NovelToon NovelToon
Hanya Ingin Bersamamu

Hanya Ingin Bersamamu

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:323.6k
Nilai: 5
Nama Author: Sri Hasnayani

Aisyah adalah seorang gadis yang pernah kecewa, pernah terluka, bertemu dengan seseorang pria tampan bernama Azzam kaya raya yang begitu mencintainya .

melalu proses ta'aruf mereka akhirnya menikah . Azzam selalu meletakkan kebahagiaan Aisyah di atas kebahagiaannya . cobaan silih berganti menerpa biduk rumah tangga mereka .

Mampukan mereka bertahan ?

Yuk kita ikuti alur ceritanya. !

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sri Hasnayani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Part 12 Di Rumah Sakit

Setelah menyalami keduanya . Azzam lalu pergi . Hatinya bergejolak , di satu sisi dia ingin sekali bertemu Aisyah , tapi disisi lain juga membutuhkan dia .

"hhhuuuf...kenapa diwaktu yang bersamaan " gerutu Azzam .

***

Pak Sulaiman dan Ahmad pun meninggalkan cafe menuju rumah sakit, dan langsung keruangan Aisyah .

Tampak Aisyah masih tertidur pulas . Disofa duduk 3 orang perempuan , mereka adalah Bu Yani dan 2 sahabat Aisyah , Putri dan Ayu, Mala baru saja pulang karena masih banyak yang harus dikerjakan .

"Gimana Yah ? Tanya Bu Yani ketika Pak Sulaiman duduk di sampingnya .

Sedangkan Ahmad mendekati Aisyah . Lalu duduk di samping ranjang .

"Alhamdulillah , semua beres , motor Aisyah lecet sedikit saja " jawab Pak Sulaiman .

"Syukurlah " kata Bu Yani

"Kalau gitu kami permisi pulang dulu pak, " kata Ayu lalu menyalami Pak Sulaiman dan Bu Yani diikuti Putri .

"Insya Allah nanti malam kami balik lagi " tambah Putri .

"Abang , Kami balik dulu ya ? "kata Ayu

"Iya , Hati-hati "

***

Pak Sulaiman lalu memceritakan tentang obrolan mereka di cafe tadi ke istrinya . Bu Yani terharu mendengar cerita suaminya . Semua orang tua pasti ingin yang terbaik untuk anaknya , begitu juga mereka , tapi semuanya tergantung pada keputusan Aiyah .

Ahmad yang sedang duduk di samping Aisyah menatap dalam wajah adiknya yang masih terlihat pucat dengan perban di kepalanya . Ia teringat akan kata -kata Aisyah tempo hari .Aisyah pernah bilang dia tidak mau pacaran lagi , ingin langsung menikah saja .

Walaupun baru mengenal Azzam , menurutnya Azzam lelaki yang baik , terlepas dari ketampanan dan kemewahan yang dia miliki, sikap ramah dan pembawaanya yang tenang cukup membuat Ahmad merasa Azzam cocok mendampingi adiknya .

Ahmad terhanyut dalam lamunannya, sementara itu Aisyah mulai membuka matanya , menatap sekelilingnya , dia merasa asing ditempat itu , kepalanya terasa pusing.

"Abang , " seru Aisyah saat melihat Ahmad disampingnya .

"iya , alhamdulillah , kamu dah sadar dek " jawab Ahmad tersadar dari lamunannya .

Mendengar perkataan Ahmad , Pak Sulaiman dan Bu Yani mendekati Aisyah .

"Alhamdulillah, " kata Bu Yani sambil mengelus kepala Aisyah .

"ini dimana bu ?" tanya Aisyah bingung sambil memegang kepalanya , sedikit kaget ketika melihat jarum inpus di tangannya .

" ini di rumah sakit , tadi kamu kecelakaan " kata Pak Sulaiman .

Aisyah mencoba mengingat-ingat kejadian yang menimpanya . Dia ingat akan kecelakaan itu dan ada seorang laki - laki yang menggendongnya , wajah lelaki yang dia kenal , lelaki itu adalah Azzam .lalu dia menatap sekelilingnya berharap Azzam ada disitu .

"Hey , cari siapa ? " tegur Ahmad

Pak Sulaiman dan Bu Yani saling pandang .

"Gak koq " jawab Aisyah , sedikit kecewa , yang dia harapkan tidak ada .

"Gimana, sekarang , udah enakan " tanya Pak Sukaiman

"Badan Ais pegel, kepala juga pusing " jawab Aisyah

" Ini lagi , bisa di lepas gak , bu ,ayah " rengek Aisyah sambil menunjuk jarum inpus di tangannya .

Sejak kecil Aisyah memang parno dengan jarum suntik , tapi kini jarum itu menempel di tangannya membuatnya risih .

Seorang Bu Dokter bersama perawat masuk untuk mengecek kondisi Aisyah ,

"Assalamualaikum "sapa dokter

"Waalaikumsalam " jawab mereka bersamaan

Dokter memeriksa kondisi Aisyah ,

"Gimana dok ? " Tanya Pak Sulaiman

" Tensi darah mba nya masih rendah , masih pusing kan ? Tanya Bu Dokter ke Aisyah

Aisyah menganggukan kepala .

"Suntik vitamin dan tambah darah 1 jam lagi "kata Bu Dokter .

Kata -kata Bu Dokter seperti petir di siang hari bagi Aisyah , wajahnya yang pucat tampak semakin pucat , tubuhnya gemetar , hal itu dilihat Ahmad .

"Gak papa biar cepat sembuh " kata Ahmad menenangkan Aisyah .

"Kenapa ? Takut disuntik kah ? Gak sakit koq " tambah Bu Dokter yang juga melihat reaksi Aisyah sambil tersenyum .

Setelah ngobrol - ngobrol Bu dokter pun keluar , Aisyah sedikit lega . Ekor matanya menelusuri seluruh isi ruangan itu , Aisyah baru sadar , kalau ruangan itu berbeda dari ruangan biasanya . Dia seperti berada disebuah kamar hotel berbintang , bukan seperti ruangan rawat biasanya , Pasti sangat mahal ruangan sebagus ini pikirnya .

"Ayah , kenapa Aisyah di rawat di ruangan sebagus ini ?" tanya Aisyah

"Sakit Aisyah gak terlalu parah , di ruangan biasa aj gak papa sayang uangnya " tambahnya lagi

Pak Sulaiman , Bu Yani dan Ahmad saling pandang .

"Ais...gak usah mikir macem-macem dulu , yang penting Aisyah cepat sembuh " kata Pak Sulaiman .

"Tapi , Ayah , ini mahal lho. mending uangnya di tabung untuk keperluan ayah sama ibu aja " Sahut Aisyah mulai gelisah .

"Kalau kamu sudah sembuh , Ayah akan cerita , fokus sama kesembuhan kamu dulu " kata Bu Yani .

"Abang,,," Aisyah meminta penjelasan Abangnya.

Ahmad hanya diam dan sibuk dengan ponselnya .

"Ini sebenarnya ada apa sich ? Ada sesuatu yang disembunyikan dari Ais , kah ? Desak Aisyah .

"Lagi sakit aja bawelnya minta ampun ! Abang panggilkan Bu Dokter ni , biar ceoat disuntik " ledek Ahmad sambil mencubit hidung Aisyah .

"Abang..." Aisyah balik mencubit lengan Ahmad.

"Awas, ntar darahnya keluar lho " kata Ahmad sambil menunjuk jarum inpus menakuti Aisyah.

Spontan Aisyah langsung terdiam, membuat semuanya tertawa.

"Daripada ngoceh terus , mending makan dulu , sini ibu suapin " kata Bu Yani

"Bener tu , makan yang banyak , biar gak jadi di suntik " goda Ahmad lagi .

Aisyah lalu makan disuapi ibunya , Perasaan takut kembali menyelimuti Aisyah ketika ingat kalau sebentar lagi dokter akan kembali untuk menyuntiknya .

Sementara Ahmad merasa geli sendiri melihat tingkah adeknya , dengan ponsel di tangannya diam -diam dia merekam tingkah Aisyah .

Ponsel Pak Sulaiman berdering , tampak panggilan video call dari Anisa .

"Assalamualaikum " sapa Anisa

"Waalaikumsalam "

Dari layar ponsel tampak Anisa sedang berada didalam mobil , tak ketinggalan 2 orang anaknya Dira 2 tahun dan Dika 4 tahun yang sepertinya juga ingin unjuk diri dilayar ponsel itu

"kakek, " seru kedua anak itu sambil melambaikan tangan

Anisa sudah dalam perjalanan , tadinya mau berangkat besok , tapi suaminya mengajak hari itu juga , mumpung ada waktu luang , mereka juga sudah lama tidak berjumpa.

Obrolan mereka terhenti ketika dokter kembali masuk , Wajah ceria Aisyah saat sedang bercanda dengan ponakanya berubah dengan ekpresi tegang . Ahmad yang tidak ingin melewatkan moment itu kembali merekam lagi secara diam -diam.

"Ibu..." rengek Aisyah seperti balita yang tidak mau disuntik .

Pak Sulaiman hanya menggeleng-gelengkan kepalanya melihat tingkah manja anaknya .

Tubuh Aisyah gemetaran ketika melihat jarum suntik di tangan Bu Dokter . Bu Yani lalu merangkul Aisyah agar lebih tenang . Bu Dokter tersenyum melihat ekspresi Aisyah , dia maklum , bukan kali ini saja dia bertemu pasien seperti Aisyah.

Aisyah menyembunyikan wajahnya dalam pelukan ibunya , Ahmad yang sedang merekam moment itu cekikikan sendiri melihat tingkah adeknya .

"Uuuyyyy...bayi gedenya ayah sama ibu " kata Ahmad sambil melirik Ayahnya . Lalu berpindah posisi mendekati ibunya tujuannya untuk ngezoom wajah Aisyah .

1
Sum Arni
thor ko tega buat q sedih....mudah" han msih hidup cinta sejati nyx ...jgn pisah kan mereka author
Vivi Bidadari
Sebaiknya ga usah pake kata SAYA .. kan mereka sdh bersahabat sejak SMA kesannya jadi kaku gitu ada jarak
Citra Wati
apakah ini kisah nyata atau gmn ko sedih banhet sampai aku terisak sesak rasany dada ini..
Henii Muthmainah
cepet bngt tamat nya. trsentuh bngt baca nya dr awal smpai akhir.🥺
Henii Muthmainah
brhrap ada mujizat dari Allah.sedih bngt deh😭
Henii Muthmainah
mnyentuh bngt deh k hati😍
Henii Muthmainah
mas Azzam bisa aja ngmongnya "biar strong"🥰
Henii Muthmainah
Alhamdulillah....Aisyah udh ingat lg sama Azzam.....sllu smngt deh bcanya.😍
Farrel Hikaru
ka ngak buat noveltoon lagi , ini ceritanya ringan dan mudah di mengerti mungkin karna aku suka baca novel dri dulu
Oktavia
di cerita ini hp selalu klo ga ketinggalan kelupaan ya…. hari gini hp adalah hal yg sangat penting…. apalagi bagi pengusaha, hp selalu ada di sampingnya. ke culai di rumah pas sdh ama klrg. ga jelas nih cerita
Oktavia
krn keras kepala dan egois nya aisyah sendiri sih… sdh tau anak itu yg di nanti2 kan sok ga mau ngerepotin orng, pdhal kondisi kita beda dgn orng lain. ada yg mudah sok dipersulit. jd ga suka krn endingnya ga happy
Oktavia
kurang seru endingnya….. harusnya aisyah punya baby dulu kek pertama kd azam kan merasakan punya anak… setelah itu baru deh jika endingnya pd anak kedua azam meninggal. ini ga. nikah paling pertama… tapi pas anak lahir suami meninggal. miris bgt tau penulis
Oktavia
kaku aisyahnya…. kurang greget sama suami… manjanya dpt, harusnya utk pelayanan suami yg urusan lain juga paham lah
Oktavia
hambar ya hubungannya… aisyah terlalu kaku
Oktavia
vgampang bgt masuk keruangan bos…. utk persh besar susah loh
Oktavia
mibilnya kurang waw…..
Evi Ambon
sabar Azzam
Evi Ambon
heran aja cerita bagus dqn simpel gini g bertele2 ,kurang peminatnya
padahal bagus
Evi Ambon
bagus lo ini ceritanya
Evi Ambon
suka ceritanya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!