NovelToon NovelToon
PENDEKAR DEWA LANGIT

PENDEKAR DEWA LANGIT

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Action / Fantasi Timur / Mengubah Takdir / Dan budidaya abadi / Budidaya dan Peningkatan
Popularitas:1.2M
Nilai: 4.2
Nama Author: Muhammad Zain Kamil

Tidak perlu sungkan untuk mengkritik..! Katakan saja jika memang novel ini tidak menarik, yang penting alasannya jelas..!

Zhuang An adalah calon pendekar dewa langit. Dia keturunan ketujuh, dari sang legenda pendekar dewa langit sebelumnya.

Penderitaannya membuat dia bertemu dengan Fang Xiang. Gadis istimewa yang memiliki kecantikan bagai Dewi Kayangan.

Untuk memenuhi takdirnya, pemuda itu harus memasuki Dimensi alam energi yang berada di hutan siluman.

Gerbang Dimensi Alam Energi hanya terbuka 100 tahun sekali ya itu saat malam Gerhana bulan darah.

Mampukah Zhuang An menghentikan banjir darah dan kekacauan yang diramalkan Sang Dewi Bulan...? Simak ceritanya.


Cerita ini Fiktif... berlatar belakang di " Kekaisaran Tang ".

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Muhammad Zain Kamil, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

12. Tetua Bai Kun dan Zhang Mei

Di Sekte Pedang Langit..................

Zhuang An melanjutkan rutinitas pembentukan dasar tulang pendekar dengan mengkonsumsi sumberdaya berkwalitas tinggi.

Huang Liang masih sering membantunya untuk menyerap nutrisi dari setiap sumberdaya yang dikonsumsi Zhuang An.

Pemuda tanggung itu tidak merasa bosan melakukan pekerjaan tersebut, selain karena perintah Gurunya Yang Chen, dia juga merasa senang melihat perkembangan Zhuang An yang begitu berbeda dengan murid-murid dari wisma lain.

Hari berikutnya Zhuang An mulai mempelajari tehnik pedang angin tahap kedua, tentu dengan bimbingan Huang Liang.

Ketiadaan Gurunya Yang Chen, menjadikan Huang Liang harus menggantikan tugas Gurunya tersebut untuk membimbing Zhuang An.

Pendampingan Huang Liang terhadap Zhuang An terus menerus dilakukannya mulai melakukan penyerapan sumberdaya berkwalitas, latihan menempa fisik, latihan tehnik pernafasan, hingga latihan tehnik dasar elemen pedang angin.

Hal tersebut mampu mengurangi rasa kesepian Zhuang An dari ketiadaan Yang Chen karena melaksanakan misi di luar sekte.

Setelah mempelajari tehnik dasar dan juga tahap kedua jurus pedang angin, Zhuang An sekarang mulai fokus mempelajari tehnik tenaga dalam kitab pedang angin.

Dengan bimbingan Huang Liang, bocah imut itu duduk bersila penuh konsentrasi.

" Liang gege, apakah aku sudah benar ?." Zhuang An bertanya dengan tetap fokus.

" iya itu sudah benar, atur nafasmu, hirup pelan-pelan terus agak panjang sampai mentok daya tampung paru-parumu. Tahan dengan tenang lalu keluarkan perlahan senatural mungkin sampai habis tak tersisa." Huang Liang memberi arahan.

Zhuang An terus mengulanginya dengan sabar dan telaten. Hari ini bocah tertampan di sekte pedang langit itu melanjutkan olah tehnik tenaga dalam seharian penuh, bahkan sampai malam hari tembus pagi.

Zhuang An begitu menikmati seluruh proses yang dia lalui.

Esok harinya ia mengulangi lagi seharian penuh bahkan tembus malam dan pagi lagi.

Melihat semangat Zhuang An begitu membara membuat Huang Liang begitu senang, tetapi dia juga sangat khawatir karena dua hari itu adik seperguruannya tersebut sampai lupa menyerap sumberdaya, bahkan sampai lupa makan siang.

" An er, engkau luar biasa bersemangat, tetapi jangan lupa menyerap sumberdaya, jika tidak ada peningkatan kwalitas tulang dan ototmu, aku bisa dimarahi Guru." Huang Liang mengingatkan adik seperguruannya itu.

" Och iya, maafkan aku liang gege." Zhuang An merasa agak bersalah.

" Engkau tidak perlu minta maaf itu tidak salah, hanya kurang tepat, yang penting engkau harus lebih tertib." Kata Huang Liang.

" Baik, Liang gege." Zhuang An bersemangat.

Hari berikutnya Zhuang An melakukannya dengan tertib dan rapi, artinya dia tidak melupakan makan, tidur istirahat, dan juga mandi.

Namun demikian, Zhuang An tidurnya hanya 3 jam tiap malamnya. Semangatnya betul-betul membara.

Hari itu sesudah mandi dan sarapan, bocah itu melanjutkan dengan latihan menempa fisik dengan berlari di kaki gunung.

Masih ditemani Huang Liang dan masih melatih diri dengan beban pasir yang digendong di punggungnya.

Saat siang hari tiba dia melanjutkan dengan mengestrak sumberdaya berkwalitas tinggi bersama Huang Liang.

Karena rajin menyerap nutrisi sumberdaya berkwalitas tinggi, kini tubuhnya jauh lebih kuat dan lebih tinggi dari sebelumnya.

Zhuang An terus berlatih dengan keras, bahkan sekarang dia sudah mampu mengkonsumsi sumberdaya berkwalitas tinggi 3 sampai 5 kali dalam sehari semalam.

Semenjak mempelajari tehnik tenaga dalam kitab elemen pedang angin, bocah itu menjadi lebih giat lagi.

Yang mengagetkan Huang Liang, adalah bakat Zhuang An yang sulit diukur. Dalam 1 minggu dia sudah dapat menghasilkan tenaga dalam 1 ME/ Lingkaran.

Padahal umumnya orang biasa, untuk mendapatkan tenaga dalam 1 ME butuh waktu selama 1 tahun penuh latihan.

******

Di Perguruan Harimau Terbang......

Di medan pertempuran, sepasang Kincir Bintang Dewa terus berputar, sehingga menimbulkan korban yang banyak dari pihak aliansi aliran hitam, baik yang terluka, atau yang tewas.

Tetua Zhang Mei bertarung melawan salah satu Pendekar Satria andalan Sekte Naga Hitam, kekuatan dan jurus keduanya berimbang.

Tetapi Zhang Mei, sebenarnya menyembunyikan kemampuannya, dia sudah lama ingin melukai dan membunuh pria cabul di depannya ini.

Di dunia persilatan, pria yang memiliki nama Xu Bo itu, terkenal karena kebiadabannya pada para wanita.

Sebagai pendekar wanita tingkat tinggi, Zhang Mei merasa punya kewajiban menghukum dan menghentikan sepak terjang manusia durjana ini.

Zhang Mei, Tetua Wisma Delapan Pedang Es. Ia adalah Pendekar Satria Linuwih gerbang tujuh puncak dan memiliki tenaga dalam yang sangat tinggi.

Menghadapi pendekar yang baru membuka gerbang tujuh seperti Xu Bo bukanlah hal sulit. Akan tetapi Zhang Mei tidak ingin musuhnya kabur sebelum dia berhasil membunuhnya.

Jadi, dia sedikit bersetrategi, sehingga Xu Bo tidak menyadari kemampuan lawannya jauh di atas dirinya.

Pria itu memutar tongkat baja miliknya, menimbulkan angin kencang yang tajam. Zhang Mei tidak menghindar, ia menyalurkan tenaga dalam, perlahan muncul kristal es dari pedangnya, membentuk perisai es abadi.

Xu Bo tersenyum, " inikah perisai es yang terkenal itu."

Zhang Mei tidak menanggapi, ia justru memutar pedangnya, sehingga perisai es itu seperti tertarik kekuatan pedang, membentuk jarum kristal yang tajam, lalu dengan kecepatan tinggi, ia sabetkan pedangnya ke arah Xu Bo.

Jarum kristal tajam, panjang seukuran tiga puluh senti meter, meluncur bagai anak panah yang lepas dari busurnya. Menghadapi serangan mematikan yang tak terduga ,membuat Xu Bo kaget, dia menghalau dengan jurus tongkat delapan penjuru angin.

Akan tetapi, gerakannya terlambat. Tingginya tenaga dalam yang menyerangnya, membuat jarum-jarum tajam itu tak bisa di bandung.

Tak ayal tubuh Xu Bo tertusuk dalam oleh beberapa kristal tersebut. Hawa dingin tingkat tinggi menyerang tubuh Xu Bo, membuatnya kesakitan dan membeku.

" Hari ini, kau akan mendapatkan balasan, atas kejahatanmu selama ini." Zhang Mei melesat mendekat.

Xu Bo ingin bicara beberapa kata, tetapi tidak keluar suara. Zhang Mei tidak mempedulikannya. Dia arahkan pedang tepat di leher pria jahat itu. Dan terpisahlah kepala Xu Bo dari tubuhnya.

Dari atas benteng, Li Cheung memperhatikan Guo Sheng dan Song Jin. Tetapi, perhatiannya teralihkan, pada sepak terjang seorang pendekar kuat kepercayaan Han Bo.

Pria itu sudah melukai beberapa pendekar Harimau Terbang. Bahkan beberapa pendekar cukup kritis kondisinya.

Li Cheung sebenarnya ingin menghentikan, tetapi luka dalamnya saat melawan Sekte Racun Ular Hijau belum sembuh.

"Tetua Bai..., lihatlah pendekar itu, kita harus menghentikan keganasannya." Tangan Li Cheung menunjuk pendekar aliran hitam.

" Itu Cheng Fai, dari Sekte Taring Naga. Baiklah ketua, aku akan mengatasinya." Tetua Bai Kun segera bergerak cepat.

" Cukup, hentikan sampai di situ." Bai Kun menghadang Cheng Fai.

" Ach, rupanya Sesepuh Perguruan Harimau Terbang turun tangan. Aku sudah lama pingin menjajal kemampuan." Cheng Fai tertawa menantang.

" Jika itu maumu, baiklah aku kabulkan keinginanmu." Bai Kun mengambil Tombak Pusaka Taring Harimau Terbang di pundaknya.

Tanpa banyak bicara lagi, mereka bertarung sengit, sama-sama bersenjata tombak. Keduanya saling menyerang, dan saling melukai.

Dari puluhan hingga ratusan serangan, membuat Bai Kun terluka, bahunya tergores tombak Cheng Fai. Sementara ia juga berhasil menusukkan tombaknya di pinggang lawan. Selain itu jurus cakar harimau juga berhasil melukai leher kiri musuhnya.

Bai Kun menyadari tehnik dan tenaga dalam keduanya memiliki kwalitas yang sama. Tetapi, ia sedikit menang pengalaman, karena umur. Ditambah Cheng Fai sudah menghadapi beberapa pendekar sejak awal, membuat stamina dan tenaga dalamnya sudah banyak berkurang.

Cheng Fai berhasil menghentikan pendarahan di pinggang dan lehernya. akan tetapi hal tersebut berdampak menguras sisa tenaga dalam yang dimilikinya.

Cheng Fai, diam-diam mencari akal untuk menghindari Bai Kun.

Akan tetapi Bai Kun, bisa menduga apa yang dipikirkan oleh lawannya. karena itu, sebelum Cheg Fai bertindak, Bai Kun sudah menyerang lebih dulu membuat lawannya terdesak.

Cheng Fai serba salah, dia menghindar dan menangkis terus-menerus. Tetapi Bai Kun seperti ingin segera mengakhiri musuh. dia menyerang dengan serangan yang mematikan lagi dan lagi sampai nafas Cheng Fai tersengal-sengal putus.

Dan ahirnya:

" Jreeb.." perut Cheng Fai tertembus tombak sangat dalam, lurus menjebol usus. Dia terjatuh bersimbah darah kepala menunduk. Bai Kun menyabetkan tombaknya tepat di leher Cheng Fai hingga putus.

Guo Sheng masih terus bertarung melawan Deng Weisheng, tetapi kali ini sudah mencapai tahap puncak dari pertarungan, dengan tenaga dalam tinggi yang di miliki membuat Guo Sheng tampak baik-baik saja, sementara Deng Weishang merasa tenaga dalamnya sudah banyak terkuras karena terus-terusan menggunakan Tongkat Mustika Dewa.

Sejatinya pusaka itu akan lebih efektif dan dapat mengeluarkan kekuatan maksimalnya bila menggunakan Energi Murni atau yang disebut sebagai " Qi " entah mengapa Deng Weishang tidak menggunakan energi murni. Apakah dia tidak memiliki atau ada hal lain yang menghalangi.

Guo Sheng sengaja tidak menggunakan Energi Murni, karena ingin menguji batas kemampuan lawannya sampai di mana.

" Bagaimana, apakah di matamu, aku masih kelihatan takut padamu.?" Guo Sheng menyindir Deng Weishang.

" Jangan mengejekku, kau belum merasakan kehebatan jurus pamungkas Naga Hitam." Setelah berkata demikian Deng Weishang mundur satu langkah kebelakang. Perlahan ia menarik nafasnya dalam-dalam, beberapa saat kemudian dia menyemburkan api hitam dari mulutnya.

Guo Sheng merasakan hawa panas yang dasyat mengarah pada dirinya. Sadar dengan bahaya yang sedang dihadapi. Ia mengerahkan Energi Murni kedalam pedang api dalam jumlah yang tinggi.

Dengan jurus pedang langit, ia membentuk Qubah Es Abadi.

" Jeass..jeass ".

Api Naga Hitam yang keluar dari mulut Deng Weishang tak mampu menembus qubah es ini.

Hal itu membuat dedengkot aliran hitam ini, naik pitam. Dia tidak menerima kenyataan yang dilihat di depan mata.

Dengan geram Deng Weishang, mengerahkan hampir seluruh tenaga dalamnya pada Tongkat Mustika Dewa. Kemudian menarik nafas dalam dan menyemburkan api naga hitam.

Tongkat itu dia putar hingga menciptakan pusaran angin dasyat.

" Weisss ..weiss "

Perpaduan dua jurus dan pusaka dewa perlahan membuat qubah es terkikis sedikit demi sedikit.

Guo Sheng tidak tinggal diam, dengan pedang api dan energi murni di gabung dengan jurus pedang langit. Guo Sheng menggabungkan elemen petir dan Api mengurung Deng Weishang.

" Jeddaarr...jeddaarr.."

Petir dan Api menghajar Deng Weishang terus-menerus hingga penjahat tua itu kehabisan tenaga dalam. Tubuh Ketua Sekte Naga Hitam itu hangus, beberapa bagiannya hancur tidak karuan.

1
sibaweh abduh
baik sekali
Ompong
critanya bagus
Putra_Andalas
Masa cuma 20 Koin Perak.,20 Koin Emas lah..Pelit amat loe..
Putra_Andalas
Busyeet ampe 3 KM..itu terlempar apa jalan-jalan !? 🤣
Putra_Andalas
apa gak terlalu banyak nih Tingkat 100 Jurusnya, Nama Jurusnya aja ampe lupa dah...lebih Greget kalo cuma 10 Jurus inti aja.
Putra_Andalas
maksudnya sebangsa JiN kah ?
Putra_Andalas
Gile bener pintu nya.. tebalnya ampe 40 M gitu , tebal 4 M aja udah bukan maen tuh..😵
Hasanarya
Luar biasa
Musthafa Kamal
bagus
Abi Setiawan
rumah bordil ( tempat pelacuran) bukan bordir... tks
Jayadi Putra
kalau begini kau bikin novel min jamin kaga laku cerita nya loncat2 bentar pertempuran bentar an ER latihan otak dipake jangan dengkul bikin orang malas baca kaya Gito. saran saja sih bagus atur otak udang
Kakang Ragiel
DEWI Lichin dan DEWA Lunyu..🤣🤣🤣🤣anaknya Namanya DEWA Kepleset dan DEWI Ambruk 🤣🤣🤣🤣🤣
Moch Guntur
Sampai sejauh ini Zuang an kok gak pernah Ketemu dengan Kaisar Fang ayahnya Fang Xiang
Moch Guntur
yaa
Moch Guntur
lebih cantik sepupunya Fang dishi dripada fang xiang
herry bjb
kok ada nasi kebuli dan teh manis...nasi kebuli dari arab dan untuk tehnologi pembuatan gula juga baru zaman kekinian...dalam cerita novel ini mengambil latar belakang tahun yg gimana...meski cuma cerita tapi perlu ada logika yang dipakai.
herry bjb
kok kekaisaran gk punya prajurit....apa kekaisaran badut aja isinya
wong ndéso
untungnya udh tamat n udh cukup vote di rangking 2 🤪🤪🤪🤪😅😅😅
KIM SUHOO: Jangan lupa mampir di, Lahirnya Kultivator Naga 🙏
total 1 replies
Syafi Udin
penulisan ceritanya lumayan Bagus
Bagus Genthong
semoga cepet sehat dan bisa berkarya lagi....
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!