NovelToon NovelToon
1000 HOURS WITH YOU

1000 HOURS WITH YOU

Status: tamat
Genre:CEO / Cinta Seiring Waktu / Romansa / PSK / Tamat
Popularitas:4.3M
Nilai: 4.9
Nama Author: lena linol

🏆JUARA 2 (EVENT CINTA YANG TAK DIRESTUI-SEASON 3)

Kecelakaan 2 tahun yang lalu membuat rumah tangga Aslan hancur. Bagaimana tidak? Akibat kecelakaan itu dia mengalami difungsi ereksi atau impoten. Bahkan ia rela dan pasrah saat istrinya meninggalkannya dan menikah dengan pria lain. Di saat sedang terpuruk dia bertemu dengan seorang wanita malam yang bersedia membantu mengatasi masalahnya.

“Aku akan membayarmu 1 Miliyar jika kamu berhasil menyembuhkan penyakitku,” tegas Aslan.

“Berikan aku waktu 1000 jam untuk menyembukanmu!” balas Irina.


Lalu bagaimana kisah mereka selanjutnya? Simak terus kelanjutannya ya!
Jangan lupa subcribe dan beri bintang ⭐⭐⭐⭐⭐

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon lena linol, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Cintai Aku, Irina!

Sampai di rumah, Aslan memerintahkan dua pelayan untuk membereskan semua belanjaan Irina. Sedangkan Irina sendiri saat ini sedang berada di dapur membuatkan kopi untuk Aslan.

Irina tertegun beberapa saat ketika mengaduk kopi hitam yang ada di hadapannya. Dia menjadi mengingat Yoga--suaminya--juga menyukai kopi yang sama seperti Aslan.

"Kamu melamun?" Suara Aslan membuyarkan lamunan Irina. Wanita terkesiap lalu menoleh pada Aslan yang berdiri di belakangnya. Entah sejak kapan pria tersebut ada di sana.

"Apa yang sedang kamu pikirkan?" Aslan maju satu langkah lalu memeluk Irina dari belakang, kemudian menyibakkan rambut panjang wanita tersebut ke sisi kiri, lalu ia mengecup leher jenjang milik Irina yang  putih, mulus dan juga sangat harum.

Irina menghentikan kegiatannya yang sedang mengaduk kopi. Ia memiringkan kepala, saat Aslan mengecupi lehernya dengan penuh gairah. Di tambah lagi saat Aslan meraba dadanya dengan gerakan kasar, membuat Irina merasakan sensasi luar biasa hingga tanpa sadar dessahan lolos dari bibir manisnya. Irina tidak menolak sentuhan dari Aslan, karena semua itu bagian dari pekerjaannya. Mereka setiap hari saling bersentuhan. Irina mengerjakan tugasnya layaknya seorang palacur pada umumnya yang melayani pelanggan di atas ranjang, tapi bedanya Irina dan Aslan tidak melakukan making love karena senjata Aslan belum bisa tegak sempurna. Namun, terapi yang di lakukan Irina menunjukkan kemajuan yang lumayan, karena milik Aslan sudah bisa berdiri walaupun masih lemas dan tidak tidak terlalu keras.

Cumbuan yang di berikan Aslan  berbeda dari yang sebelummya. Di tambah lagi dia merasakan sesuatu yang keras mengenai boko*ongnya. Kedua alis Irina mengernyit kemudian ia menjauhkan mengehentikan Aslan yang  masih mencumbunya.

"Ada apa?" tanya Aslan kesal, senjatanya sudah tegak sempurna dan mengeras kini kembali melempem saat Irina menghentikan aksinya.

"Kamu sudah sembuh?" Irina membalikkan badan, menatap Aslan dengan lekat, kemudian salah satu tangannya menyentuh senjata Aslan yang lemas.  "Kok bisa sih? Tadi aku merasakan sesuatu yang keras." Irina berkata dengan bingung.

"Mungkin yang kamu maksud ikat pinggangku!" bohong Aslan seraya menunjuk ikat pinggangnya.

Aslan tentu tidak akan mengakui kalau sebenarnya dia sudah sembuh karena dia tidak ingin Irina pergi meninggalkannya.

Irina menipiskan bibirnya, menatap Aslan sambil membuang nafas kasar. “Mungkin kamu benar, yang keras tadi adalah kepala ikat pinggangmu.”

“Iya, tentu, aku tidak akan sembuh dalam waktu cepat, karena kata dokter penyakitku ini sudah kronis. Sepertinya kamu harus berjuang lebih keras lagi.” Aslan berbisik seraya memegang ujung dagu Irina, menatap lekat kedua manik hitam legam itu. Kemudian ia mengecup bibir Irina sekilas dan penuh dengan kelembutan.

Irina memejamkan kedua mata saat benda kenyal dan hangat itu mendarat di permukaan bibirnya, tak berselang lama dia kembali membuka mata saat Aslan menjauh darinya.

“336 jam sudah terlewati, dan aku masih mempunyai waktu 664 jam lagi untuk menyembuhkanmu,” jawab Irina dengan suara lirih.

“Kamu pikir setelah 1000 jam bisa lolos dari sini?!” desis Aslan tidak suka dengan perkataan Irina yang seolah akan meninggalkannya setelah 1000 jam terlewati.

“Aslan!” Irina memekik ketika pria tersebut mencengkram salah satu pundaknya dengan kuat, bahkan dia sampai meringis kesakitan. “Lalu apa yang kamu inginkan?” Irina mulai terisak saat Aslan semakin menggila, mencengkram pundaknya semakin kuat dan menatapnya sangat tajam.

“Tetap berada di sisiku untuk selamanya!” tegas Aslan tidak mau di bantah.

“Tapi, mana bisa seperti itu, aku sudah mempunyai suami.” Irina tidak habis pikir dengan jalan pikiran Aslan.

“Aku tidak peduli! Berikan seluruh hatimu kepadaku, dan aku akan memberikan segalanya untukmu, bukankan ini adil? Anggap saja sekarang kita sedang bekerja sama dan saling menguntungkan!” Aslan melepaskan cengkraman tangannya saat melihat Irina menangis.

“Cintai aku, Irina.” Aslan merengkuh pinggang ramping itu dengan tangan kirinya, lalu tangan kanannya menarik tengkuk Irina dan langsung melabuhkan ciuman panas di bibir yang sudah menjadi candunya itu. “Aku tidak ingin mendengar kata ‘tidak’ jika hal itu terjadi maka aku bisa melakukan apa saja, termasuk membuat suamimu menderita!” desis Aslan saat ciuman itu terlepas sesaat. Aslan tidak akan memberikan kesempatan pada Irina untuk protes, atau pun menolak permintaannya. Dia menghalalkan cara untuk menjerat wanita tersebut agar menjadi miliknya untuk selamanya.

Tidak perlu di tanyakan lagi kenapa Aslan begitu tertarik dengan Irina. Yap, karena Irina berbeda dengan wanita pada umumnya.

Mendengar ancaman Aslan, Irina pun terpaksa mengangguk, karena dia tidak ingin kalau Aslan menyakiti Yoga.

“Aku akan mencintaimu, tapi jangan sakiti Mas Yoga atau pun Ibu mertuaku,” bisik Irina menatap Aslan dengan sendu.

“Good girl. Aku tidak akan nakal kalau kamu patuh,” balas Aslan kemudian kembali memagut bibir Irina dengan penuh kelembutan, berusaha membuat Irina tenggelam dalam suasana erotis yang dia ciptakan.

*

*

Di sisi lain. Dimas saat ini sedang berada di dalam Club malam. Dia tidak bersenang-senang di sana, akan tetapi sedang mengikuti Kevin—musuh bebuyutan Aslan. Kevin terlihat tidak sendirian di Club malam itu, dia di temani seorang pria yang tak lain adalah seorang manager di perusahaan Aslan.

“Sialan! Mereka saat ini pasti bersekongkol membuat rencana jahat untuk menghancurkan Aslan!” Dimas mengambil ponselnya untuk mengambil video dua pria tersebut yang terlihat berbicara serius.

Setelah mendapatkan bukti. Dimas segera menyimpan ponselnya, lalu beranjak dari sana. Sepertinya dia harus segera melaporkan kejadian itu kepada Aslan.

Dimas keluar dari Club malam itu lalu mengendarai mobilnya menuju rumah Aslan. Walaupun dia tahu kalau saat ini sudah tengah malam dan tidak pantas untuk bertamu, tapi bagaimana lagi kondisi lagi genting.

Kembali ke Aslan dan Irina yang masih berciuman di dapur.

“Aslan, nanti dilihat orang!” Irina menahan tangan Aslan sudah melesak masuk ke dalam roknya dan menyentuh titik sensitifnya.

“Ck! Tidak ada yang berani ke sini!” balas Aslan kesal menatap sebal pada Irina yang sudah merusak kesenangannya.

“Masih ada waktu untuk melakukannya saat di kamar nanti. Sekarang cepat minum kopimu sebelum dingin.” Irina mendorong dada bidang Aslan agar melepaskan pelukan itu. Kemudian ia mengambil secangkir kopi yang sudah tidak panas dan di berikan kepada Aslan.

“Kali ini aku melepaskanmu!” Aslan menerima secangkir kopi yang di berikan oleh Irina, kemudian dia beranjak dari dapur menuju ruangan pribadinya.

Irina menghembuskan nafas lega seraya mengusap wajahnya dengan kasar. Kini dia bagaikan menelan pil pahit dengan terpaksa, karena dia terpaksa menerima segala keputusan dari Aslan demi kebaikan keluarganya.

Irina menyadari kalau dia saat ini  terjebak semakin dalam ke kubangan lumpur yang sudah di gali oleh Aslan.

***

Tolong Likenya ya 😘

1
Yuli Yanti
semejak baca cerita douglas sma bintang aq jdi suka sma cerita mu
Hariyanti
ga tau terima kasih si yoga.tau gitu mending mati aja ga usah operasi 😤
Hariyanti
apa mungkin setelah operasi berhasil,yoga akan dipaksa cerai dgn Irina oleh Aslan 🤔
Rezqhi Amalia: permisi kak, siapa tahu kakak minat mampir dikaryaku yang berjudul 'Dipaksa Menikahi Suami Sahabatku'

terimakasih sebelumnya 🤗💐
total 1 replies
Hariyanti
sombong banget yaaaa 🤔 pantas dikasih cobaan jadi impoten sama author 😤
Hariyanti
seandainya suamimu dan ibu mertuamu tau apa yg kau kerjakan 🤔
Hariyanti
mampir
Caca Tina: namanya siapa
total 2 replies
𝓛𝖊𝖊𝖈𝖍𝖞𝖗𝖆
see u next time thor
Yuliati
irina tetep salah sih, menjual tubuh demi pengobatan suami
Nia
apa bedanya sopi sm irina sama2 selingkuh dari suaminyam..yg membedakanny cuma tujuanny z...sopi krna ingin sex dn irina krna duit
Dewi Ink: Hallo ka, ijin sharing🙏 karya Novelku yang berjudul:
180 Hari Menjalani Wasiat Perjodohan.
Siapa tahu suka, terimakasih😊
total 1 replies
RieNda EvZie
/Good//Good//Good//Good//Good/
Aurell And Friends
Luar biasa
Aurell And Friends
Lumayan
Sumarni Mmh alfatih
Ouh anaknya gery dan alegra yg kembar tiga aslan Arkan arabella ..baru enggeuh
Nining Chili
yeaaiii tengkyu thor 🥰🥰
Anonim
Good Good Good⛈🔥🔥🔥
Anonim
Agus Thor….emosi jiwa❤️❤️❤️
Nur Adam
smgt untuk kryau tjoor
Jamayah Tambi
Adakah Aslan harus merebut bini Yoga.Aslan jd pembinor
Jamayah Tambi
Cinta itu memang aneh ya/Sob//Sob/
Jamayah Tambi
Biasanya lelaki itu pantang dicuit.Terus terbang burungnya.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!