Four Twins. Mereka adalah seorang Bad Girl. Walaupun begitu, mereka adalah jenius muda. Mereka memiliki keluarga yang membuang keempatnya karena dituduh pembawa sial.
Namun siapa sangka, mereka adalah seorang pemimpin Mafia teratas di dunia yang biasa disebut sebagai Black Diamond.
Setelah mereka membalas dendam, mereka terbunuh dan terlahir kembali menjadi 4 bayi kembar di zaman kuno.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Zalfa Azz, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
12. Kehancuran
《HAPPY READING》
.
.
.
.
"Ayah ada urusan yang sangat penting jadi tinggallah disini bersama Kesatria kalian dan para pengawal tapi berpakaian lah dan menyamar menjadi warga biasa agar tidak ada yang terluka"ucap Raja Albert terburu buru.
****
"Hei menurut kalian ada masalah apa Ayah? mengapa Ayah begitu terburu buru dan terlihat marah setelah membaca surat itu"ucap Linna saat mereka telah sampai di salah satu penginapan.
"Entah lah mungkin saja Ayah ada suatu kerjaan atau mungkin penghianat" ucap Lenna positif pada keadaan Raja Albert.
"Kita akan menyelidiki Desa ini mulai besok, karena sekarang sudah mulai petang"ucap Kavlar yang datang kekamar mereka berempat bersama Alrick.
****
Keesokan harinya, Empat gadis kecil dan dua orang pemuda sedang berjalan jalan dipasar yang berada di Desa itu. Desa itu bernama Desa Melati.
Mereka berempat memang tidak ingin dijaga pengawal. Itu akan menjadi sorotan jika bersama pengawal. Jadi hanya 4A dan Kesatria tampan mereka.
"Hei sebaiknya kita bertanya pada orang disini"ucap Letta yang berada di gendongan Kavlar.
"Ya kau benar"
Letta menghentikan seorang pria paruhbaya yang sedang berjalan dengan wajah lesu.
"Maaf Paman, mengapa di Desa ini tidak ada anak anak selain kami dan mengapa paman terlihat lesu?"tanya Letta.
"Nak kau sebaiknya segera pergi dari desa ini karena semua anak anak disini telah dibawa oleh 'mereka' dan semua harta kami telah di rampok"lirih nya.
"Ah baiklah terimakasih Paman"ucap Letta tersenyum manis.
Setelah Pria paruhbaya itu pergi, keenamnya melanjutkan berjalan dengan santai.
Brukkk
Lenna yang sedang berjalan dengan tenang namun tidak memperhatikan jalan nya.
"Awww"rintih Lenna saat pantat nya mencium tanah.
"Lenna apa kau tidak apa apa?"tanya Alrick kemudian menggendong Lenna dan menepuk pakaian Lenna yang kotor.
"Tidak apa"ucap Lenna tersenyum.
"Maaf Tuan adik saya tidak sengaja menabrak anda"ucap Kavlar meminta maaf.
"Tidak apa, kalian ini siapa? saya tidak pernah melihat kalian"ucap Pria paruhbaya itu.
"Ah kami baru saja sampai di Desa ini Tuan, dan apakah Tuan adalah Kepala Desa disini?"tanya Lunna.
"Ya saya Kepala Desa disini"ucap Pria paruhbaya itu tersenyum.
"Begitu ya, apakah kami boleh sedikit bertanya tentang orang orang yang membuat ulah di Desa ini?"tanya Letta.
Ke tiga saudara nya melotot tak percaya, bagaimana mungkin Letta bertanya akan hal itu dengan santai dan to the point.
"Eh? sebaiknya kalian tidak tahu lebih banyak karena kalian harus cepat pergi dari Desa ini karena jika tidak kalian para gadis kecil akan dibawa oleh 'mereka'"
"Tidak apa apa kami akan membantu Desa ini jika kami bisa" ucap Alrick yang mengerti tujuan Letta.
"Tapi.."
"Tuan, kami hanya ingin tahu saja. Kami mohon untuk anda memberi tahu kami"ucap Kavlar.
"Baiklah baiklah, kalian pergi lah kerumah ku nanti sore. Aku akan memberi tahu kalian, Sekarang aku tidak bisa karena ada suatu hal yang harus kubayar urus"ucap Kepala Desa pasrah.
"Ya kami akan ke rumah Tuan nanti dan terimakasih"ucap Lenna cepat dan tersenyum manis.
***
Raja Albert yang baru saja datang ke Istana, melihat banyak sekali mayat yang berserakan terutama Pelayan dan Prajurit.
Raja Albert melihat ke arah utara dan mendapati Prajurit yang masih melawan dengan sekuat tenaga mereka. Istana nya benar benar telah terkepung oleh puluhan ribu pasukan.
"Hahaha! kau akhir nya datang juga Raja Albert"Seru seseorang dari arah belakang nya dengan tertawa mengejek.
"Kau!! beraninya kau menyerang Kerajaan ku!!"teriak Raja Albert marah.
"Hahahah kau ini sangat lucu! mengaku lah kalah!! lihat bagaimana keadaan Istana mu ini dan jangan lupakan isinya"ucap Raja Burton tersenyum miring.
"Beraninya kau!!"teriak Raja Albert berlari menyerang Raja Burton dengan pedang di tangan nya.
Raja Burton yang melihat itu tersenyum sinis. Bagaimana mungkin Raja yang bodoh ini bisa menang darinya? dia akan membantai habis keluarga Kerajaan ini.
Sudah berjam jam mereka semua yang ada disana beradu pedang. Sangat disayangkan Prajurit Raja Albert kian menipis. Raja Albert dan Raja Burton mulai kelelahan namun tidak ada tanda tanda salah satunya akan mengalah.
Hingga Raja Albert terpukul mundur dan pedang nya terlempar jauh dari posisinya. Raja Burton yang melihat itu tertawa senang.
"Hahaha sudah kubilang menyerah lah Raja Albert"ucap Raja Burton tertawa.
"Uhukk ka- kau!! apa ya- ng kau i- inginkannn"ucap Raja Albert seraya memegang dada nya yang terasa sakit.
"Kau terlambat menanyakan hal itu Raja Albert"ucap Raja Burton tersenyum remeh.
"Tetapi aku akan memberi tahu mu karena sebentar lagi kau akan habis di tangan ku.."ucap Raja Burton menjeda.
"Aku ingin Kerajaan mu ini karena kalian telah membunuh Kakak kesayangan ku!! kalian membunuhnya dengan sangat kejam! apa kau ingat?!!"
"Dan sekarang aku akan membunuhmu untuk membalas kan dendam Kakak ku! aku akan memberikan kematian yang cepat untukmu karena saat ini aku sedang berbaik hati"ucap Raja Burton tersenyum dan berljalan perlahan ke hadapan Raja Albert.
Raja Albert sudah tidak bisa melawan lagi kali ini. Dan semua Prajurit nya telah dibabat habis.
Jlebbb
****
"Kak aku sangat takut"ucap seorang anak laki laki itu gemetar.
"Shuutt jangan bersuara" bisik Kakak nya.
Mereka adalah Pangeran pertama yang bernama Thomas de Arcko dan juga Pangeran kedua Elvan de Arcko. Thomas saat ini berumur 7 tahun dan Elvan berumur 6 tahun.
"BAKAR ISTANA INI!!"teriak seseorang dari luar Istana yang tak lain adalah Raja Burton yang telah membunuh Raja Albert.
"Kakak bagaimana ini?"ucap Elvan panik dengan air matanya yang tidak berhenti mengalir.
"Kita akan pergi dari sini"ucap Thomas.
Thomas mulai melepas semua perhiasan nya dan memakai kan perhiasan nya pada anak yang telah tergeletak tak bernyawa karena melindungi mereka berdua.
"Kemarikan perhiasan mu Elvan"ucap Thomas tenang namun sangat berbeda dengan hati nya yang seperti terkoyak.
Elvan melepas semua perhiasan nya dan memberikan nya pada Thomas. Thomas tersenyum getir lalu memakai kan semua perhiasan Elvan pada anak kecil lainnya yang tak lain adalah sepupunya.
"Cepat Elvan"ucap Thomas dengan suara bergetar dan menarik tangan Elvan menuju lorong rahasia.
Api mulai melahap Istana dengan sangat cepat.
****
"Hahahah!"Raja Burton tertawa kejam.
"Sungguh aku sangat senang!!"seru Raja Burton. Di matanya terlihat api yang sedang berkobar. Ya itu bukanlah semangat yang berkobar di matanya namun itu adalah Istana mewah yang mulai menjadi reruntuhan.
Setelah api mulai padam melahap habis Istana..
"Bawa mayat keluarga Kerajaan Arcko kemari"perintah Raja Burton pada Jenderal nya.
"Baik Yang Mulia" ucap Jenderal itu lalu membawa bawahan nya untuk menemukan keluarga Kerajaan Arcko yang terbakar di dalam Istana.
Tak lama kemudian Jenderal itu membawa semua yang dianggap nya adalah keluarga Kerajaan Arcko.
"Bagus!"ucap Raja Burton tersenyum senang.
"Hahaha mari kita rayakan kemenangan kita!"seru Raja Burton.
"Maaf Yang Mulia, untuk apa kita mengeluarkan seluruh keluarga Kerajaan Arcko yang telah terbunuh?"tanya Jenderal.
"Bodoh! ini untuk membuktikan bahwa mereka telah terbunuh! terutama Pangeran Pertama dan Pangeran Kedua! jika mereka masih hidup, mereka pasti akan merencanakan pemberontakan dan balas dendam!! itu akan merepotkan kita" ucap penasihat Raja Burton.
Ayo mampir dan baca novelku, judulnya "We Are Monsters!"
Terimakasih Author dan semuanya! xd