Dewi seorang remaja berumur 15 tahun,kelas 3 Smp sekolah agama memiliki 3 saudara kandung'kakak laki laki dan kakak perempuan,seorang gadis remaja yang baru mau memulai hidupnya menjadi tingkat dewasa
Hasby seorang remaja lelaki berumur 16 tahun juga kelas 3 smp berbeda sekolah dari Dewi
pertemuan tidak disengaja itu menjadi awal ceritanya,mengubah hidup seorang Dewi menjadi wanita yang harus bersabar dalam menjalani kehidupan
penasaran???????
ini novel pertama yang aku tulis,semoga menghiburr selamat membaca❤
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Desi sukma, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Rumah Baru
Dewi melenguh pelan saat suara berisik yg menggangu waktu istirahatnya.
Dewi mengernyit kebingunngan saat melihat 2 temannya sedang memandangi dia dengan tatapan haru biru.
Dewi melihat sekeliling ruangan yg cukup luas,dengan cat dinding berwarna putih terang,bukan seperti di kost Ica biasanya nya.
"Kita dimana ??? Tanya Dewi
"Rumah sakit wi,kamu kecelakaan siang td ! kata vina .
sambil mendekati brangkar dewi dan disusul ica yg duduk di sampir dewi.
Dewi ingin duduk dan langsung dibantu oleh Vina.
"Aku haus kata dewi pelan.
Tiba"dewi memegang kepalanya yg sedikit sakit.
"Aku panggilin dokter dulu ya "kta ica langsung berlari keluar ruangan.
Vina pun membantu dewi mengambil minum yg disediakan diatas nakas.
sesaat kemudian dokter datang dan disusuli Bryan dan Vina dari belakang.
Dokter mulai memeriksa badan dewi dan semuanya sudah normal.
Setelah mengucapkan terima kasih Dokter pun keluar ruangan.
tinggallah mereka b4 yg ada didalam ruangan tersebut.
"Maaf ini semua kesalahan saya,Nama saya Bryan.
Saya yg telah menabrak kamu,waktu kamu akan menyebrang kejalan. "Cerita Bryan atas kebingungan dewi melihat kearahnya.
dewi pun mengangguk lemah tanpa bicara apapun.
"Kriuuuuuuuuukkkkk....bunyi cacing dewi meronta minta di isi.
"Kamu lapar wi ? tanya vina.
"Iya,dari siang tadi aku belum makan " Jujur dewi sambil cengengesan.
"Saya akan keluar untuk memesan makanan untuk kamu " Kata Bryan kepada dewi yg sedang duduk.
"Ngak apa2 pak,biar saya aja " Kata Ica tidak enak kepada bos besarnya.
"Tidak usah sungkan,Saya permisi. " Sahut Bryan meninggalkan mereka Ber3.
Setelah beberapa menit,datang seorang pria besar tinggi,memakai serba hitam memasuki kamar inap dewi.
dengan menenteng beberapa kantong berisi makanan kepada mereka b3 yg sedang asik mengobrol ringan.
"Permisi Nona,Ini makanan titipan dari pak Bryan.beliau bilang akan pulang krumah dan besok pagi akan menjenguk nona kembali. " Kata pria tersebut sambil memberikan bungkusan tersebut ke tangan Vina.
setelah itu pria trsbut menunduk hormat untuk pamit undur diri.
setelah pintu tertutup kembali Vina dan ica bergegas membuka tiap kantong berisi makanan.dan memberikan nya kepada dewi yg duduk lemah diatas brangkar.
Mereka pun makan dengan lahap karna sama2 kelaparan.
Setelah selesai mereka berbincang sebentar, dilanjutkan dengan acara tidur mereka dengan pulas.
Ica dan Vina tidur di Sofa panjang yg lumayan besar untuk di isi badan mereka berdua.
Setelah 2 hari dirawat dirumah sakit,kini waktunya dewi akan pulang ke kostan mereka.
Dewi dan Vina sudah pindah kost disamping kost an Ica yg berada di paling pojok.
karna untuk mengehemat pengeluaran vina dan Dewi hanya menyewa 1 tempat dan Ica tinggal sendri, karna orang tua ica akan menginap dsana sekitran 2 minggu.
Vina dan ica tidak bisa mengantar dewi untuk pulang karna pekerjaan mereka yg susah untuk ditinggal.
Dewi sedang bersiap siap mengemas bajunya kedalam tas.
Keluarga dewi dikampung tidak ada yg tau bahwa dewi kecelakaan karna dewi tidak mau membuat keluarga nya khawatir,makanya dewi melarang Vina memberitahukan kabar tersebut .
pintu kamar tiba tiba terbuka.
Bryan datang lengkap dengan setelan kerja nya,yg semakin menambah ketampanan lelaki bule tersebut.
"Sudah mau pulang ? Tanya Bryan menatap dewi yg sedang memunggunginya.
"Iya pak " Jawab dewi sungkan.
"Baiklah kita tunggu dokter memeriksa mu sekali lagi,jika memang semuanya sudah normal,kita akan pulang.
dewi mengernyit bingung ??
" Kita " emangnya dia bakalan anter aku pulang gitu ?? Batin dewi .
tok tok tok
Ceklek...
pintu pun terbuka dan menampilkan seorang dokter khas dengan jas putihnya .
"Mari saya periksa dulu nona ?! kata dokter tersebut menghampiri dewi yg sedang duduk di ranjang.
Dewi pun mempersilahkan lelaki tersebut memeriksanya.
Bryan menatap mereka berdua dengan tangan berlipat didada,sambil menyenderkan kepala belakangnya ke dinding.
Setelah dokter mencabut selang impus ditangan kanan dewi,dan membersihkan sisa darah yg sdikit keluar melalui celah kulitnya.
Dewi pun diizinkan pulang.
Dokter keluar dari ruangan dan disusul masuk oleh penjaga yg bryan suruh untuk membereskan barang2 dewi.
Bryan menghampiri dan menolong dewi yg hendak menuruni ranjang,tapi langsung ditolak dewi dengan sopan.
Bryan pun langsung diam dan berjalan duluan dengan gaya angkuhnya,meninggalkan dewi yg berjalan belakangan.
Setelah didepan pintu masuk rumah sakit dewi merogoh tas selempangnya,
untuk mengambil hp bututnya, yg layarnya sudah pecah tapi masih bisa digunakan .
Dewi akan memesan ojek online.
Bryan menghampiri dewi dan menarik tangannya pelan untuk menuju ke parkiran.
Dewi yg terkejut pun sontak membelalakan matanya, melihat tangannya yg ada digenggaman Bryan.
Dewi pun ingin menarik tangannya tapi tidak bisa, karna bryan erat menggenggam tangan dewi.
Seraya mengajaknya menuju parkiran mobil.dewi pun mau tak mau mengikut bryan.
Bryan membuka pintu untuk dewi,dan dewi pun masuk kedalam.
Bryan pun masuk melalui pintu kemudi dan mulai melajukan mobil nya keluar dari parkiran.
Suasana didalam mobil tampak sepi,tak ada yg mengeluarkan suaranya.
Hanya deru mesin mobil dan musik yg dstel oleh bryan menghilangkan kesunyian mereka berdua .
Dewi diam mematung dan melihat ke luar jendela tampak lalu lintas tidak terlalu macet.
Dewi sebenarnya ingin bertanya tapi malu dan takut melihat Bryan yg hanya diam,dengan raut wajah datarnya.
Setelah hampir 1 jam berada dijalanan.
Dewi bingung ini bukan arah rumahnya, dan mobil pun memasuki area parkiran apartemen mewah.
"Maaf pak ini bukan alamat rumah saya " Kata dewi lirih takut melihat Bryan.
Bryan tampak tenang dengan raut wajahnya yg dingin.
"Keluarlah dan ikut saya " Titah Bryan.mematikan mesin mobil nya dan mulai keluar.
Dewi pun segera melepas seatbelt nya, dan keluar dari dalam mobil, mengikuti Bryan yg berjalan duluan .
Dewi sedikit berlari mengejar langkah kaki Bryan yg lebar.
mereka memasuki Loby dan menuju lift yg sedang terbuka.
Bryan masuk duluan dan disusul dewi sambil sedikit ngos ngosan.
Dewi bersender di dinding lift smbil memegangi kepalanya, yg sedikit berdenyut pusing karna kondisi tubuhnya yg sedikit lemah.
Bryan melirik dewi dari ekor matanya.
" Sebentar lagi kita akan sampai,Bertahanlah " kata Bryan tanpa melihat kearah dewi.
Dewi hanya diam dan menghela nafas...
Tinggg.....pintu lift terbuka.
dan didepan mereka terpampang lorong panjang dengan pintu2 tertutup.
Bryan menekan pin yg tersedia didepan pintu apartemennya dan pintupun terbuka.
Bryan masuk sambil menarik tangan dewi pelan.
"Tinggal lah disini sampai kamu sembuh,saya akan menanggung semuanya " Kata Bryan melihat dewi.
Dewi terkejut melototkan matanya kearah Bryan.
Bryan hanya menaikkan alisnya sebelah melihat dewi yg melotot.
"Kecil kan matamu,nanti dia keluar dri tempatnya " Kata Bryan mengejek.
Dewi mengkrucutkan bibirnya kesal melihat Bryan yg mengejeknya.
"Saya tidak mau tinggal dsini,saya punya rumah pak saya tinggal dengan teman saya,kami ngekost " cerocos dewi .
Bryan hanya terkekeh pelan,meninggalkan dewi yg masih mematung di depan pintu.
"Masuk lah tidak usah takut,nanti saya tidak akan tinggal dsini,saya akan pulang krumah saya sendri.
Dsini hanya kamu sendiri nantinya dan akan ada pembantu yg akan membantu kamu sehari hari " jelas Bryan
"Kamu butuh pekerjaan kan,saya sudah melihat surat lamaran kamu kemarin.
kamu diterima bekerja . tapi bekerja dsini membantu saya mengurus apartemen ini. " sambung Bryan lagi.
Dewi hanya melongo antara terkejut dan jengkel melihat Bryan yg seenaknya.
"Kalau kamu tidak mau ya sudah,pintunya sebelah sana " Kata Bryan santai sambil menyilang kakinya di sofa.
Dewi makin terkejut melihat Bryan yg seenak jidatnya itu...
" Gila kali ya ni om2...aduh nasib kok gini amat yak...batin dewi kesal
Akhirnya dewipun hanya pasrah dan menganggukkan kepalanya pelan.
Bryan tersenyum merayakan kemenangannya...
kasihan Dewi ...Bryan. bagaimana nasibnya kalau tidak kau nikahi dan juga nasib anakmu setelah lahir nanti
Kamu harus berani jangan lemah...ikuti kata hatimu.
Harusnya dia lebih memilih Dewi karena ada benih dalam.peeut nya dan itu darah daging Bryan.
kalau mengatakan yg sebenarnya bahwa ada.Dewi yg telah hamil habislah Bryan.
Liat aja kelakuan si Meri belum nikah aja sikapnya udah otoriter gitu gimana nanti kalau udah nikah.
Bryan....kamu harus berani dan tegas sebagai lelaki.
Kamu bilang aja kalau saat ini kamu udah punya calon buah hati , siapa tau dengan adanya penerus keluarga ini papa dan kakekmu akan mendukung paling yg menentang mamahmu.
Jangan bilang itu untuk acara nikahan Bryan yg udah disiapin sama momynya.
sekarang Bryan mau nikahan, semoga nikahan Bryan gak jadi...