Comedy Romantis
Cerita gadis mantan model menikah dengan pemilik peternakan.
Pertemuan pertama biasanya membuat kesan tersendiri bagi dua pasangan, tapi tidak dengan Rania dan Galuh. Pertemuan pertama mereka terjadi pertengkaran, Rania marah pada Galuh yang memarahi anak kecil yang memanggilnya dengan sebutan mama.
"Mama !"
"What..!"
"kapan aku melahirkan, apa aku amnesia ?"
Gurau Rania, saat dia mendengar panggilan anak kecil tersebut.
Siapakah anak kecil itu ??
Galuh Cendana: Sangat membenci dua orang wanita, yang disebutnya sebagai wanita licik seperti ular.
Tetapi saat bertemu dengan Runrun, kenapa Galuh melupakan rasa bencinya terhadap yang namanya wanita ?
Siapa dua wanita di masa lalu Galuh yang menghantui kehidupannya di masa depan ?
Apakah kisah cinta Rania akan bermula dari anak kecil tersebut.
Ikuti kisahnya: You are mine
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon sery, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 12. Bertemu
Jumpa lagi kita kakak readers,terimakasih sudah meluangkan waktu untuk mampir ke lapakku.
"Nay,coba rasakan bolu abang ini." kata Togar kepada Anaya.
"Jangan Nay nanti keracunan,marah Raditya nanti." cegah Zul,supaya Anaya tidak mau mencoba bolu antah berantah Togar.
"Sirik kau Zul,diam saja sana." Togar mendorong Zul agar menjauh.
Anaya mengambil sedikit bolu buatan Togar,sebenar bukan buatan Togar.Togar hanya menambahkan pengembang saja,sehingga bolunya berubah bentuk.
"Lumayan bang,cuma bentuknya yang kacau." ucap Anaya.
"Makan apa Nay?" Nesum datang menghampirinya.
"Ini cobain bolu buatan abang Togar." kata Anaya.
"Makan Nesum." Anaya mencuil sedikit dan diberikannya pada Nesum.
"Enak.." jawab Nesum.
"Beneran enakkan." kata Togar.
"Roti seperti kena bencana,enak dari mananya." ujar Zul sambil berjalan kembali ke dapur.
🌸🌸🌸
"Bagaimana mas,situasi di peternakan?" tanya Anaya.
"Biasa saja,malam sepi hanya ada suara jangkrik dan binatang malam lainnnya." jawab Raditya.
"Banyak ular mas?" tanya Anaya lagi.
"Dimana-mana banyak ular,di sini saja banyak ular." jawab usil Raditya.
"Disini mana mas,kalau ada sudah di patuk ular kita." kata Anaya.
"Ular sini beda,ular sini tidak mau gigit dan berbisa." jawab Raditya,dan disudut bibirnya terlihat seringai.
"Ular apa itu,jangan nakutin mas!" seru Anaya,karena binatang melata itu sangat ditakuti Anaya.
"Ular yang menghasilkan tiga kesayangan kita." ujar Raditya dengan tertawa.
Anaya baru tersadar,bahwa dia baru dibohongi Raditya.
"Nay serius nanya?"
"Dimana-mana ada ular,tapi kalau kita tidak mengusiknya.Mereka tidak akan menganggu kita." kata Raditya.
"Bagus lokasinya mas..?" tanya Anaya lagi.
"Bagus untuk tempat peristirahatan." jawab Raditya.
"Bagaimana,mas minat untuk mencoba bisnis peternakan?" tanya Anaya.
Raditya menghampiri Anaya dan duduk disisinya.
"Mas berminat,apa lagi lahan kosongnya sangat luas.Bisa kita gunakan untuk yang bermanfaat." kata Raditya.
"Anaya dukung aja." kata Anaya.
"Terimakasih sayank." Raditya memeluk dan mencium keningnya.
🌻🌻🌻
Hari ini segala urusan pembelian lahan pertanian selesai dilaksanakan,akhirnya lahan peternakan itu resmi menjadi hak milik Raditya.
"Selamat om,akhirnya kita bertetangga." kata Galuh.
"Saya belum bisa kesana mengunjungi,bisa tolong kamu awasi dulu Galuh?" tanya Raditya,karena Raditya akan ke Perancis mengunjungi mamanya.untuk membawanya kembali tinggal di Indonesia.
"Bisa om,nanti akan saya awasi.Para pekerjanya sudah sangat saya kenal sejak lama,jangan khawatir." kata Galuh.
"Terimakasih kalau begitu,sudah merepotkan kamu." kata Raditya.
Ketika sedang berbincang-bincang,tiba-tiba datang seorang wanita menghampiri Galuh.
"Mas Galuh..!" seru wanita tersebut,dan langsung duduk di kursi yang kosong disamping Galuh.
Galuh terkejut melihat sosok wanita yang duduk disampingnya,yang telah memporak porandakan keluarganya.
"Hai om,saya Wulan." Wulan mengenalkan dirinya sendiri kepada Raditya.
"Hih..om ini sepertinya tajir." batin Wulan sembari memandang Raditya dengan menampilkan senyuman yang genit.
"Pergi kau dari sini." ujar singkat Galuh.
"Sabar mas,aku mau bertemu dengan anakku." kata Wulan,dan tangannya mengelus tangan Galuh yang berada diatas meja.
Galuh menepiskan tangan Wulan yang mengelus tangannya dengan kasar.
"Dia bukan anakmu,jangan sebut Cindy sebagai anakmu." hardik Galuh dengan kasar kepada Wulan.
"Cindy namanya,nama yang indah."ucap Wulan.
"Seorang ibu tidak tahu nama anaknya..?" sindir Galuh.
"Mas tidak mengakui aku sebagai mamanya,tapi aku yang mengandungnya." balas Wulan tidak mau kalah.
"Seorang ibu yang meninggalkan anaknya yang baru lahir,apakah pantas disebut sebagai ibu?" mata tajam Galuh memandang wanita yang mengaku sebagai ibu Cindy.
"Aku terpaksa meninggalkannya,aku bosan dirumah terus.Menunggu Galih pulang." ucap Wulan tanpa perasaan bersalah.
"Itu tugas istri..!" ucap Galuh dengan geram.
"Aku masih muda,aku butuh bersosialisasi." ujar Wulan.
"Kenapa kau dulu mau menikahnya,atau kau hanya mau hartanya saja." tuduh Galuh.
"Awal bertemu Galih,dia sangat royal." ucap Wulan tak tahu malu.
Raditya hanya diam duduk didepan Galuh,dia tak ingin ikut campur dalam permasalahan Galuh dan Wulan.Raditya hanya mengamati saja.
"Aku ingin bertemu Cindy dan Galih,aku ke kantor dan sekuriti tidak mengizinkan aku masuk." kata Wulan.
"Kau tidak ku izinkan menemui mereka...!" seru Galuh dengan suara yang keras,dia tak perduli dengan pandangan orang terhadap dirinya.
"Ayolah kakak ipar,beritahukan dimana aku bisa bertemu Galih dan Cindy?" tanya Wulan dengan penuh harap.
"Sudah kukatakan,kau tidak akan ku pertemukan dengan orang yang sudah kau tinggalkan.Dan satu hal lagi,kau harus mengembalikan harta perusahaan yang sudah kau curi." kata Galuh dengan tegas.
"Aku tidak mencurinya,Galih memberikannya kepadaku." Wulan menyangkal telah mencuri aset perusahaan.
"Kau mencuri dengan membuat tandatangan palsu,tunggu saja panggilan pengadilan.Kau tidak akan bisa bebas..!" Seru Galuh.
Wulan bangkit dari duduknya dan berkata kepada Galuh.
"Jika kau menuntut ku,aku akan menuntut agar Cindy kembali kepada ku.Ingat itu kakak ipar." Wulan mengancam Galuh balik.
Wulan meninggalkan Galuh tampa permisi pada Raditya,perasaan marah akan perkataan Galuh membuatnya emosi.
"Dia istri Galih..?" tanya Raditya setelah kepergian Wulan.
"Mantan om,sebelum Galih meninggal.Dia telah menceraikan wanita iblis itu." kata Galuh yang masih emosi.
"Kenapa Galih bisa terlibat dengan wanita seperti itu?" Raditya tahu Galih anak yang baik dan sopan,tapi bisa berakhir tragis.
"Saya juga tidak tahu om,mungkin karena dia masih muda dan sudah punya kedudukan.Sehingga banyak yang mendekatinya dengan maksud yang tidak baik." kata Galuh.
"Kau harus hati-hati menjaga Cindy,ancaman perempuan tadi jangan dianggap enteng.Sepertinya perempuan itu orangnya nekad." kata Raditya.
"Iya om,saya sudah menempatkan orang-orang di sekitar peternakan." kata Galuh.
"Tentang ancamannya mengenai Cindy,apa yang akan kau lakukan?" tanya Raditya.
"Itu tidak bisa dilakukannya om,dia sudah meninggalkan Cindy waktu Cindy masih umur seminggu.Banyak bukti yang menunjukkan dia seorang ibu yang tidak bertanggung jawab." jawab Galuh.
"Baguslah,jangan sampai Cindy jatuh ketangannya.Saya perhatikan hidupnya saja dia bisa mengurusnya,apalagi sampai mengurus anak kecil." kata Raditya.
🌸🌸🌸
Keluar dari restoran tempat dia menemui Galuh tadi,Wulan dengan seraut wajah yang merah karena emosi naik kedalam mobil yang didalamnya ada pria yang menunggunya sedari tadi.
"Sayang,kenapa?" Robert kaget melihat Wulan masuk kedalam mobil dengan muka yang merah karena menahan emosi sedari tadi.
"Ha. a..a.aaa...!" teriak Wulan dengan keras setelah dia duduk didalam mobil.
"Kenapa sayank..?" Robert menepuk-nepuk pundak Wulan untuk menenangkannya.
"Aku benci dia,aku ingin membunuhnya!" seru Wulan yang masih emosi.
**Bersambung
Minta tap bintang 5 ya kakak Readers.
Terimakasih😘😘
Happy reading guys**.
keren dan mantap
sukses....semanangat
mksh