"Ayo kita bercerai!"
Hana tiba-tiba diceraikan oleh Heston karena sang suami mengalami kecelakaan dan amnesia.
Dunia Hana hancur apalagi dia diceraikan dalam keadaan hamil.
Apa yang akan Hana lakukan?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DHEVIS JUWITA, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kembali Lagi
Hana merasa tidak nyaman pergi berduaan dengan Heston seperti ini.
Kenangan mereka berdua dulu jadi terlintas dipikiran Hana sekarang.
"Apa nona Queen tidak keberatan jika Anda pergi berdua dengan saya?" tanya Hana memecah keheningan.
"Aku tidak mau membahas orang lain diantara kita berdua," balas Heston yang masih fokus menyetir.
"Tapi, bukankah nona Queen adalah calon istri Anda?" tanya Hana lagi.
Kali ini Heston mengalihkan atensinya pada Hana di sana.
"Kenapa kau bersikap formal padaku?" tanya Heston tidak suka.
"Lalu saya harus bersikap seperti apa? Anda adalah pelanggan butik kami," ucap Hana membela diri.
Heston sengaja menaikkan kecepatan supaya Hana mengerti apa maksudnya.
Dan berhasil bahkan Hana memberikan respon yang tidak terduga.
"Heston...." teriak Hana.
"Apa yang kau lakukan? Apa kau sudah gila? Aku tidak ingin mati!"
Mendengar itu, Heston langsung mengurangi kecepatannya.
Dia kemudian melirik ke arah Hana sekali lagi.
"Kita sudah lama mengenal, bukan?" tanya Heston.
"Tidak," balas Hana menyangkal dengan cepat.
Heston tidak puas dengan jawaban yang diberikan Hana jadi dia menepikan mobil di tempat sepi.
"Buka pintunya!" pinta Hana saat mobil itu berhenti.
"Tidak sebelum kau menjawab semua pertanyaanku," ucap Heston tegas.
Hana tergelak karena merasa terjebak oleh situasi seperti ini.
"Apa yang ingin kau tahu, Heston?" tanya Hana supaya urusan mereka cepat selesai.
"Lima tahun lalu, kenapa kau mengaku kalau kau adalah istriku?" tanya Heston penuh selidik.
"Apa itu penting sekarang? Semua sudah berlalu lagipula kau akan menikah jadi anggap saja aku dulu adalah gadis labil yang ingin mendapat pengakuan cinta dari orang yang sedang amnesia," jawab Hana.
Semakin mendengar jawaban seperti itu, Heston semakin penasaran apa yang terjadi diantara mereka.
"Bagaimana kalau aku sembuh dari amnesia?" tanya Heston.
Untuk pertanyaan satu ini, Hana berpikir sejenak lalu menatap Heston di sana dengan lekat.
"Walaupun ingatanmu kembali tidak akan mengubah apapun jadi lebih baik tetaplah amnesia," balas Hana seraya melihat jam di pergelangan tangannya.
"Aku harus pergi sekarang!"
Sudah waktunya Hana menjemput si kembar pulang sekolah. Dia harus cepat pergi supaya tidak terlambat.
Beruntung Heston mau melepasnya sekarang.
Lelaki itu tercenung sendirian karena memikirkan perkataan Hana. Dilihat dari segi apapun, Hana terlihat benci sekali padanya.
Dan hal itu menyakiti Heston.
"Apa sekarang aku akan mempunyai penyakit dalam?" gumam Heston seraya meraba dadanya yang nyeri.
Sementara Hana juga merasakan hal yang sama.
Walaupun dia berusaha sok tegar tapi di hatinya berdenyut nyeri setiap berhadapan dengan Heston.
"Jangan pernah mengingat apapun, Heston!" teriaknya dalam hati.
Hana mencoba mengatur dirinya lagi supaya baik-baik saja.
Dia harus segera menjemput anak-anaknya pulang atau si kembar akan marah kalau Hana terlambat.
Namun, ketika sampai di sekolah, Hana justru melihat anak-anaknya bermain di taman dengan Aston.
"Kenapa dia datang lagi?" kesal Hana. Dia harus membawa kedua anaknya pergi.
"Mars... Venus..."
Si kembar merasa nama mereka dipanggil lalu melihat Hana mendekat.
"Mama..."
Kedua anak itu berlari ke arah Hana.
"Kenapa keluar dari sekolah? Kan mama sudah katakan tidak boleh keluar dari sekolah kalau mama belum menjemput kalian," protes Hana.
"Tapi, ada paman itu lagi, dia datang dan meminta izin pada guru kami lalu memberikan kami banyak hadiah," ucap Mars seraya menunjuk beberapa kotak mainan di bangku taman.
"Mama, lihat ini!" Venus memperlihatkan boneka labubu yang dia inginkan selama ini.
"Paman itu, membelikan boneka labubu banyak sekali!"
Hana langsung memicingkan mata ke arah Aston di sana.
"Hai," Aston justru melambaikan tangannya dengan santai.
"Sudah aku katakan kalau aku akan kembali lagi!"
agak lama yaa nunggu nya