NovelToon NovelToon
INDIGO

INDIGO

Status: tamat
Genre:Spiritual / Mata Batin / Horor / Tamat
Popularitas:533k
Nilai: 5
Nama Author: ARSY AL FAZZA

Penglihatan menembus dimensi ghaib. Tidak hanya di alam nyata, dalam pandangan lain bahwa sosok Indigo ketika berada alam bawah sadar itu sukmanya bisa terlepas keluar dari badannya. Berjalan-jalan menembus ruang dan waktu dunia lain. Setiap malam dirinya di kejar kematian yang mengancam. Para Indigo yang meninggal nanti ada dua kemungkinan. Yang pertama takdir dari Yang Maha Kuasa atau yang kedua karena tidak dapat kembali ke wujud tubuhnya di alam dunia. Simak kisahnya..!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ARSY AL FAZZA, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

#Tabir Gangguan

Kejadian yang menewaskan para prajurit menghentikan langkah mereka berbalik arah. Kembali ke Istana, langkah kecil Luna turun dari kereta membantu Pati membawa beberapa barang-barang. Dia menganggap Pati sebagai sahabat yang sangat dekat dengannya. Pati meminta Luna untuk tidak membantunya. Keduanya saling bersenda gurau memasuki istana, Luna berhenti merasakan hawa sosok makhluk tidak kasat mata yang sangat kuat.

“Ada apa tuan putri?” Tanya Pati melihat bola matanya melotot mendekati sebuah patung di dekat pilar.

“Pati, bawa keluar patung ini dan bakar sejauh-jauhnya.”

#Kiriman dari pihak kerabat dekat

Luna menyentuh patung, dia melihat menggunakan mata ghaib nya ada sebuah energy besar. Sosok jin kiriman yang mengganggu, rahang terbelah, bola mata berukuran sebiji kacang, bentuk mulut melebar, dia terkejut melihat ada manusia yang mengetahuinya.

Dukun yang bersembunyi di balik ruangannya itu menyalakan lilin-lilin kecil yang ada di atas meja. Dia mulai mengucapkan mantra. Jari-jemari tersusun cincin bebatuan memenuhi semua jarinya. Merasa ada makhluk yang mulai mengganggu kirimannya, dia melakukan penyerangan gumpalan asap hitam yang mendekati sang putri.

Hantaman kekuatan negatif mengakibatkan Luna terguncang memegangi penyangga yang ada di dekatnya. Dia menggigil kedinginan, Pati yang memahami segala keadaan pada dirinya langsung berlari mengambil obat dan segelas air putih.

Kalau di pikir-pikir, hidup anak indigo itu rumit. Mengkonsumsi obat demam, obat sakit kepala atau memakai baju hangat di musim panas adalah suatu kesia-siaan. Tapi setidaknya itu bisa membantu meringankan badan wujud kasarnya.

“Terimakasih Pati, aku mau ke kamar..”

“Hati-hati putri.”

Pati segera melaksanakan apa yang di perintahkan sang putri. Dia mengerahkan beberapa pengawal hingga bakaran apa yang sangat menyala itu terlihat oleh mata-mata Ogok. Pria itu mendengar kabar pembakaran patung melirik keinginan tahuannya. Dia bertanya Migan, jawaban yang tidak di sangka justru membuatnya semakin geram.

“Migan, bagaimana aku bisa mulus melemparkan kiriman santet kalau anak sialan itu selalu saja tau dimana keberadaan jin dan sihir yang aku kirim?”

“Tuan, saya masih mencari cara mengendalikan atau melenyapkannya.”

......................

Mengarungi alam bawah sadar, perkampungan siluman masih berbayang di dalam perjalanan melepaskan sukma. Memastikan tidak ada kiriman santet atau jin dan makhluk halus masuk ke dalam istana, sang putri mengarungi waktu melepaskan sukma.

Dia masih melakukan tanda tanya besar mengapa perjalanan alam lainnya singgah ke tempat tersebut. Kalau sudah memasuki perputaran dini hari, ada saja aktivitas tidak lazim. Suara gemuruh angin kencang seperti sebuah kendaraan yang terbuat dari sepeda angin melaju mengayuh sekencang-kencangnya.

Syu..ngiinggg__

Suara kayuhan berkecepatan tinggi, sampai menghilang di dalam pergantian aktivitas orang-orang yang melakukan kegiatannya. Bukan tentang lagi semua keganjilan ghaib, langkah Luna berhenti sebuah rumah megah di alam nyata tapi tampak seperti sebuah bangunan kumuh yang bertingkat.

#Perjalanan menembus waktu

Suara teriakan keras melihat anaknya menyayat lehernya sendiri dengan pisau. Di alam tidak kasat mata, hanya sebagian orang saja yang mengetahui peristiwa kematian berulang yang di rasakan manusia saat membunuh dirinya sendiri.

Apa yang di alami di dunia sama hal para arwah gentayangan yang di lakukan di alam lain. Suara teriakan bercampur tangisan Rasmi melihat anaknya meninggal di depan kamar ibunya. Dia memegang pisau menebas lehernya sampai mau terputus. Kematiannya menakuti para warga yang melayat ke rumahnya Suaminya Banu memeluk jasad anaknya seolah tidak mau melepaskan.

“Apa yang di alami keluarga ku ini? Anak ku meninggal dengan tidak wajar” gumamnya menghiraukan dua pria yang memintanya agar melepaskan jasad anaknya.

“Pak Banu, jenazah Aji harus segera di urus” bisik Waryo.

Banu sangat menyayangi Aji, dia adalah anak yang sakit-sakitan dan sedari lahir ketergantungan dengan obat-obatan. Perjuangan menginginkan buah hati setelah penantiannya selama satu tahun, anaknya malah meninggalkannya selamanya.

Pemakaman telah sepi, orang-orang telah pergi selesai menguburkan anaknya. Dia masih memeluk batu nisan sambil menangis. Hatinya sangat terpukul, dari belakang anak keduanya Pendeng memeluknya erat. Banu tersadar dia mempunyai tanggung jawab yang besar untuk anak kedua dan istrinya yang menunggunya.

Hari demi hari terlewati, keadaan kamar Aji masih sama dan tidak di ubah tatanannya. Sesekali Banu masuk tidur disana. Memandangi foto-foto yang tersusun di atas meja belajarnya. Pendeng membuntuti tidak kalah merindukan abangnya, dia tidak mau mengambil satu pun benda-benda di dalam kamar hanya melihat mainan-mainan yang terpajang terkadang berbicara sendiri dengan mengatakan jika dia sedang bersama abangnya.

“Ayah, hari ini abang lagi sedih. Abang ngajak Pendeng ikut biar nggak di dalam ruangan gelap sendirian.”

“Abang ngomong gitu? Tapi ayah nggak lihat ada abang. Yuk kita turun untuk sarapan.”

Bani berpikir kalau anaknya Pendeng sedang berhalusinasi dengan teman sepermainannya. Dia menuruni tangga melihat banyak para pekerja yang berlalu lalang keluar masuk dapur. Bisnis usaha mertuanya semakin berkembang pesat. Usaha industry pembuatan tempe memiliki lebih banyak karyawan dan omset penjualan yang menjulang tinggi.

Pembangunan gedung khusus pabrik tempe terdengar hiruk pikuk nan ramai. Bahan-bahan dan alat yang di antar para pekerja memasuki sebuah gudang. Banu melihat sosok hitam ikut keluar masuk, kepalanya berputar membuat dia sangat terkejut.

“Pak Bani kenapa pak?” tanya salah satu pekerja.

“Nggak apa-apa. Silahkan bapak kembali meneruskan pekerjaan.”

Melewati mimpi-mimpi yang sama, seolah makhluk di dalam mimpinya keluar mengganggu. Malam yang tidak biasa dia rasakan, sekujur bulu kuduknya merinding. Makan malam bersama sedikit berbeda melihat keanehan Esti memakai baju serba hitam, di atas meja makan tersaji ayam ungkep, lalapan, sambal, satu keranjang telur rebus dan buah-buahan.

“Loh si Pendeng mana Ras? Kok nggak di ajak makan?” tanya Esti.

“Tadi sudah di panggil bu.”

“Biar saya saja bu yang memanggilnya.”

Banu berjalan memasuki kamar Aji, dia tau anaknya suka sekali bermain disana. Terdengar suara tepukan tangan yang bersahutan, membuka perlahan pintu melihat ada Aji yang berwajah buruk rupa melihatnya.

“Pendeng, ayo makan nak” ajak Banu menarik tangannya.

Menoleh ketika menutup pintu, Aji menghilang, kamar terlihat berubah mirip suasana hutan. Di bawah tangga, Banu terkejut merasakan sosok yang hitam besar itu selalu mengikuti sampai dia berdiri di dekat meja makan.

“Kamu kenapa mas? Kenapa nggak duduk?” tanya Rasmi melirik wajahnya yang pucat.

“Iya ini mau duduk” jawab Banu dengan nada bergetar.

Esti memberikan beberapa butir telur di atas piringnya, senyumannya yang aneh terlihat pandangan menatap ke belakang. Banu mulai kehilangan kendali sangat lahap menelan telur-telur rebus. Dia tidak meneguk air setetes pun. Menghabiskan tujuh butir telur, tanpa berkata apapun meninggalkan meja.

“Loh, udah selesai mas?”

“Sudah biarkan saja suami mu istirahat. Kita teruskan makan malamnya” ucap Esti.

1
Manda
selamat lebaran
milki
detik lebaran disini
Rina 〇△☆☂
♥️♥️
Rina 〇△☆☂
♥️
Komunitas basket SMANSA
indigo 😍😍😍
rindu
Kisah ini begitu menakutkan, membuat bulu kudukku berdiri sejak awal hingga akhir. Atmosfir gelap dan misterius benar-benar terasa, membuatku merasa seolah-olah aku sendiri berada di kerajaan Mandra Sukma. Saya benar-benar merinding membayangkan Aluna menghadapi semua rintangan mengerikan itu sendirian. Tidak tahu apa yang akan terjadi selanjutnya sungguh membuatku merasa cemas. setaann
rindu
Aluna mendapati dirinya terperangkap di dalam ruangan gelap dengan bayangan menakutkan yang mengintai di sekelilingnya, saya hampir merasakan ketakutan yang sama seperti yang dia rasakan. Bola-bola api yang melayang di langit malam memberikan sentuhan supernatural yang menambah ketegangan cerita. Saya tidak bisa membayangkan bagaimana rasanya berada di tempat Aluna, dikelilingi oleh kegelapan dan misteri.
𓆩❤𓆪
Ketika Aluna mendekati pulau yang dikelilingi oleh cahaya biru yang menyilaukan, saya merasa seolah-olah saya sendiri ikut terbawa dalam kegelapan dan ketakutan yang menyelimuti tempat itu. Saya hampir tidak bisa menahan napas menunggu apa yang akan terjadi selanjutnya. Sosok-sosok yang tak jelas bergerak di sekeliling Aluna membuat bulu kuduk saya merinding. Saya merasa seperti saya sendiri berada di sana, merasakan ketegangan dan ketakutan yang melanda Aluna.
zatu
Ketika Aluna akhirnya menemukan bangunan kuno yang menjulang tinggi di tengah pulau, saya hampir tidak berani membayangkan apa yang mungkin menantinya di dalamnya. Rasanya seperti sebuah pembukaan menuju neraka yang menakutkan. istana keramat yang menyeramkan membuat saya benar-benar merasa seolah-olah saya sendiri berada di sana, menghadapi semua ketidakpastian dan bahaya yang menyertainya. Sungguh cerita yang sangat menegangkan!
mella
Aluna menghadapi berbagai rintangan yang mengerikan dengan keberanian yang luar biasa, dan saya tidak bisa tidak terkesan oleh kekuatan dan keteguhannya dalam menghadapi situasi yang begitu mencekam. Saya hampir tidak berani membayangkan bagaimana rasanya berada di tempat Aluna, dihadapkan pada semua misteri dan bahaya yang mengancam. Cerita ini benar-benar berhasil membuat saya merasa takut dan tegang sepanjang perjalanan.
Febri
Saat Aluna mendekati pintu istana kuno yang menyeramkan, saya merasa seolah-olah saya sendiri berdiri di sana, menunggu dengan ketegangan yang tak tertahankan untuk mengetahui apa yang akan terjadi selanjutnya. Sungguh pengalaman membaca yang memikat dan mendebarkan. Bayangan-bayangan menakutkan yang mengintai di dalam ruangan gelap dan sosok-sosok tak jelas di sekeliling Aluna benar-benar memberikan sentuhan horor yang membuat bulu kuduk saya merinding. Saya hampir tidak berani membayangkan berada di tempat Aluna, menghadapi semua ketakutan itu sendirian
Banyuwangi
Suara-suara aneh yang menggema di lorong-lorong gelap dan bola-bola api yang melayang-layang di langit malam benar-benar menambah intensitas ketegangan dalam cerita. Saya merasa seperti saya sendiri berada di dalam dunia yang misterius dan menakutkan itu. Ketika Aluna memutuskan untuk terus maju meskipun dihadapkan pada bahaya yang mengancam, saya merasa terinspirasi oleh keberaniannya. Cerita ini bukan hanya sekedar cerita horor biasa, tetapi juga memiliki pesan tentang keberanian dan keteguhan hati dalam menghadapi rintangan.
kapulaga
Dalam momen-momen seperti ini, penggunaan detail-detail sensorik menjadi sangat penting untuk membawa pembaca lebih dalam ke dalam aliran cerita. Dari suara gemetar Tumang hingga aroma tanah basah yang menciptakan suasana yang semakin mencekam, setiap detail memberikan warna dan nuansa yang mendalam pada narasi. Ini memungkinkan pembaca untuk benar-benar terhubung dengan perasaan dan pengalaman karakter utama, sehingga mereka bisa merasakan setiap getaran dari ketakutan yang dialami.
Bukan cilook
🌹Deskripsi yang mendetail dan cerita ini benar-benar menghadirkan pengalaman yang tak terlupakan bagi pembaca. Aq merasa seolah-olah saya sendiri berada di dalam kerajaan Mandra Sukma, merasakan setiap ketegangan dan ketakutan yang dirasakan oleh Aluna. Dari momen-momen gelap di lorong-lorong yang gelap hingga ketegangan yang melanda di dalam ruangan tersembunyi, aq tidak bisa tidak terhanyut oleh cerita ini. Bahkan ketika Aluna mendekati pulau yang dikelilingi oleh cahaya biru yang menyilaukan, saya merasa seperti saya sendiri ikut terbawa dalam perjalanannya, menunggu dengan napas tertahan untuk mengetahui apa yang akan terjadi selanjutnya. Keberanian Aluna dalam menghadapi segala rintangan yang menakutkan benar-benar menginspirasi, dan cerita ini berhasil menangkap esensi dari horor psikologis yang membuat bulu kuduk merinding. Aq sangat terkesan dengan cara cerita ini membangun ketegangan secara bertahap hingga mencapai puncaknya di dalam istana kuno yang menyeramkan. Keseluruhan, cerita ini tidak hanya menawarkan hiburan yang menegangkan, tetapi juga mengajak pembaca untuk merenungkan tentang keberanian dan keteguhan hati dalam menghadapi ketakutan.
Tante godang
⭐⭐⭐⭐⭐
nobon
elemen-elemen mistis dengan ketegangan dan petualangan yang seru. Saya penasaran dengan nasib Aluna dan bagaimana dia akan menghadapi tantangan selanjutnya.
Penggambaran suasana dan detail dalam cerita ini sangat kuat, membuat pembaca seolah-olah ikut merasakan ketegangan dan ketakutan yang dirasakan oleh Aluna.
nobon
suka bagaimana cerita ini menunjukkan bahwa kekuatan tidak selalu membuat seseorang merasa aman, tetapi bisa menjadi beban dan tanggung jawab yang besar. Konflik internal Aluna juga menambah dimensi yang menarik dalam cerita ini. Dia harus berjuang antara melindungi dirinya sendiri dan membantu orang lain. Teman-teman hewan Aluna memberikan sentuhan yang menyentuh hati dalam cerita ini, menunjukkan bahwa dukungan dan persahabatan bisa datang dari tempat yang tidak terduga.
Zona nyaman
Teman-teman hewan Aluna memberikan sentuhan yang menyentuh hati dalam cerita ini, menunjukkan bahwa dukungan dan persahabatan bisa datang dari tempat yang tidak terduga.
Saya penasaran dengan bagaimana Aluna akan menemukan solusi untuk menghadapi bencana yang akan datang, dan apakah dia akan berhasil mengubah nasibnya.
Pesan tentang pentingnya keberanian, persatuan, dan harapan dalam menghadapi tantangan hidup sangat menginspirasi.
nina
Setiap langkah Aluna melalui kegelapan dan rintangan menghadirkan perasaan yang intens bagi saya. Saya bisa merasakan ketegangan dan keputusasaan yang dirasakannya, tetapi juga keberanian dan tekadnya untuk tidak menyerah. Cerita ini benar-benar membuat saya merenung tentang arti sebenarnya dari kekuatan. Saya belajar bahwa kekuatan sejati bukan hanya tentang kekuatan fisik atau magis, tetapi juga tentang keberanian, keteguhan hati, dan kemampuan untuk tumbuh dan belajar dari setiap pengalaman hidup.
Seroja
Ketika Aluna bertemu dengan wanita tua yang memberinya harapan dan kekuatan baru, saya merasa seperti ada sinar terang di ujung terowongan gelap. Deskripsi tentang keberanian dan ketulusan hati Aluna sungguh menggugah perasaan. Saya sangat terkesan dengan kekuatan Aluna untuk tetap berjuang meskipun dihadapkan pada kegelapan yang menakutkan. Dia adalah contoh yang menginspirasi tentang bagaimana kita bisa melawan ketakutan dan keputusasaan meskipun segala sesuatunya terasa sia-sia.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!