NovelToon NovelToon
Dua Sisi Sangkar Emas

Dua Sisi Sangkar Emas

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO
Popularitas:2.5k
Nilai: 5
Nama Author: Elara Tulus

Lampu kristal yang menggantung di ruang tengah kediaman keluarga Arkatama tidak pernah benar benar mampu menghangatkan dingin yang membeku di antara Kyna dan Julian. Lima tahun pernikahan seharusnya menjadi perayaan tentang kesetiaan namun bagi Kyna itu adalah lima tahun pengabdian dalam sunyi yang mencekam. Tepat pada malam peringatan pernikahan mereka sebuah kebenaran pahit terkuak melalui celah pintu kamar mandi yang tertutup rapat. Di sana di bawah kucuran air yang menderu Kyna mendengar suaminya menggumamkan satu nama yang selama ini menjadi hantu tak kasat mata dalam hidup mereka yakni Elara sang cinta pertama yang baru saja menginjakkan kaki kembali di tanah air.

Julian adalah pria yang membangun tembok es di sekeliling hatinya namun bagi Elara pria itu bersedia menjadi api yang menghangatkan. Setiap kali Julian pergi dengan alasan membantu seorang teman yang sedang kesulitan Kyna hanya mampu menjawab dengan seulas senyum tipis dan kata kata pendek yang menyembunyikan luka...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Elara Tulus, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 12

Kancing manset perak berukir inisial nama Aldrian yang dibuat secara khusus itu tampak berkilau di bawah lampu swalayan, kontras dengan tawa riang Anara yang membeku dalam bingkai foto.

Kyna menatap layar ponselnya tanpa rasa sakit yang menggebu seperti dulu; yang tersisa hanyalah rasa hampa yang dingin.

Aldrian meminta Kyna bersikap gembira demi menyambut "kejutan" malam ini, sementara di sore harinya, pria itu masih sempat mendorong troli belanja untuk wanita lain.

Kyna meletakkan ponselnya di atas meja dengan tenang, lalu melirik jam dinding yang sudah menunjukkan pukul lima sore.

Sani sudah kembali dari pasar sejak siang dan kini sibuk di dapur, menyiapkan makan malam mewah atas instruksi langsung dari Aldrian.

Tepat pukul tujuh malam, suara deru mobil Aldrian terdengar memasuki pelataran rumah.

Tak lama kemudian, pintu utama terbuka, membawa serta derap langkah kaki yang tidak hanya berasal dari satu orang.

"Kyna, kami datang!" sebuah suara wanita yang renyah dan familier menggema di ruang tamu.

Kyna berjalan keluar dari kamar dengan langkah tertatih yang sengaja ia pelankan.

Di ambang pintu, Aldrian berdiri dengan senyum lebar yang jarang diperlihatkannya di rumah ini, berdampingan dengan Anara yang membawa sebuket bunga lili putih, serta William yang mengekor di belakang mereka sambil membawa beberapa kantong belanjaan swalayan.

"Ini kejutan yang kukatakan tadi pagi," ucap Aldrian sambil melangkah mendekat dan merangkul pundak Kyna secara sepihak.

"Nara baru saja pindah ke apartemen barunya yang tidak jauh dari sini.

Kebetulan William juga senggang, jadi aku mengundang mereka untuk merayakan kepindahan Nara sekaligus makan malam bersama di rumah kita."

Anara melangkah maju dengan wajah tanpa dosa, menyodorkan buket bunga itu ke pelukan Kyna.

"Kyna, kuharap kamu suka bunganya. Aldri yang memberi tahu kalau rumah ini butuh sedikit sentuhan tanaman segar agar tidak terlalu sepi. Mulai sekarang, kita akan sering bertetangga, jadi jangan canggung lagi denganku, ya?"

William terkekeh di belakang, "Iya, Kyna. Aldri bahkan senggang menemaninya membeli perlengkapan dapur sore tadi. Kamu tahu sendiri kan, Aldri paling tidak suka ke supermarket, tapi demi sahabat lamanya, dia rela meluangkan waktu."

Mendengar kalimat William, kilatan canggung sempat melintas di mata Aldrian. Ia melirik Kyna, seolah memindai apakah istrinya akan meledak marah seperti di mal kemarin.

Namun, Kyna hanya menyambut bunga itu dengan senyuman tipis yang sangat sopan, lalu menyerahkannya kepada Sani yang baru keluar dari dapur.

"Terima kasih atas kejutannya, Pak Aldrian. Silakan duduk, hidangannya sudah siap," jawab Kyna dengan nada suara yang teramat datar, sengaja menggunakan panggilan formal yang membuat senyum Aldrian seketika membeku.

Makan malam pun berlangsung dengan atmosfer yang ganjil.

Aldrian, Anara, dan William sibuk melempar lelucon masa kuliah mereka, sementara Kyna hanya duduk diam menjadi pendengar yang asing di rumahnya sendiri.

Setiap kali Aldrian mencoba menyendokkan lauk ke mangkuk Kyna untuk menunjukkan perhatian di depan teman-temannya, Kyna dengan halus menggeser mangkuknya, membiarkan makanan itu mendarat di piring kosong.

Di tengah riuhnya obrolan tentang masa lalu, ponsel William yang tergeletak di atas meja mendadak bergetar.

Sebuah notifikasi dari aplikasi forum pencinta barang mewah lokal memunculkan sebuah unggahan yang sedang viral di Kota Hatam.

William membuka unggahan itu sambil tertawa, berniat menjadikannya bahan lelucon, namun tawa pria itu mendadak terhenti saat melihat foto sepuluh jam tangan desainer edisi terbatas yang baru saja dijual oleh seorang kolektor misterius di pagi hari.

Mata Anara ikut membelalak ngeri saat mengenali nomor seri yang tertera pada sertifikat di foto tersebut, itu adalah sepuluh jam tangan identik yang seharusnya menjadi koleksi rahasia milik Aldrian. Sebelum Aldrian sempat merebut ponsel William, Sani mendadak berlari keluar dari area kamar utama dengan wajah pucat pasi, membawa sebuah kotak perhiasan besar milik Kyna yang kini telah kosong melongpong tanpa menyisakan satu pun hadiah dari sang suami.

1
falea sezi
sejauh ini. muter doank ini novel🤣 pret rugi baca nya gue😒
falea sezi
jahat bgt si bangsat😒
falea sezi
bukannya Julian kok jd andrian
Emi Sudiarni
bgusvsib ceritanya. tpi bingung bacanya kerna bolak balik dsk beraturan
Emi Sudiarni
sdih bngat ceritanya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!