NovelToon NovelToon
Real Dreams

Real Dreams

Status: sedang berlangsung
Genre:Komedi / Fantasi / Petualangan / Barat
Popularitas:82.5k
Nilai: 4.8
Nama Author: Nur Banda Wijaya

Seorang penulis novel bernama Bagas sedang bertemu dengan titik jenuh nya. Kehidupan nyata terasa sangat membosankan bagi nya, sehingga hanya dunia imajinasi lah yang bisa membuat nya bahagia. Hingga suatu ketika, ia mendapatkan sebuah masalah yang membuat nya sulit untuk kembali ke dunia imajinasi. Novel pun terpaksa berhenti di tengah jalan. Hingga pada suatu hari, sebelum tidur ia berdoa pada tuhan.

"Semoga mimpi malam ini, lebih indah dari kehidupan nyata" kata Bagas.

Semenjak saat itu, ia masuk kesebuah dunia yang asing bagi nya. Setiap ia tertidur di dunia nyata, ia terbangun di dunia tersebut, begitu juga sebaliknya. Hingga semua itu menjadi mimpi yang nyata bagi nya.

Apakah yang ia temukan di dunia itu?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nur Banda Wijaya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Mendaki

Bagas dan Anna hendak melanjutkan perjalanan. Sebelum mendaki mereka mencari bekal untuk di perjalanan. Kebetulan di dekat rumah Adibrata terdapat kebun buah-buahan miliknya, meskipun sudah lama tidak terurus tapi pohon-pohon nya masih berbuah, hanya saja banyak rumput liar di yang harus di bersihkan.

"Ini lebih dari cukup kalau untuk bekal perjalanan," kata Anna sambil memetik buah.

"Kita ambil secukupnya saja, nanti saat kita turun gunung kita bisa ambil lagi," kata Bagas sambil memakan pisang.

"Siap ksatria tampan," kata Anna tersenyum.

"Biasa aja kok, gak tampan. Cuma manis aja," jawab Bagas.

"Dasar Bagas, udah ihh. Nanti kalo aku puji terus kamu akan besar kepala. Cepet kumpulin buah-buah nya," perintah Anna.

"Waduhh, ada yang mulai ngatur ksatria nih," kata Bagas bercanda.

"Yaudah, aku kumpulkan sendiri. Kamu istirahat saja ya tuan," kata Anna cemberut.

"Iiihh ngambek yaaa," goda Bagas sambil mencolek pipi nya.

"Apa sih," jawab Anna kesal.

"Iya iya, aku bantuin kok," kata Bagas.

Setelah mereka mengumpulkan buah-buahan, Bagas mengambil air di sungai. Kemudian bersiap untuk mendaki.

Bagas mengikat kuda nya di pohon dekat rumah Adibrata.

"Jangan kemana-mana, nanti kami balik lagi," kata Bagas sambil mengelus kepala kuda.

Mereka mulai mendaki. hari sudah sore, Anna terlihat kelelahan.

"Kamu capek?" Tanya Bagas.

"Gapapa," jawab Anna.

"Kita istirahat aja dulu, sebentar lagi juga gelap." Bagas menghentikan langkahnya.

Mereka beristirahat hingga malam tiba, Anna menghidupkan api. Kemudian mereka memakan buah sambil mengobrol.

"Kemarin waktu tidur, aku kok tidak bisa kembali ke dunia ku ya?"

"Entah lah, mungkin kau terlalu lelah. Jadi raga mu istirahat."

"Gak mungkin, semenjak aku berpindah-pindah dunia aku tidak merasakan lelah," kata Bagas.

"Bisa jadi, raga ku ada dua. Tapi roh nya hanya satu. Nah ketika aku tidur di dunia ku aku terbangun di dunia ini. Begitu juga sebaliknya, berarti raga ku yang di dunia nyata sekarang sedang istirahat," lanjut Bagas mencoba berteori.

"Mungkin seperti itu, tapi semua ini nyata. Aku juga nyata," kata Anna tersenyum.

"Iyaa kamu nyata," jawab Bagas menatap nya.

"Apa saja yang kau lakukan di dunia mu?" tanya Anna.

"Aku penulis, hidup ku biasa saja. Sangat membosankan."

"Lalu? Hidup mu jauh lebih berwarna saat masuk kedunia ini?"

"Seperti nya begitu, aku sekarang merasa lebih berguna. Ya meskipun tanggung jawab ku jadi sangat berat sekarang."

"Aku akan selalu menemani mu, aku yakin kau bisa" Anna memberikan semangat.

"Kau harus dapat kan pusaka secepatnya, dan menyelamatkan teman mu," kata Anna.

Bagas terdiam sejenak, ia memikirkan bagaimana jika Tiara melihat nya dekat dengan Anna. Dan bagaimana jika Anna tahu bahwa Tiara adalah mantan kekasih nya.

"Bagas?"

"Eh iyaa."

"Kenapa diam?"

"Gapapa, kamu sudah ngantuk?"

"Lumayan, kamu mau tidur."

"Hehe iyaa aku harus kembali kedunia ku, kasian teman ku. Takut nya para siluman itu kembali."

"Iyaa , kamu tidur saja."

"Selamat malam," lanjut Anna.

"Selamat malam juga," jawab Bagas.

Bagas pun berbaring di samping Anna. Ia masih merasa dilema, jika ia memilih Anna. Tiara akan di kecewakan untuk kedua kali nya, namun jika ia memilih Tiara, Anna juga akan merasa kecewa.

"Kau belum tidur?" tanya Anna berbaring di samping nya.

"Iya belum."

"Maaf aku ya jika aku merepotkan." Anna meminta maaf.

"Tidak, kamu tidak merepotkan. Malah sangat membantu," jawab Bagas.

Mendengar jawaban nya, Anna tersenyum dan membalikkan badannya.

Bagas pun memutuskan untuk berhenti memikirkan masalah percintaan nya dan fokus pada tujuan nya. Akhirnya ia berhasil kembali ke dunia nya.

***

Bagas terbangun dari tidurnya, hari pun sudah pagi. Ia keluar kamar, melihat sekeliling namun Alvin tidak ada.

"Kemana nih bocah?"

Saat ia keluar rumah terlihat Alvin tergeletak di halaman depan. Bagas pun terkejut lalu menghampiri nya.

"Vin bangun, bangun woy." Bagas mencoba membangunkan Alvin.

Karena Alvin tak kunjung bangun, Bagas membawa nya masuk. Alvin masih memegang erat panah yang ia bawa.

"Alvin kenapa ya?" Bagas heran.

Bagas masak mie instan, lalu makan. Melihat Alvin masih tidur ia menghampiri nya sambil mendekatkan mangkuk mie nya pada Alvin.

"Bangun Vin, enak lo ini."

Alvin tertidur sangat pulas, tak lama kemudian Alvin terbangun.

"Bagas, dah bangun lo."

"Ada mie nih." Alvin langsung mengambil mangkuk mie milik Bagas.

"Lo kenapa tidur di luar?" tanya Bagas.

"Panjang ceritanya," jawab Alvin sambil makan mie.

"Yang jelas gue masuk ke dunia itu juga."

"Serius lo?"

"Iya, gue datang ke sebuah desa. Di sana ada pusaka yang harus lo ambil. Dapat salam juga lo dari kepala desa nya. Nama nya Ki Candra," jelas Alvin.

"Lah gue lagi mendaki gunung nih, mau ngambil pusaka juga. Lo ambil aja, bilang kalo gue yang nyuruh," perintah Bagas.

"Aman terkendali, gue bakal bantuin lo. Di sana ada bawahannya Adilaga, nama nya Bara. Dia tadi nya pendekar tapi gak tau kenapa jadi jahat. Tapi lo tenang aja biar gue yang urus," kata Alvin.

"Beneran lo? Nanti masuk rumah sakit lagi."

"Hehehe iya makanya gue pinjem panah lo ya."

"Pinjem aja itu mah."

Alvin menghabiskan mie milik Bagas. Lalu mengembalikan mangkuk nya.

"Nih Gas. Harus nya lo bikin mie rebus tadi."

"Hmmm, udah ngambil mie gue pake protes lagi," kata Bagas.

Setelah mandi dan sarapan pagi, Bagas dan Alvin mengobrol di depan villa.

"Ini gimana ya, novel gue gak kelar kalo begini ceritanya."

"Iya sih, padahal gue tunggu kelanjutannya," jawab Alvin.

"Bukan masalah itu sih, gue gak ada penghasilan kalo gak nulis. Gak enak lah kalo harus bergantung sama lo," jelas Bagas.

"Santai aja gas, dengan gue akhirnya bergabung kedunia itu bantu lo aja gue udah seneng. Lagian gue itu juga bosen, dari kecil gak pernah berpetualang. Di kurung mulu di rumah, paling jauh juga ketempat lo."

"Mimpi apa sih gue? Lo udah bantu banyak banget dari jaman SMA."

"Lagian cuma lo yang mau temenan sama gue, kita kan cupu pas jaman sekolah," kata Alvin tertawa.

"Eiiittssss, kata siapa cupu? Kenalin, Bagas sang penyelamat."

"Sombong amat," kata Alvin.

"Kenalin juga. Alvin, temen nya sang penyelamat."

"Pansos dong lo."

"Eh bukan, hmmmm. Pendekar sakti pembela kebenaran."

"Widihh keren."

Mereka pun tertawa, tak terasa hari mulai malam. Bagas pun kembali tidur untuk melanjutkan perjalanan nya.

***

Bagas terbangun, Anna tidak ada di sampingnya.

"Anna? Kamu dimana?" panggil Bagas.

Terlihat api unggun telah padam, Bagas mencari Anna sambil melanjutkan pendakian nya.

"Bagas," panggil Anna.

"Kamu kemana aja?" tanya Bagas melihat Anna sedang membawa seekor ayam.

"Kalo makan buah aja kan bosan. Nah saat aku bangun aku dengar suara ayam. Jadi aku kejar, dan ku tangkap," kata Anna sambil menyodorkan ayam hutan tangkapan nya.

Melihat raut wajah Bagas yang khawatir Anna berkata.

"Jangan khawatir, aku bisa jaga diri kok. Lagian aku ikut untuk membantu bukan merepotkan mu," lanjut Anna sambil tersenyum manis.

"Makasih banyak yaa, harus kamu nya bilang aku tadi. Biar aku yang tangkap," kata Bagas sambil melanjutkan langkahnya.

"Lagian berbahaya, kamu nangkap ayam di gunung. Nanti kalo jatuh gimana? Kata nya gak mau merepotkan," lanjut Bagas.

"Iya maaf Bagas, yang penting nanti kita makan yaa."

"Mau di makan nanti atau sekarang?" tanya Bagas.

"Sekarang gapapa sih buat sarapan," jawab Anna.

Tiba-tiba ada sebuah anak panah melesat hampir mengenai wajah Anna. Anak panah itu pun menancap di pohon.

"Siapa kalian?! Keluar!!!" Kata Bagas terlihat kesal.

Bagas dan Anna melihat sekeliling namun tidak ada siapapun di sana.

"Kita harus hati-hati, mungkin di sini banyak jebakan," kata Anna.

Sekilas bayangan melesat dengan cepat meninggalkan mereka.

"Bukan jebakan, tapi ada yang mengikuti kita," kata Bagas.

***

1
Reaz
semangat .../Ok//Good/

jangan lupa mampir.../Coffee//Coffee/
Rian Cappuchino
Kak mampir yuk kenovelku.Judulnya "Ray stardust."

Kutunggu kedatanganmu.

Terima kasih
Loli bunting
lh kok nggantung....
El Olivia
semangatt up thorr
El Olivia
salam semangatt Kakak
World_Simulator🍁
Aku sarankan, untuk memakai tanda spasi untuk dialog percakapan.

Agak bingung ngembacanya karena terlalu rapat.

...dan next up date 👍👍👍
Darah Biru (Bangsawan)
Hidangan beralas daun pisang memang mantap 👍🏻
btw, Ki Candra kok bingung 😅 sebelumnya tanya dulu Ki.. di pimpin siapa ✌️
ayam bakarnya satu ya Thor 😂😂✌️✌️
Bara! kenapa kamu jadi anak durhaka 😳 gara-gara pusaka sampe nusuk jantung Ki Candra😳
astaghfirullah 😥 cerita si Alvin ternyata 😭
next like mantap👍🏻 sambungan jejak Penduduk bunian..
saling mendukung thor
sarie
Hadir lagi kak,like buat kakak♥️♥️👍👍,salam hangat dari kusentuh cinta dalam diam dan Alzheimer
Je si bod👀
Fighting
Jeon Ji-Yeong
yuhu sesuai permintaa aku mampir ni udah aku like juga
Ace Blue Charlotte
Hadir.....

Mampir dicerita ku kak "Bunga Magnolia"
Ucy (ig. ucynovel)
Mana kelanjutannya thor...

Semangat 💪💪up lagi thor

Aku mendukungmu 👍👍
Marya Juliani Jawak
Lanjut Thor... Soalnya nanggung ni...

Lagi seru"nya.
Marya Juliani Jawak
Kejam....
Marya Juliani Jawak
Ayo Bagas... Smangat....
Marya Juliani Jawak
Jangan" ula siapa yg Ratu jahat tu. Lupa aq namanya....

Tapi asli Thor, kata"nya keren habis....
Dhina ♑
hah, Doni siluman buaya??
Marya Juliani Jawak
Aku yg degdegan Thor...
Siti sa'adah😊
33 bomlike mendarat untuk mu thor

terus ikuti karya aku ya thor

makasih😊
Siti sa'adah😊
like😉
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!