NovelToon NovelToon
Ku Balas Pengkhianatanmu Dengan Bismillah

Ku Balas Pengkhianatanmu Dengan Bismillah

Status: tamat
Genre:Pelakor jahat / Penyesalan Suami / Selingkuh / Tamat
Popularitas:140.3k
Nilai: 5
Nama Author: Queen_Fisya08

Mengkisahkan seorang wanita yang bernama Aulia Az-Zahra yang hidup dalam dunia penuh intrik, pengkhianatan, dan tipu daya orang-orang terdekatnya, dari suami yang berkhianat hingga keluarga yang ikut campur, ia belajar bahwa kepercayaan bukanlah sesuatu yang bisa diberikan begitu saja.


Dengan keberanian dan prinsip, Zahra memutuskan untuk membalas dengan bismillah, bukan dengan dendam, tapi dengan strategi, keteguhan, dan kejujuran...


Akan kah Zahra bisa membalaskan sakit hati nya? dan apakah Zahra juga bisa menemukan kebahagiaannya setelah ini?

Jangan lupa tekan love sebelum melanjutkan membaca dan tinggalkan komentar juga ya besty!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Queen_Fisya08, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 12 Zahra Mulai Bangkit Untuk Menata Kembali Hidupnya

Sekarang hari-hari Zahra mulai berjalan dengan ritme yang berbeda..

Tidak ada lagi suara langkah berat Bu Ratna di lorong rumah, tidak ada bentakan bernada perintah yang menyamar sebagai nasihat, tidak ada tatapan tajam Dini yang selalu membuat dadanya sesak...

Tidak ada lagi kebiasaan menunggu Genta pulang dengan rasa cemas, mencari-cari alasan atas keterlambatan yang selalu dibungkus kebohongan kecil.. yang ada kini hanyalah keheningan.

Awalnya, keheningan itu terasa asing, bahkan menakutkan..

Namun perlahan, aku belajar mengisinya, dengan kegiatan sehari-hari dirumah ibu..!

Menyeduh teh untuk ibu dan bapak ku setiap pagi, membantu membersihkan halaman, membaca kembali buku-buku lama yang dulu aku simpan rapat karena dianggap tidak penting bagi istri, dan yang paling membuat jiwa ku bergetar membuka kembali catatan keuangan dan laporan-laporan lama yang pernah aku susun dengan penuh kebanggaan.

Keahlian yang dulu aku tinggalkan demi menjadi istri yang ideal

Pagi ini, saat matahari baru naik dan udara masih sejuk, ponsel ku bergetar di samping cangkir teh ku

Nama Wulan muncul di layar!

"Zahra aku punya kabar baik untuk mu” suara Sari terdengar cerah, penuh semangat yang menular..

“Perusahaan ku lagi butuh konsultan keuangan lepas, aku langsung kepikiran kamu.” ucap nya lagi

Aku terdiam sejenak, tangan ku yang memegang ponsel sedikit mengencang..

Ada sesuatu yang bergetar di dada ku, bukan ragu, bukan takut melainkan perasaan lama yang hampir ia lupakan..

Perasaan dibutuhkan karena kemampuan.

“Perusahaan kami lagi berkembang, butuh orang yang bukan cuma pintar angka, tapi juga jujur dan aku percaya kamu Ra" lanjut Wulan

Aku menghela napas pelan, menahan emosi yang mendesak naik, sudah lama sekali aku tidak mendengar kalimat itu, aku percaya kamu

“Aku mau Lan dan aku siap" jawab ku akhirnya, suara ku mantap.

Setelah panggilan berakhir, aku menatap cermin kecil di meja rias ku!

Wajah ku terlihat lebih kurus, mata ku masih menyimpan lelah tapi ada cahaya lain di sana

Cahaya seseorang yang mulai menemukan kembali dirinya sendiri..!

Untuk pertama kalinya sejak menikah, ia merasa dihargai bukan sebagai istri Genta dan bukan pula sebagai menantu Bu Ratna melainkan sebagai Aulia Az-Zahra

***

Di sisi lain kota, di sebuah gedung perkantoran yang megah namun terasa dingin, Genta duduk terpaku di ruang kerjanya.

Meja besar di hadapannya dipenuhi laporan keuangan, angka-angka merah mendominasi. Grafik yang biasanya menanjak kini turun tajam, seolah mencerminkan hidupnya sendiri.

Pak Damar, rekan bisnis sekaligus investor utamanya, duduk berhadapan dengan wajah serius.

"Genta, kepercayaan itu mahal dan sekali rusak susah untuk diperbaiki,” katanya pelan tapi tegas..!!

Genta mengusap wajahnya.

“Aku tahu.”

"Aku dengar kabar soal kamu dan karyawan mu, Skandal seperti itu bukan cuma urusan rumah tangga, itu mencoreng nama perusahaan.” lanjut pak Damar

“Itu masalah pribadi,” Genta mencoba bertahan.

Pak Damar menggeleng..

“Tidak, kalau menyangkut uang dan reputasi, aku sedang mempertimbangkan menarik investasi ku.”

Kalimat itu seperti palu, dan Genta langsung terdiam, inilah akibat yang tak pernah ia perhitungkan...

Selama ini ia merasa aman, berpikir bahwa segalanya bisa ditutup, dikendalikan, diselesaikan dengan pengaruh dan uang.

Ternyata tidak semudah itu

Begitu Pak Damar pergi, Genta terduduk lemas, untuk pertama kalinya, ia merasa benar-benar sendirian di ruangan besar itu.

Sore hari, pintu ruang kerjanya terbuka tanpa ketukan, Bu Ratna masuk dengan wajah merah padam..

"Ini semua gara-gara Zahra! Perempuan itu menghancurkan kamu!” bentaknya tanpa basa-basi

Genta berdiri refleks..

“Mak, jangan....”

“Kalau saja kamu tegas dari awal, kalau kamu tidak membiarkannya mempermalukan keluarga kita, semua ini tidak akan pernah terjadi Genta” lanjut Bu Ratna

Genta menatap ibunya dengan mata lelah. “Mak… cukup. Ini salahku.”

Bu Ratna terdiam seketika.

“Kamu… membelanya?” tanyanya tak percaya.

“Aku tidak membela siapa pun Mak, aku menanggung akibat dari perbuatanku sendiri.” jawab Genta lirih

Bu Ratna mengepalkan tangan..

“Kalau begitu, biar Mak yang membereskan.”

Nada suaranya dingin bahkan terlalu dingin, Genta menatap ibunya dengan perasaan tidak enak yang mengendap di dadanya..

“Mak mau apa?” tanya Genta penuh selidik

Bu Ratna tidak menjawab, ia hanya tersenyum tipis, senyum yang tidak pernah membawa kebaikan, Genta tahu akan ada badai lain yang akan ibu nya ciptakan

Malam ini di rumah orang tuanya, Zahra duduk di meja kecil di kamarnya, laptop terbuka, layar dipenuhi angka dan tabel, jemarinya bergerak lincah, pikirannya fokus.

Ia sedang menyusun laporan keuangan pertamanya untuk klien baru.

Ada kepuasan kecil setiap kali ia menemukan ketidak sesuaian, memperbaiki arus kas, menyederhanakan laporan yang selama ini rumit, dunia ini adalah dunia angka selalu memberinya rasa kendali yang jujur.

Ibunya mengetuk pintu pelan..!

“Kamu kelihatan sibuk,” katanya sambil masuk.

“Aku bekerja, Bu.” ucap Zahra sambil tersenyum

Ibunya menatap layar laptop, lalu melihat wajah putrinya, disana ia melihat ada kebanggaan yang tak ia sembunyikan..!

“Teruskan nak, jangan lagi mengecilkan dirimu demi siapa pun, ibu dan bapak akan selalu mendukung mu"

Aku mengangguk, kata-kata itu menguatkan ku lebih dari yang ibu ku tahu.

Keesokan harinya, Zahra datang ke kantor kecil Wulan, tempatnya sederhana, tapi hangat...

Ia dikenalkan pada beberapa klien lain, cara bicara Zahra tenang, terstruktur, ia tidak tergesa-gesa, tidak berlebihan dan oang-orang mendengarkan..

"Zahra ini punya pengalaman yang sangat bagus, dan dia sangat teliti.” ucap Wulan dengan bangga

Zahra menunduk sopan...

"Terima kasih atas kepercayaannya, saya akan bekerja sebaik mungkin.”

Semua yang berada disana merasa tertegun dan bangga

"Selamat bergabung Bu Zahra" ucap salah satu klien yang berada disana

"Terima kasih" ucap ku singkat

Saat istirahat tiba, Zahra membuka ponsel, sebuah pesan masuk dari nomor tak dikenal..

("Hati-hati dengan langkahmu, jangan lupa kamu masih istri Genta")

Zahra menatap layar lama, dadanya mengeras..

Aku tahu siapa pengirimnya, Bu Ratna.

Jemarinya bergerak perlahan, membalas singkat namun tegas..

("Status tidak menghapus hak saya untuk hidup bermartabat") balas Zahra

Aku mematikan ponsel, menolak membiarkan ketakutan lama merayap kembali, kali ini, ia tidak akan mundur..

Sore harinya Genta datang ke rumah orang tua Zahra, kali ini sendirian, tidak ada Bu Ratna dan tidak ada tekanan tambahan.

Wajahnya lelah dan matanya redup.

“Zahra aku kehilangan investor,” katanya jujur.

Aku menatap Mas Genta dengan empati yang tenang..

“Aku ikut prihatin.”

“Aku butuh kamu, bukan hanya sebagai istri, tapi sebagai partner.” lanjut Mas Genta suaranya pecah

Kata itu, partner datang terlambat namun tidak sepenuhnya sia-sia..

“Aku bisa membantu secara profesional, tapi dengan syarat" kata Alya akhirnya.

Mas Genta mengangguk cepat..

“Apa saja.?”

"Aku tidak mau kembali ke rumah itu, aku tidak tunduk pada tekanan ibumu dan semua keputusan harus jujur.” tegas ku

Mas Genta terdiam sesaat, lalu mengangguk.

“Aku setuju.”

“Dan satu lagi Mas, jangan pernah lagi membuat perempuan lain merasa aman di tempat yang seharusnya milikku.” lanjut ku menatap Mas Genta dengan tatapan yang sangat dalam

Mas Genta menunduk.

“Aku janji.”

Aku tidak menjawab, aku tahu, janji tidak lagi cukup, tapi kali ini, aku tidak akan percaya lagi pada kata-kata..

Malam nya Zahra kembali bersujud.

“Bismillah, jika ini awal hidup baruku, tuntun aku agar tidak kembali pada luka yang sama.” ucap nya mantap

Di kejauhan, Bu Ratna menatap layar ponselnya dengan senyum tipis, ia belum menyerah.

Dan Zahra belum tahu bahwa kebangkitan selalu diuji oleh cobaan..!!

1
Yuni Ngsih
Authoooor ceritramu tuh bgs banget meskipun bertele - tele jd bcnya kurang asyik Thor trs yg punya ceritra ko banyak ujiannya...ok tetap semangat
Dewi Dama
erna kali bukan ema thoorr
Queen_Fisya08: maaf gak ada nama Erna di novel ini 🤭, itu Emak (Mamah)🙏
total 1 replies
🥰Ary Ambar Kurniasari Surya🥰
ini novel lucu dan konyol, banyak yg mati hahahaha, aneh ya ada2 aj author in
Mely Ktp
knp mak ratna segitu benci nya dgn zahra
Mely Ktp
knp mak ratna segitu benci nya dgn zahra
guntur 1609
lah seharusnya kan hanya akad saja. kok sampai ke pengurusan berkas. apa selama ni genta dan zahra nikah siri ya
guntur 1609
🤣🤣🤣🤣 ketangkap si zafran
guntur 1609
kalau gini ceritanya. datang genta di tangkap. trs Fadil. trs zahra. trs mamanya zahra. habis deh semuanya di tangkap sm rena hadeehh
guntur 1609
cerita yg lebay. masa semuanya bisa fi tangkap sm seorang rena. padahal mereka punya uang dan kuasa
guntur 1609
dari mna sebetulnya uang rena. kok bisa menyewa orang. apa pakai daun bayarnya
guntur 1609
knp gk dipolisikan saja. kok jd ribet
guntur 1609
jadi dilema kalau jadi fadil
guntur 1609
loh gmna ceritanya Fadil masih hidup
guntur 1609
bagus genta. mngkn nikah menjadi jalan takdir kalian
guntur 1609
jangan bilang nanti Fadil meninggal dan akhirnya zahra balik ke genta
guntur 1609
ni semua di mau dari kebencian Ratna. jadi merembet kemana2 semuany
guntur 1609
mngkn ni yg terbaik bagimu rena
guntur 1609
dasar Siska bodohm dikasih tahu merengjel. meni kasih tahu genta
guntur 1609
rasakan kau. kau hancurkan keluargamu sendiri.
guntur 1609
dasar laki pecundang. sdh rabu sifat mamanya sprti ular. masih saja terpedaya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!