NovelToon NovelToon
Aku Pergi Dan Tak Kembali

Aku Pergi Dan Tak Kembali

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / CEO
Popularitas:2.6k
Nilai: 5
Nama Author: Yanti Topato

Mona Gradies, wanita 26 tahun yang ceria, blak-blakan, dan sedikit ceroboh, tidak pernah menyangka hidupnya akan berubah setelah bekerja di Aditama Group—perusahaan milik Wira Aditama, seorang CEO berusia 30 tahun yang dikenal dingin, tegas, berwibawa, dan gila kerja.
Di balik sikapnya yang tampak sempurna, Wira menyimpan dunia yang penuh kontrol, aturan, dan jarak dari siapa pun. Namun Mona hadir seperti gangguan yang tidak bisa ia atur—berisik, ceroboh, tapi jujur dan hangat.
Awalnya hanya kesalahan kecil dan perdebatan sepele di kantor. Tapi semakin lama, batas profesional dan perasaan mulai kabur.
Hingga satu peristiwa mengubah segalanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yanti Topato, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab.12- Api cemburu

Api Cemburu

Lampu halaman gedung Aditama Group memantulkan cahaya kekuningan di atas mobil sport merah milik Alden. Suasana malam yang tadinya tenang mendadak terasa tegang ketika Wira keluar dari pintu utama kantor dan melihat Mona berdiri bersama pria itu.

Tatapan matanya langsung berubah dingin, sangat dingin. Mona yang menyadari keberadaan Wira langsung menoleh cepat.

“Pak Wira…”

Namun Wira tidak menjawab, ia berjalan mendekat dengan langkah tenang, tapi aura intimidasi yang keluar dari dirinya membuat udara terasa berat.

Alden malah tersenyum lebar. “Nah, setan kantornya datang.”

Wira berhenti tepat di depan mereka.

“Apa yang kamu lakukan di sini?” ucap Wira dengan menahan emosi.

“Menjemput calon adik ipar.”

Mona langsung tersedak udara sendiri.

“Hah?!” Kejut Mona.

Sementara wajah Wira menggelap seketika.

“Alden.”

“Oke, oke.” Alden mengangkat kedua tangan santai. “Aku cuma bercanda.”

Namun tatapan jahil pria itu sama sekali tidak terlihat bercanda. Mona mulai merasa situasi semakin tidak nyaman.

“Ada perlu apa ya cari saya?” tanyanya hati-hati.

Alden kembali menatap Mona dengan senyum ramah.

“Aku penasaran.”

“Penasaran?” Mona terlihat bingung.

“Karena untuk pertama kalinya dalam hidup, Wira mengirim bunga ke seorang wanita.”

Mata Mona langsung melebar.

“Bunga itu… kamu tahu!”

“Seluruh kantor tahu.”

Mona ingin menghilang saat itu juga, sementara Wira terlihat makin kesal.

“Kalau cuma untuk bicara tidak penting, pulanglah.” Pintah Wira.

“Galak banget.” Alden memasukkan tangan ke saku celana. “Aku cuma ingin kenalan dengan wanita yang berhasil bikin CEO paling dingin di Indonesia jadi manusia.”

“Keluar dari sini sebelum saya tarik paksa.” Alih-alih takut, Alden malah tertawa keras.

Mona memandang keduanya bergantian dengan bingung.

Mereka benar-benar berteman?Karena lebih mirip musuh lama.

“Aku pergi, santai saja.” Alden kembali menatap Mona sambil tersenyum kecil. “Tapi hati-hati sama pria itu ya.”

“Kenapa?” tanya Mona.

“Dia kalau jatuh cinta serem.”

“ALDEN.” Suara Wira meninggi.

“Bye, Mona.” Pria itu segera masuk kembali ke mobilnya sebelum Wira benar-benar meledak marah.

Mobil sport merah itu melaju pergi meninggalkan keheningan aneh di antara Mona dan Wira. Mona menggigit bibir pelan, entah kenapa suasana sekarang terasa sangat canggung.

“Pak…”

“Masuk mobil.” Pintah Wira.

“Hah?”

“Saya antar pulang.”

“Tapi biasanya saya naik motor—”

“Mona!” Nada suara Wira langsung mematikan protesnya.

Akhirnya Mona menurut masuk ke mobil hitam milik pria itu. Sepanjang perjalanan, suasana terasa hening.

Terlalu hening. Mona beberapa kali melirik diam-diam ke arah Wira yang sedang menyetir dengan wajah datar, namun rahang pria itu terlihat menegang. Tanda kalau suasana hatinya sedang buruk, dan Mona bisa menebak penyebabnya.

“Alden itu benar sahabat Bapak?” tanya Mona pelan.

“Sayangnya.”

“Dia memang suka bercanda ya?” tanya Mona lagi.

“Dia suka cari masalah.”

Mona menahan tawa kecil. Entah kenapa mendengar Wira kesal seperti itu terasa lucu, namun beberapa detik kemudian… Wira tiba-tiba bicara lagi.

“Kamu dekat dengan pria seperti itu?” tanya Wira.

“Hah?”

“Yang mudah akrab dengan orang asing.”

Mona mengernyit.

“Biasa saja.”

“Jangan terlalu mudah percaya pada laki-laki.”

Kalimat itu terdengar seperti nasihat, tapi juga seperti larangan. Mona menatap pria di sampingnya.

“Pak Wira cemburu?” ucap Mona pelan tapi masih bisa di dengar Wira.

Mobil mendadak sedikit oleng, untung jalanan sedang sepi. Wira langsung melirik tajam.

“Jangan bicara sembarangan.”

“Tapi tadi wajah Bapak seram sekali.”

“Itu karena dia mengganggu.”

“Oh…”

Mona menahan senyum kecil. Meski menyangkal, reaksinya tadi jelas sekali. Dan entah kenapa… menyadari Wira cemburu membuat jantung Mona terasa hangat.

Namun di sisi lain, Wira justru sedang mengutuk dirinya sendiri. Ia tidak suka perasaan ini, tidak suka bagaimana Mona bisa memengaruhi emosinya semudah itu.

Hanya melihat gadis itu berdiri dekat pria lain saja sudah cukup membuat dadanya panas. Itu gila dan berbahaya.

***

Keesokan paginya, rumor di kantor semakin liar, bahkan beberapa artikel gosip bisnis online mulai menulis tentang Wira Aditama yang datang ke acara hotel bersama wanita misterius.

Untung wajah Mona tidak terlalu jelas di foto, namun tetap saja…

“Pak Wira, lihat ini!” ucap Mona cepat.

Mona hampir panik sambil menunjukkan layar ponselnya. Wira yang sedang membaca dokumen hanya melirik sekilas, lalu kembali santai.

“Biarkan.”

“BIARKAN?!” tanya Mona dengan nada kesal dan sedikit meninggi.

“Memangnya salah?” tanya Wira santai.

Mona langsung kehilangan kata-kata, pria ini benar-benar membuat stres.

“Kalau ibu Bapak lihat bagaimana?”

Pertanyaan itu akhirnya membuat Wira berhenti membaca, tatapannya perlahan naik ke arah Mona.

“Kenapa? Takut dinilai calon mertua?” ujar Wira.

“Pak Wira!”

Wira akhirnya tersenyum kecil melihat wajah merah Mona. Dan lagi-lagi… senyuman tipis itu membuat Mona kehilangan fokus. Pria ini terlalu berbahaya kalau tersenyum.

***

Siang harinya, Mona sedang sibuk mengatur jadwal ketika seorang wanita paruh baya datang ke lantai direksi. Penampilannya elegan. Berkelas. Dan aura anggunnya langsung membuat semua staf berdiri hormat. Mona ikut berdiri bingung.

“Selamat siang, Bu…”

Wanita itu tersenyum lembut.

“Kamu Mona?” tanya wanita paruh baya itu

Mona langsung membeku.

Kok semua orang tahu namanya?!

“I-Iya…”

“Saya ibunya Wira.”

Deg

Jantung Mona langsung jatuh. Mati, selesai sudah hidupnya.

“Boleh saya bicara sebentar?” ujarnya.

Mona menelan ludah gugup.

“Iya, Bu…”

Beberapa staf langsung saling pandang penuh drama saat Mona diajak masuk ke ruang tamu khusus. Dan tentu saja… mereka langsung heboh begitu pintu tertutup.

“Fix calon menantu!”

“Gila… sampai ibu CEO turun tangan!”

Sementara di dalam ruangan, Mona duduk super tegang di depan wanita elegan itu. Ibu Wira memperhatikannya beberapa saat sebelum tersenyum hangat.

“Kamu lucu.”

“Hah..” kejut Mona.

“Pantas anak saya berubah.”

Mona hampir tersedak.

“B-Berubah?” tanya Mona bingung.

“Wira itu dingin sejak lama.” Wanita itu mengaduk teh perlahan. “Jadi saat saya dengar dia mengirim bunga ke seorang wanita… saya penasaran.”

Mona langsung ingin menangis. Berita itu ternyata sudah menyebar sampai keluarga Wira.

“Sebenarnya hubungan saya dan Pak Wira tidak seperti yang orang pikirkan, Bu,” jelas Mona.

“Oh ya?”

“Iya. Saya hanya sekretaris.”

Ibu Wira tersenyum tipis, namun tatapannya terlihat seperti tidak percaya.

“Saya kenal anak saya.” Wanita paruh baya itu tidak percaya dengan ucapan Mona.

Mona terdiam.

“Kalau dia tidak tertarik, dia bahkan tidak akan mengingat nama sekretarisnya.” Kalimat itu membuat dada Mona berdegup lagi.

“Bu…” katanya pelan. “Pak Wira dulu benar-benar mencintai tunangannya?”

Untuk pertama kalinya, senyum wanita itu memudar sedikit.

“Iya.”

“Dan sekarang?” tanya Mona penasaran.

Wanita itu menatap Mona lembut.

“Mungkin… untuk pertama kalinya sejak lama, dia mulai membuka hati lagi.”

Mona menunduk perlahan, jantungnya terasa semakin kacau. Karena tanpa sadar… ia juga mulai berharap sesuatu yang seharusnya tidak ia harapkan dan itu menakutkan.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!