Aku akan membalaskan dendam siapa pun yang dulu pernah menindas ku, tak kubiarkan jiwa ku yang terbangkit kembali menjadi lemah.
Mereka yang berani menindas tubuh ku, maka mereka akan mengalami yang lebih kejam dan sadis dari yang aku alami.
Jangan main main dengan ku, karna aku bukan Anna yang dulu lagi.
Karna Jiwa asli ku adalah Jennifer Bransteto.
Seorang wanita paling sadis dan kejam di dunia Mafia, itu lah aku Jennifer Bransteto Sang Queen Mafia Black Blue Reagers.
Tugas ku tidak hanya di satu reingkarnasi dunia pembalasan demdam, namun aku akan membalaskan dendam tubuh yang akan aku singgahi kelak, ini adalah misi ku, dan ini adalah hukuman ku.
Happy Reading..
Salam Hasanah 💓💓
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hasnatul Putri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 12
Selama di perjalanan.
" hey adik ke lima, apa kau sudah kehabisan kata kata saat sudah berhadapan dengan ke tiga kakak mu? " Ucap Kina sinis tersenyum miring.
Anna melirik ke arah putri pertama alias Kina, " apa kau ingin bertengkar dengan ku putri? " Ucap Anna dingin.
Saat ini dia sangat malas berbicara, kalau dia di pancing takut nya emosi Anna akan meledak, karna itu Anna terus menahan dan terus bersikap acuh.
" woah.. ternyata adik bungsu ku sudah menjadi jagoan " Ucap Kina sinis.
Syifa tersenyum mengejek ke arah Anna begitu juga dengan Jino, Anna memutar bola mata nya jengah.
" apa di saat seperti ini pun kalian ingin berselilih dengan ku? bilang saja kalau kalian iri " Ucap Anna mencoba santai.
" iri? heh, hey.. adik bungsu ku yang bodoh dan lemah! akan kah kau tidak bisa melihat dengan jelas situasi menyedihkan mu saat ini? " Ucap Kina tertawa mengejek.
" ya.. seperti nya dia sudah gila kak " Ucap Jino ikut tertawa sinis.
" aku tidak akan pernah memaaf kan kau Anna! karna kau calon suami ku pindah pandang! " Kesal Syifa menatap Anna tajam.
Anna hanya bisa menghela nafas, sudah ia duga akan menjadi seperti ini kalau gabung sama saudara nyinyir kaya mereka.
" ohh.. " Ucap Anna singkat dengan wajah datar dan dingin.
" lihat lah sifat angkuh nya itu, ini sama sekali tidak seperti adik bungsu ku waktu dulu " Ucap Kina sinis.
Anna melirik ke arah Kina dan tersenyum sinis, " apa sekarang kau sadar.. bahwa di depan mu ini bukan adik mu? " Ucap Anna datar menatap remeh Kina yang kini terlihat terkejut.
" apa yang kau maksud Anna? " Ucap Kina tak percaya, begitu pun dengan Jino dan Syifa.
Anna tertawa sinis dengan kembali memalingkan pandangan nya, " kalian tidak berhak untuk tau tentang ku " Ucap Anna santai.
Orang seperti mereka tidak akan pernah mengetahui siapa asli Anna sebenar nya, karna mereka hanya kenal dengan Anna yang dulu, tidak mengenal baik dengan sosok Anna yang sekarang.
" sekumpulan tikus yang tak berguna, untuk apa mereka kepo dengan kehidupan ku? sok kenal, sok deket! " Gumam Anna sinis.
Tiba tiba kereta berhenti.
Anna melirik ke arah luar jendela, terlihat Kakao yang mendekat ke arah kereta mereka, Anna tersenyum manis ke arah Kakao yang di balas dengan senyuman manis pula.
" apa kau bosan adik kecil ku? " Ucap Kakao menebak karna melihat ekspresi Anna yang terlihat bosan.
" ya.. karna di sini banyak sekali buah bibir yang membuat ku bosan " Ucap Anna melirik sinis ke tiga saudara nya.
Kakao melirik ketiga adik nya yang kini menatap Anna dengan sorot penuh kebencian, Kakao menghela nafas.
" kita istirahat di sini dulu, perjalanan masih jauh, kita juga butuh makan " Ucap Kakao yang di angguki ke empat adik nya.
Anna keluar dari kereta lalu mendekati sang kakak yang sedang duduk berseder di salah satu pohon besar dan rindang.
Anna duduk di samping Kakao dengan senyum manis terukir di wajah Anna, Kakao melirik Anna dan ikut tersenyum.
" ada apa adik kecil ku? " Ucap Kakao mengelus pucuk kepala Anna dengan lembut.
Anna cengengesan dengan wajah semringah, sedari dulu dia tidak pernah di perlakukan seperti itu, yang ia tahu waktu kehidupan nya dulu hanya lah kekerasan dan ketegasan, tidak tahu apa itu manja.
Anna merasa sedikit bersyukur bisa hidup kembali di dimensi ini, karna rasa yang dulu tidak pernah ia rasakan, saat ini dia rasa kan.
" sedari dulu aku sangat ingin merasakan hidup normal di lingkup keluarga bahagia, karna itu.. aku merasa sedikit bersyukur bisa hidup kembali di dimensi ini, dan bertemu dengan Kakak laki laki yang sangat menyayangi ku " Batin Anna tersenyum manis menikmati perlakukan manis dari yang kakak.
" kak.. " Ucap Anna dengan melirik Kakao.
" ya.. " Jawab Kakao ikut menatap Anna dengan tatapan lembut.
" aku menyayangi mu kak, terus lah bersikap seperti ini kepada ku " Ucap Anna tersenyum manis.
Kakao ikut tersenyum dan mengecup puncak kepala Anna lembut.
" kakak juga menyayangi mu adik kecil ku yang manis.. " Ucap Kakao dengan lembut.
" fiks! gue baper sama abang gue sendiri " Gumam Anna dengan terkekeh geli dalam hati.
...
jaman dl itu biasa. kedewasaan seseorang bukan di liat dari umur. pliis jgn salah kaprah!
jaman dl umur 11th pun banyak yg dah menikah. hal yg udh biasa.
makanya selain buat novel hrsnya baca sejarah jaman dl jg.
udah selesai ya
raja zein dah baikan sm permaisuri
karena itu memang raga permaisuri
jiwa anak dlm raga permaisuri gpp lah msh tetap perawan toh
jangan lah di tolak kyk gitu thor