NovelToon NovelToon
Obsesi Sang Mafia Kejam

Obsesi Sang Mafia Kejam

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Mafia / Diam-Diam Cinta
Popularitas:4.6k
Nilai: 5
Nama Author: Blueby Skyfly

Rosline gadis berusia 20 tahun yang terlahir bukan dari keluarga berada. Dia memiliki hidup yang sulit, bukan hanya menanggung beban hidupnya sendiri, tapi juga menanggung beban keluarganya. Suatu ketika Rosline mendapat tawaran kerja partime di salah satu rumah mewah untuk menjaga kakek tua, tapi tanpa diduga rumah itu ternyata rumah seorang Mafia kejam...

Rosline semakin bingung harus bertahan atau harus pergi dari sana. Sementara dia sangat butuh uang untuk keluarganya....
Apa yang terjadi selanjutnya dengan Rosline?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Blueby Skyfly, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 12 : Hari yang menyebalkan

Rosline akhirnya melangkah pelan mengikuti Daniel menuju pintu depan mansion. Tas kecilnya masih dipeluk erat di dada, sementara kepalanya terasa penuh sekali sejak tadi.

Tinggal di mansion, di rumah sebesar ini, bersama dua pria menyeramkan seperti Edwin dan Bara… Semakin dipikirkan, semakin membuat Rosline ingin pingsan.

Gadis itu sampai menghela napas kecil pelan tanpa sadar. “Lama-lama aku bisa tersiksa tinggal disini…” gerutunya lirih sambil berjalan. “Pantas saja banyak perawat yang kabur…”

Daniel yang berjalan di depannya diam saja pura-pura tidak mendengar.

Rosline masih terus mengomel kecil sendiri. “Orang pemilik mansionnya saja galak seperti itu…”

“Kau berkata apa?”

Rosline langsung membeku di tempat.

Suara Bara terdengar tepat dari belakangnya.

Perlahan gadis itu menoleh dengan wajah pucat. Dan benar saja… Bara ternyata masih duduk di sofa ruang tengah sambil menatap tajam ke arahnya. Entah sejak kapan pria itu memperhatikan.

Rosline langsung panik setengah mati. “Ti-tidak ada Tuan!”

Tatapan Bara menyipit tipis. “Aku mendengar sesuatu.”

Rosline buru-buru menggeleng cepat sampai rambutnya sedikit berantakan. “Mu-mungkin Tuan salah dengar…”

Beberapa detik suasana langsung hening.

Daniel diam menahan ekspresi. Sedangkan Bibi Rena langsung menunduk pura-pura sibuk agar tidak tertawa.

Dan detik berikutnya…

“Hahaha!” Kakek Alberto tiba-tiba tertawa keras sampai bahunya berguncang senang. “Gadis kurus itu mulai berani mengomel rupanya!” ujar pria tua itu puas.

Rosline langsung makin malu. “Tu-Tuan Besar…”

Namun Alberto malah terlihat semakin terhibur. Sudah lama sekali ia tidak melihat ada orang yang berani menggerutu tentang Bara tepat di depan wajah cucunya itu.

Sementara Bara sendiri masih menatap Rosline tanpa ekspresi. Tatapannya tajam seperti biasa sampai membuat Rosline makin ingin kabur dari sana.

Lalu perlahan…

“Hm.”

Bara mendengus kecil sambil kembali melihat tabletnya. “Setidaknya kau cukup jujur untuk mengomel di dekatku.”

Rosline langsung melotot kecil bingung. Eh? Dia… tidak marah? Namun sebelum Rosline sempat lega…

“Tapi kalau kau terus mengeluh seperti itu…” lanjut Bara datar tanpa mengangkat wajah. “Aku bisa membatalkan izinmu pergi ke mini market.”

“Eh?!” Rosline langsung panik lagi. “Sa-saya tidak mengeluh Tuan!”

Kini benar-benar ada senyum tipis samar di sudut bibir Alberto melihat Rosline yang kembali ketakutan.

Sedangkan Bara hanya berkata singkat. “Berangkatlah.”

Rosline langsung mengangguk cepat berkali-kali. “Baik Tuan!”

Gadis itu buru-buru berjalan mengikuti Daniel keluar mansion sebelum Bara berubah pikiran lagi. Dan begitu pintu mansion tertutup…

Alberto masih tertawa kecil sambil menggeleng kepala. “Menarik sekali gadis itu…”

Sedangkan Bara hanya diam sambil menatap sekilas ke arah pintu depan tempat Rosline pergi tadi. Entah kenapa… mansion yang terasa dingin dan sunyi itu sekarang jadi jauh lebih hidup sejak kedatangan gadis yang polos itu.

Di dalam mobil hitam milik keluarga Alexander, suasana terasa cukup hening. Rosline duduk kikuk di kursi belakang sambil memangku tas kecilnya erat. Sedangkan Daniel duduk di depan bersama sopir dengan wajah tenang seperti biasa.

Namun karena suasananya terlalu sunyi, Rosline akhirnya tidak tahan untuk diam terus.

“Pak Daniel…”

“Ya, Nona?”

Rosline ragu beberapa detik sebelum akhirnya bertanya pelan. “Kenapa Bapak bisa betah bekerja dengan Tuan Bara?”

Daniel sedikit terdiam.

Rosline langsung melanjutkan cepat. “Maksud saya… beliaukan menyeramkan sekali…”

Daniel hanya tersenyum tipis kecil tanpa menjawab.

Rosline langsung manyun kecil sendiri. “Pengawal sama bosnya ternyata sama saja… sama-sama datar.”

Daniel tetap diam seolah tidak mendengar gerutuan wanita itu.

Rosline langsung menghela napas pasrah sambil melihat keluar jendela mobil. Jalanan sore kota terlihat ramai oleh kendaraan yang berlalu lalang.

Beberapa menit kemudian…

“Kita sudah sampai, Nona.”

Rosline langsung menoleh cepat. Dan benar saja, mobil hitam itu kini sudah berhenti tepat di depan minimarket tempatnya bekerja.

“Oh… sudah sampai ya Pak.” Rosline buru-buru membuka seatbelt lalu tersenyum kecil sopan. “Terima kasih sudah mengantar saya.”

Daniel mengangguk kecil.

Rosline lalu kembali berkata cepat. “Pak Daniel lebih baik pulang saja. Nanti saya pasti langsung kembali ke mansion kok.”

Namun Daniel justru tetap duduk tenang.

“Maaf, Nona.” ucapnya formal. “Ini perintah Tuan Bara.”

Rosline langsung mulai merasa kesal lagi setiap kali mendengar nama Bara..

“Saya juga ingin meminta alamat kos dan kunci kamar Nona.”

“Hah?”

“Saya akan mengirim orang untuk membawa barang-barang Nona ke mansion.”

Rosline langsung panik. “Ti-tidak usah Pak, itu merepotkan.”

“Maaf Nona, ini perintah.”

“Tapi barang saya tidak banyak…”

“Itu perintah Tuan Bara.”

Rosline langsung lemas bersandar di kursi. Lagi-lagi Bara, kalau terus begini lama-lama hidupnya benar-benar diatur total oleh pria itu.

Rosline sebenarnya ingin menolak lagi. Namun ia langsung teringat wajah dingin Bara. Kalau aku membantah lagi… pasti dia akan marah.

Akhirnya dengan pasrah, Rosline perlahan membuka tas kecilnya lalu mengeluarkan sebuah gantungan kunci berbentuk kelinci kecil.

“Nih…” ucapnya pelan sambil menyerahkan kunci kosnya.

Daniel menerimanya hati-hati. “Terima kasih, Nona.”

“Tapi…” Rosline langsung menunjuk cepat dengan wajah serius. “Tolong bilang ke orangnya jangan sampai barang-barang saya rusak ya Pak.”

Daniel hampir tersenyum kecil melihat ekspresi serius Rosline. “Baik, Nona.”

“Itu semua barang penting.”

“Saya mengerti.”

Rosline akhirnya menghela napas panjang pasrah lagi sebelum turun dari mobil. Namun baru beberapa langkah berjalan menuju pintu minimarket…

“Nona Rosline.”

Rosline menoleh lagi.

Daniel berkata tenang dari balik jendela mobil yang sedikit terbuka. “Saya masih menunggu Nona disini.”

Rosline langsung ingin menangis lagi rasanya. “Ba-baik Pak…” jawabnya lemas.

Saat Rosline masuk ke dalam minimarket, gadis itu masih menggerutu kesal sendiri sambil berjalan menuju ruang karyawan.

“Ini sih lebih parah dari debt collector…” omelnya pelan. “Astaga…”

Rosline bahkan sampai mengacak rambutnya sendiri frustasi. Baru sehari bekerja di mansion Alexander, hidupnya sudah seperti diawasi dua puluh empat jam penuh.

Dari luar mobil hitam, Daniel yang masih berdiri di dekat pintu kendaraan hanya menggeleng kecil melihat tingkah Rosline. Entah kenapa, gadis itu benar-benar berbeda dari orang-orang yang biasa bekerja di keluarga Alexander.

Sementara itu di dalam minimarket. Beberapa rekan kerja Rosline langsung menoleh begitu melihat gadis itu masuk dengan wajah kusut.

“Ros!”

Rosline menoleh lemas. “Hm?”

“Kamu kenapa?” tanya salah satu pegawai wanita bingung. “Mukamu seperti habis dimarahi pelanggan.”

Rosline langsung mendengus kecil. “Lebih parah…”

“Oh, ya?”

Pegawai lain langsung mendekat penasaran. “Bukannya kamu sekarang kerja di rumah orang kaya itu?”

“Iya.” jawab Rosline pasrah sambil memakai apron minimarketnya.

“Enak dong!” ujar temannya iri. “Kerja di keluarga Alexander pasti gajinya besar.”

Rosline langsung menatap mereka tidak percaya. “Enak apanya…”

“Kenapa?”

“Aku bahkan diawasi anak buahnya Tuan Bara Alexander.”

“Masa sih?”

“Kalau tidak percaya lihat saja sana.” gerutu Rosline sambil menunjuk malas ke arah luar minimarket.

Semua pegawai langsung refleks menoleh ke arah luar kaca toko. Dan benar saja, Daniel masih berdiri tenang di samping mobil hitam mewah itu dengan setelan rapi dan aura pengawal profesional yang sulit didekati.

Beberapa pelanggan bahkan terlihat melirik mobil itu diam-diam karena terlalu mencolok berada di depan minimarket kecil mereka.

“Astaga…” salah satu teman Rosline langsung melotot syok. “Serius kamu Ros?!”

Rosline hanya mengangguk pasrah sambil meletakkan tasnya di loker kecil karyawan.

“Aku bilang juga apa…”

“Gilaaa…” pegawai lain langsung berbisik heboh. “Itu mobil mahal banget…”

“Dan pengawalnya serem…”

Rosline malah langsung menunjuk mereka kesal kecil. “Nah kan! Sekarang kalian ngerti kenapa aku stres!”

Namun salah satu temannya justru mendekat dengan wajah penasaran. “Tapi Tuan Bara Alexander ganteng gak sih?”

Rosline langsung terdiam sesaat teringat wajah tajam Bara tadi siang. Rahang tegas. Tatapan mata dingin. Aura menekan yang membuat semua orang otomatis diam…

Rosline buru-buru menggeleng cepat mengusir pikirannya sendiri. “Ti-tdak tahu!”

“Lho kok gagap?”

“Tidak gagap!”

Teman-temannya langsung tertawa menggoda.

Sedangkan Rosline hanya mendengus malu sambil buru-buru berjalan menuju kasir. “Sudah ah! Aku mau kerja!”

Namun saat gadis itu mulai merapikan barang dekat meja kasir. Matanya tanpa sadar kembali melirik ke arah luar kaca minimarket.

Daniel masih berdiri tenang di dekat mobil hitam itu sambil sesekali memperhatikan sekitar. Dan entah kenapa, Rosline benar-benar merasa hidupnya sekarang seperti sedang diawasi mafia besar.

1
Indri
Sukaaaa🤣
It's me Sky: wkwkwkkw/Proud/
total 1 replies
Keenan41
semangat thor
It's me Sky: Pasti dong, mksh dukungannya✌🏻/Hey/
total 1 replies
Hennyy exo
semangat rosaline🤭🤭
It's me Sky: Hihihihi, mksh/Smile/
total 1 replies
Hennyy exo
wow sampai sini alurnya bagus thor
It's me Sky: terimakasih bnykk/Smile/
total 1 replies
Amoera
semakin menegangkan thoor, lanjutkan dong😍
It's me Sky: hrs dong/Chuckle/
total 1 replies
Amoera
ceritanya sangat menarik, lanjutkan ceritanya thoor... semangat ratusan bab
It's me Sky: psti dong, mksh/Doge//Rose/
total 1 replies
Amoera
woww... ada cerita baru nih, wajib baca sih kayanya... semangat thoor😍
It's me Sky: iya dong, sni¹ mmpir/Hey/
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!