NovelToon NovelToon
Sebuah Harapan

Sebuah Harapan

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:373.2k
Nilai: 4.6
Nama Author: irwan dan iga



Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon irwan dan iga, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Hari pertama

Mata dan kepala ku masih terasa begitu berat, tapi aku harus bangun pagi, seperti sebelumnya aku harus berangkat kerja, ku kumpulkan tenaga ku, harus semangat, semangat, biasa nya kalau pagi seperti ini intan yang selalu membangunkan ku, karena semenjak hamil ini aku jadi sungguh sangat pemalas, kamar mandi bersatu dengan kamar yang aku aku gunakan untuk istirahat jika aku merasa lelah. untuk menghilangkan rasa mengantuk dan pusing, ku putar kran air yang ada di dinding kamar mandi dan air keluar dari shower, rambut ku yang panjang mulai basah, sungguh segar, ini salah satu trik untuk menghilangkan ngantuk dan pusing, benar, kepala ku sudah ndak pusing lagi, rasa kantuk juga sudah hilang, aku begitu semangat pagi ini, hanya memakai bedak dan lipstik yang sangat tipis, rambut ku yang basah ku biarkan tergerai, deg,mata ku tertuju di sebuah cincin, cincin kawin bermotif kristal yang bertengger di jari manis sebelah kanan ku, aku ndak tau siapa yang memberikan nya sehingga pas di jari manis ku, tapi aku yakin kalau dilihat dari modelnya sederhana tapi terkesan glamour.aku tersenyum dengan memutar mutar cincin kawinkan, mungkin bagi mas irwan cincin ini ndak berarti apa apa untuknya, tapi bagi ku ini sungguh berharga, karena cincin ini juga sudah merubah status ku, mulai ini kita harus kerja nak, kata ku dengan mengusap usap perut ku, pintu kamar ku buka, masih sunyi, aku menoleh keatas dimana kamar mas irwan berada, aku dikejutkan seseorang memegang pundak ku

"ada apa non? suara bi munah" den irwan ndak pernah bangun sepagi ini non? ku lihat arloji ku, waktu sudah menunjukan 05.55. pagi

"begitu ya bi? kata ku dengan manggut manggut" saya berangkat ngantor dulu ya bi? pamit ku

"tunggu non? kata bi munah" non iga ndak sarapan dulu?

"ndak bi? jawabku dengan menutup mulut ku

" kalau begitu minum susu saja ya? kata bi munah menuju meja makan dan membawakan ku segelas susu, aku meminumnya"non iga bawa ini ya? bi munah memberi ku kotak bekal makanan, tapi aku ndak tau apa saja isi nya

"saya berangkat dulu bi, makasih bekal nya? kata ku dengan menunjukan bekal yang di berikan oleh bi munah

" sama sama, tapi non iga ndak berangkat bersama aden non?

"ndak bi, saya sudah terbiasa naik angkutan umum bi, oya bi, saya pulangnya agak sedikit terlambat karena mau mengambil barang di kontrakan saya terlebih dahulu bi?

" kalau mau mengambil barang biar sama saya saja non, saya takut non iga kenapa kenapa lagi?

"jangan khawatir bi, saya sudah terbiasa? aku pergi dengan diantar bi munah sampai depan pintu" pelan pelan non? aku mengangguk kan kepala, aku memang belum terbiasa dengan keadaan ini, mungkin karena masih baru, aku menyetop angkutan umum, aku pergi kekantor secepatnya karena takut macet, semua orang tau gimana kemacetan ibu kota.

Jarak rumah mas irwan dengan kantor semakin jauh, butuh waktu kurang lebih 45 menitan. aku turun dari angkot, suasana kantor sudah mulai ramai, apakah intan sudah sampai duluan atau belum, dengan berjalan santai aku memasuki kantor mas irwan, meskipun aku sekarang sudah resmi menjadi istri mas irwan, tapi aku tetaplah karyawan mas irwan dan status itu akan tetap lekat di diri ku, ndak masalah, kalau memang aku dan mas irwan sudah ndak tahan dengan hubungan ini kami bisa berpisah, to aku dan mas irwan menikah bukan karena cinta tapi, ku usap perut ku, kamu nak yang menjadi kan sebuah hubungan ini.

"iga! panggil intan,

" Hai sapa ku? dengan cepat intan memeluk ku,

"gimana kabarnya, kamu beneran sudah menikah dengan pilihan bapak mu ga? tanya intan dengan memandangku,

" ya begitu lah? jawabku lemah

"eh,,, yang pagi pagi sudah basah rambut? ejek intan" dan! intan memegang jari ku dan melihat cincin kawin yang sudah melingkar di jari manis ku"aduh senengnya yang sudah menikah?

"kamu suka sekali menggoda? kata ku malu malu, benar rambutku tergerai panjang karena basah.

" kamu kenapa ndak ngundang aku di hari pernikahan kamu ga?

"hanya akad gitu saja tan, belum ada syukuran apapun? kata ku dengan duduk di kursi Kekaisaran ku,

" pengantin sudah datang? kata teman teman sekantor ku"selamat ya, kenapa kagak ngundang ngundang kita ga? kata mbak dwi

"ndak ada acara apa apa kok mbak? bersamaan dengan jawaban ku, mas irwan datang, aku langsung terdiam,

" kapan kapan kita kenalin dong dengan suami kamu ga, aku penasaran siapa lelaki yang beruntung mendapatkan gadis secantik dan sepintar kamu itu ya? kata mbak dwi

"suami ku hanya pegawai pos mbak? jawabku, mas irwan hanya diam memandang ku

" what,, wanita secantik dan sepintar kamu mau menikah dengan pegawai pos?

"kamu gak tau wi, suaminya manajer pos? kata mas teguh

" memang kantor pos punya manajer juga ya guh? tanya mbak dwi

"ya punya lah, kantor pos kan juga PT? mereka sibuk membahas tentang suami ku, mereka ndak tau kalau suamiku adalah bos mereka, pemilik perusahaan dimana mereka bekerja, tapi itu akan tetap menjadi rahasia ku

" Hai sayang, kamu udah balik dari semarang? kata mbak winda yang memeluk mesra mas irwan, saat ini aku memang belum memiliki rasa apapun terhadap mas irwan, mungkin suatu saat rasa itu akan datang, atau ndak akan datang sama sekali, entahlah. Mereka sudah sibuk dengan pekerjaan nya masing masing

"iga! panggil mbak winda

" perempuan gatal memanggil mu? kata intan,

"Hus? kata ku dengan menempelkan jari ke bibir ku" jangan sembarangan kalau berbicara, nanti kalau mbak winda mendengar bisa runyam masalahnya? kata ku dengan berdiri dan berjalan menuju ruangan mas irwan.

"ya mbak? jawabku, karena pintu ruangan mas irwan sedang terbuka,

" masuk lah? kata mbak winda, aku pun masuk, dan duduk di hadapan mas irwan"ini harus kamu selesaikan hari ini, karena jam 03.00 sore kamu harus pergi untuk bertemu dengan klien?

"tapi mbak? jawab ku, mas irwan hanya diam dengan pandangan ndak perduli

" jangan menolak, ini harus kamu kerjakan secepat nya, kamu mengerti kan kata saya?

"baik mbak? jawabku dengan mengambil map warna kuning" kalau begitu saya permisi mbak? aku keluar dari ruangan mas irwan dengan membawa map hijau, aku kembali ke kursi Kekaisaran ku, mulai ku kerjakan satu persatu, tiba tiba

"hoooeeekkkk, hooeeeeekkkk? aku berlari kecil menuju toilet, di toilet aku muntah muntah, ya muntah susu yang aku minum, kenapa orang yang sedang ngidam itu menyiksa sekali, ku sandarkan tubuh ku di dinding toilet

" ga! suara intan dengan mengetuk pintu toilet"kamu baik baik saja kan? tanya intan dengan nada penuh kecemasan.

"iya? jawabku lemah, ku buka pintu

" kamu sebenarnya kenapa ga? tanya intan

"nanti aku beritahu ya, setelah pulang kantor, aku akan mampir ke kos kosan kamu untuk mengambil barang? kata ku, dengan kembali untuk duduk

" baiklah!

waktu nya jam istirahat, tapi aku masih sibuk mengerjakan pekerjaan yang diberikan mbak winda, intan mengajak ku untuk makan siang aku menolak nya, mas irwan dan mbak winda keluar berbarengan dari ruangan mas irwan dengan bergandengan tangan, sungguh mesra mereka, pasangan yang cocok, mas irwan memandangku tanpa sepengetahuan mbak winda, kalau mbak winda tau mungkin tau apa yang akan terjadi.kenapa tiba tiba aku mengingat mas dio. ndak itu sudah berlalu, kami sudah punya kehidupan masing masing, walau itu bukan kehidupan yang lebih baik bagi ku.akhirnya selesai juga pekerjaan ku, aku ingat tadi bi munah memberi aku bekal untuk sarapan, ku ambil di dalam tas, dan ku bawa ke dapur kantor, di sana ku lihat dewi dan mas jono,

"sudah pada makan semuanya? tanya ku

"sudah mbak sudah? jawab dewi,

" kalau begitu saya makan dulu ya? kata ku

"tumben mbak iga ndak ke kantin?

" ndak wi, ini udah bawa bekal? jawab ku dengan membuka bekal, ternyata buah buahan segar, ada anggur, ada potongan buah pir dan apel, ada strawberry ada melon dan ada jeruk, lengkap, mudah mudahan aku suka memakan nya, aku mulai memakan nya, sangat segar sekali, mas jono dan dewi meninggalkan ku, ku usap usap perut ku, sekarang aku punya hobi baru yaitu mengusap usap perut ku, kamu harus memakan nya biar sehat ya nak, biar kamu tumbuh sempurna dan menjadi anak yang pintar seperti ibu ini? kata ku pelan, aku ndak menyadari kalau intan sudah berdiri di belakang ku

"kamu hamil ga? kata intan membuat ku terkejut, aku langsung berdiri dengan spontan.

" aku akan menjelaskan nya nanti tan? kata ku dengan memegang tangan intan, tapi intan mengibaskan tangan ku kelihatan kalau intan sungguh sangat marah ke pada ku"percayalah aku akan menceritakan nya nanti?

"ga! suara mbak winda, aku buru buru keluar dari dapur" buruan, pak irwan sudah menunggu di parkiran? kata mbak winda dengan meninggalkan ku, intan pergi begitu saja tanpa berbicara apapun, aku kembali ke dapur dan makan beberapa potong buah yang di kasih bi munah pada ku pagi tadi, setelah itu ku bawa sisanya dan ku masukan ke dalam tas ku dan ndak lupa membawa map yang aku siap kan dari tadi, dengan cepat aku menuju lift dan turun menemui mas irwan, benar mas irwan sudah menunggu ku di parkiran, aku membuka pintu belakang mobil dan

"kamu pikir aku supir kamu, duduk di depan! kata mas irwan dingin. aku menutup pintu belakang dan masuk ke kursi depan. seperti biasa mas irwan ndak pernah mengajak berbicara, sehingga hanya diam di dalam mobil tanpa berbicara apa pun, kami sampai di sebuah cafe, ternyata sudah menunggu klien mas irwan

" maaf terlambat? kata mas irwan dengan menjabat tangan klien nya, aku pun ikut menjabat nya, banyak yang dibicarakan antara mas irwan dengan klien nya, hampir 2 jam, berhasil klien nya mas irwan bersedia bekerja sama membangun proyek di jogja.

"kalau begitu saya permisi pak irwan? pamit klien mas irwan dengan menjabat tangan mas irwan

" Terima kasih pak? kata mas irwan, aku hanya sedikit membungkuk kan badan ku untuk mengucapkan Terima kasih, aku susun semua berkas yang sudah di tanda tangani mas irwan dan klien nya, mas irwan dan aku keluar dari cafe, tapi sayang sebelum sampai mobil mbak winda datang

"gimana sayang, berhasil? tanya winda manja dengan memegang tangan mas irwan,

" berhasil dong? jawab mas irwan bangga

"oh ya ga, kamu naik taksi aja ya, aku dan mas irwan mau jalan dulu? sudah aku tebak itu yang akan terjadi. aku mengangguk kan kepala, sedikit pun mas irwan ndak menghiraukan ku, tapi ya sudah lah, aku menuju halte, tin, suara klakson mobil mas irwan meninggalkan ku.

1
Rachma Sweet
akhirnya iga bahagia juga
Aisyah Aisyah
lanjut
Aisyah Aisyah
suami gak punya pendirian
Aisyah Aisyah
😩😩😩😩😩😩
Aisyah Aisyah
😖😖😖😖😖😖
Aisyah Aisyah
jadi males baca nya tapi penasaran
Aisyah Aisyah
jadi males baca nya tapi penasaran
Aisyah Aisyah
jadi males baca nya tapi penasaran
Aisyah Aisyah
jadi males baca nya tapi penasaran
Aisyah Aisyah
kenapa di pertahan kan ga
Aisyah Aisyah
penasaran
Aisyah Aisyah
semangat thor
Aisyah Aisyah
suka
Aisyah Aisyah
lanjut dong thor
Aisyah Aisyah
alhmdlh ada yang perduli sama iga
Aisyah Aisyah
balas ga
Aisyah Aisyah
lanjut
Aisyah Aisyah
lama bgt up nya thor
Aisyah Aisyah
pengen nampol winda
Aisyah Aisyah
ada gak sih di kehidupan nyata istri seperti iga?
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!