NovelToon NovelToon
Pendekar Pedang Hitam

Pendekar Pedang Hitam

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Timur / Mengubah Takdir / Chicklit
Popularitas:5k
Nilai: 5
Nama Author: Salma Nadia

"Aku benci diriku sendiri. Kulit gelap ini kutukan yang tidak bisa aku hilangkan. Sialan! Aku bahkan tidak meminta untuk dilahirkan. Memang siapa yang mau hidup seperti ini?!"

Hanya karena perbedaan warna kulit, Jia Li didiskriminasi di sekte. Mendapat banyak hinaan, bahkan keluarganya sendiri tidak pernah menganggap dirinya ada. Apalagi Jia Li tidak memiliki kemampuan apa pun, yang semakin dipandang remeh dan rendah.

Hati kecilnya itu, terluka parah. Setiap malam tiba, dia menangis memandang nabastala. Mengutuk takdir kejam. Menyumpahi diri sendiri agar cepat mati, karena tidak kuat menanggung rasa sakit.

Sampai, dia melarikan diri dari sekte. Banyak hal yang terjadi sampai nyaris nyawanya terenggut. Semakin banyak pula orang-orang yang mengucilkan hanya karena warna kulit. Semakin banyak pula cacian yang dia dengar.

Sejauh Jia Li melarikan diri, semakin dirinya putus asa. Tidak ada obat penyembuh untuk kutukan itu. Yang ada dia malah jadi incaran sekte aliran hitam.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Salma Nadia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

12 - BANTUAN

"Siapa yang menangkisnya?!"

Suara keributan tidak jauh dari mereka mengalihkan pandangan. Tiga bocah yang tidak lain adalah Zhi Yang, Song Qian dan An Qi Xuan yang sudah menangkis pedang barusan membuat kedua murid ini mengira bahwa tiga bocah itu yang sudah ikut campur.

Melihat tiga bocah itu mengenakan topeng, berjubah khas sebuah sekte. Membuat keduanya menahan napas sejenak. Mereka tahu betul dengan ciri khas Sekte Pedang Langit. Kemampuan mereka berbeda jauh. Jika nekad melawan, yang ada akan kalah di jurus pertama.

An Qi Xuan, Zhi Yang, dan Song Qian menatap balik kedua murid Sekte Awan Petir dan mulai berjalan ke arah mereka.

"Apa yang harus kita lakukan?"

Pertanyaan itu dilontarkan oleh salah satu murid Sekte Awan Petir. Sementara temannya menggeleng lemah dan berkata, "kita bicara baik-baik. Jika tidak memungkinkan, sebaiknya pergi dari sini."

"Apa? Kenapa harus melarikan diri?"

"Tck. Apa kau tidak sayang nyawa?"

Temannya itu menghela napas berat. Keduanya semakin dibuat tegang saat An Qi Xuan dan kedua temannya sudah berada di depan mereka.

Tanpa diduga, An Qi Xuan, Zhi Yang, dan Song Qian memberikan hormat layaknya pendekar yang memiliki etika. Sementara dua murid dari Sekte Awan Petir tersentak dan segera melakukan hal yang sama.

"Maafkan kami yang sudah mengganggu kalian, Tuan Muda."

Ucapan Zhi Yang yang seperti merasa bersalah membuat lawan bicara saling pandang. Merasa ketiga murid ini tidak akan menganggu mereka, keduanya memikirkan suatu hal.

"Tidak apa-apa. Kurasa yang barusan kalian lakukan hanya kesalahan kecil."

Zhi Yang menghela napas lega. Jika seperti ini maka tidak akan ada permusuhan di antara mereka.

Berbeda sekali dengan An Qi Xuan yang melihat ke arah kakek tua yang sekarang tidak sadarkan diri. Dia berjalan mengambil pedangnya, menyarungkannya kembali. Tindakannya itu membuat murid sekte lain tersenyum kecut.

"Apa yang sedang kalian lakukan kepada Kakek ini?"

Pertanyaan An Qi Xuan nyaris membuat lawan bicara tersentak, tapi segera menenangkan diri.

Zhi Yang dan Song Qian yang sebelumnya merasa mereka tidak perlu ikut campur sekarang hanya mengepalkan tangan. Semakin An Qi Xuan bertanya, semakin rumit nantinya.

"Kami hanya menjalankan misi mencari anak Tetua Jia Fu. Kakek ini berjalan bersama cucunya yang mengenakan tudung. Saat kami memintanya untuk membuka tudung, dia malah menyerang. Bukankah hal tersebut wajar membuat kecurigaan?"

Perkataan lawan bicara membuat An Qi Xuan, Zhi Yang, dan Song Qian tersentak dan menatap lawan dengan ekspresi yang tidak terlihat karena topeng. Ketiganya mengerti bahwa mereka curiga karena kakek dan cucunya yang tidak menurut. Padahal mereka sudah meminta baik-baik.

Song Qian menaikkan sebelah alis. Mencoba mengingat nama anak dari Tetua Jia Fu.

"Anak Tetua Jia Fu? Maksudmu ... Jia Lian? Gadis cantik nan berbakat itu?"

Banyak yang tahu Jia Lian, gadis cantik dan sangat berbakat itu rumornya sudah terdengar di banyak telinga. Walau tidak belum pernah melihat wajahnya, akan tetapi membayangkan betapa cantiknya gadis itu membuat banyak orang berdecak kagum.

Kedua murid Sekte Awan Petir saling berpandangan. Keduanya lupa jika tidak banyak orang yang mengetahui bahwa Tetua Jia Fu memiliki dua anak. Ucapan Song Qian jelas membuat keduanya berdehem untuk menghilangkan kegugupan.

Salah satu dari keduanya mengangguk ragu dan berkata, "benar. Nona Jia Lian keluar dari sekte tanpa berpamitan dan sampai sekarang belum kembali."

"Apa penjagaan Sekte Awan Petir lemah sampai anak dari Tetua saja bisa keluar?"

Walaupun nada bicara Zhi Yang tidak terdengar sinis dan tidak merasa bersalah pula. Di balik topengnya, dia menampakkan wajah keseriusan.

Sementara kedua murid Sekte Awan Petir nampak tertohok dengan perkataan barusan. Keduanya mengepalkan tangan tidak terima sekte mereka dikatakan 'lemah'.

"Kenapa Nona Lian bisa keluar? Dia itu seorang gadis cantik nan suci! Bagaimana jika ada laki-laki yang menyentuhnya? Ya ampun, bagaimana nasib Nona Jia Lian itu?"

Song Qian menjadi khawatir sendiri. Dia adalah penggemar berat Jia Lian. Mendengar Jia Lian keluar sekte dan belum kembali, dia jelas dibuat cemas. Ekspresinya tidak terlihat karena tertutup topeng, tapi nada bicaranya ketara jelas. Namun, ucapannya barusan malah membuat lawan bicara saling pandang dan menaikkan kedua bahu mendengar Song Qian yang terus berbicara menghawatirkan orang yang salah.

Sementara itu, An Qi Xuan menyentuh pergelangan tangan Wang Chunying, memeriksa denyut nadi yang ternyata kakek ini masih hidup. Diam-diam dia menyalurkan tenaga dalam, mulai menyembuhkan luka dalam kakek ini. Saat merasa sudah cukup, dia berdiri dan menatap dua murid Sekte Awan Petir.

"Jadi kalian menyerang karena cucu kakek ini yang tidak mau melepas tudung?"

Ucapan An Qi Xuan membuat keempat orang di dalam hutan itu menoleh dan nampak tersentak. An Qi Xuan berjalan ke arah mereka dengan membawa aura ketenangan. Dia kembali mengatakan sesuatu yang membuat lawan bicara bergeming.

"Hmph. Jika demikian, Sekte Awan Petir akan menyinggung Sekte Pedang Langit."

Sekte Pedang Langit memiliki aturan tidak boleh membuka topeng ke sembarang orang. Hal ini untuk menjaga privasi masing-masing. Mendengar ucapan dari murid Sekte Awan Petir jelas membuat kesalahpahaman di sini.

Dua murid itu seketika jadi tegang karena aura yang mereka rasakan sangat menekan. Ini adalah aura dari ketiga lawan yang saat ini sedang sependapat. Song Qian yang sebelumnya berekspresi khawatir, sekarang malah menjadi serius. Dia memikirkan ucapan An Qi Xuan yang ada benarnya.

"Apa kalian juga akan meminta kami melepas topeng?"

An Qi Xuan bertanya dingin. Lawan bicara menelan ludah susah payah. Zhi Yang yang sebenarnya tidak ingin ikut campur juga malah mengatakan sesuatu hal yang tidak terduga.

"Kami tidak bisa melepas topeng ke sembarang orang. Apa kami akan dicurigai juga?"

Dua murid Sekte Awan Petir menggeleng lemas. Mereka tahu resiko jika sampai memaksa orang-orang dari Sekte Pedang Langit untuk membuka topeng.

"A-ah, sepertinya cucu kakek ini memang memiliki privasi sendiri. Kami hanya merasa sangat khawatir kepada Nona Jia Lian, jadi gegabah dalam bertindak."

"B-benar. Sebaiknya kami mencari Nona Jia Lian di tempat lain. Kalau begitu, kami permisi Tuan Pendekar."

Keduanya langsung memberikan hormat dan bergegas pergi. Bukannya mereka seperti pengecut, lebih tepatnya menjaga diri dari bahaya besar.

Dari arah tidak jauh, seseorang mengenakan jubah hitam sedari tadi melihat kejadian barusan. Dia hanya diam tanpa melakukan pergerakan sama sekali. Hanya hembusan napas lega melihat tidak ada lagi pertarungan. Namun, tetap saja merasa takut jika kedatangan tiga orang bertopeng itu kemungkinan bahaya yang lebih besar.

"S-siapaa mereka? Kenapa menolong Kakek Wang?"

1
Cipta Hendra
udh 21 bab crtany msh gtu aj tdk berkembang sma skali ...
Cipta Hendra
lambat alur nya ...
Sribundanya Gifran
lanjut💪💪💪💪💪
Sribundanya Gifran
lanjut thor💪💪💪💪
Sribundanya Gifran
lanjuuuuuttttttt
Ama_Shuxiang: InsyaAllah 🙏🏼
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!