NovelToon NovelToon
Truth Seeker

Truth Seeker

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Fantasi / Petualangan / Fantasi Timur
Popularitas:226.4k
Nilai: 4.7
Nama Author: Paradox

Novel dari Muhamad Agung Santoso

Berlatar kisah pada tahun 2020 di sebuah Kota di Negara Jepang. Lahirlah seorang pemuda yang memiliki bakat di atas rata-rata. Ia dapat melakukan segala hal semudah membalikan telapak tangan, tidak heran orang disekitarnya memberikan julukan si jenius muda. Namun, dibalik kelebihannya, dia memiliki kondisi tubuh yang lemah sehingga rentan terkena oleh penyakit. Kondisinya di perparah setelah dirinya positif mengidap kanker otak stadium akhir.

Sesaat pemuda itu sudah menemui ajalnya, ia mendapat kesempatan kedua untuk hidup kembali dengan menggunakan tubuh orang lain. Sebenanrya, kenapa si jenius tersebut bisa terlempar ke dunia yang berbeda? Adakah seseorang yang memanggilnya? Lalu, apakah pemuda tersebut memiliki hubungan dengan tubuh sebelumnya?

CHAPTER 1-20AN MERUPAKAN DASAR CERITA, JADI MEMANG JARANG ADA ADEGAN ACTIONNYA. KUHARAP BISA DIMENGERTI KARENA INI NOVEL JANGKA PANJANG. Selebihnya baca aja wk

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Paradox, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 12: Pencapaian

Dom umur 7 Tahun.

“Beberapa tahun yang aku jalani bersama dengan Paman Octo membuatku lebih berkembang. Latihan yang kualami selama ini berjalan dengan sangat berat. Bahkan, tidak jarang aku kabur selama latihan. Namun, karena Octo sudah bersumpah untuk selalu melatihku. Paman itu akan selalu mencariku dimana pun dan kapan pun.

"Selain itu, yang membuat aku bisa bertahan sejauh ini, karena orang-orang didekatku selalu memberikan semangat baik itu dari warga desa, Paman Richard, ataupun Guru Octo sendiri."

"Selama di rumah, aku berlatih ketangkasan dan kecepatan bersama dengan Paman Richard. Ya ... tentunya dia masih belum tau bahwa aku juga belajar teknik berpedang. Tidak jarang juga aku meminta nasehat dan berlatih bersama Rebecca, Matias, dan Gabby.

"Mereka sangat baik padaku dan selalu mendukungku disaat Paman Octo berubah menjadi gorila. Aku bersyukur bisa berteman dengan mereka. Tapi ada satu hal yang masih aku pikirkan setiap malamnya, kapan aku bisa mempelajari sihir?"

“Srang ... sreng ... srang,” suara latihan pedang dari Octo dan Dom.

“Bocah, kau terlihat lemas hari ini, tingkatkan semangatmu dan bergeraklah lebih cepat,” ujar Octo.

“Baik!!!” teriak Dom.

Sudah ratusan kali Dom berlatih dengan Octo. Tapi ... dia hanya berhasil mengalahkan Octo sebanyak satu kali saja, itu pun didapat ketika Octo sedang lengah.

Namun semakin hari, Dom bisa mengontrol pedangnya dengan baik, hingga memaksa Octo untuk selalu bertarung dengan serius. Dom sudah banyak berkembang dibanding ketika pertama kali berlatih pedang. Tentunya ini bisa menjadi hal positif ketika Dom ingin membuktikan kepada Richard nanti.

“Hah … hah … hah.” Dom berbaring di tanah karena lelah.

Meskipun aku biasa berlatih seperti ini, tapi tetap saja aku masih merasa lelah.

Selagi Dom menutup matanya, tiba-tiba Octo membawakan sesuatu ketika Dom hampir tertidur.

“Hey siapa yang menyuruhmu untuk istirahat?” tanya Octo.

Dengan spontan Dom pun langsung berdiri dan langsung mengayunkan pedang miliknya, hal tersebut membuat Octo terkejut karena saat ini dia tidak sedang melatih Dom.

“Loh??” Dom bertanya-tanya kenapa Octo tidak ada didepannya.

“Kau sudah berlatih cukup keras, letakan pedang itu dan duduklah, aku membawakan sesuatu untukmu.” Octo mengajak Dom untuk duduk disebelahnya.

“Apakah sebuah pedang baru paman?” tanya Dom.

“Kenapa yang kau pikirkan hanya itu ....”

Octo membuka sesuatu dari kainnya yang berisikan makanan yang begitu enak, mulai dari daging, roti hingga buah-buahan segar. Semasa Dom hidup di dunia ini, dia sangat jarang mendapatkan sesuatu seperti itu, sehingga hal tersebut membuatnya sangat senang.

“Woaaaah, apa ini untukku paman?” tanya Dom.

“Tentu saja, karena ini adalah hari spesial untukmu ... selamat ulang tahun Dom,” ujar Octo sambil tersenyum.

Tiba-tiba dari belakang rumah Dom, banyak yang berteriak sesuatu ke arah Dom.

“Selamat ulang tahun Dom,” teriak rakyat desa.

"Loh ...," Dom terdiam beberapa saat.

Setelahnya, Dom tersenyum bahagia dan meneteskan air mata, dia menangis dalam waktu yang cukup lama. Selain menangis bahagia karena perayaan untuknya, Dom juga teringat kenangan yang pernah dialami bersama orang tuanya di bumi ketika dirinya berulang tahun, sehingga saat ini perasaannya sedang campur aduk.

Rakyat Desa Pyro tersenyum ceria kepada Dom, termasuk Octo selalu bersamanya setiap waktu.

“Hiks ... hiks ... hiks,” Dom mengeluarkan air mata.

Kenapa aku menangis ... padahal aku baru mengenal mereka beberapa tahun, tapi rasanya begitu hangat.

"Kenapa kau menangis nak? Apa ada yang salah?"

"Ahaha tidak, aku hanya terlalu senang." Dom mencoba mengelap tangisannya, namun tetap saja air mata Dom terus mengalir dengan deras.

Sudah dua tahun aku tidak melihat kalian. Ayah, ibu, disini aku sangat bahagia ... mereka begitu baik.

"Huaaaa ...," tangisan Dom semakin menjadi karena mengingat orang tuanya.

Jika ada kesempatan lagi, aku sangat ... sangat ingin bertemu dengan kalian. Semoga saja, ada cara agar bisa kembali ke dunia asalku.

Seluruh warga hanya bisa tersenyum melihat reaksi dari Dom. Sementara Octo memeluknya dengan erat karena tidak tega melihat Dom yang terus mengeluarkan air mata.

Richard yang memantau dari kejauhan juga ikut tersenyum. Dia tidak ingin mengganggu suasana bahagia yang sedang dialami Dom. Setelah perayaan berlangsung hingga sore, Dom kemudian kembali ke rumahnya.

“Sepertinya kau menikmati hari ini bukan begitu, Dom?” tanya Richard yang sudah menunggu kedatangan Dom.

“Ahaha jadi kau menyadarinya,” balas Dom.

“Tidak adil rasanya jika aku tidak memberimu sesuatu.” Richard mengambil sesuatu dari lemari.

Tanpa sepengetahuan Dom, Richard sudah menyiapkan kado jauh sebelum ulang tahunnya Dom. Hanya saja, dia menunggu momen yang tepat dan sekarang saatnya. Richard kemudian berjalan lalu memeluk Dom.

“Selamat ulang tahun, nak,” ucap Richard dengan nada yang lembut.

“Hey ayolah, aku baru saja menangis tadi,” ucap Dom yang mengeluarkan air matanya lagi.

“Hahaha baiklah, ini adalah hadiah dariku, memang tidak seberapa namun tolong dijaga baik-baik.”

Apa itu sebuah kalung?

“Itu adalah kalung milik anakku yang bernama Hawk, namun dia sudah lama tiada. Karena kau sudah kuanggap sebagai keluarga, aku akan memberikan kalung tersebut. Jagalah baik-baik.”

Dom hanya bisa tersenyum sambil menangis karena dia tahu bahwa ini adalah benda yang sangat berharga bagi Richard.

“Terima kasih banyak.” Dom kembali memeluk Richard.

“Apa kau tidak puas setelah memeluk banyak orang hari ini?” ujar Richard yang sebenarnya senang dipeluk.

Selama mengenalmu entah kenapa aku selalu ingin berada di dekatmu, tumbulah menjadi anak yang kuat ... Dom.

Bersambung...

1
Gatot Suharyono
chapternya pendek banget !?
IKAT PINGGANG NYA KIM DOKJA
semangat buat author
Zhen
apa masih berlanjut kah??????
nofi_0611🌹
sedih aku..😭..ceritanya terlalu menjiwai
abcde
brtpanya udahan dulu Thor, tak tunggu up ini ...
😅
Rian Cappuchino
Hadir kak.....
udah ku like

mampi ya
fake smile
kereeen...
fake smile
nyimak..
Xander Krow(Shadow_Monarch)
hmm menarik
Alice(*˘︶˘*).。.:*♡
hiks
Alice(*˘︶˘*).。.:*♡
haha.😅
pembacasetia
bangun lagi jenior kecilku
pembacasetia
sediiihhhh
pembacasetia
nasipmu nakkk
pembacasetia
pasti saya like . mm hailus itu apa sih ? banyak bangat novel hailus
Fixx
up up up up!!!
lanjutt kak, keren ceritanya
Mohd Faissham Faizal
lanjut
Pendekar
Zero marah besar
Pendekar
terkenang cerita gurunya
Pendekar
Dom keluarkan ilmu pedang kuno
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!