Leonardo Matthew Pattinson adalah seorang mafia yang terkenal dengan kekejamannya, ia juga seorang pribadi yang sangat dingin,angkuh dan arrogan.ia tdak akan segan segan untuk membunuh orang yang menghalangi bisnisnya.
Tapi seorang musuh nya tiba tiba menitipkan adik perempuan nya kepadanya.
akan kah ia menerima nya atau tidak?
Simak terus ceritanya yaaa😁😁😁
cerita ini hanya karangan semata,tidak bermaksud menyinggung siapapun.latar,waktu dan tempat hanya settingan .
jangan lupa like, comment,and vote nyata yaaaa😂😂😂
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon nurul padia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Attention
Malam semakin larut,leo dan devano telah sampai di mansion nya.
"pulang lah dan tidak perlu datang terlalu pagi besok" ucap leo.
"Benarkah??tapi bagaimana luka tuan tuan muda??biar saya obati terlebih dahulu"devano menawarkan bantuan nya.
''Tidak perlu,aku bisa sendiri,anjing penurut"ucap Leo sambil menekan kata anjing penurut mengejek devano.
devano mendengus sebal dan pergi begitu saja tanpa berpamitan dengan leo.
"Hati hati anjing kesayangan ku!!!"leo berteriak dan terkekeh.
devano tidak menghiraukan Leo lagi dan masuk kedalam mobil dan melajukannya.
Leo pun masuk kedalam mansion itu tanpa ada yang menyambut kepulangan nya seperti biasa,hanya bodyguard 2 yang berjaga malam hari yang menyambut nya,karena ia telah menyuruh devano untuk menghubungi bibi Ema agar tidak usah menunggu.
Leo tiba didalam mansion yang agak gelap karena beberapa lampu memang sengaja di matikan,tidak ada satu pelayan pun yang ia temui, semua pasti sudah terlelap dalam tidur nya masing masing.
Tiba-tiba leo merasa lapar,ia pun berjalan menuju dapur.
Leo melihat ruang dapur tampak terang benderang.
Leo pun memasuki dapur,dan terkejut saat melihat orang duduk di kursi yang ada di dapur.
orang itu adalah izzana, Izzana tampak memegang sebuah gelas kosong.
Sudut bibir leo terangkat, saat melihat izzana yang tampak merenung dan melamun.
"Ekhemm!!
Leo mendehem membuyarkan lamunan izzana.
Izzana Ter peranjat kaget,ia memekik tertahan sambil memegang dadanya dan segera menoleh ke asal suara.
"Tuan??? Kapan tuan ada di sini? tanya izzana.
Leo tidak menjawab dan duduk di kursi yang bersebelahan dengan izzana yang di pisahkan oleh meja.
Izzana menatap leo.
"Astaghfirullah halazdim!!! izzana terpekik kecil saat tak sengaja melihat luka di lengan Leo yang masih berbalut kan jaket kulitnya.
Izzana segera menghampiri Leo dan memeriksa luka leo.
"Tuan,,luka tuan mengeluarkan banyak darah,ini harus segera diobati"izzana tampak panik.
Sedangkan Leo,mati Matian menyembunyikan malunya saat izzana memegang lengan,belum lagi debaran jantungnya yang tak bisa ia kendalikan saat menghirup aroma wangi badan Izzana.
"Aku tidak apa-apa"jawab Leo datar untuk menyembunyikan gugup nya.
"Tidak tuan,ini harus di obati,bisa infeksi jika biarkan"Izzana kekeh dengan pendapat nya.
"Aku ti,,,"
"Tidak ada kata tidak apa-apa"izzana memotong pembicaraan Leo.
Leo menatap Izzana,baru kali ini ada seorang gadis berani memotong pembicaraan nya selain mommy dan Daddy nya,bahkan kakak dan adik perempuan Leo tidak akan berani melakukan itu.
"Tuan duduk disini, Izzana akan mengobati luka tuan"Izzana pun membuka rak rak di dapur dan mengambil kotak p3k dan membawa nya ke meja di mana Leo duduk.
izzana duduk disamping Leo dan membuka kotak p3k itu dan mengambil alkohol dan menuangkan di kain kasa.
Izzana menatap leo.
"Kenapa!! tanya leo
"mmm itu,,as,,anu tuan"Izzana tergagap.
"Tolong buka jaket tuan,biar bisa membersihkan lukanya"ucap Izzana pelan sambil menundukkan kepalanya.
leo tersenyum kecil dan membuka jaketnya.
izzana semakin menundukkan kepalanya saat tak sengaja melihat dada bidang Leo yang terbungkus kaos yang pas di badan kekarnya,ia menjadi malu sendiri.
"ekhemm'' Izzana mendehem kecil mengusir kegugupan nya dan mulai membersihkan luka Leo dengan telaten.
leo menatap Izzana,ada rasa sesuatu yang ia rasakan saat tangan lembut izzana menyentuh kulit lengannya,dan hatinya menghangat saat mendapat perhatian dari Izzana, walau ia tahu, Izzana akan melakukan nya juga pada orang lain jika berada posisinya karena Izzana adalah orang yang baik dan perhatian tapi tetep saja sangat senang.
tak hentinya ia tersenyum, hingga Izzana selesai membalut lukanya.
"Selesai"ucap Izzana membuyarkan senyuman leo.
'kenapa cepat sekali, padahal aku baru saja menikmati nya' ucap leo dalam hati.
"Terimakasih"ucap leo kemudian.
"sama sama"Jawab Izza.
"Kalau begitu, saya permisi tuan"pamit Izzana
"Tunggu!!
"kenapa tuan"tanya izzana.
"Bisa kah kau menyiapkan makanan??
"oohh, sebentar akan Izzana panaskan masakan yang tadi untuk tuan,"Izzana pun membuka lemari tempat penyimpanan makanan.
"tidak perlu,bisa kah kau memasak kan nasi goreng dan omelette nya untuk ku,aku sedang ingin makan itu"pinta leo.
izzana segera mengangguk dan segera membuka kulkas untuk mengambil bahan bahan masaknya.
ia pun mulai berkutat dengan kompor dan wajan.
sedangkan leo menonton Izzana yang sedang memasak.
ia sudah merasa seperti seorang suami yang menunggu masakan istri nya.
ah! membayangkan nya saja ia ingin tertawa terbahak-bahak,tapi ia menahan dengan menutup mulutnya.
"Ada yang bau tuan?? tanya izzana polos.
"Tidak ada"jawab leo.
izzana pun kembali sibuk dengan masakan.
tak lama kemudian izzana menghidangkan sepiring nasi goreng dengan omelette diatas dan daun selada serta irisan Tomat merah.
Tak lupa segelas air putih.
"Silahkan tuan"Izzana mempersilahkan.
"Terimakasih banyak,kau boleh pergi"ucap leo.
"permisi tuan"Izzana pun berlalu dari hadapan Leo.
oh!tuhan gadis itu,,
lagi lagi leo tersenyum sendiri sambil melihat masakan Izzana dan lengannya yang dibalut dengan kain kasa.
Ia merasa benar benar gila sekarang.
Leo pun memakan nasi goreng itu dengan hati berbunga-bunga.
.....
Seperti nya ada tanda tanda cinta dari leo nih!!
penasaran???simak terus yaaaa para readersss yang cuantik2 dan guanteng2
Bye 💕💕💕💕
pakek d tinggal segala