sekali kita sapa tidak mau membalas" ucap salah satu anggota TW.
"jangan ikut campur! lo tau sendiri kan betapa mengerikannya tuan Bastian? bahkan dia lebih brutal dari tuan Arsen, mau kehilangan kepala lo hah?" temannya mengingatkan.
Secara sepontan pria tambun tersebut memegang lehernya dan berwajah pias "ya nggak lah"
"ya sudah diam!".
**
Bastian berjalan kelantai dua keruang komputer untuk bekerja, disana ada salah satu orang kepercayaan Arsen, Arlen.
Arlen berdiri dan membungkuk "siang tuan"
"hmm" jawabnya malas lalu duduk didepan komputer sebelah Arlen, dia mulai mengerjakan pekerjaan nya.
"Tuan kelompok Angel of Death yang dipimpin Gerry semakin gencar memprovokasi aliansi kita" Arlen memberikan laporannya.
"hancurkan segera! kita harus membasmi dan menghancurkan serangga kecil itu sebelum dia berhasil memperkuat kelompoknya!"
"baik"
"cih malaikat maut cap terasi " bastian mencibir kelompok mafian Angel of Death yang berarti malaikat maut.
"mau kemana lo?" tanya bastian saat melihat Arlen hendak keluar dari sana.
"saya mau membuat coffee apa tuan mau?"
"boleh"
Arlen mengangguk dan hendak pergi tapi dia urungkan saat bastian memekik.
"tunggu!"
"iya? ada apa lagi tuan?"
"sekalian ambilkan camilan, kripik kentang tiga bungkus" mengangkat jarinya sesuai jumlah keripik yang dia mau,mode ngelunjaknya on.
"itu empat tuan" ucap arlen saat melihat Bastian mengangkat empat jarinya.
"hahaha kelebihan satu" menekuk satu jarinya, Arlen geleng kepala lalu terkekeh geli ,dan pergi mengambil pesanan Bastian.
"tuan Bastian memang selalu lucu" batin Arlen sambil berjalan menuju dapur, setelah membut dua coffe dan mengambil keripik pesanan Bastian Arlen membawanya kedalam ruang Komputer.
"silahkan tuan"
"ma acih" mengedipkan sebelah matanya sambil tersenyum genit kearah Arlen.
"ya Tuhan , saya masih normal tuan" Arlen bergidik geli.
"hahaha gue juga masih normal kali, masih suka kue apem dari pada terong kecil elo" jawabnya sambil tertawa.
Arlen berwajah masam saat bastian menghina terongnya, "dari mana dia tahu kecil? padahal dia tidak pernah melihatnya. " gerutu arlen dalam hati
Sambil mengerjakan pekerjaannya Bastian dan Arlen sesekali mengobrol sambil menikmati coffee dan camilan.
Bastian mengangkat pergelangan tangannya dan melihat jam tangan mewah yang bertengger disana "sudah waktunya makan siang" gumamnya.
"Tama sedang apa ya dikantor?" karena penasaran bastian menghack CCTV ruang kerja Tama, haya beberapa menit layar komputer yang ada dihadapan bastian langsung menampilkan suasana ruang kerja Tama, lalu dia terkejut dan terbelalak.
Arlen yang masih memeperhatikan bastian pun ikut terbelalak dan menyemburkan coffe yang baru saja dia minum "buaaah" dan sialnya mengenai wajah tampan Bastian.
"gila lo ya! jigong elo kena muka tamvan gue!" pekik bastian marah.
"maaf maaf tuan, sungguh saya tidak sengaja tuan karena tadi saya terkejut" meraih tisu dan mengelap wajah bastian.
Bastian kembali menatap layar komputer dan berdecak sebal melihat sahabatnya sedang asik bercumbu didalam ruang kerja bersama salah satu pacarnya mungkin, dia mematikan layar komputer tersebut dan mendesah kesal sambil memijit pelipisnya melihat kelakuan sahabatnya yang terlalu liar dan bebas itu, dan dengan tidak tahu dirinya membuat scandal didalam kantornya sendiri.
"sialan mata gue ternoda!!" geram bastian sambil memasukkan keripik kentang kedalam mulutnya, lalu menoleh kearah Arlen yang masih duduk diam disamping nya.
plak bastian memukul tengkuk arlen "aw" lamunannya buyar saat dia merasa tengkuk nya sakit, lalu menoleh kesamping menampilkan wajah tampan bastian yang sedang menyeringai.
"lo lagi ngebayangin kan?" tuduh bastian, arlen gelagapan dan menggeleng.
"ti tidak" elaknya dan membuang muka, walau bagaimanapun dia pria normal yang akan berfikir yang tidak tidak saat melihat hal hal yang berbau kemesuman.
"hahaha jangan bohong!"
"tidak! sungguh tuan"
" wajah lo sampai merah tadi saat melihat video barusan" bastian masih saja memojokan arlen.
"em tuan saya permisi ketoilet sebentar" melarikan diri dari situasi memalukan tersebut.
"hahhaha" bastian tertawa sangat keras melihat arlen ngibrit kabur dari sana.
Arlen adalah salah satu orang kepercayaan Tiger white, selain ilmu bela dirinya yang hebat dia juga sangat menguasai berbagai senjata, seperti senjata api panah dan pedang. Dia masih muda berusia 25 tahun, lima tahun dibawah Bastian dkk berkat kemampuannya itu dia berhasil menjadikan dirinya orang penting di organisasi tersebut.
tp ad kelanjutanny kan thoor