para readers tolong bijak ya dalam pemilih bacaan
wanita mana yang tidak merasa sedih ketika ditinggalkan suaminya, apalagi di hari pernikahan mereka setelah ijab kabul dan sumpah - sumpah pernikahan itu telah terucap
"Jika bagimu ini adalah candaan
Jelaskan padaku di mana letak rasa lucu itu...?? Biar aku bisa membantumu menertawai hidupku"
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon andee Rosalia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 11
Seperti biasa aku mengabdikan hidupnya di kantor itu hingga tidak terasa sudah genap dua bulan aku bekerja dengannya cukup tenang bersama boss sekaligus suami sahku.
Tidak ada pembahasan mengenai masa lalu kami dan mengenai hubungan mereka yang terpontang panting ketidak jelasannya. Hal itu membuatku bekerja cukup tenang dalam perusahan itu, tanpa drama dan propokasi dari yang lainnya.
Dengan wajah datar lelaki itu akan bersikap dingin pada dewi begitu pun denganku pada lelaki itu. tatapan intimidasi dan kata- kata tajam yang selalu diperlihatkan pada client untuk memperlihatkan kekuasaanya tidak berdampak pada aku, toh aku bukan wanita lugu lagi yang di nikahinya beberapa tahun lalu.
Kini aku selalu bertindak layaknya pekerja propesional yang akan mengimbanggi kinerja si laki-laki dalam bisnis, aku seakan tidak terpengaruh dengan kenangan masa lalunya jika di perhatikan dari luar tapi dalam hati dan pikirannnya aku sudah siap membunuh lelaki itu berkali-kali.
Ketika waktu istirahat aku sering kali menyisipkan waktu untuk mencurahkan perasaannya pada angin karena aku tahu angin mampu membawa sedikit rasa lelahnya.
"Hai dunia kelam dan kejam saksikanlah bagaimana aku menantang sumber kekacauan dalam hidupku dan kuharap kau bersekongkol denganku untuk mencapai kehancuran orang itu" monolokku pada angin yang berlalu begitu saja, mungkinkah angin mendengar bisikan hatiku lalu menyampaikan pada sang pencipta jika aku akan membalas perbuatan lelaki yang ditakdirkan menjadi suaminya itu?.
Tidak dapat aku pungkiri jika dia belum bisa berdamai dengan rasa sakit dan masa lalu, salahkah aku yang terlalu mendalami karakter orang yang tersakiti? atau salahkah aku yang tidak bisa menerima takdir orang lain selalu lebih beruntung dibandingkan aku?.
Lelaki yang ditakdirkan untuk menjadi jodohku itu memiliki wajah yang sangat tampan nyaris sempurna, uang berlimpah tentu adalah faktor yang mendorong wanita-wanita jalang rela menggantri untuknya, bukan hal yang sulit untuk membuat wanita implant itu bertekuk lutut dibawah kekuasaannya.
Mereka bahkan dengan suka rela menggangkang dihadapan lelaki keparat itu namun jangan harap denganku. Tidak akan, dan tidak akan pernah aku lakukan. aku takkan pernah sudi merendahkan harga dirinya pada lelaki yang dia pandang layaknya kotoran anjing.
Hingga bulan ke 6 aku bekerja, Semua berjalan seperti biasanya walaupun akhir – akhir ini dimulai dengan sedikit drama oleh lelaki k*p*rat itu.
Banyak hal yang kini dia permasalahkan misalnya saja karena segelas teh yang rasanya tidak seperti keinginannya, tinta polpen yang tidak berfungsi, dan suhu ruangan yang tidak sedingan semestinya sikapnya semakin semenah – menah membuat semua pekerja semakin was – was.
Aura dari lelaki bernama Dedi memang sedari awal mendominasi namun tidak ada yang menyangka jika kemarahan lelaki itu bagaikan melibatkan iblis untuk menyiksa dan membuat orang lain menanggis pilu karena perkataan dan siksaan yang harus dihadapi sebagai koensekuensi mengundang ekspresinya yang sudah lama tertidur.
Semua karyawan memang mengenal boss mereka pelit ekpresi, lebih sering diam tapi sekali berbicara bagaikan petir menggelegar di siang hari. selama aku bekerja hanya dua ekpresi lelaki yang sering aku lihat dari lelaki itu yaitu datar dan marah.
Amarahnya pun tak bisa ditebak, terkadang tiada angin, tiada hujan namun petir menyambar dan mengenai para karyawan karena kinerja mereka yang dianggap lelet, tidak teliti dan tidak uptudet mengenai keinginan pasar, perkembangan ekonomi, teknologi lainnya dan tidak ontime.
Semua keluh kesah di utarakan oleh setiap divisi mulai dari pemasaran, akuntan, pekerja bagian lapangan, maupun OG tidak lupuk dari amarah si bos membuat mereka mewanti – wanti akan ada pemecatan secara merata dan sialnya aku yang cukup dekat dengan beberapa dari mereka membuat mereka begitu santai menggutarakan kekesalannya pada boss mereka.
Rasanya hampir tiap hari keluah kesah itu hilir mudik memenuhi pendengaranku. Tidak kenal waktu dan tempat mereka itu selalu menggadukan kekejaman boss mereka padaku. tentu saja aku hanya mendengar tanpa mau peduli akan semua itu.
Seperti saat ini waktu makan siang telah tiba dan lagi-lagi aku harus menyiapkan kuping untuk mendengar caci maki yang mereka lontarkan untuk boss iblis berwujud manusia itu. mereka berkumpul di meja kantin yang kini ku duduki.
Pertanyaan mereka tentunya tidak lain tidak bukan adalah sikap bos mereka yang mengalahkan ibu-ibu yang akan melahirkan. Kali ini, seseorang berkata
"Wi, sebenarnya si bos itu kenapa si? " Katanya Tio memulai percakapan dan tebakan ku benar – benar jitu ternyata.
"..." Aku tak menjawab hanya mengangkat bahu menandakan dia sama binggungnya dengan mereka tanpa menghiraukan mereka, aku tetap saja menyantap makanannya dengan begitu santai.
" Masa sih kamu tidak tahu?, kamu kan sekretarisnya tentu saja harusnya kamu tahu!" Tuding tio salah satu karyawan di devisi pemasaran yang di angguki oleh rekan – rekan yang lainnya.
"walaupun dia marah, itu bukan urusanku" ujarku setelah menghabiskan makanan yang ada dalam mulut.
"Jangan gitu dong, kan kamu selalu di sampingnya setidaknya kalo kondisi kurang sejuk kamu bisa mewanti-wanti kami semua, iya kan?" Kata tio mencari dukungan pada beberapa karyawan lain yang ikut mendengarkan.
"Duh dewi cukup bos yang nyebelin lo jangan nambah-nambah jadi blacklist karyawan sini dong" kata lisa samba mencubitku dengan gemas. Sudah tahu situasi mulai memburuk, aku malah masih saja bersikap angkuh dan cuek dengan orang-orang disekitarnya.
"orang tuh hidup biar berguna bagi orang lain. lo diminta tolongin gitu aja kok susah banget, lo manusia bukan sih?" kata Tika dengan geram.
"Jelas, yang kau ajak bicara ini adalah manusia, kecuali kamu hewan berarti kita sejenislah"
"Maksud lo?"
"Menurut anda, semua yang ada disini apa? karena saya merasa semua sosok yang sama" tanya dewi menghabiskan minumannya.
"kau ini sedari awal emang datang dengan masalah ngak jelas dan sampai sekarang juga jadi masalah" hardik lisa tak tanggung-tanggung. sungguh amarah yang dikarena boss kini serasa sangat ingin dilampiaskan ke aku.
"Dan saya tidak peduli itu" kataku masih santai namun terlihat sangat angkuh.
"Kau sebenarnya fungsinya apa sih? sekertaris seharusnya tahu tentang bosnya" sembur lisa sepertinya mulai frustasi dengan perdebatan antara dia dan dewi. lisa merasa percuma berdebat dengan dewi toh lisa tidak mendapatkan informasi secuil pun.
" Aku sekretarisnya ya bung bukan malaikat atitnya" Kata – kata itu cukup membuat mereka diam dan kembali memilikrkan kehidupan mereka masing – masing.
“Tapi seharusnya jika ada masalah di perusahaan jelas kamu bakal lebih tahu kan di banding bos. Bilang deh bos sebenarnya ada masalah apa sampai hampir seluruh penghuni kantor di semprot sama dia” desak tika tidak tanggung-tanggung padaku.
“Mana ku tahu. yabg ku pedulikan cuman perusahaan sedang stabil malah dalam rancangan bonus tahun ini”
“Seriusan. Tapi sumpah biar pun lo bahas bonus, gua lebih peduli sama masalah boss di banding bonus” keluh Andre dengan wajah makin suntuk saja.
“Mana aku tahu, kalian tanya langsung saja sana” kataku lagi.
“kalo seandainya bisa, ngak mungkin kami bertanya padamu goblok. Pasti ada masalah deh sampai ngamuknya mau hancurin satu gedung”
“ngak ada nyonya Tika sulastika” kataku menahan geram
“bisa ngak sih lo jujur ma kita. Lo pikir kami mau desak lo kalo keselamatan kami ngak terancam?” kata tika kini mulai menaikkan nada suaranya. saking lelah di introgasi tidak jelas, sebuah ide terbersik dalam benakku hingga aku berkata
“Okey aku jujur, tapi kalo aku udah bilang lo bakal bantu boss ngak?” tantangku pada tika
“Kalo kita bisa. Dari pada di PHK dini” kata Tika yakin sambil menggangukkan kepala begitupun dengan beberapa yang mendengarkannya.
“Yakin?” pancingku lagi
“Bilang deh ada apa. Gua udah penasaran gila” umpat Lisa kali ini.
“Boss belum nyalurin birahi, butuh pasangan untuk B.D.S.M. ketreria pasangannya harus teteknya kayak biji salak dan lubangnya lebih rapat dari pantat. Kalo mau nolong sana gih ke ruangannya” candaku tapi sepertinya di tanggapi serius oleh teman-temanku.
Setelah mendengar kalimat itu, mereka mundur satu persatu dari hadapanku tanpa ku pinta.
Ternyata respon dari kalimat itu hanya dengusan dan tatapan geli dari mereka, tapi bukannya aku mengahardik tapi malah membuatku semakin acuh akan ekpresi yang diperlihatkan mereka. dengan sikap tenang mereka kembali makan dalam diam, bukan rahasia lagi jika mereka menerima sikap aku yang demikian.
ko aku sedikit bingung ya, sebenarnya yg ngomong ini siapa sih?? dewi yg menceritakan kisah nya apa orang lain yg menceritakan kisah dewi
hmmmm 🤔🤔??