NovelToon NovelToon
Milik Bos Mafia: Benci Tapi Harus Jadi Istrinya

Milik Bos Mafia: Benci Tapi Harus Jadi Istrinya

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Cinta Seiring Waktu / Cintapertama
Popularitas:2.1k
Nilai: 5
Nama Author: Jumling

Rayya, seorang perawat yang terperangkap dalam permainan cinta dan kekuasaan Marsel, seorang ketua Mafia yang sangat di takuti.
Marsel tidak mau melepaskan nya, Rayya sudah memiliki pacar dan akan segera menikah, akan tetapi Marsel menyatakan kepemilikan terhadap Rayya.

Marsel membuat Rayya tidak bisa menikah selain dengan nya. Ciuman di pertemuan pertama mereka membuat Marsel tidak bisa tenang memikirkan Rayya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Jumling, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pertemuan Pertama dan Ciuman Pertama (Kamu adalah milikku)

Terdengar langkah kaki yang berlari dan tergesa, jauh di belakang, banyak pria berpakaian hitam yang mengejar.

Hari telah memasuki tengah malam, seorang gadis yang tetap terlihat cantik walau penat seharian baru saja meninggalkan area rumah sakit. Wanita yang berusia dua puluh lima tahun serta pemilik mata bulat dan lentik itu berjalan di pinggir jalan sambil memeriksa isi tasnya, takut ada suatu barang yang mungkin tertinggal.

Ia tidak sadar jika di depan nya ada seseorang yang sedang berlari menghindari sebuah kejaran. Saat baru saja mengangkat kepala Ia terkejut wajah pria asing yang tidak di kenalnya sudah tepat berada di depannya.

Pria itu berperawakan tinggi, bahkan ia yang memiliki ketinggian seratus tujuh puluh masih kalah tinggi dengan pria tersebut yang masih jauh di atas nya. Dalam cahaya remang, di lihat dari wajahnya orang itu berumur tiga puluan.

Rayya bersitatap dengan mata elang nya yang tajam, ia ingin menyingkir dari orang asing itu, tapi....

Ah!

Rayya berseru kaget saat tubuhnya di tarik pada tiang listrik dan hampir saja kepala nya terbentur jika tidak di tahan pria asing yang tidak di kenalnya. Pria asing itu menghalangi penglihatan Rayya ke depan dan berseru.

"Heh. Kau apa-apaan menarikku begghhhmmmm!"

Belum sempat gadis itu menyelesaikan perkataannya, mata gadis tersebut langsung membulat kaget karena tiba-tiba tengkuknya di tarik dan bibirnya langsung di cium begitu saja oleh orang yang bahkan tidak dia kenal.

Ia tidak tahu jika yang sedang mencium nya itu tengah menghindari kejaran banyak orang yang saat ini tidak peduli kala melihat ada orang yang tengah bercumbu di jalanan.

Mereka tidak mengira jika orang yang mereka kejar sudah terlewat begitu saja karena berdiri membelakangi jalan dan terlihat sedang menikmati ciuman dengan seseorang yang sejujurnya hanya sebuah trik untuk mengelabui orang-orang yang sedang mengincarnya.

'Darah? Ini rasa dan aroma darah!' batin Rayya saat indranya merasai dan mencium amis yang saat ini menguasai udara sekitar hidung nya.

Wanita itu bernama Rayya dan mencoba melepaskan diri dari tahanan pria tidak tahu malu yang malah mengambil ciuman pertama nya. Tapi sepertinya lelaki tersebut sangat menghayati pertemuan bibir mereka. Matanya terpejam menikmati sensasi lembut dan halusnya dua lembar daging kenyal milik Rayya.

'Kurang ajar! Siapa sebenarnya orang ini?!' 

Rayya sekuat tenaga melepaskan diri dari tahanan orang gila tersebut dan akhirnya berhasil.

Plak! 

Tamparan keras Ia layangkan tanpa peduli dengan sudut mulut yang baru saja di tampar nya itu terlihat di aliri darah segar. Sepertinya Ia baru saja mendapatkan sebuah pukulan dari seseorang, apalagi sudut bibirnya terlihat sudah membiru.

"Apa-apaan kau ini, hah?!" seru Rayya dengan nada marah. Nafasnya memburu menatap nyalang dan tajam pria itu yang justru hanya memperhatikan dirinya dalam diam dan tak terbaca.

Bahkan tamparan Rayya tadi seakan tidak berarti apa-apa sedikit pun dan tidak ada reaksi apapun.

"Minggir!"

Rayya mendorong lengan orang itu karena masih menghalangi diri nya.

"Ssshhhh."

Desisan kesakitan terdengar jelas dan Rayya reflek melihat wajah pria asing itu berkerut menahan sakit. Mata gadis itu beralih melihat lengan yang tadi sempat Ia dorong.

Melihat cairan pada jaket kulit hitam yang melekat di tubuh pria itu dalam kegelapan yang remang, karena tempat mereka agak jauh dari lampu jalan. Dengan sendirinya tangan mulus dan lentiknya meraba dan saat Ia melihat telapak tangan nya telah di nodai darah. Rayya memastikan lagi dengan mengendus tangan nya sendiri.

"Kamu terluka?!" serunya lagi.

Seakan lupa dengan apa yang baru saja terjadi tadi, tanpa pikir panjang Rayya langsung merobek sebagian syal yang Ia kenakan lalu di ikat nya dengan kencang pada lengan tersebut untuk menghentikan pendarahan.

"Dengan begini tidak akan banyak darah yang keluar," katanya sambil fokus dengan pekerjaan nya. Profesi nya sebagai seorang perawat membuat Rayya melakukan hal ini dengan insting keperawatan nya.

Ia tidak sadar, jika sikap nya justru menarik perhatian pria berdarah dingin yang saat ini memperhatikan dirinya dengan intens. Pria itu ingin kembali merasakan sensasi nikmat yang baru saja Ia dapatkan tadi.

Tangan kekarnya nya langsung menarik lembut kepala Rayya dan kedua bibir mereka kembali bertemu.

Rayya yang kaget langsung memberontak seperti pertama tadi, namun Ia gagal dan justru kini kedua tangannya di tahan dalam genggaman kokoh orang gila itu.

Rayya tidak tinggal diam! Ia akhirnya menggigit bibir lancang itu dengan kuat hingga pria yang sedang terpejam menikmati pertemuan bibir mereka langsung membuka mata dengan cepat dan melepaskan bibir manis milik Rayya.

"Kurang ajar! Lepaskan tanganku," teriak Rayya marah. Bukannya berterima kasih, tapi pria itu justru kembali berbuat tak senonoh pada Rayya. Harusnya tadi Rayya tidak usah peduli dan langsung pergi dari hadapan orang tersebut.

"Kamu adalah milikku."

Pria itu langsung mengklaim begitu saja dengan mudahnya.

"Enak saja! Sejak kapan aku jadi milikmu? Lepaskan!"

Rayya segera membalas ucapan orang tidak jelas itu dengan cepat. Siapa dia sampai mengakui dirinya sebagai milik? Apa orang ini pikir Rayya adalah sebuah benda?

"Sejak saat ini. Kamu sudah menjadi milikku."

Pria asing itu kembali mengatakan kepemilikannya secara sepihak. Rayya yang merasa terancam langsung mengarahkan lutut nya menendang selangkangan pria itu.

Plak!

Tindakan Rayya berhasil dan orang itu langsung melepaskan kedua tangan Rayya karena terkejut. Apalagi Rayya kembali memberikan sebuah tamparan kepada nya.

"Mimpi saja!" kata Rayya dan langsung pergi dari sana dengan tergesa. Ia takut pria itu adalah orang jahat dan akan mengejar dirinya.

Rayya di biarkan lolos begitu saja dan tidak di kejar. Beberapa saat setelah kepergian Rayya,  derap kaki yang terdengar ramai mendekati pria itu.

"Bos Marsel, Anda baik-baik saja," seru salah seorang di antara mereka. Tapi orang yang di panggil Bos Marsel itu hanya tersenyum menatap di mana arah Rayya pergi.

"Anda terluka, Bos," kata Alex lagi. 

Tampak jelas pria dengan wajah sangar itu khawatir dengan kondisi sang Bos yang justru hanya tersenyum tipis tanpa peduli dengan perkataan Alex.

"Jangan pedulikan lukaku. Biarkan seperti ini saja."

Alex tidak mengerti mengapa Marsel berkata begitu. Tidak mungkin luka tembakan itu di biarkan begitu saja.

"Tapi, Bos. Mungkin pelurunya masih ada di dalam," seru Alex dan mendapat tatapan dingin dari Marsel karena pria itu begitu cerewet menurut nya.

"Apa kau buta? Aku sedang jatuh cinta," kata Marsel begitu yakin jika dirinya sudah jatuh cinta pada Rayya sejak pertemuan pertama mereka tadi. Apalagi ciuman pertama mereka seakan membuat Marsel terlena dan terbuai serta kehilangan segala permasalahannya.

Marsel adalah seorang Bos Mafia yang amat di takuti, Cinta Bos Mafia memang agak aneh. Entah akan seperti apa nasib Rayya nanti jika menjadi target Marsel.

"Apa...?" tanya Alex seperti suara gumaman, Ia tidak bisa berkata-kata.

Mungkinkah pria dingin dan kejam seperti Bos nya itu juga bisa jatuh cinta?

Kira-kira seperti itulah rasa tidak percaya Alex saat mendengar pengakuan Marsel tadi yang katanya jatuh cinta dengan wajah berseri. Walau itu mungkin memang benar, tapi luka nya tetap harus di obati kan?  Alex tidak pernah melihat wajah seperti tadi ada pada raut Bos Mafia yang terkenal menakutkan tersebut. Sepertinya dia memang sedang di landa api cinta.

1
Ruth Berliana
bagus ceritanya tp msh sepi yg baca nya
Jumli: makasih ❤️
total 4 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!