NovelToon NovelToon
My Little Wife

My Little Wife

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:728.6k
Nilai: 4.6
Nama Author: ViraPtr

Vanessa Angelica. Gadis berusia 17 tahun ini menjadi dua incaran lelaki Pengusaha. Vanes pernah mencintai salah satu dari mereka berdua. Namun, lelaki itu terlalu menghayati.

Saat Vanes sudah risih, Vanes memutuskan hubungan. Lelaki tersebut marah dan selalu berbuat nekat.

Bagaimana hidup Vanes? Apakah pernikahan Vanes dengan salah satu dari mereka akan selalu harmonis?
_______________

📍CERITA INI MASIH AKU PERBAIKI. MASIH AKU REVISI. ADA YANG PERLU DI GANTI! JADI YANG MASIH NANYA-NANYA SMP ATAU SMA? JAWABANNYA SMA. YANG AKU REVISI MASIH BEBERAPA PART!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ViraPtr, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

12. Pensi Sekolah

"Sekian motivasi yang saya berikan. Kurang lebihnya saya mohon maaf. Terima kasih."

Vanes turun dari panggung. Jabatan Putri Sekolah akan dia pegang hingga lulus. Itu artinya tidak lama. Nesya berdiri di dekat panggung, menunggu sahabatnya itu turun.

"Vanes! Sini cepet!" Panggil Nesya.

"Kenapa?"

"Aku tadi lihat Om Juna ada disini!" Desak Nesya.

"Hah? Juna? Untuk apa dia disini?" Vanes mulai gelisah.

Gaun putih yang dia genakan jadi terasa sesak. Nesya juga menampangkan wajah kegelisahan. Vanes menghembuskan nafas perlahan agar lebih tenang.

Apa yang di lakukan Juna disini? Pikiran Vanes menjurus kemana-kemana. Dia takut jika Juna akan menjadi guru atau semacamnya disini. Tiba-tiba, Vanes teringat sesuatu. Kenzo. Bukankah Kenzo juga akan mengajar disini?.

"Edgar, Van. Edgar!" Pekik Nesya girang. Kemudian tulunjuk tangannya menunjuk Edgar yang sedang bicara sama teman-temannya. "Kamu nempel aja terus sama Edgar. Dengan begitu nanti Juna akan mengira kamu dekat sama Edgar. Dengan begitu kamu bisa lepas dari Juna."

"Hah?"

"Udah diem aja!" Kata Nesya. "EDGAR! EDGAR! SINI!" Teriak Nesya.

Edgar langsung menoleh. Senyumnya langsung tercetak tatkala melihat Vanes disana. Tanpa banyak bicara lagi, dia berjalan ke arah Vanes dan Nesya berdiri.

Vanes langsung gugup. Secara dia kan seminggu yang lalu membentaknya di tribun. Jadia ada rasa sungkan yang menjalar.

"Hai!" Sapa Edgar.

"Hai. Sini, Gar. Ajak Vanes jalan-jalan keliling sekolah kek. Sekalian tembak aja nih." Cerocos Nesya kemudian meninggalkan Vanes dan Edgar berdua.

Vanes hendak memprotes ucapan Nesya. Namun, Nesya sudah terlanjur lari menjauh. Sebenarnya, Vanes heran dengan sikap Nesya. Dulu, Nesya sangat mendukung hubungannya dengan Juna. Tapi, sekarang, Nesya seperti mendesak Vanes untuk menjauh dari Juna. Aneh.

"Hai, Putri Sekolah. Mau berjalan-jalan?" Tawar Edgar sambil tersenyum. Tangannya sudah setia menunggu sambutan tangan Vanes. Perilaku Edgar layaknya pangeran saja.

"Boleh." Sambut Vanes sambil menerima uluran tangan Edgar.

Mereka berdua berjalan beriringan layaknya pasangan dewasa yang baru saja menikah. Mereka sangat serasi. Yang perempuan cantik. Yang lelaki tampan. Adik-adik kelas yang melihat mereka merasa iri dan banyak yang menyimpulkan jika keduanya ada hubungan.

"Sebenarnya, kita berdua ini serasi." Senyum Edgar tercetak.

"Bisa aja kamu." Vanes juga ikut tersenyum. "Aku rasa fansmu semua patah hati melihatmu jalan beriringan denganku."

"Jangan begitu. Aku tidak peduli dengan mereka." Kata Edgar.

Vanes menjawil lengan Edgar. "Bisa aja."

"Awww. Sakit dong."

Di tengah-tengah keasikan mereka yang berada di tengah lapangan, berdiri seorang lelaki dengan wajah arogan nan berkarisma. Lelaki itu adalah Juna. Dadanya kembang kempis melihat keasikan mereka berdua.

"Eh?" Edgar yang menyadari terlebih dahulu.

Vanes yang terkejut ada Juna merubah raut wajahnya setenang mungkin. Juna tengah memandangnya dengan tatapan tak bersahabat. Vanes semakin mengeratkan pegangan tangannya dengan Edgar.

"Putri Sekolah? Tidak menyapa guru baru?" Suara Juna keluar.

"Maaf. Selamat Pagi, Pak."

"Pagi. Kenapa kalian ada disini?" Tanya Juna. Matanya masih menatap Vanes dan Edgar yang masih setia bercengkrama.

"Ini kan lapangan, Pak. Wajar dong jika kita berdua ada disini. Bapak juga ada disini kan?" Balas Edgar.

Vanes menahan tawa. "Ini kan tempat umum, Pak."

Vanes seolah-olah berlagak tidak kenal dengan Juna. Sebisa mungkin dia harus bersikap mesra dengan Edgar agar Juna mengira jika dirinya berpacaran dengan Edgar.

Menyadari cengkrama tangan mereka berdua menguat, Edgar yang tinggi kini merangkul pinggang Vanes mesra. Vanes tersenyum simpul. Tanpa di minta pun, Edgar sudah mesra.

"Apa perlu kalian seperti itu?" Tanya Juna dingin.

"Perlu dong, Pak. Kita kan lagi pacaran. Ya kan, sayang?" Edgar benar-benar membuat Juna cemburu.

"Iya tuh. Ayo deh kita ke kantin. Sekalian anterin aku ke kamar mandi ya buat ganti baju."

Kemudian mereka berdua berlalu dari hadapan Juna. Tangan Juna terkepal. Hati dan matanya panas melihat Vanes menjadi milik orang lain. Vanes bukan lagi miliknya. Jika begitu, dia harus merebutnya. Tak peduli lagi dengan situasi ini. Juna akan berbuat nekat.

***

"Udah ganti baju?" Edgar tersenyum.

Vanes mengangguk. "Udah. Gaunnya berat banget, Gar."

"Tapi sekarang kan udah pakai baju kelas." Kata Edgar.

"Iya."

"Maaf ya. Tadi aku ngaku pacar kamu di depan guru baru itu ya? Lagian, guru baru tadi kayak nggak baik gitu. Matanya nakal banget liat-liat kamu." Kata Edgar sambil membantu Vanes melipat gaun yang lumayan berat itu.

"Iya, Gar. Nggak pa-pa. Santai aja."

Kemudian mereka berdua kembali berjalan beriringan menuju kantin.

***

Juna menatap perempuan yang seminggu lalu telah bercinta dengannya. Dia berjalan menghampirinya.

"Sudah bisa jalan?" Tanya Juna.

"Sudah om. Udah nggak sakit lagi." Jawab perempuan itu sambil tersenyum sumringah. "Om dari mana?"

"Habis tegur siswa tadi." Jawab Juna sekenanya.

Perempuan itu tampak manggut-manggut. "Om beneran mengajar disini?"

"Iya."

"Wow. Enak dong."

"Kamu nanti bisa datang ke ruangan saya."

***

Jihan tersenyum melihat sahabatnya itu di panggung. Vanes memang cantik. Pantas jika Vanes menjadi Putri Sekolah. Jihan tak peduli dengan para siswa siswi yang menghujatnya ataupun tak ingij berteman denganya, karena dia tahu jika nanti kebenaran akan terbuka.

"Hanya mengintip dari kejauhan, Jihan?"

Jihan menoleh ke belakang. Juna berdiri di belakangnya sambil menyilangkan dada. Jihan mundur. Dia takut lelaki itu berbuat macam-macam.

"Sudah lama kita tidak bertemu."

"Diam! Kenapa anda bisa disini?!" Bentak Jihan gemetar.

"Saya akan menjadi guru disini."

"Orang seperti anda kenapa bisa jadi guru disini?" Tukas Jihan.

Juna tertawa mengejek. "Saya bisa mekakukan apa saja. Dengar, saya akan buat para sahabatmu itu jatuh di tangan saya. Apalagi Vanes, mungkin jika kami menikah beberapa bulan lagi, saya harap kamu datang haha."

Jihan menganga. "Anda mau apakan kedua sahabat saya, hah? Apa anda tidak cukup bahagia melihat saya di kucilkan seperti ini? Apa anda juga masih kurang bahagia melihat saya dan Vanes bertengkar?"

"Kurang, Jihan! Kurang! Hati saya sakit melihat Vanes di pegang oleh kekasih barunya." Juna kemudian diam.

"Kekasih baru? Seharusnya anda sadar jika Vanes tidak pantas buat anda. Vanes seharusnya mencintai lelaki yang seumuran dengannya. Bukan mencintai anda." Balas Jihan yang tak mau kalah.

Juna menatap Jihan dari atas hingga bawah kemudian dia maju selangkah. Membuat Jihan semakin takut dan mundur beberapa langkah lagi. "Kamu berani mengatur saya? Dengarkan lagi! Saya akan membuat Vanes menjadi milik saya seutuhnya. Dan setelah itu, saya akan datang ke kehidupanmu lagi. Dan saya akan mempermainkanmu."

Selesai memberi ancaman, Juna kemudian pergi dari hadapan Jihan. Jihan benar-benar syok. Dia harus memberi tahu Vanes. Sahabatnya itu tidak boleh berdekatan dengan Juna. Juna sudah menaik level ke bahaya. Hanya Jihan yang bisa menyelamatkannya.

***

Dua hari setelah pensi.

Nama Vanes kian semakin menaik. Banyak adik kelas dang sebayanya membicarakannya tentang hubungannya dengan Edgar. Vanes dan Edgar sebenarnya hanya sebagai teman. Tapi gosip mengatakan jika mereka pacaran.

Kini kelasnya menjadi riuh ketika Jihan datang masuk ke kelas. Vanes menatap tajam Jihan yang berjalan menunduk. Gadis itu tampak tak berani untuk mengangkat kepalanya ke atas. Seperti tak punya keberanian.

"Woi!" Panggil Tirta ketika Jihan duduk di bangkunya.

Semuanya langsung diam menunggu aksi berikutnya. Dani pun berdiri. Berjalan ke arah Jihan kemudian menjawil dagunya. Dan itu mengundang tawa seluruh seisi kelas. Tak heran lagi dengan sikap Dani yang bejat itu. Ayahnya pemilik club terbesar di kota. Akses untuk masuk kesana sangat lah mudah bagi Dani.

"Jangan pegang-pegang!" Tukas Jihan.

"Lihat! Dia tidak ingin di pegang, guys." Ledek Dani.

"Ada guru. Ada guru!" Pekik Arja sambil berlari ke arah bangkunya.

Dani berdecak kesal. Gagal sudah dia untuk sekedar memegang Jihan. Vanes segera duduk dengan rapi di sebelah Nesya.

Vanes merasa was-was dengan kedatangan guru tersebut. Suasana hening, suara derap sepatu terdengar. Suara langkah guru. Mata Vanes hampir lepas ketika melihat guru tersebut.

"Selamat Pagi, murid-murid. Saya Kenzo Atranendra. Saya akan menggantikan Pak Ilman."

1
Aryasatya
thor yg jelas smp apa sma thor
Fitria Ergül
kesannya s vanes murahan banget
Merzin Prismi
di awal vanessa umurnya 17 th kelas 11 sm tp skrg turun tingkat jdi 15 th masih smp. bingung aku thor
🤩😘wiexelsvan😘🤩
g sadar sampai tengah mlm q marathon ngikutin halumu thorrrr 😘😘😘
🤩😘wiexelsvan😘🤩
ending yg q harapkan thorrr,,,boom 👍👍👍tertinggal tiap episode,,,luv yu thorrr 😘😘😘
🤩😘wiexelsvan😘🤩
mungkin kenzo d jebak ya thorrr 😁
🤩😘wiexelsvan😘🤩
baru mampir thor 😀😀😀
Dwi Lina Ningsih
vanesya itu nona muda bukan nyonya muda 🤦‍♀🤦‍♀🤦‍♀
Dwi Lina Ningsih
nona apa nyonya se vanesya itu?
Dwi Lina Ningsih
jangan2 kenzo bosnya juna🤭
Dwi Lina Ningsih
vanesya smp apa sma
Srisumarni
nyimak
niagarapopo: hi guys, aku mau promosiin cs aku yg baru banget netas tadi malem, ohiya judulnya "pernikahan dua psikopat" atau tinggal klik profil aku aja ya, langsung tertuju dengan cs itu pemerannya ada jungkook dan segrombol teman temannya ya! mohon dukungannya ya syg ditunggu ya kehadirannya💜💜
total 1 replies
Ratna Dewi
orang tua yg aneh....😒😒😒
Ratna Dewi
ini smp tau sma ya... di awal tdi katanya kelas 11 tpi kq smp usianya jg da 17... ini authornya lgi ngantuk pasti....,😊😊
niagarapopo: hi guys, aku mau promosiin cs aku yg baru banget netas tadi malem, ohiya judulnya "pernikahan dua psikopat" atau tinggal klik profil aku aja ya, langsung tertuju dengan cs itu pemerannya ada jungkook dan segrombol teman temannya ya! mohon dukungannya ya syg ditunggu ya kehadirannya💜💜
total 1 replies
ungu desember
umurnya kadang 15 kadang 17.... disini teka teki yg bilang... umur adalah sesuatu yg bisa naik ga bisa turun, jd ga berlaku 😁😁😁
niagarapopo: hi guys, aku mau promosiin cs aku yg baru banget netas tadi malem, ohiya judulnya "pernikahan dua psikopat" atau tinggal klik profil aku aja ya, langsung tertuju dengan cs itu pemerannya ada jungkook dan segrombol teman temannya ya! mohon dukungannya ya syg ditunggu ya kehadirannya💜💜
total 1 replies
Rizal Zanuar Jr.
mav ya thor, klas 2smp itu kls 8 klo klas 11 tu sma klas2🙏
Yeni Sinam
klau kelas sebelas berarti ya kls 2 SMA
hmmm
Thor maar pengucapan ingrisnya seharussnya
I'm oke
buan
I oke
niagarapopo: hi guys, aku mau promosiin cs aku yg baru banget netas tadi malem, ohiya judulnya "pernikahan dua psikopat" atau tinggal klik profil aku aja ya, langsung tertuju dengan cs itu pemerannya ada jungkook dan segrombol teman temannya ya! mohon dukungannya ya syg ditunggu ya kehadirannya💜💜
total 1 replies
Darknight
lhaaa si Dani... lemes beut ikut biggos yak... 🤣🤣
Darknight
kok aq suka gayanya edgar... asik dh
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!