NovelToon NovelToon
Cinta Tak Perna Salah (Pace Roy Pilihanku)

Cinta Tak Perna Salah (Pace Roy Pilihanku)

Status: sedang berlangsung
Genre:Diam-Diam Cinta / Cintapertama / Nikahmuda
Popularitas:765
Nilai: 5
Nama Author: Wisye Titiheru

Seri ketiga dari kisah Cinta Tak Perna Salah Mengisahkan seorang guru relawan yang memilih hidup jauh dari orangtuanya. karena kecintaannya terhadap anak - anak. Maria Theresia namanya gadis Kalimantan ber darah campur China . Dan dia di cintai oleh laki - laki asli papua bernama Roy Denis.
Apakah kisah cinta mereka bisa abadi selamanya???

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wisye Titiheru, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Serah Terima

Roy makan sangat lahap, bagaimana tidak dia baru saja menyelesaikan oleh raga bersama istrinya. Seperti biasa Mia tetap melayani suaminya seperti yang biasa di lakukan maminya kepada papi dan mereka anak - anaknya. Roy bahagia sekali, disayangi, di layani dengan baik oleh istrinya.

"Sayang i love you more."

"Ya... Adek tahu. Stop lebay baru makan sayang."

Roy tertawa, selesai makan mereka membereskan bersama peralatan makan mereka dan Mia membuat teh buat mereka berdua. Kebetulan kemarin mama Sisca mengirim kue kesukaan Mia dari Jayapura. Mia nonton televisi ditemani Roy yang sedang bekerja melihat program kerja dari sekretariat dewan. Hanya yang garis besar saja, belum yang terperinci. Rencana besok baru serah terima.

"Sayang, besok serah terima juga buat ketua darma wanita di kantor."

"Tetapi adek belum ada seragamnya."

"Tidak masalah, besok selesai dari acara serah terima baru sayang ke penjahit."

"Pakai baju yang rapi saja kan??"

"Iya istriku sayang. Ini baru bagi saya dan sayang. Jadi kita belajar ya. Besok ada kegiatan apa??"

"Ya pasti disekolah, kebetulan Sara dan Anna mau perpisahan, mereka kan mau kuliah."

"Waktu kamu kecelakaan itu mereka berlima menangis loh??"

"Kamu ngak menangis??"

"Apa aku waktu itu??"

"Dasar kaku!!!" Roy tertawa dan langsung memeluk serta mencium bibir istrinya lalu menatap matanya.

"Aku bersedih dan menyesal. Takut sekali. Makanya aku nyusul kamu ke Jayapura besoknya. Tetapi aku salut sama saudara - saudara kandungmu sayang. Semua penuh cinta dan tidak membedakan orang asing seperti kakak."

"Takut kenapa??"

"Takut tidak bisa mengungkapkan perasaanku, karena papa kamu langsung membawa kamu ke Jayapura dan tiba - tiba sudah ada di Jakarta."

"Emang kamu sudah suka sama aku??"

"Kalau, aku ya." Ria tersenyum kemudian dia meralat ucapannya.

"Eh salah emang sayang sudah cinta saya??"

"Pertama kali bertemu. Kalau sayang??? Jujur !!!"

"Aku suka saja, tetapi aku takut. Kan mukanya garang - garang."

"Kaka muka garang??? Yang benar sayang?? Babyface begini??"

"Orang - orang disekitar kakak." Roy langsung mencium dan memeluk istrinya ini.

Pagi - pagi Mia sudah menyiapkan sarapan buat suami dan dirinya. Kemudian dia ke kamar dan mandi. Roy sudah siap dengan baju dinasnya. Setelah memilih baju yang pas dan cocok pilihan Mia jatuh kepada drees batik papua, yang dia jahit waktu di Jakarta. Dia sudah makeup natural.

"Sayang..... Cantik sekali."

"Masa, ini buat kaka. Aku mau mendukung pekerjaan kaka."

"Terima kasih sayangku." Roy langsung mencium mesra istrinya. Mereka sarapan bersama dan siap ke kantor. Tas warna hitam dan sepatu dengan warna yang sama dengan tas yang digunakan Mia, membuat dia tampil sangat cantik dan menarik. Selesai sarapan dan berdoa. Mereka berangkat ke kantor baru. Katanya semua anggota dewan juga hadir bersama istri atau suaminya.

Acara serah terima ini, bapak dan ibu Bupati juga hadir. Roy dan Mia sudah ada di kantor DPRD (Dewan Perwakilan Rakyat Daerah). Semua mata tertuju kepada mereka. Di aula itu juga hadir papa dan mama mantu Maria Theresia Johan. Sepanjang jalan Roy memegang tangan istrinya. Mia berkenalan dengan mantan pejabat yang sudah pensiun juga bersama anggota - anggota dewan. Jelas penampilan Mia berbeda dari semua orang yang ada di aula itu.

Bupati dan istrinya sudah hadir. Serah terima sudah di langsungkan. Dan sambutan dari Roy Denis Sam, S.IP, M.IP gelar sepurna yang dia ambil selama dia bekerja. Roy memberi sambutan di dampingi oleh istrinya Maria Theresia Johan, S.Si, M.Si. Semua orang terkesima dengan penampilan mereka.

"Lalat dan susu ya??? Saya bersyukur sebagai lalat bisa menikmati susu yang segar ini." Semua bertepuk tangan dan tertawa. Karena di akhir sambutannya, Roy bangga menjadi lalat.

"Selamat nak."

"Terima kasih pa." Roy dan Mia memeluk papa mertuanya karena ucapan selamat kepada anak laki - laki yang tidak dia ingini. Selesai menikmati makan. Mia pamit karena dia masih ada janji dengan kedua anak didiknya yang besok akan berangkat.

"Sayang, kamu pakai mobil aja. kaka pulang dengan mobil dinas."

"Oke sayang." Roy langsung mencium bibir istrinya dan dia mengantar istrinya ke depan. Mia sudah pamit kepada staf dan keluarga mereka. Begitu juga kepada mertuanya. Roy sudah mempercayai istrinya menyetir mobil sendiri di dalam kota. Mia diundang oleh Sara dan Ana acaranya akan dibuat dirumah Sara. Rumah sederhana, yang sudah sering Mia kunjungi waktu belum menikah.

Disana sudah ada orangtua dari Ana bersama saudara mereka. Hari ini ada makan daging haram satu ekor yang disiapkan dua keluarga ini. Mia tidak perna risih berada di tengah - tengah keluarga ini. Sara dan Ana sudah pintar merawat diri mereka, makanya semua anggota keluarga mereka juga mengikuti.

Mia tidak menyangka makan dan bersanda gurau sampai terasa waktu sudah mau malam. Langsung menghubungi Roy untuk menjemput dia ke rumah Sara yang sedikit jauh dari kota.

Roy sudah memberitahukan istrinya bahwa pulang kantor akan malam, karena lembur. Akhirnya bersama supirnya dengan mobil dinas menuju rumah Sara. Orangtua Sara dan Ana memohon maaf karena mengundang miss Mia tidak melihat waktu.Roy tidak memarahi keluarga ini, dia tahu bahwa sayang dan cinta mereka kepada istrinya sangat besar.

Mia pulang dengan membawa daging yang banyak, yang tadi dibakar.

"Terima kasih miss." Sara dan Ana sudah memeluk Mia, miss mereka. Roy pamit kepada kedua pasang orangtua ini. Masih dengan baju dinas, Roy membawa mobil mereka dan di ikuti oleh supirnya dengan mobil dinas.

"Maafkan ade, buat pekerjaan kakak tertunda."

"Hukumannya nanti dirumah. Tetapi kakak senang, kamu tidak nekat pulang malam - malam sendiri."

"Mau di hukum apa kaka?" Roy langsung mencium bibir istrinya. Supirnya Roy sudah pulang dengan mobil dinas. Mia membagikan daging sebagian buat supirnya Roy.

Hukuman Mia sudah diterima. Sekarang dia sedang berbaring di tempat tidur sambil memeluk suaminya.

"Kaka, sepertinya ade sudah terlambat seminggu deh???"

"Sunggu, akan ada Roy junior??? Besok kita ke rumah sakit.

"Iya, Tetapi kaka keluar beli alat tespack kehamilan dulu."

"Mandi dulu sayang, baru kita makan malam bersama, aku lapar sekali."

"Oke, sayang."

Mia menyiapkan baju ganti buat suaminya. Dan langsung memanaskan masakannya. Mengatur perlengkapan makan buatnya dan suami. Roy dengan motornya ke apotik membeli apa yang Mia minta tadi.

"Sayang lusa kaka ke jayapura, kamu ikut."

"Ngak papa adek ikut??"

"Ngak papa. Kaka ngak mau kamu tinggal sendiri disini. Ini sudah aturan, setiap kaka jalan dinas kamu ikut sayang."

"Kalau adek sibuk mengajar."

"Sayang, kamu tetap ikut. Kaka tidak akan membiarkan kamu sendiri di sini."

"Adek terserah kakak saja."

"Good wife. I love you."

"I love you too sayang."

"Kaka mau minum kopi atau teh??"

"Teh aja ya. Segelas besar buat berdua."

Selesai makan malam yang sudah telat, mereka lanjut minum teh dan makan kue. Jam sebelas malam, baru mereka tidur.

"Besok kaka masih lembur???"

"Tidak sayang."

"Asik adek bisa jalan - jalan sama mama. Kaka kegiatan saja." Roy hanya tersenyum.

Keberangkatan Mia bersama rombongan dewan ternyata bersamaan juga dengan Sara dan Anna anak didiknya yang akan mendaftar kuliah. Dan informasi yang Mia dapati bahwa tim Indonesia mendapat emas pada dua kategori oleh dua regu. Dan didalam dua regu itu ketika anak didiknya ada. Mia sangat bangga.

Penumpang sudah naik melapor dan Roy meminta kursinya bersebelahan dengan istrinya. Dan ternyata mertuanya juga sederet dengan mereka. Mama Susi, istri papanya yang mengantar papa dengan saudara tirinya Roy.

"Suami berangkat haruskah istri ikut." kalimat itu yang di ucapkan kakaknya Roy. Namun dia cuek saja. Toh berangkat menggunakan uangnya. Mia sudah mengandeng tangan suaminya erat.

"Ngak usah didengar sayang." Roy mengenakan headset bluetooth di telinga istrinya. Dia tidak mau istrinya mendengarkan kata - kata tidak bagus. Sambil memeluk tubuhnya. Mata Mia menatap suaminya.

"I love you sayang."

Mia tahu bahwa suaminya sedang melindunginya. Namun orang - orang di bandara sangat senang melihat pasangan suami istri ini.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!