NovelToon NovelToon
[DISCONTINUE]If You Hate Me So

[DISCONTINUE]If You Hate Me So

Status: tamat
Genre:Teen / Romantis / Fanfic / Tamat
Popularitas:1M
Nilai: 4.8
Nama Author: Pena Putri

Hubungan pernikahan mereka penuh kepalsuan. Tak ada yang tau kebenaran dibalik senyum bahagia yang palsu itu. Grisha selalu menjadi budak yang dipaksa menurut seperti hewan peliharaan. Sedangkan Xeno adalah pemegang kendali yang menjalankan semua sandiwara ini. Meskipun disakiti berkali-kali, Grisha tetap mencintai suaminya sedangkan lelaki itu tampak begitu membencinya. Mampukah Grisha bertahan dengan cinta yang tak pernah terbalas? Atau melarikan diri untuk mencari kebebesan?

"Kenapa kau begitu membenciku, Xeno?"

"Ingat ya. Aku menikahimu hanya karena orang tuaku menyukai anak panti kampungan sepertimu!"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Pena Putri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter - 12

Xeno menatap layar monitor dihadapannya dengan tatapan kosong. Jarinya hanya diam di atas keyboard, tidak mengetikkan apapun.

Pandangan lelaki itu beralih pada telapak tangannya yang besar. Mengingatkannya kembali pada kejadian tadi pagi dimana tangan itu tanpa sadar sudah menampar wajah istrinya dengan sangat keras.

"Kenapa aku semarah itu ya?"

Ia tak tau apa yang membuatnya sampai mengambil tindakan seperti itu. Yang pasti, ia merasa sangat marah saat mendengar kalimat yang diucapkan Grisha.

"Aku tidak peduli. Bahkan jika kau akan menghabisi nyawaku, silahkan! Itu lebih baik daripada aku harus tetap hidup dengan manusia egois tak berperasaan sepertimu!!"

Xeno tak mengerti. Yang diucapkan gadis itu mungkin ada benarnya. Xeno egois dan tak berperasaan. Tapi kenapa ia marah saat kalimat itu didengar langsung dihadapannya? Terlebih oleh mulut Grisha sendiri.

Xeno menghela nafas nya berat, lantas memijit pelipis nya yang terasa pening. Akhir-akhir ini begitu banyak masalah yang membebani pikirannya.

Drrt Drrt

Xeno menoleh saat ponselnya berdering. Ada telepon masuk yang ternyata dari sang ibu.

"Halo Ma? Ada apa?"

"Halo Xeno? Apa kau sudah tau keberadaan Grisha?"

Mendengar nama Grisha, Xeno reflek memasang wajah datar.

'Kenapa hanya Grisha yang terus di khawatirkan? Dia bahkan bukan anakmu Ibu! Aku yang anakmu!' gerutu Xeno dalam hati.

"Dia sudah pulang. Ia bilang kemarin ia pergi bermain bersama teman-temannya dan pulang sedikit larut tanpa membawa ponsel. Aku sudah menasihatinya. Jadi ibu jangan khawatir, dia baik-baik saja. Mungkin sekarang dia sedang beres-beres dirumah," jelas Xeno panjang lebar.

"Ah, syukurlah kalau begitu. Lain kali kau harus tanyakan istrimu pergi kemana saja. Kau ini tak pernah berkirim pesan dengannya atau apa?"

Xeno berdecak malas,

"Kadang-kadang, Mama. Aku kan sibuk bekerja."

"Yasudah kalau begitu. Mama akan menemui Grisha dulu. Kau lanjut saja bekerja. Sampai nanti."

"Ya"

Sambungan telepon terputus. Xeno mendesah kesal lalu kembali menatap layar monitornya yang sempat teracuhkan.

"Grisha, Grisha, Grisha terus yang dipikirkan! Huh!!"

Oh, mungkin ada seorang anak yang sedang merajuk karena orang tuanya lebih menyayangi anak orang lain.

Sedangkan dilain tempat, seorang gadis tengah menatap bangunan sederhana dengan penuh haru.

Ya, itu Grisha. Gadis itu sedang berdiri di hadapan rumah dulunya. Rumah kecil namun begitu banyak kenangan. Rumah itu yang sudah menemaninya selama 4 tahun lebih di kota Bandung ini.

Grisha kabur. Dia tak punya tempat lain untuk dijadikan pelarian selain rumah lamanya di Bandung. Butuh waktu 2 jam untuk sampai kesini. Dan ia belum istirahat.

"Aaaaaa aku rindu rumah kecilku~~~" Grisha berlari kecil lalu memeluk pintu yang sedikit berdebu. Ia menyengir, merasa bodoh sendiri.

Ia meraih kunci lalu membuka gembok rumahnya. Gadis itu memasuki rumah seraya menyeret kopernya.

Rumah itu sangat sederhana. Hanya ada ruang tamu yang menyatu dengan ruang tengah, sebuah dapur kecil, kamar mandi, dan yang terakhir adalah kamarnya.

Grisha tersenyum cerah, benar-benar sangat merindukan rumah kecilnya. Rumah Xeno memanglah sangat besar, namun tak akan ada yang mengalahkan kenyamanan rumah sendiri.

"Kalau begitu, mari kita bersih-bersih untuk menyambut kembalinya aku kesini!"

Grisha sangat bersemangat membersihkan rumah. Hingga akhirnya kelelahan sendiri dan tertidur di ranjang kecilnya yang nyaman.

Untuk sejenak, ia melupakan Xeno dan hubungan pernikahan mereka.

....

Drrt Drrt Drrt

Xeno yang sedang mengetik seketika melirik ponselnya yang kembali berdering dengan nama sang Ibu yang tertera dilayar ponsel.

Sambil berdecak kesal, mau tak mau Xeno harus mengangkatnya.

"Halo? Ada apa lagi Ma?"

"Xeno Arsene!! Cepat pulang! Ada yang ingin Mama bicarakan denganmu!"

Xeno mengernyitkan dahi saat mendengar ibunya sedikit berteriak diujung sana.

"Ada apa? Aku sedang bekerja."

"*Mama tidak mau tau. Pokoknya kau harus segera pulang, titik! Jika kau tidak pulang dalam waktu 30 menit. Maka tamat riwayatmu!"

Tut*!

"Eh? Mama?!"

Xeno menatap ponselnya horor. Sebenarnya apa yang terjadi sampai sang ibu menyuruhnya cepat pulang, bahkan sampai mengancamnya.

Dengan cepat, Xeno mengambil tas kerja dan kunci mobilnya. "Memangnya ada apa sih? Merepotkan saja." Gerutunya.

Saat keluar, ia berpapasan dengan Jean. "Jean, tolong ambil alih pekerjaanku. Aku ada urusan mendadak dan sangat penting."

Jean membulatkan matanya, "Apa? Aku juga punya banyak kerjaan. Memangnya kau mau kemana? Seingatku tidak ada rapat hari ini." Jean kebingungan.

"Ini menyangkut nyawaku, Jean." Ucap Xeno dramatis.

Jean menelan ludah susah payah, lalu memilih mengangguk. Xeno menepuk bahunya sebentar lalu segera pergi.

....

Setibanya dirumah, ia dikejutkan dengan kehadiran sang ibu dan asisten pribadinya. Sang ibu berdiri di ambang pintu kamarnya dengan tangan yang terlipat didada. Menatap tajam anaknya yang hanya bisa menelan ludah.

Sang ibu menyodorkan sebuah kertas, "Coba jelaskan apa maksud dari ini?!"

Xeno mengambil kertas itu yanh ternyata sebuah surat. Karena penasaran, ia pun membacanya dengan teliti.

******Aku akan pergi jika memang itu yang kau inginkan. Percuma saja aku tinggal dirumah ini jika aku malah merasa terkurung. Aku pergi, jangan cari aku.

Tenang saja, aku tidak memberitahu Ibu dan Ayah mertua. Kau akan tetap hidup bahagia dengan semua kemewahan itu.

Terima kasih untuk tempat tinggalnya selama 3 bulan ini. Aku sadar diri, aku hanyalah anak yatim piatu yang kebetulan disukai orang tuamu. Aku tak pantas mendapatkan keluarga kaya raya seperti kalian. Derajatku lebih rendah darimu, aku tau itu.

Aku pikir tak perlu juga berbasa-basi. Yang penting dengan ini aku pergi. Sampai jumpa Tuan Xeno Arsene yang terhormat. Semoga kau hidup bahagia selalu.

-Grisha Rosalie****-

Xeno meneguk ludahnya kasar. Keringat dingin mulai membasahi dahi dan lehernya.

"Gadis itu!!! Sialan!!"

Dengan takut, ia mendongak patah-patah pada sang ibu yang menatapnya dengan tajam. "I-ini...ini.."

"Apa yang kau katakan padanya? Kenapa Grisha pergi?!" Seru sang ibu menuntut penjelasan.

"Tadi pagi kami bertengkar---"

"Kau pasti menghinanya kan! Dari dulu kau memang suka membandingkan ekonomi orang lain!"

Xeno hanya terdiam, kepalanya tertunduk. Tak berani menjawab apapun.

"Mama tak mau tau! Pokoknya kau harus mencari Grisha sampai ketemu!!"

"Tapi Ma, aku harus bekerja---"

"Jadi kau lebih memilih pekerjaan dibanding istrimu sendiri? Kau memang kurang ajar! Siapa yang mengajarimu jadi seperti ini, hah?!"

Xeno kembali diam.

"Cepat cari Grisha, atau kau kehilangan pekerjaan dan semua asetmu!"

Setelah mengatakan itu, sang ibu segera pergi sambil membanting pintu. Meninggalkan sang putra yang ternganga dengan mulut terbuka.

"AAARGGHH GADIS ITU SELALU MEMBUATKU SUSAH!!" Erangnya frustasi.

Tanpa banyak bicara, ia segera keluar dan memasuki mobilnya. Ia harus menjalankan tugasnya untuk mencari istrinya yang hilang dari pada harus kehilangan seluruh kemewahannya.

....

Brak!

Grisha terperanjat dari tidurnya saat mendengar pintu depannya terbuka dengan kasar. Lalu tak lama kemudian terdengar langkah kaki yang mendekat dan pintu kamarnya pun terbuka dengan paksa.

Grisha mematung. Di hadapannya, berdiri pria yang sudah berusaha ia hindari kini muncul kembali.

"Cih, sudah kuduga kau disini."

Lelaki itu mendekatinya lalu menarik tangannya dengan kasar. Namun Grisha menahan diri dan menepis tangan itu.

"Ayo ikut aku!!"

"Tidak mau!! Aku tidak mau kembali dikurung dirumah itu!!" Seru Grisha. Air matanya sudah turun. Tubuhnya gemetaran, karena demi apapun ia tak mau kembali lagi bersama lelaki brengsek itu.

"Jika kau sebegitu inginnya untuk kabur, jangan tinggalkan surat seperti ini, sialan!!" Xeno menekan kertas itu pada wajah Grisha.

"Kau tau? Gara-gara kau aku kembali dimarahi! Bagaimana kalau semuanya terbongkar?! Apa kau begitu bodoh, ha?!"

"Kau tinggal kembali dan bilang kalau kau tidak menemukanku. Apa susahnya."

"Kau pikir itu mudah? Mama akan terus mendesakku untuk mencarimu! Kau pikir siapa lagi yang susah? AKU!! Jadi bisakah kau menurut saja? Dasar tak tau diri!"

Grisha menunduk seraya mengepalkan tangannya. Kenapa disaat seperti ini pun lelaki itu masih saja menghinanya?

"Pokoknya aku tidak mau!! Aku tidak mau kembali ke rumah itu!! Hidup bersamamu membuatku sekarat!!"

Xeno mengepalkan tangannya, berusaha untuk menahan emosi.

"Disanapun kau hanya diam dan bersantai. Kenapa dibawa ribet sih? Pokoknya cepat ikut aku!"

"Tidak mau!!"

Xeno tak mendengar, ia memilih mengambil barang Grisha dan memasukannya kembali ke koper dan menyeret gadis itu keluar dengan paksa.

Pada akhirnya, Grisha kalah.

Ia hanya pasrah saat dirinya dipaksa masuk ke dalam mobil dan pergi. Grisha menatap rumahnya yang kembali harus ia tinggalkan. Air matanya menetes. Seakan mengerti keadaannya, langit pun ikut bersedih dan menumpahkan rinainya.

"Bagaimana ini...sepertinya aku memang tak bisa lepas darimu, Xeno. Apa yang harus aku lakukan?"

1
Cacha_Bee🐝
bagus
Cacha_Bee🐝
masi nunggu
ni thor,dr 2021 smpe skrg.ternyta ga update2 juga pdhl udh berharap suatu saat novel ini dilanjutkan 😭😭🙏🙏
Galuh Indra Haryanti
karakter jessie itu artis thailand min... bukan bule
kavena ayunda
jahat bgt di kasih nama kambing hitam goblok sakit bgt bacanya q
bundaoskaa
typo nama
Awan
Hay author bisa follback gue ada tawaran menarik buat lu
Su Sin
episode ini haru thor
Su Sin
jurig kebon 🤣🤣🤣
dhapz H
xeno nya aja yg berpikiran jahat
dhapz H
xeno klo tau kaki grisha patah kok tdk di bawa ke mh skt
dhapz H
pergi dan tinggalkan xeno jls dia membencimu
dhapz H
jangan senang dulu
dhapz H
kasian grisha hrs berjuang sendiri
dhapz H
siapa yg bener" mencintai
dhapz H
klo hanya cinta sebelah kenapa hrs ada pernikahan
Mitsuka_chan
hueee sedih bgt ini novel kaga di lanjut :(( xeno baik" ya jgn nakal lagi lu

love u pokoknya
en_en
aku juga berharap suatu saat nanti cerita ini akan dilanjutkan. tiwas bacut seneng critane
Abi Mancung
amit"Thor ko dibuat lelakinya GX punya otak buat berfikir,terlalu.!kaya binatang punya otak GX pnya pikiran
Novie Achadini
jurig kebon😀😀😀ada2 aja author nya humoris
Selvi Tyas
kita bisa bertahan apa bila yg kita pertahankan jg bisa untk dipertahankan🤪🤪🤪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!