Aina memutuskan untuk meminta cerai dari sang suami karena tidak sanggup untuk hidup berumah tangga dengan Darno lagi, Darno memang tidak berselingkuh namun segala sikap yang dia miliki begitu buruk serta sangat kasar sekali.
ekonomi mereka juga sangat turun sehingga membuat Aina begitu bingung untuk menghadapi ini semua, belum lagi mertua yang selalu ikut campur dalam urusan rumah tangga mereka, membuat Aina gelap mata dan memutuskan untuk bercerai.
namun belum sempat itu terjadi malah kejadian mengerikan terjadi pada wanita cantik itu, Aina mendadak saja sakit pada kemaluan dan mengeluarkan ulat berwarna putih yang berjumlah begitu banyak.
Apa terjadi pada Aina?
mengapa mendadak saja Aina menderita penyakit seperti itu?
ikuti terus kisah mereka di cerita Novita Jungkook.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon novita jungkook, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 3. Amarah Darno
Aina masih pulang ke rumah walau saat ini perasaan dia memang sudah begitu bulat ingin berpisah dari Darno, walau ada sedikit keraguan namun dia tetap berusaha untuk membulatkan hati agar tidak ada keraguan yang timbul ketika nanti memang mengurus perceraian dengan Darno, niat dia pulang kali ini juga karena ingin mengemas seluruh baju yang dia miliki.
Nanti setelah itu baru dia akan pulang ke rumah orang tua mereka yang cukup sederhana juga namun setidaknya masih bisa hidup bahagia di sana, karena orang tua Aina bisa dikatakan sedikit mampu dan tidak sengsara seperti hidup Aina saat berumah tangga dengan Darno di sini.
Aina memutuskan untuk mengambil seluruh baju dan dia akan pulang malam ini juga, sebab Dia sudah tidak ingin berdebat dengan Darno atau bahkan nanti ketika sang mertua datang untuk mengatasi dia sebagai wanita yang tidak benar, Katiyem pasti sangat tidak terima ketika Aina memutuskan untuk bercerai dari Darno Putra dia.
Orang tua itu sama seperti Darno tidak sadar diri dan beranggapan bahwa Aina adalah wanita yang tidak tahu diri, padahal Aina juga sudah cukup menderita dalam rumah tangga ini karena selalu dibiarkan begitu saja tanpa ada kasih sayang yang timbul di dalam hati Darno, setiap malam dia menangis namun Darno masih bisa tidur dengan nyenyak.
Aina memiliki penyakit asam lambung yang begitu tinggi sehingga dia kerap kumat ketika sedang banyak pikiran atau bahkan terkena makanan pedas, pernah suatu saat Aina kumat di tengah malam dan dia sudah tidak sanggup lagi menahan rasa perih yang timbul di ulu hati ini sehingga memutuskan untuk meminta obat kepada Darno.
Namun Darno menolak dengan alasan dia lelah seharian bekerja sehingga Aina hanya bisa meringis menahan rasa sakit itu, karena danau yang tetap tidak peduli maka kala itu Aina keluar dan meminta obat kepada tetangga sebelah rumah karena penyakit asam lambung memang terasa menyakitkan sekali bila sedang kumat.
Perhatian seperti itu yang membuat Aina merasa kian terasingkan dan tidak pernah dia merasa dicintai lagi oleh Darno, seolah merasa dia di rumah ini hanya sebagai kebutuhan saja untuk memenuhi hasrat birahi dan juga untuk membantu mencari uang agar hidup sedikit lebih layak lagi, jadi Aina memang sudah merasa sangat lelah.
"Maafkan aku ya Allah, perceraian memang dilarang namun aku sudah tidak sanggup untuk melanjutkan rumah tangga ini." Aina memasukkan baju ke dalam tas sambil menangis.
"Sampai kapan aku harus menunggu perhatian yang dia berikan, sudah hidup sengsara tapi dia tidak pernah peduli juga kepada aku." keluh Aina dengan hati yang begitu sedih.
"Andai dia masih bisa sedikit mengerti maka aku bisa menerima ini semua." sambung Aina.
"Kamu mau ke mana malam seperti ini, Ai?" Darno muncul di ambang pintu dan menegur sang istri.
"Tekad ku sudah sangat bulat untuk berpisah dari kamu, aku akan pulang ke rumah orang tuaku." Aina menjawab tanpa menoleh.
"Apa memang sudah tidak bisa kita melanjutkan rumah tangga ini? setidaknya pikirkan masa bahagia kita." Darno masih berusaha untuk membujuk.
"Masa bahagia kita hanya beberapa bulan setelah menikah, untuk selanjutnya aku hanya terus menderita dan kamu tidak pernah peduli dengan penderitaan yang aku alami." jawab Aina.
"Aku kurang apa kepada dirimu?" Darno menatap dengan pandangan yang begitu tajam.
"Banyak!"
"Apa pria yang kau temui jauh lebih baik dari aku, dia bisa memberikan apa yang Kau minta?!" Darno langsung menuduh sang istri begitu saja.
"Aku tidak menemukan orang lain dan aku berpisah bukan karena orang lain!" tegas Aina.
Aina sebenarnya cukup terluka mendengar ucapan Darno tadi, ternyata suaminya ini malah menuduh dia berselingkuh dengan orang lain dan beranggapan bahwa dia berpisah karena telah menemukan orang baru, padahal Aina memutuskan berpisah karena dia tidak sanggup menghadapi ekonomi yang sulit serta sikap Darno yang tidak pernah peduli kepada dia.
"Bila hanya alasan aku miskin dan tidak perhatian maka itu hanya kebohongan semata!" bentak Darno.
"Aku tidak berbohong ketika mengatakan bahwa kau memang tidak pernah peduli kepada aku, selama ini aku menderita dan menangis tapi kau bisa tidur dengan nyenyak." Aina berkata dengan suara pilu.
PLAAAAAAK.
Satu tamparan keras mendarat di wajah Aina sehingga wanita kecil ini sampai terjatuh, jelas danau lebih kuat karena tubuh dia juga begitu tinggi dan besar sedangkan sang istri mungil dan kecil, ketika tamparan itu mendarat Aina langsung terjatuh begitu saja dengan keadaan kepala serasa mau pecah akibat rasa sakit yang ditimbulkan oleh tangan sang suami.
"Bangun kau jalang!" Darno menarik tubuh Aina dan melemparkan ke atas ranjang reot itu.
"Lepaskan aku!" Aina berusaha untuk berontak walau dia masih merasa puyeng.
"Ini yang Kau minta, karena kau menginginkan perceraian dari aku maka akan aku lakukan saat ini juga!" geram Darno sambil merobek baju sang istri.
"Biadab, kau pria tidak tahu diri!" Aina berusaha untuk kabur dari tangan sang suami.
Namun tenaga Darno jauh lebih kuat sehingga Aina tidak memiliki tenaga lagi untuk berontak, kang Darno juga tak sungkan untuk mencekik leher Aina karena dia merasa harus tuntaskan hasrat birahi yang timbul di dalam hati ini, rasa tidak terima karena Aina justru menginginkan perceraian dengan tekad yang begitu besar.
PLAAAAAAK.
PLAAAAAAK.
"Istri jalang tidak tau diri, Kau pasti telah menemukan pria baru sehingga ingin berpisah dari aku!" Darno berkata dengan emosi tinggi dan terus menampar wajah Aina.
Plaaaaak.
"Ha tunjukkan padaku di mana pria yang akan kau nikahi itu?!" teriak Darno sambil membuka celana milik dia.
Aina sendiri sudah tidak bisa bergerak karena dia seakan mau pingsan setelah berulang kali mendapat tamparan dari Darno, bahkan sudut bibir dia mengeluarkan darah segar karena getaran yang timbul dari tangan pria itu, nggak ada rasa iba yang timbul di hati Darno karena dia telah dikuasai emosi yang begitu tinggi dan sekarang malah menggagahi sang istri yang mau pingsan itu.
"Biadab, aku bersumpah akan bercerai dari kamu!" batin Aina yang sudah mau pingsan.
"Jalang seperti kau memang layak mendapatkan masalah seperti ini." Darno segera memacu tubuh dia di atas tubuh sang istri.
Pandangan Aina begitu buram karena kepala yang berdenyut sakit serta rasa sedih yang begitu besar di dalam hati ini karena merasa begitu terhina, tekad untuk berpisah dari sang suami semakin besar dan Dia merasa bahwa Darno tidak pernah mencintai dia secara tulus sehingga pantas saja selama ini tidak pernah memberikan perhatian terhadap dirinya.
Selamat siang besti, othor sakit kepala jadi agak lelet mau nulis ini.
g