NovelToon NovelToon
Air Mata Di Ujung Senja

Air Mata Di Ujung Senja

Status: tamat
Genre:Pelakor / Nikahmuda / Penyesalan Suami / Selingkuh / Hamil di luar nikah / Cintapertama / Tamat
Popularitas:7.2k
Nilai: 5
Nama Author: Sarifah31

Di desa terpencil, Zifa hidup bersama Mama Auna dan Uti Yaya, dihantui kerinduan akan ayahnya yang hilang, hingga kebenaran pahit terungkap bahwa ayahnya telah menikah lagi, berbeda dengan cerita Mama Auna tentang ayahnya yang bekerja di luar negeri. Malam-malam misterius dengan hilangnya hewan ternak warga desa menambah teka-teki, sementara takdir mempertemukan Auna dengan cinta pertamanya, Zhafran, yang kini kaya raya. Rahasia masa lalu yang terkubur dalam-dalam muncul ke permukaan: Zifa ternyata bukan anak Fauzan, melainkan darah daging Zhafran! Kini, Auna harus memilih antara mengungkap kebenaran yang mengubah hidup Zifa atau terus memendamnya demi melindungi putrinya dari intrik dunia gemerlap. Mampukah Auna mempertahankan Zifa, ataukah takdir akan memisahkan mereka?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sarifah31, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Di Ambang Pintu Harapan

Suara langkah kaki Auna menggema di lorong rumah sakit yang sunyi. Setiap langkahnya terasa berat, membawa beban penyesalan dan harapan yang bercampur aduk. Pikirannya masih dipenuhi dengan bayangan pertemuannya dengan Fauzan, kata-kata yang terucap, dan keputusan yang telah diambil.

Akhirnya, Auna sampai di depan kamar Uti Yaya. Jantungnya berdebar kencang. Tangannya gemetar saat meraih gagang pintu. Ia menarik napas dalam-dalam, mencoba menenangkan diri sebelum membuka pintu.

Dari celah pintu yang terbuka sedikit, Auna bisa melihat Uti Yaya berbaring di ranjang dengan wajah yang tampak lebih segar dari sebelumnya. Di sampingnya, Zifa duduk dengan ceria, tampak asyik bercerita.

"...terus, Uti tau gak? Om ganteng itu temennya Mama!" kata Zifa dengan mata berbinar. "Namanya Om Zhafran, Uti! Zifa suka banget sama Om Zhafran!"

Uti Yaya tersenyum lembut mendengar cerita Zifa. "Oh ya? Wah, pasti Om Zhafran orang baik ya, sampai Zifa suka?"

"Iya, Uti! Baik banget! Zifa ditemenin waktu dari toilet,"

Auna tertegun mendengar nama Zhafran disebut. Perasaannya campur aduk. Ia tahu Uti Yaya sudah mengetahui rahasia yang selama ini ia simpan rapat-rapat: bahwa Zifa adalah anak Zhafran. Namun, setau Zifa bahwa ayahnya adalah Fauzan.

Uti Yaya melanjutkan percakapan dengan Zifa, tapi pikirannya melayang pada kejadian sebelum operasi. Ia ingat betul keributan yang terjadi antara Auna dan orang tua Zhafran. Ia juga ingat Auna meminta izin untuk ke rumah pak RT Joko, tanpa menyebutkan niatnya untuk menyampaikan perpisahan pada Fauzan.

Tiba-tiba, mata Uti Yaya tertuju pada sosok Auna yang berdiri di ambang pintu. Senyumnya mengembang.

"Auna? Sini, Nak," panggil Uti Yaya lembut.

Auna tersentak kaget. Ia tidak menyangka Uti Yaya menyadari kehadirannya. Dengan langkah ragu, Auna memasuki kamar.

"Assalamualaikum, ibu," sapa Auna dengan suara pelan.

"Waalaikumsalam, Anakku. Sudah ke rumah pak RT nya?" tanya Uti Yaya dengan nada khawatir. "Ibu dengar kamu pergi dengan Rafka?"

Auna mengangguk. "Iya, ibu. Auna tadi bertemu dengan mas Fauzan."

Uti Yaya mengernyitkan dahi. "Bertemu Fauzan? Ada apa, Nak?"

Auna terdiam sejenak, menimbang kata-kata yang akan diucapkannya. Ia melirik Zifa yang tampak asyik bermain dengan bonekanya.

"Ibu, Auna ingin bicara sesuatu yang penting," kata Auna akhirnya, dengan nada serius. "Tapi tidak sekarang ya, ibu."

Uti Yaya mengerti. Ia tahu ada sesuatu yang berat di hati Auna. "Baiklah, Nak. Nanti saja kita bicara. Sekarang, temani ibu dan Zifa dulu ya."

Auna mengangguk dan mendekati ranjang Uti Yaya. Ia tersenyum pada Zifa, mencoba menyembunyikan kegelisahannya. Namun, di dalam hatinya, Auna tahu bahwa ia harus segera mengungkapkan kebenaran pada Uti Yaya. Ia tidak ingin lagi menyimpan rahasia yang membebani hidupnya.

Tak lama setelah Auna duduk di samping Uti Yaya, pintu kamar kembali terbuka. Seorang wanita paruh baya dengan penampilan rapi, cantik dan senyum ramah muncul di ambang pintu. Auna langsung mengenalinya; itu adalah Bu Onik, ibunda Zhafran.

"Assalamualaikum," sapa Bu Onik dengan suara lembut, melangkah masuk sambil membawa sebuah tas belanjaan yang cukup besar.

"Waalaikumsalam," jawab Uti Yaya dan Auna serempak.

Matanya menatap Auna sejenak sebelum beralih ke Uti Yaya. "Bagaimana kabar ibu Yaya? Sudah lebih baik, kan?"

"Alhamdulillah, Bu. Sudah jauh lebih baik," Uti Yaya tersenyum. "Terima kasih sudah menjenguk."

Bu Onik mendekat ke ranjang, meletakkan tasnya di meja samping. "Ini, Bu. Ada sedikit buah tangan. Ada buah-buahan segar dan juga ini, untuk cucu ibu yang cantik." Ia mengulurkan sebuah kotak kecil berwarna cerah kepada Zifa.

Mata Zifa langsung berbinar. "Wah, apa ini, Bu?" tanyanya polos, belum tahu kalau Bu Onik adalah nenek juga.

"Ini ada boneka baru buat Zifa," jawab Bu Onik sambil mengelus rambut Zifa. "Suka?"

"Suka banget! Terima kasih, Bu!" Zifa langsung membuka kotak itu dengan antusias, mengeluarkan boneka beruang kecil yang lucu.

Auna hanya bisa tersenyum tipis melihat interaksi itu. Ada rasa bersalah yang menusuk hatinya setiap kali melihat Zifa berinteraksi dengan keluarga Zhafran tanpa tahu hubungan darah mereka.

Setelah berbasa-basi sebentar menanyakan kondisi Uti Yaya, Bu Onik kemudian menoleh ke arah Auna. "Auna, bisa kita bicara sebentar?" tanyanya, suaranya sedikit lebih rendah.

Auna menelan ludah. Ia tahu pasti ada sesuatu yang penting. "Bisa, Bu."

Bu Onik mengisyaratkan Auna untuk mengikutinya keluar kamar. Auna melirik Uti Yaya yang mengangguk pelan, seolah memberi izin. Dengan berat hati, Auna bangkit dan mengikuti Bu Onik ke lorong yang sepi.

"Begini, Auna," Bu Onik memulai setelah mereka agak jauh dari kamar. Wajahnya kini terlihat lebih serius, senyum ramahnya memudar. "Saya datang ke sini bukan cuma menjenguk Ibumu, tapi juga ada hal penting yang ingin saya tanyakan padamu."

Auna menunduk, jantungnya berdegup kencang. Ia sudah menduga ini.

"Ingat kan, persyaratan yang saya berikan waktu itu? Sebelum ibu Yaya dioperasi," lanjut Bu Onik, suaranya tenang tapi tegas. "Saya sudah menepati omongan saya, memberikan uang lima belas juta rupiah untuk biaya operasi ibumu. Dan kamu juga sudah berjanji akan menepati syaratnya."

Auna mengangguk pelan. "Ingat, Bu."

"Syaratnya jelas, Auna. Kamu harus segera menyelesaikan urusanmu dengan Fauzan. Kamu harus datang ke rumahnya, menyatakan perpisahanmu, dan mengurus perceraian kalian," Bu Onik menatap Auna lurus. "Bagaimana? Apa kamu sudah melakukannya?"

Auna mengangkat kepalanya, matanya menunjukkan kelelahan. "Auna... Auna baru saja dari sana, Bu."

"Oh ya?" Bu Onik sedikit mengangkat alisnya. "Lalu? Sudah kamu sampaikan niatmu itu?"

Auna menghela napas berat. "Sudah, Bu. Mas Fauzan sudah menerima perpisahan ini."

Bu Onik sangat bahagia mendengarnya. "Alhamdulillah, kalau begitu, saya akan bantu mengurus surat cerainya," Bu Onik terdiam lalu meraih hp di tasnya dan menelpon seorang pengacara untuk menyuruh mendaftarkan perpisahan Auna ke pengadilan agama dan Bu Onik lanjutkan kembali pembicaraan dengan Auna. "Saya sudah menyuruh pengacara keluarga saya untuk mendaftarkan kamu ke PA, oh ya kamu tinggal nunggu surat resminya keluar tanpa hadir ke sana, karena saya sudah menyuruh pengacara untuk sepenuhnya."

Auna tidak menyangka Bu Onik hanya mengedipkan mata saja sudah selesai semua hanya menggunakan kertas yang bernominal banyak, ternyata semuanya bisa dibeli dengan uang apalagi masalah yang dianggap serius oleh Auna.

"Itu saja keperluan saya sama kamu, Auna," Bu Onik memberikan uang untuk Auna belanja kebutuhan Auna dan Zifa, dan Bu Onik juga memberikan titah kalau sudah resmi dengan Fauzan, Auna dan keluarga kecilnya (uti Yaya dan Zifa) harus pindah rumah ke tempat yang sudah Bu Onik sediakan karena Bu Onik tidak mau Auna masih bertemu dengan Fauzan mantan suaminya Auna. Auna hanya bisa mengangguk, hatinya terasa semakin berat. Pergi dari rumah itu kini terasa seperti jerat yang mengikatnya.

"Ya sudah saya mau pulang, oiya sampaikan salam maaf saya ke ibu kamu kalau saya pulang tanpa berpamitan langsung ke Bu Yaya." ucap Bu Onik pada Auna.

☹️☹️☹️☹️☹️☹️

Sabar ya Auna, mungkin jalan bahagiamu dari lika-liku perjalanan saat ini yang kamu lalui

~ By: Penulis kisahmu...

☹️☹️☹️☹️☹️☹️

1
Lumpia The best
Lanjutkan dong, kok cuma sedikit babnya, gantung sekali ceritanya
Sarifah_Aini97: Udh capek kak, ceritanya berantakan
total 1 replies
Aquarius97 🕊️
Zhafran... otakmu luruskan ya
Aquarius97 🕊️
wooooohhhh Daniiiii kau ikut2an yaa😤😤😤
mamayot
kenapa harus selingjuh dengan teman ibunya zifa. sakit banget pastinya
Xlyzy
semakin bnyk waktu yang terbuang maka semakin bnyk juga kesempatan buat menancapkan fitnah tersebut
Xlyzy
orang orang pada keder nyariin Lo jaf pulang gih
Xlyzy
fitnah itu emang jahat bener padahal bilang nya tak setajam pisau tapi klk udah berhasil tertanam efek nya bakalan menyebar
Nuri_cha
Rafka bener nih... lebih baik kalian fokus sama yg bikin ulah dulu
Nuri_cha
hmmm... bagus juga sih pny tempat buat menenangkan diri. tapi orang2 khawatir zhaf
sjulerjn29
kenapa gk nina🤭
sjulerjn29
auna km masih punya perasaan gk sih sama dia? kalo iya gak usah tertekan yang penting kan zifa bisa merasakan peran ayahnya dan nanti hidupmu gk susah lagi..
Oksy_K
ayo lakukan tes dna. Zifa butuh sosok ayah yg bener2 menyanyanginya
Oksy_K
lah, si dokter ini gimna. anak kecil loh itu, di tempat asing. klo ilang gimna🤧
Alyanceyoumee
kecewa sih saiya... segitu doang usaha anda sebagai seorang suami yang bela2an nyuruh auna cere dari suami nya buat nikah sama anda. ah ck 🤕😡
Alyanceyoumee
lu dari pada diem sambil bertanya-tanya, sekidikin napa sih? kamu orang kaya cerdas kuliah di luar negeri kan? 🙄
Oma yeni*🦋
kamu Rafka,, kamu cowok lemah amat, mudah sekali masuk jebakan 🥴🤭
Oma yeni*🦋
kamu cari si Rina itu, lalu raih tengkuknya,, hajar sampai dia ngaku, seret ke kantor polisi 🥴🤦🤭
Oma yeni*🦋
jangan lama lama pikirnya Zhafran 🥴
𝓙𝑬𝓜𝑨📴
terimakasih rafka sudah mau membantu auna
𝓙𝑬𝓜𝑨📴
nyusahin zhafrah lu mah ngilang teh
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!