Mauren Putri Khadijah gadis bercadar berusia 21 tahun ia menolong seorang lelaki yang terluka akibat kecelakaan.
Kesucian Mauren direnggut secara paksa oleh lelaki yang tidak dikenalinya bahkan rupanya sekalipun ia tidak mengetahuinya.
Ia terperosok kedalam lubang hitam paling dasar membuat ia menjadi wanita yang lebih pendiam.
"Hiks hikss,, Ya Allah aku wanita kotor, kehormatan ku direnggut secara paksa, cadar yang ku pertahankan selama ini telah ternodai."
Bahkan ia hamil diluar nikah? Apakah Mauren bisa menerima keadaannya dengan ikhlas? Apakah ia mengetahui Ayah dari bayi yang dikandungnya?
***
Dilarang plagiat karya, CCTV 24 JAM mode on.
Ingat! Allah maha mengetahui setiap apa yang dilakukan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Baiti Jannati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 12
Leo masih mendengarkan omelan dari kedua orang tua nya, ia hanya menghela napas berat.
"Kamu itu yo, bagaimana bisa tongkat sakti mu itu membuang pupuk sembarangan," sahut Bram di telpon. Ponsel Leo sudah ia letakkan di samping kursi penumpang yang kosong.
"Ih papa jangan kaya gitu dong, malu tau." sayup terdengar suara Marina menegur suami nya. Leo hanya memutar malas bola mata nya. Kebiasaan orang tua nya selalu bermanja-manja.
"Tunggu papa dan mama pulang baru kamu jelasin semua nya." tanpa bicara apapun Leo sudah mematikan nya sepihak. Tidak tau kalau Bram sudah mengumpat anak nya habis-habisan.
Di lain sisi Mauren dan Mita lagi bersantai di kafe seberang kampus.
"Ta, kamu datang ya ke nikahan aku minggu depan." ucap Mauren dengan suara serak menahan tangis.
"Pasti aku datang, tapi mengapa mendadak Mauren apa terjadi sesuatu ceritakan sama aku." Mita menggenggam tangan Mauren tanda menguatkan Mauren.
"Aku gak bisa jelasin sama kamu, yang pasti kamu harus datang ya Ta." tolak Mauren, ia hanya ingin sahabat nya melihat ia menikah. Ia tidak mungkin membuka aib nya sendiri walau mereka bersahabat tapi Mauren hanya ingin menyimpan nya seorang diri.
Dengan semakin aktif nya aktivitas manusia di media sosial, tak sedikit dari realitas tersebut diisi oleh hal-hal yang kurang baik. Salah satunya adalah mengumbar aib diri atau bahkan aib orang lain.
Padahal dari jauh-jauh hari, agama telah memberi tuntunan bagi manusia untuk menjaga aibnya agar tidak menjadi konsumsi publik. Imam Malik dalam kitab Al-I’lan bit-Taubikh As-Sakhawy menjelaskan, sangat disayangkan apabila seseorang yang aibnya tak ditampakkan ke publik, justru mulai menggunjing aib orang lain. Akhirnya tak sedikit dari gunjingan tersebut membuat Allah menampakkan aibnya sendiri.
Sebaliknya, kata beliau, orang-orang yang dulunya memiliki aib, namun menjaga lisan dan sikapnya akan menggunjing tentang aib orang lain, seiring berjalannya waktu, aib dirinya justru dilupakan orang-orang. Hal itu menjadi bukti Allah memang menolongnya.
Dalam hal ini, Allah telah berjanji untuk hal tersebut. Hal itu dikuatkan dalam hadist riwayat Tirmidzi, Rasulullah SAW bersabda:
"Dan barangsiapa yang menutupi (aib) seorang Muslim sewaktu di dunia, maka Allah akan menutup (aibnya) di dunia dan akhirat."
Jangan lah mengumbar aib diri sendiri atau orang lain, walau itu aib yang amat buruk senantiasa manusia menjaga lisan nya dengan sebaik-baik tutur kata nya.
Raut wajah Mauren begitu sendu ia menundukkan kepala nya.
Maafkan aku Ta, aku hanya ingin masalah ini tidak sampai membuat kamu malah kepikiran. Cukup diri ku yang merasakan bagaimana rasa nya di renggut kehormatan ku asal jangan kamu atau wanita lain yang merasakan nya.
"Iya aku pasti datang, ingat kalau kamu perlu telinga aku siap mendengarkan, kalau kamu perlu sandaran aku siap jadi bahu mu dan kalau kamu perlu rangkulan aku siap memeluk mu," bisik Mita sambil memeluk Mauren.
"Ingat Mauren, aku akan selalu bersama mu. Aku sangat menyayangi mu karena hanya kamu satu-satu nya sahabat sekaligus saudari yang paling berharga untuk ku." jelas Mita sambil menitikkan air mata nya. Mauren terharu ia bahkan menangis sesegukan entah mengapa ia merasa begitu cengeng nya.
"Huwaaa,, hikss hikss.." pecah tangis Mauren malah membuat Mita gelabakan.
"Loh ko nangis nya makin kencang sih, sudah dong ya Allah Mauren."
Ini anak ko malah cengeng banget sih gak biasa nya kaya gini.
Mereka malah menjadi pusat perhatian karena mendengar Mauren menangis, drap langkah kaki terdengar terlihat lima orang lelaki berpakaian santai menghampiri meja Mauren.
Mereka malah mengunci pergerakan Mita, "Ada apa nona? apakah dia mengganggu anda?" tanya salah satu pengawal Mauren.
Mauren menggelengkan kepala nya. Ia tidak tau mengapa jadi cengeng seperti ini kemana Mauren yang kuat pikir nya. Ia menghapus air mata nya dengan sebelah tangan nya.
"Tidak, lepasin teman ku. Kalian sembarangan pegang-pegang bukan makhrom tau gak." tegas Mauren. Mereka terbengong melihat perubahan sikap Mauren seperti membalikkan halaman buku.
Mita yang sudah bebas pun malah menepuk jidat nya.
Aneh.
Mereka malah semakin menjadi pusat perhatian bisik-bisik terdengar suara orang yang bersahutan masuk ke gendang telinga mereka.
"Tu lihat si kutu buku punya hutang kali."
"Itu coba malah si cantik mengapa malah menangis."
"Cari perhatian kali mereka."
"Gak boleh ngomong kaya gitu, suka-suka mereka."
Para pengawal dan Mita menatap horror orang yang di sana, Mauren ia hanya masa bodoh asal tidak merendahkan martabat seorang wanita.
Mereka pun pergi meninggalkan Mauren dan Mita yang malah bercanda di selingi tawa pecah Mita, Mauren hanya tertawa kecil.
Setelah puas ia pun pergi bersama Mita ke Restoran nya, karena ingin mewawancarai secara langsung karyawan yang bekerja di Restoran nya.
Mauren memang mencari tiga orang karyawan buat membantui pekerja lain nya, tiap hari omzet yang di peroleh dari Restoran itu semakin berkembang dan beberapa Restoran nya yang di luar kota semakin ramai di datangi pembeli.
"Ta, besok temenin aku ya mencari sembako untuk orang yang membutuhkan, sama memberi santunan kepada anak yatim di panti asuhan." pinta Mauren pada Mita, Mita yang mendengar dengan antusias nya menyetujui Mauren.
Seorang muslim yang ingin dekat dengan Rasulullah saw. di surga hendaklah menyantuni anak yatim. Kedekatan antara orang yang menyantuni anak yatim dan Rasulullah di surga diibaratkan seperti jari telunjuk dengan jari tengah. Rasulullah saw. bersabda:
“Aku dan orang yang menanggung anak yatim (kedudukannya) di surga seperti ini,” kemudian beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam mengisyaratkan jari telunjuk dan jari tengah beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam, serta agak merenggangkan keduanya.” (HR. Bukhari, Shahih Bukhari, Sahl bin Sa’ad As-Sa’idiy: 5304).
Mita paling senang dengan kegiatan mereka yang tiap bulan nya selalu berbagi ke sesama yang membutuhkan.
"Nanti dua hari ke depan baru kita membagi nya ya Ta. Ajak aja karyawan yang lain, kalau bisa Restoran sementara waktu di tutup dulu."
"Nanti aku sampaikan ke karyawan yang lain nya, biar mereka juga membantu mencari bahan pokok yang di butuhkan. Biar semua kebagian tugas." sahut Mita dengan mata yang berbinar.
Mauren yang melihat itu pun tersenyum begitu manis nya di balik cadar nya, ia tidak menyangka sahabat nya ini begitu antusias kalau ada hal-hal seperti ini.
Di Mansion, tepat nya di ruang tamu terlihat sepasang suami istri yaitu Ardi dan Zahra mereka sedang membicarakan pernikahan Mauren dengan Leo.
"APA!!"
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Jangan lupa tinggalkan jejak ya, like, komen, rate and vote.. Maafkan author kalau banyak typo-typo nya maklum ya ngetik pake hp laptop author lagi di pake sama adek. Dan author masih belajar juga. Tengkyu..
Tbc*