NovelToon NovelToon
Benih Rahasia Mafia

Benih Rahasia Mafia

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Single Mom / Anak Genius
Popularitas:25.9k
Nilai: 5
Nama Author: Senja

Tujuh tahun lalu, malam penyerangan musuh menghancurkan segalanya.

Venus terpaksa pergi membawa rahasia kehamilan yang belum sempat diungkapkan pada suaminya—Dante.

Kini, Venus harus bertahan hidup bersama Sean, putra mereka yang memiliki tatapan sedingin es milik ayahnya.

Saat takdir mempertemukan mereka kembali, dunia Venus seketika runtuh. Dante telah menikah lagi dengan wanita yang menyelamatkan nyawanya.

Meski Dante tak pernah mencintai istri barunya dan terus mencari Venus, Venus memilih bungkam. Venus tak ingin menghancurkan rumah tangga pria itu.

Namun, saat mata Dante tertuju pada sosok Sean, rahasia tujuh tahun itu terancam

Akankah Dante berhasil menemukan Venus dan mengenali Sean sebagai putranya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Senja, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab. 10 Dihadang Musuh

"Ini semua salah papa dan mama! Lihat apa yang terjadi sekarang!"

Bianca membanting vas bunga ke lantai ruang tamu kediaman orang tuanya.

Suara pecahan itu menggema, setajam amarah yang membakar dadanya. Ia berdiri dengan napas memburu, menatap kedua orang tuanya yang duduk tenang seolah tidak sedang terjadi apapun.

"Tujuh tahun! Tujuh tahun aku mengabdikan hidupku, memberikan segalanya untuk Dante, tapi dia tetap menatapku seolah aku ini sampah!" Bianca berteriak lagi, air matanya luruh merusak riasan wajahnya yang mahal. "Tahu begini, aku tidak akan pernah merencanakan kebakaran itu! Aku pikir dengan pura-pura menjadi pahlawan bagi Dante, dia akan menjadi milikku seutuhnya. Tapi nyatanya? Dia malah menjadi mayat hidup yang terobsesi pada abu!"

"Bianca, jaga bicaramu!" sang ayah akhirnya bersuara, nada suaranya berat dan penuh peringatan. "Jangan pernah sebut soal kebakaran itu lagi. Dinding punya telinga. Kau sudah mendapatkan status sebagai istri Dante Carson, bukankah itu yang kau inginkan?"

"Status tidak cukup, Pa! Aku ingin hatinya!" Bianca meremas gaunnya dengan frustrasi. "Sekarang ada detektif cacat yang mulai mengganggu pikirannya. Dante berubah. Dia mulai curiga!"

Ibunya mendekat, mencoba mengusap bahu Bianca untuk menenangkan. "Bersabarlah, Sayang. Laki-laki seperti Dante memang keras. Berikan dia waktu lagi. Kau sudah memenangkannya selama tujuh tahun ini, jangan menyerah sekarang."

"Sabar? Sampai kapan, Ma? Sampai dia benar-benar menemukan wanita itu atau penggantinya?" Bianca menepis tangan ibunya.

Sang ayah berdiri, menatap putrinya dengan tatapan lelah. "Dengarkan Papa, Bianca. Terkadang dalam hidup, kita harus tahu kapan harus berhenti. Kau sudah terlalu jauh melangkah. Akhiri semua kegilaan ini sebelum Dante mengendus keterlibatan keluarga kita dalam tragedi tujuh tahun lalu. Jika dia tahu, bukan hanya kau yang hancur, tapi kita semua."

"Berhenti? Tidak akan!" Bianca mendongak dengan tatapan keras kepala yang mematikan. "Aku tidak akan membiarkan kerja kerasku sia-sia. Jika cinta tidak bisa membuatnya tetap di sampingku, maka sebuah ikatan darah pasti bisa."

"Apa maksudmu?" tanya sang ibu dengan kening berkerut.

Bianca menyeringai dingin, sebuah rencana gelap mulai tersusun di otaknya. "Aku akan menjebaknya. Aku akan memastikan benih Dante tumbuh di rahimku, entah dia mau atau tidak. Jika aku hamil anaknya, Dante tidak akan pernah punya pilihan selain menetap. Dia terlalu menghargai garis keturunan untuk membuang ibu dari anaknya."

"Itu berbahaya, Bianca. Dante bukan pria yang mudah dikelabui," peringat ayahnya.

"Aku punya cara, Pa. Aku sudah terlalu sering bermain dengan api, sedikit lagi tidak akan membuatku terbakar," ucap Bianca dengan penuh dendam. "Dante Carson adalah milikku. Dan tidak akan ada detektif jelek atau bayangan masa lalu yang bisa merebutnya dariku. Aku akan melakukan apa pun, meski aku harus menghancurkan dunia Dante sekali lagi."

Bianca berbalik dan melangkah keluar, meninggalkan orang tuanya yang hanya bisa terdiam melihat putri mereka tenggelam semakin dalam ke dalam obsesi yang berdarah.

Di kepala Bianca, hanya ada satu tujuan, memiliki Dante, tak peduli berapa banyak lagi nyawa yang harus ia korbankan.

******

Kantong belanjaan di kursi penumpang bergeser saat Venus menginjak pedal gas sedalam mungkin. Napasnya memburu, matanya melirik tajam ke spion tengah.

Dua SUV hitam tanpa plat nomor membuntutinya sejak ia keluar dari pusat perbelanjaan di pinggiran kota.

"Sial, siapa mereka?" desis Venus.

Satu SUV mencoba menyalip dan memotong jalur, sementara yang lain menghantam bagian belakang mobilnya.

BRAK!

Benturan itu membuat mobil Venus terpelinting, namun dengan ketangkasan yang ia pelajari bertahun-tahun sebagai istri seorang pemimpin mafia, ia berhasil menyeimbangkan kemudi.

Venus membelokkan mobilnya, hingga akhirnya ia terdesak ke jalan buntu di bawah kolong jembatan tua.

Empat pria berbadan besar keluar dari SUV, masing-masing memegang balok kayu dan pemukul bisbol. Mereka mengepung mobil Venus dengan seringai meremehkan.

"Keluar, Detektif Jelek! Kami hanya ingin memberi sedikit kenang-kenangan di wajahmu yang sudah hancur itu!" teriak salah satu pria berambut gondrong.

Venus membuka pintu mobil perlahan. Ia berdiri tegak, membetulkan letak topengnya yang sedikit bergeser.

"Kalian siapa? Minggir, jangan halangi jalanmu!"

Pria di depannya meludah ke tanah. "Cuih! Melihatmu saja aku ingin muntah. Menyentuh kulitmu pun aku tak sudi, rasanya seperti menyentuh bangkai terbakar. Tapi perintah tetaplah perintah. Kami harus memastikan kau tidak bisa berjalan lagi agar kau berhenti mengurusi urusan orang besar."

"Begitu ya?" Venus tersenyum sinis di balik topengnya. "Kalian pikir karena wajahku seperti ini, aku adalah sasaran empuk?"

"Jangan banyak bicara! Hantam dia!"

Pria gondrong itu mengayunkan balok kayunya. Dengan gerakan refleks yang luar biasa cepat, Venus merunduk, menangkap pergelangan tangan pria itu, dan memutarnya.

Venus menendang lutut lawan hingga tersungkur, lalu melakukan putaran tendangan yang menghantam rahang pria kedua.

Tujuh tahun bersembunyi tidak membuatnya lupa bagaimana cara mematahkan tulang. Sebagai mantan istri Dante Carson, ia telah ditempa oleh latihan fisik yang brutal demi bertahan hidup di dunia bawah.

Melihat kawan mereka tumbang, dua pria lainnya merogoh saku, hendak menarik senjata tajam.

"Mati kau!"

"Kau pikir semudah itu?" Venus menarik senjata di balik rok pendeknya dan mengarahkan pada mereka.

Empat pria itu langsung tumbang bersimbah darah. Tiga tewas seketika, sementara si pria gondrong masih terengah-engah dengan peluru di dadanya.

Venus melangkah mendekat, menginjak luka tembak pria itu dengan ujung sepatunya yang runcing.

"Argh! Ampun... hentikan!" rintih pria itu.

"Katakan padaku, sapa yang mengirim kalian? Bianca? Atau orang tuanya?"

Pria itu terbatuk darah, matanya mulai memutih. "Dia... dia bilang kau... harus lenyap... nyonya..."

"Nyonya siapa?! Jawab!" tekan Venus lebih keras.

Namun, tubuh pria itu mengejang sekali lagi sebelum akhirnya lemas tak bernyawa. Malaikat maut telah menjemput jawabannya lebih dulu.

Venus mendengus kesal, ia mengantongi kembali senjatanya dan mengambil ponsel.

"Leo, datanglah ke kolong jembatan jalan lingkar utara. Bawa peralatan pembersih. Ada empat sampah yang harus kau buang," ucap Venus pendek saat panggilan tersambung.

Sepuluh menit kemudian, mobil Leo meluncur masuk dengan kecepatan tinggi. Leo melompat keluar dan langsung menghampiri Venus yang sedang tenang membersihkan noda darah di ujung sepatunya dengan tisu.

"Kakak Ipar! Kau tidak apa-apa?! Aku hampir jantungan saat menerima teleponmu!" pekik Leo sambil memeriksa tubuh Venus. "Kau terluka? Ada yang lecet?"

"Aku baik-baik saja, Leo. Hanya belanjaanku sedikit berantakan," jawab Venus santai.

"Kau masih memikirkan belanjaan saat sedang genting begini?!" Leo menatap empat mayat di sekeliling mereka, lalu menatap Venus dengan tatapan ngeri sekaligus kagum. "Empat orang? Kau membereskan mereka sendirian dalam waktu kurang dari sepuluh menit? Kak Dante benar-benar salah jika dia berpikir kau hanyalah wanita lemah."

"Mereka amatir, Leo. Tapi pesannya jelas," Venus menatap SUV hitam milik para penyerang. "Seseorang mulai merasa terancam dengan keberadaanku. Dan aku yakin, ini baru permulaan."

Leo mengeluarkan cairan kimia untuk menghilangkan jejak sidik jari dan DNA di lokasi. "Aku akan urus ini. Kau pulanglah, Sean pasti mencarimu. Dia akan mengamuk jika tahu ibunya terlibat balapan mobil dan baku tembak di sore hari yang cerah begini."

Venus mengangguk. "Cari tahu siapa pemilik SUV ini, Leo. Aku butuh nama, bukan sekadar dugaan."

"Serahkan padaku, Kak. Sekarang, pergilah. Cuci tanganmu, aromanya sudah seperti bau mesiu."

Venus masuk kembali ke mobilnya, meninggalkan Leo yang sibuk membersihkan kekacauan. Di perjalanan pulang, matanya menatap tajam ke depan.

Jika Bianca memang dalang di balik ini, maka Venus tidak akan lagi bermain sebagai detektif yang ramah. Ia akan menunjukkan mengapa dulu ia layak bersanding di samping singa seperti Dante Carson.

1
🅰️Rion bee 🐝
👍👍👍👍👍..
Kinara Widya
😂😂😂😂😂
Tiara Bella
pedes bngt loh Dante kata² anakmu...
Nice1808
bacanya sambil mewek lihat sean yg menangis dlm pelukan dante😭.Ayolah sean terima dan maafkan papamu agar bianca gk ambil papamu lagi🤣
Nice1808: 🤣🤣iya kak
total 4 replies
Arbaati
othooor...tanggung jawab...aku mewek ini
Senja: peluk jauh kak😚
total 1 replies
Sri Rahayu
ayolah Sean maafkan papa mu...karena semuanya itu bukan keinginan Dante...lanjut Thorr😘😘😘😘😘
Senja: Siapp
total 1 replies
tinie
akhirnya mulai luluh tembok dingin itu😭😭😭
Senja: huuhuhum
total 1 replies
Sri Rahayu
baru tau kamu Dante....anak mu Sean sangat cerdas, mulutnya pedas dan pemberani...lanjut Thorr😘😘😘
tinie
/Facepalm//Facepalm//Facepalm/🤣rasakan kau dantee
@$~~~tINy-pOnY~~~$@
tidak bergeming = tidak diam?
Senja: Beda2 ya kak, 🤣🤭
total 4 replies
tia
nikmati benih u dante 😁😁
🇧🇬
😆😆😆
Jungkookieeeeeee97🐰
infooo si Venus makan apa sih waktu hamil??
sampe punya anak seJenius Sean??
Eh tapi kayaknya Anak seJenius Sean cuma ada di Novel deh 🫪
Jungkookieeeeeee97🐰
tau tuh si Dante, loe mau anak istri loe kembali,
tapi loe masih punya istri lain???
Huweeeeekkkkkkk, Venus gak akan sudiii Oiiiiii 😠
Jungkookieeeeeee97🐰
Udah didalem kamar pun masih nyaut 🥸
Tiara Bella
papahmu itu Sean....
Jungkookieeeeeee97🐰
bener kata Sean Ve,,,,, Suami mafia mu itu,, Oneng nya tuh Ngoneng bangettt /Scream//Scream/
Jungkookieeeeeee97🐰
Wkwkwkkwkwkwk
Boleh juga idenya si Leo 🤪🤣🤣
lovely_day
ayo Sean.. makan with papa🤗
Jungkookieeeeeee97🐰
Ttttaaapiiiii ucapan Sean bener loh 😳
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!