Bela Yunita seorang gadis cantik yang memiliki sebuah kekurangan yang bisa dia sembunyikan dengan baik. Bela kini sebatang kara karena orang tuanya telah meninggal dunia dalam sebuah kecelakaan.
Genova Abraham pemuda kaya yang belum mampu untuk menjalan kan bisnis orang tuanya. Dia hanya berkeliaran tanpa tujuan.
Hingga suatu hari dia bertemu dengan Bela yang memiliki kemampuan bela diri. Genova terpukau dengan Bela yang hanya seorang gadis biasa namun memiliki kemampuan yang luar biasa.
Bagaimanakah kelanjutan ceritanya?
Perjalanan cinta Genova dan Bela akan segera di mulai.
Selamat Membaca 😊😊😊🙏🙏🙏
Terima kasih banyak🙏🙏🙏😊😊😊
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon diyah nur arroyan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 12
"Sayang aku pergi dulu ya sebentar. kamu istirahat dulu di sini ya?" Ucap Genova pada Bela yang masih tertidur karena obat bius.
Genova berjalan keluar dari ruang inap Bela dan menuju ke ruangan dokter yang menangani Bela tadi.
tok tok tok
Genova mengetuk pintu ruangan Dokter.
"Silahkan duduk pak Genova" Ucap dokter mempersilahkan Genova duduk
"Terima kasih dok" Ucap Genova.
"Begini pak Genova. Apa anda sudah tau bahwa ibu Bela kini masih memiliki sakit Depresi ?" Tanya Dokter
"Iya saya baru tau tadi pagi dok. Karena melihat obat yang selalu dia bawa. Saya kira itu hanya Vitamin. Ternyata itu obat penenang" Ucap Genova
"Karena anda sudah tau jadi saya hanya menghimbau kepada anda. Untuk saat ini jangan tinggalkan ibu Bela sendirian dulu. Selalu awasi ibu Bela untuk meminum obat nya. Saya mengira ibu Bela sudah lama tidak meminum obat nya. Maka jadi lah ibu Bela tidak bisa mengontrol emosinya seperti ini"
"Baik dok saya akan mengikuti penjelasan dokter. Terima kasih banyak Dok" Ucap Genova
"Maaf dok pasien kamar 301 vip mengamuk lagi" Ucap susuter
Mendengar ucapan suster. Dokter dan Genova berlari menuju kamar Bela. Genova tampak sangat khawatir mendengar ucapan suster tadi.
Dokter dan Genova masuk ke dalam ruangan Bela. Bela menangis histeris dan menjambaki rambut nya. Bela juga sudah melepas paksa jarum infus yang ada di tangan nya.
Genova sangat sakit melihat Bela yang seperti ini. Genova ingin menghampiri Bela namun di larang oleh dokter.
Terlihat 4 suster sekaligus yang kini sedang memegangi Bela. Dokter menyuntikkan obat penenang pada Bela. Tak berselang lama Bela tenang dan mulai tertidur kembali.
Untuk jaga jaga Dokter mengikat tangan Bela agar tidak menyakiti dirinya lagi. Namun Genova menolak nya. Dia bertekat akan menjaga dan menemani Bela dan tidak akan meninggalkan Bela.
Setelah dokter dan suster pergi dari ruang inap Bela. Genova menghampiri Bela dan duduk di kursi samping ranjang Bela. Genova memandang wajah Bela yang terdapat bekas cakaran dari tangan nya sendiri.
Genova mengusap bekas cakaran itu.
"Apa ini sakit sayng?" Tanya Genova.
Dita dan Felix baru kembali ke ruangan Bela. Dita melihat ruangan Bela sedikit berantakan. Dita menghampiri Genova dan bertanya tentang keadaan Bela.
"Bagai mana keadaan Bela ?" Tanya Dita
"Dia tadi habis mengamuk lagi. Dia baru saja di beri obat penenang lagi oleh dokter" Jawab Genova
"Tenang lah dia pasti bisa melewati ini semua" Ucap Felix dan menepuk bahu Genova
"Fe dan elo Dit tolong ke kantor ya. Ijinin Bela sama tolong bilang ke papah gue kalau gue belum bisa menepati janji gue"Ucap Genova
"Baik pak" Jawab Dita
"Ok kita pergi dulu ya" Pamit Felix
Genova hanya mengangguk lalu mengusap lembut rambut Bela.
Malam hari di rumah sakit. Bela baru tersadar dari tidur panjang nya. Bela mulai menangis lirih dia mengingat kejadia waktu itu. Genova yang tertidur di sofa mendengar tangisan Bela pun terbangun dan menghampiri Bela.
"Bela kamu kenapa?" Tanya Genova.
Bela tidak menjawab pertanyaan Genova dia masih saja menangis. Genova lebih mendekat ke arah Bela lalu memeluk Bela penuh kasih sayang.
"Bela apa kamu ingat saat kita di apartemen ku. Waktu itu aku juga sama frustasinya seperti kamu. Apa kamu masih ingat dulu kamu juga pernah menyuruh ku menangis?" Ucap Genova.
"Sekarang giliran aku yang berkata seperti itu ke kamu" Imbuh Genova lagi
"Menangis lah jika kamu ingin menangis. Luapkan semua rasa sesak yang kamu simpan selama ini. Jangan pernah menyakiti dirimu sendiri" Ucap Genova
Mendengar ucapan Genova Bela kini membalas pelukan dari Genova dan mulai menangis.
"Iya menangis lah. Menangis lah yang keras tumpahkan kesedihan kamu. Jangan pernah kamu pendam lagi kesedihan kamu" Ucap Genova.
Pak Abraham yang tadi datang melihat semua yang di lakukan oleh Genova. Pak Abraham tidak menyangka kalau Bela yang selalu ceria dan bersemangat ternyata sangat rapuh dan butuh perlindungan.
Pak Abraham juga tidak mengetahui sebelum nya kalau Genova juga pernah dalam masa masa terpuruk karena kepergian sang mamah.
Tanpa pak Abraham sadari dia mulai menangis melihat apa yang dia lihat saat ini. Pak Abraham tidak jadi masuk tapi dia lebih memilih duduk di ruang tunggu di depan ruangan Bela.
Tak lama Dita menghampiri pak Abraham.
"Kenapa tidak masuk pak?" Tanya Dita
"Oh Dita. Iya ini saya tadi habis menerima telfon jadi belum sempat masuk ke dalam" Ucap pak Abraham berbohong ke Dita
"Oh begitu. Mari pak masuk" Ucap Dita mempersilahkan pak Abraham masuk
tok tok tok
Dita mengetuk pintu kamar inap Bela. Dita membuka pintu lalu masuk bersama pak Abraham.
"Papah" Ucap Genova
"Bagai mana keadaan Bela?" Tanya pak Abraham
"Sudah lebih baik pah" Ucap Genova
"Kamu temani Bela saja dulu. Tidak usah memikirkan kantor dulu. Tapi bukan berarti kamu tidak mau meneruskan perusahaan papah. Setelah Bela sembuh kamu harus kembali ke kantor" Ucap papah Abraham
"Baik pah terima kasih" Ucap Genova
Pak Abraham menepuk bahu Genova.
"Papah pulang dulu. Kamu jaga kesehatan kamu" Ucap pak Abraham
"Baik pah" Jawab Genova
Pak Abraham kembali menepuk bahu Genova lalu keluar dari ruang inap Bela.
"Pak Genova saya ijin pulang dulu" Pamit Dita
"Kalau di luar kantor panggil Ge saja Dit.Saya nggak enak dengar nya" Ucap Genova
"Baik pak. Eh maaf maksud saya Ge " Ucap Dita gelagapan.
"Makasih ya Dit sudah mau menemani saya menjaga Bela"Ucap Genova
"Bela sahabat saya jadi sudah menjadi kewajiban saya untuk menjaga Bela" Ucap Dita
"Saya permisi Ge" Ucap Dita dan di angguki oleh Genova.
Saat Dita keluar dari ruangan inap Bela. Bela terbangun dari tidur nya dan melihat Genova yang sedang memandangi diri nya.
"Apa kamu mau makan?" Tanya Genova yang tersenyum ke arah Bela. Bela hanya mengangguk.
Genova mengambil makanan lalu menyuapi Bela. Bela menerima setiap suapan dari Genova. Genova tersenyum melihat Bela yang kini sudah lebih baik dan lebih sering tersenyum.
Setelah selesai makan Genova memberikan obat ke Bela.
"Minum dulu" Ucap Genova
Bela meminum obat yang di berikan Genova pada dirinya.
"Makasih ya Ge kamu sudah mau menemaniku" Ucap Bela
"Aku kan pacar kamu. Jadi sudah jadi kewajiban ku dong buat menjaga kamu" Ucap Genova tersenyum ke Bela
"Soal itu apa aku boleh berbicara serius ke kamu?" Tanya Bela yang sedikit takut. Dia takut kalau Ucapan nya akan menyakiti Genova.
Genova duduk di kursi kembali lalu melihat ke arah Bela.
# selamat membaca ya kak
# terima kasih banyak
😊😊😊🙏🙏🙏