NovelToon NovelToon
Your Wife Is Not Your Wife

Your Wife Is Not Your Wife

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Tamat
Popularitas:6.9M
Nilai: 4.9
Nama Author: Areum Kang

■■■■

Batalnya pernikahan Zach dengan wanita yang dicintainya karena pergi hilang entah kemana.

Dalam keputus asaannya Zach bertemu dengan Celo gadis manis yang polos dalam sebuah kecelakaan yang disebabkan oleh Celo.

Pertemuan yang berakhir dengan terperangkapnya Celo dalam sebuah jebakan yang diciptakan oleh Zach.

Jebakan apa sehingga Celo harus terperangkap oleh Zach, si pria tampan nan angkuh, sombong, dingin dan berkuasa namun sangat sayang dan peduli pada keluarganya.

Bagaimana nasib Celo kedepannya??

■■■■

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Areum Kang, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kenyataan Menghantam

■■■■

"Astaga…kenapa malam ini mas Zach sangat tampan, malahan semakin bertambah ketampanannya. Rasa apa ini? Kenapa sangat aneh dalam perutku, seperti ada kupu-kupu." Celo membatin, sungguh Zach benar-benar tampan sekarang dengan baju kaos putih dilapisi kemeja polos warna cream yang sengaja tak dikancingi.

Sama dengan Celo, Zach menatap Celo tanpa berkedip sedikitpun.

"Kenapa dia sangat manis dan juga terlihat dewasa disaat bersamaan." Ucap Zach tulus dalam hatinya.

"Ehem hem…sayang mari sini duduk dekat bibi dan nenek".

Tanpa bersuara Celo duduk disamping bibi dan neneknya bertepatan dihadapan Zach.

Tanpa banyak pembahasan mereka setuju Celo dan Zach menikah empat hari lagi. Untuk semua persiapan dan kebutuhan keluarga Alteriolah yang menanggungnya meski sempat diwarnai perdebatan.

°°°°

Besoknya Zach menjemput Celo dan memintakan izin pada bibi karena mereka harus memeriksa ulang persiapan pernikahan mereka.

"Hari ini kita kemana dulu?" Tanya Zach pada Celo.

"Terserah mas saja, Celo akan ikut." Zach tersenyum dengan jawaban calon istrinya itu.

"Kalau gitu kita fitting gaun saja dulu, setelah itu baru pesan cincin. Biar searah semua agar tak memakan banyak waktu."

Celo hanya tersenyum dengan penjelasan Zach.

Zach melajukan mobilnya dengan santai, toh mereka juga tidak terburu waktu. Selama itu pula mereka hanya diam saja tanpa ada yang mau buka suara hingga mereka tiba ditempat tujuan.

°°°°°

"Hayy daddy…mau jemput rancangan baju pengantin kalian pasti…ya kann…" seorang pria lemah gemulai menyambut mereka saat baru melangkahkan kaki masuk dalam gedung yang merupakan sebuah boutique ternama.

"Dimana bibi Rein?" Tanya Zach dengan sedikit rasa geli, bibi Rein adalah bibi Zach adik dari maminya.

"Heihh…beliau ada didalam, masuk saja Dadd…kenapa sih gak mau sama akyu? Kesel deh ahh…" pria separuh wanita itu merengek dengan manjanya, karena geli juga kesal Zach menarik Celo pergi dari sana.

Tok tok

"Ya, masuk saja." Terdengar sahutan dari arah dalam ruangan.

"Ahh…Zach…duduk nak…" bibi Rein mempersilahkan mereka duduk setelah tau yang datang itu Zach.

"Thanks bi…" Zach mengajak Celo ikut duduk disampingnya.

Zach memperkenalkan Celo pada bibinya setelah mereka bertiga duduk.

"Apa kau mau melihat hasil rancangan kemarin Zach?" Tanya bibi Rein

"Ya, tinggal beberapa hari lagi bi."

"Mm…apa nona manis ini yang akan memakainya?"

"Ya bi.."

"Baiklah. Nona manis mari ikut bibi sebentar, kita harus memastikan apakah ukurannya pas.." bibi tersenyum lalu menggandeng tangan Celo kearah ruang ganti.

"Zach, bibi pinjam Celo sebentar kau jangan kemana-mana." Zach hanya tersenyum menanggapinya.

"ya..ya sepuas bibi sajalah.." ucapnya diakhiri kekehan.

°°°°

Bibi Rein mengeluarkan sebuah gaun pengantin yang sangat-sangat indah dan cantik menurut Celo namun ada sedikit terbuka dibagian dadanya.

"Nah sayang, mari coba gaun ini. Asisten bibi yang akan membantumu." Seperti perkataan bibi, Celo mengganti pakaiannya dengan dibantu seseorang yaitu asisten bibi.

"Mm..sepertinya ini sedikit kebesaran bagi nona. Tapi tenang saja secepatnya akan kami perbaiki." Ucap si asisten tersenyum.

"Gaun ini terlalu bagus dan juga mahal pasti..." ucapnya sedikit rendah.

"Tidak nona, anda sangat-sangat cantik memakainya." Puji si asisten.

"Satu lagi kak, mm…itu, apa dibagian dadanya tidak bisa ditutupi? Celo merasa tidak nyaman." Lagi asisten tersenyum.

Bibi yang mendengarnya, juga ikut tersenyum.

"Kakak benar, gadis ini memang special. Disaat semua orang suka memakai baju yang menunjukkan lekuk tubuhnya agar terlihat sesexy mungkin dia malah merasa risih." Bibi Rein berucap dalam hati.

"Celo, bibi tunggu diluar dengan Zach ya nak."

"Ya bi, terimakasih."

Sepeninggal bibi Rein, Celo yang penasaran menanyakan perihal gaun itu.

"Kak, gaun sebagus ini apa bibi sendiri yang mendesainnya?"

"Ya nona, bos sendiri yang mendesainnya sesuai permintaan nona Melodi. Karena gaun ini dia yang seharusnya memakainya." Mendengar itu Celo merasa terhenyak. Si asisten yang melihatnya merasa bersalah karena telah mengatakannya.

"Maaf nona, saya tidak bermaksud apa-apa." Ia merasa bersalah pada Celo.

"Tidak apa-apa kak." Celo hanya bisa tersenyum karena memang bukan salah siapa-siapa.

°°°°

Bibi keluar menghampiri Zach yang sedang menyesap teh yang sebelumnya sudah disediakan.

"Zach, apa dia gadis yang akan menggantikan Melodi?"

"Ya, bi. Kenapa?"

"Tidak. Ah ya Zach, apa tidak apa-apa baju milik Melodi diberikan pada Celo?"

"Tak masalah, jika dia kembali dia akan mengerti. Lagi pula, jika membuat yang baru apa akan terkejar?"

"Iya juga. Lagi pula bibi belum menyiapkan desainnya."

"Hmm.."

"Mm Zach, apa kau masih mengharapkan dia kembali?"

"Tentu saja bi. Sampai kapanpun Zach akan selalu mencintai Melodi. Zach sangat yakin dia akan kembali walau entah kapan karena dia hanya boleh menjadi milik Zach!" Ia mengucapkan semua dengan penuh penekanan.

"Lalu bagaimana dengan Celo, kau hanya akan menghancurkan hidupnya!!" Bibi tak kalah sengit melawannya.

"Cukup bi! Bibi sama saja dengan mami, selalu saja membuat Zach pusing!! Ini hidup Zach, jika Celo bersedia menikah dengan Zach berarti dia siap menerima apapun resikonya!!" Entah kenapa perbincangan mereka berubah menjadi sengit. Setelahnya Zach beranjak akan pergi dari sana, baru dua langkah ucapan bibinya menghentikannya.

"Bagaimana jika gadis itu jatuh cinta padamu Zach? Dia akan terluka." Bibi berucap begitu karena ia tau arti dari ekspresi yang dipancarkan Celo, entah gadis itu menyadarinya atau tidak.

"Itu bukan urusan Zach!" Ego sedang menguasai pikiran dan akal Zach.

"Ah..katakan pada gadis itu untuk menunggu disini, nanti akan kujemput." Ucapnya tanpa menatap bibinya sedikitpun.

"Dasar anak keras kepala.." bibi mengatai keponakannya itu.

Celo yang dari tadi tak sengaja mendengarnya merasa sangat sedih. Tapi ia tak mengerti kenapa ia harus sedih, karenanya ia menghampiri bibi Rein yang tengah memijit pelipisnya.

"Mm..bibi, mas Zach dimana?" ia bertanya seolah ia tak mengetahui apapun.

"Zach ya? Tadi dia menerima televon dari seseorang sepertinya penting. Dia berpesan untuk menunggunya saja disini." Bibi Rein menampilkan senyumnya agar Celo tak merasa ada yang aneh.

"Begitu ya. Tapi Celo juga harus kembali ke toko."

"Benarkah? Kalau begitu biat diantar supir bibi saja."

"Tidak usah bi, Celo bisa naik bis." Tolak Celo.

"Eii…jangan begitu."

"Tak apa bi, Celo bisa sendiri." Masih saja ia tersenyum.

"Baiklah jika kau keras kepala. Ingat hati-hati dijalan, tiga hari lagi kalian akan menikah ingat itu nak." Nasehat bibi.

"Ya bi, terimakasih." Ucap Celo dengan senyum manisnya.

°°°°

Malamnya harinya, Celo menyadari sesuatu saat ia akan menenggelamkan diri dalam dunia mimpi. Suatu kenyataan menghantam pikiran Celo, lamaran, gaun pengantin, pernikahan, calon mertua bahkan calon suami itu semua bukanlah miliknya ia hanya sosok pangganti. Semua hanya pinjamam dan pada saatnya nanti, siap tak siap ia harus mengembalikan semua pada posisinya semula.

Mengingat itu semua Celo merasa sesak karena pada saat itu ia harus rela melepas pria yang dicintai pergi dari hidupnya untuk selamanya. Ya, akhirnya Celo menyadari bahwa debaran yang selalu ia rasakan adalah tanda ia mencintai pria itu, Zach. Aneh memang pria kejam yang seharusnya ia benci justru malah membuatnya jatuh dalam pesonanya.

"Kenapa kenyataan selalu tak adil padaku? Hiks…hikss…" tak bisa ditahan air mata berdarai dikedua matanya.

"Aku mencintaimu mas. Hiks..hikss.." malam itu perasaan cinta Celo tenggelam dalam tangisnya.

°°°°

1
Ani Ali
aku sudah tebak klo dialah orangnya ,dn memang mudah ditebak
Kasma Ramadhan
suka ceritanya
Pak Gogot
alurnya runtut
Danars 1703_
top
Rosmery Napitu
😭😭😭😭
Rosmery Napitu
selain kata bodoh,ada gk ya buat si Zach ini... greget aku
Rosmery Napitu
Zach,. sungguh terlalu...😭
Ika Sulistyarini
eh skip unboxing 😅😂🤣
Ika Sulistyarini
hmm
Ika Sulistyarini
nyimak sek
Lely Su
celo typlh celo yg bodoh dn naif
Lely Su
zach aja yg buta mata kiri knan jg buta hati nya,,smp sgitunya dibhogi melodi tp ttp ga sadar",, smp g prcya sm semua shbt baiknya,,dasar cwok bego
Lely Su
kyaknya org terdekat zack deh
Lely Su
slalu cwek yg jtuh cinta duluan ke ceoknya, heran aq, knp cwek sllu lemah dn mudah baper, ujung nya sakit hti dn hny bisa mewek
Mas Lucky
celo merepotkan.bego dan keras kepala
Mas Lucky
awal2 jg konflik thor.
Royani Arofat
teruslah spti itu Zach.... agar kamu bisa segera mengetahui "rasa sakit" yg sesungguhnya dan belajar untuk tak menyakiti yg lain. hati memang tak bisa d paksa. drpd kamu nikahin celo tp g bisa cintai dia itu lbh menyakitkan.
Royani Arofat
disini penuh cinta buta.
Royani Arofat
berarti melodi sebenarnya baik, cinta sama Zach cuma g "tahan" dg keegoisan Zach, kelabilan Zach, ketidaknyamanannya dewasaan Zach, sikap memaksa Zach hingga membuat dia berpaling pd pria lain
Royani Arofat
cinta emang buta. Zach labil. dilepasin d bebasin mau ngapain aja. alah bingung dia. biarin aja dia lihat kenyataan ttg melodi dg mata kepalanya sendiri untuk membuat dia " dewasa"
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!